Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#66.


__ADS_3

"Kamu baik baik aja kan selama enam hari ini.? " Tanya vivian yang masih memeluk yohan.


"Em, yohan masih baik baik aja kok ma. Kan yohan ngelakuin semua hal yang mama bilang waktu itu" Jawab yohan dengan penuh semangat..


Disaat vivian dan yohan sedang menanyakan kabar satu sama lain, tentu saja semua orang yang ada di aula pesta langsung tercengang. Apalagi gunawan, rara, dan amel.


"Hah.? "


"Eh.? "


"Loh.? "


"Apa ini.? "


Reaksi para tamu undangan yang membutuhkan penjelasan, yang sejelas jelas nya akan keadaan saat ini.


"Apa ini.? Kenapa dia melewati ku begitu saja.? Apakah mata nya rabun atau katarak, makanya dia memeluk orang yang salah.? " Ucap amel yang tak percaya dengan kenyataan yang terjadi saat ini.


"Yohan sayang, kamu salah meluk orang nak... Mama kamu yang make baju warna pink sayang, bukan warna item.! " Bujuk tante rara yang masih berpikiran Positif, bahwa penglihatan yohan bermasalah.


"Iyah sayang.. Sini yuk sama mama kamu, nanti kakek beliin mobil mainan buat kamu" Bujuk bapak gunawan lagi..


"Hem..? Yohan gak salah kok. Ini memang mama yohan, dan mata yohan juga gak rabun atau katarak sama kaya yang nenek lampir (Amel) itu katakan.. " Ucap yohan dengan enteng nya..


"Ne.... Nenek lampir.? Kau menyebut ku nenek lampir.? Dasar bocah sialan, kau pikir aku akan mengampuni mu setelah ini.? " Bentak amel pada yohan.


"Kau berani membentak anak ku di hadapan ku secara langsung.? Apa kau benar benar ingin pergi ke alam lain saat ini juga.? " Ucap vivian dengan tatapan tajam pada amel, dan menutup gendang telinga yohan. Agar yohan tidak mendengar kata kata kasar yang vivian dan orang orang yang ada di aula pesta katakan.


Masih dengan pikiran yang tenang, amel membujuk yohan lagi. Agar yohan pergi dan patuh pada nya.


"Gak mama gak ada niatan bilangin kamu rabun atau katarak sayang. Sini yuk sama mama, jangan buat mama sedih dong. " Ucap amel.

__ADS_1


"Gak... Gak mau.. Yohan gak mau ke sana... Yohan gak mau.. " Ucap yohan sambil memeluk kaki kiri vivian dengan badan yang bergetar ketakutan (Akting Yohan karena dia udah tau situasi nya kaya gimana saat ini.!)


Begitu melihat reaksi yohan, para hadirin di aula pesta pun terheran heran.


"Loh.? Kenapa yohan tampak ketakutan seperti itu.? "


"Kaki dan badan nya saja berguncang hebat, lalu dia tidak seperti sedang berpura pura kok! "


"Sebenarnya apa yang terjadi.? "


"Hei, jika di lihat lagi.. Yang tampak seperti sosok ibu saat ini adalah wanita yang bergaun hitam.. "


"Iyah sih.. "


Komentar para hadirin yang sedang mengumpul kan spekulasi masing masing pun, kian membara seiring berjalan nya waktu.


"Sebenarnya wanita j*lang ini siapa.? " Teriak amel dengan suara yang lantang. Dia benar benar sudah sampau di titik tak bisa menahan amarah nya.


"Ungghh.. " Gumam amel karena merasa tertampar oleh kenyataan.


"Oh ada yang ingin aku tanyakan pada mu. Apakah kau pernah melihat wajah sebelum nya.? Atau ini pertemuan pertama antara kau dan aku.?! " Tanya vivian.


"Tentu saja ini pertemuan yang pertama. Mana mungkin aku tak mengigat seseorang dengan jelas, kau pikir aku pikun apa.?" Jawab amel meremehkan.


"Hahaha... Berarti saat itu kau tidak menengok atau melihat ku sedikit pun ya.. Syukurlah kalau begitu.. Setidak nya wajah ku terselamatkan dan tidak di sayat oleh mu. " Jawab vivian.


Amel pun terus terheran heran. Dia yakin bahwa selama ini tak pernah bertemu dengan vivian sedikit pun, jelas... Karena saat amel mengambil anak vivian enam tahun lalu itu, amel tidak memeriksa wajah atau siapa wanita yang melahirkan anak yang mirip dengan irwin pada saat itu.


"Baiklah.. Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi... Hari ini, aku datang untuk mengambil anak ku kembali.! " Ucap vivian dengan suara lantang.


"Wah... Apa ini.?"

__ADS_1


"Apakah pendengaran ku bermasalah.? "


"Apakah yohan sungguh anak wanita itu.?"


"Sebenarnya situasi macam apa saat ini.? "


Hah... Apakah wanita ini adalah wanita enam tahun yang lalu.? Heh, tidak mungkin.. Wanita enam tahun lalu sudah di suntik dengan racun mematikan dari ayah ku, jelas wanita j*lang ini sedang membual.. Tenang amel... Tenang... Wanita ini bukan ancaman untuk mu. Batin amel.


"Ma.. Mama.. Mama lagi bohong ya.? " Bisik yohan dengan suara yang sangat pelan.


Kemudian vivian duduk jongkok, lalu bertatapan dengan mata yohan.


"Apakah mata mami terlihat sedang berbohong, seperti waktu kita menghabiskan waktu menyenangkan di taman waktu itu.?" Tanya vivian pada yohan.


Yohan hanya menggelengkan kepala karena tak sanggup berkata kata. Yohan juga mengucek ke dua mata yang hampir mengeluarkan air mata, sambil berkata..


"Yohan gak boleh nangis... Yohan gak boleh nangis sekarang. Kalo yohan nangis, nanti orang orang bakal ngira mama udah nyakitin yohan. Yohan harus tampil sempurna bareng mama.. " Ucap nya dengan suara yang bersungguh sungguh.


"Hahaha.. Kamu boleh nangis kok. Mama bisa menyelesaikan masalah sepele seperti itu, jadi jangan takut dan menahan diri sayang.. " Ucap vivian.


"Gak.. Yohan gak mau.. Yohan juga harus menampilkan yang terbaik loh, yohan gak mau jadi beban buat mama." jawab yohan.


"Dasar wanita GILA... SINTING.... GAK TAU MALU... Yohan itu anak ku, bukan anak mu.! " Ucap amel.


"Apakah kau membutuh kan uang.? Sebutkan saja nominal nya, akan aku berikan pada mu. Ah tidak, aku akan memberikan cek kosong pada mu. Silahkan isilah sesuka hati, Tetapi setelah itu pergilah dari sini. Jangan mengacau lagi.! " Bujuk gunawan yang kini mulai panik.


"Benar... Kami akan memberikan uang pada mu, jadi sebutkan lah berapapun jumlah nya.. Kami pasti menyanggupi nya.! " Sambung tante rara..


"Bukti apa yang kamu punya, sampai sampai berani mengaku sebagai ibu dari yohan.? " Teriak amel lantaran panik.


"Hei wanita jelek. Ah maaf, mulut ku memang suka jujur dalam keadaan seperti ini.. Amel, ya nama mu amel kan. Amel, apa kau sangat menginginkan bukti nya.? Baiklah, aku akan memberikan bukti yang sangat kongkrit pada mu... Persiapkan lah mental ayah dan ibu mertua mu, termasuk mental mu juga.... Agar tidak terlalu kaget atau shock, karena aku tak akan memberikan keringanan pada kalian semua yang berada di sini.. Semua nya tanpa terkecuali sedikit pun...! " Ucap vivian yang seperti sedang memberikan ultimatum pada amel.

__ADS_1


__ADS_2