Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#59.


__ADS_3

Setelah mendapat penjelasan yang sejelas jelas nya, rival mulai membaca buku buku yang di berikan oleh randi pada nya.


"Tuan muda juga tidak perlu membaca setiap buku sampai selesai kok, cukup membaca beberapa halaman saja.. Kalo tidak suka tinggal di letakan di lantai, sedangkan kalo suka, silakan di tumpukkan di atas meja ini. " Ucap randi.


"Ok kak Randi, rival paham... "


***


Waktu pun terus berlalu, detik demi detik terus berjalan... Dan kini jam telah menunjukkan pukul 16:00 atau jam 4 sore. Rival dan vivian juga sudah makan siang tadi, setelah itu vivian melanjutkan mengurus dokumen dokumen nya dan rival kembali ke ruang belajar nya...


"Tuan Muda, anda telah membaca 19 buku, dan buku yang terakhir sedang Tuan muda pegang... Lalu.... se... semua buku nya.. "


"Em, rival suka semua buku yang rival udah baca... Jadi mau gimana lagi, rival gak bisa bohong terus bilang rival gak suka pelajaran ini... Jadi rival tumpuk semua buku di atas meja belajar sesuai dengan yang kak randi bilang tadi... "


"Iyah.. Tuan muda memang anak dari nona vivian yaah. kecerdikan, kecerdasan, pemahaman, dan ketelitian... Semua nya seperti nona saat belajar dulu yaah. " Ucap randi.


"Eman nya mama aku itu pintar kaya kak randi ya ? Iya sih .. pasti kaya gitu. "


"I.. Itu... Kalo soal itu, kayanya tuan muda sudah salah paham deh. Kepintaran Nona Vivian sudah tak bisa di katakan dengan kata pintar lagi.. Tetapi Genius di antara Genius... " Ucap Randi dengan ekspresi serius...


"Genius... Genius itu apa kak Randi.? " Tanya rival.


"Genius itu satu... Ah tidak, beberapa tingkatan di atas kata pintar.. Untuk selebihnya, saya Yakin Tuan Muda sudah paham.. "


"Wah... Mama keren banget... Berarti mama rival lebih hebat dari kak randi dong. "


"Tu.... Tuan Muda.. Perkataan anda memang benar banget, tapi tolong jangan katakan kebenaran yang sangat menyakitkan itu di hadapan saya secara langsung... Hati saya seperti luka yang tak berdarah Tuan Muda"


"Kak Randi sakit hati .? " Tanya rival.


"Iyah Tuan Muda.. "

__ADS_1


"Huh, Kak randi kan laki laki... Kenapa dikit dikit sakit hati ? Dasar lemah.. " Ucap rival.


"Jleb...! " Suara jantung yang bagai tertusuk panah.


Yaah, Tuan Muda memang anak dari vivian... Cara menyinggung yang tajam dan pedas ini, tapi memang sesuai dengan kenyataan.... Sungguh ironi dan bagaikan kembali ke masa muda saat aku dan vivian dulu....๐Ÿ˜–๐Ÿ™‚๐Ÿ’” Batin randi..


"Kak Randi.. Udah dulu yaah.. Rival udah baca semua buku nya... Rival juga suka semua nya, jadi rival bakal nunggu 20 buku baru besok yaah.. Sampai ketemu besok, rival mau ketemu sama mama dulu. " Ucap rival sambil berjalan keluar..


"Hem, Tuan Muda memang ciri ciri anak Genius... Ah, aku melupakan satu faktor yang sangat penting, apakah Tuan Muda tau membaca ?! Kalo Tuan muda bohong, dia tak mungkin tertawa di pelajaran bahasa indonesia saat ada cerita yang asyik dan seru.. Jadi, tuan muda belajar


di mana ?" Ucap Randi yang tinggal seorang diri di dalam ruangan belajar itu..


Memang tak ada yang pernah mengajari rival membaca, tetapi bukan berarti rival langsung tau tanpa belajar. Waktu masih di panti asuhan dulu, rival sering melihat dari jendela saat guru sedang memberi pelajaran pada anak anak kelas 1-3 SD.


Jadi, jelas dia telah mengetahui pelajaran dasar seperti membaca dan menulis. Menghafal Alfabet A-Z, menghitung dari 1-1000, dan cara menulis.


***


Tap... Tap.. Tap.. Tap.. Suara langkah kaki yang sedang berlari dengan cepat.


"Ah, lelet banget sih kalian.. Sini kejar rival kalo bisa.. Bleh. "Ucap Rival yang sedang berlari dan menjulurkan lidah nya pada para pelayan.


"Ting... " Bunyi pintu lift yang terbuka. Bagi para pelayan, mereka sedang mengambil nafas lega. Akan tetapi rival terus memacu kaki nya lagi saat pintu lift telah terbuka.


"Tu.. Tuan Muda. "


"Brak." Bunyi rival yang bertabrakan dengan chef yang lewat. Untungnya tangan chef langsung berefleksi untuk menangkap rival yang akan terjatuh..


"Astaga, kalian gak bisa jagain tuan muda dengan benar yaah. " Ucap chef dodo yang menatap tajam ke arah ke delapan pelayan yang bertugas menjaga rival.


"Itu karena tuan muda berlari-"

__ADS_1


"Alasan saja.." Bantah chef dodo.


"Tuan Muda tolong jangan lari lari yaah. Nanti kalo jatuh, tuan muda bisa terluka. Dan kalo itu terjadi, Nona Vivian pasti akan memenggal kepala kami. " Tegur chef dodo pada rival...


"Em.. Rival gak bakal lari lagi kok. Rival mau nanya, mama ada di mana.? Soal nya pas rival nanya sama kaka kaka pelayan, mereka gak tau mama di mana.. Emang mereka gak becus chef.. " Jawab Rival.


Tuan muda, jelas kami tidak tau.. Sepanjang hari ini kami terus berada di samping tuan muda.. Batin para pekerja dengan pilu.


"Nona Vivian di jam jam segini itu lagi minum teh di rumah kaca tuan muda. Tinggal lewat pintu yang itu, tuan muda udah bisa ketemu sama rumah kaca nya" jawab chef dodo.


"Oh kalo gitu makasih ya Chef yang baik. Rival pamit dulu.. " Ucap rival sambil berlari dengan kecepatan tinggi lagi.


"Padahal udah di bilang jangan lari. " Keluh chef dodo sambil menghembuskan nafas panjang.


*Hiks... mulai besok...


Aku akan menggunakan...


Sepatu yang rata atau gak ada hight hills nya....


Biarpun kita udah di latih, tapi bukan di latih dengan sepatu tinggi kaya gini*...


Batin ke empat pelayan wanita yang lari nya tertinggal jauh di belakang..



Saat rival menginjakkan kaki nya di pintu rumah kaca, harum bunga mulai masuk ke dalam penciuman nya.. Pemandangan bunga yang sangat banyak, membuktikan bahwa ini benar benar rumah kaca yang cantik dan elegan.


Mata rival terus menelusuri semua bagian yang ada di dalam rumah kaca itu, mata nya terhenti pada meja dan bangku kayu yang ada di tengah tengah rumah kaca.


__ADS_1


Yaah... Di kursi dan meja kayu itu, terlihat sosok vivian yang sedang duduk dengan elegan dan dengan memegang gelas teh di tangan nya. Meminum seteguk teh dengan aroma dan bunga yang bermekaran di sekeliling vivian, semakin memperindah tampilan vivian saat ini.


Bisa di bilang bahwa vivian adalah peri yang menjaga hutan, dengan kekuatan dan sihir nya seperti yang ada di buku dongeng. Itulah hal yang terlintas di pikiran rival saat melihat mama nya itu...


__ADS_2