
"Uhuk... Uhuk..." Irwin yang batuk selepas keluar dari dalam mobil..
"Irwin.. Kamu baik baik aja kan.?? Kamu kenapa. ? Belum makan.? Gak papa, di kantin rumah sakit ada banyak makanan kok.. " Jawab vivian sambil mengusap punggung irwin dengan lembut.
Bisa bisa nya masih pakai nanya...!!! Kamu nyetir nya kekencangan, bisa bisa nya aku mabuk menaiki mobil untuk pertama kali dalam hidup... Tapi, kok aku aja yang mual.. Kamu kelihatan baik baik aja vivian.. batin irwin.
"Gak.. Gak papa kok. Hanya pusing karena kurang napas aja kok. ! " Jawab irwin ikhlas lahir batin, namanya juga wanita kesayangan.. Mana ada langsung marah marah.
"Kamu masih bisa lari kan?? Atau mau aku gendong.? " Tanya vivian.
"Aku masih sangat amat sehat kok. Harga diri ku sebagai seorang laki laki juga masih utuh, jadi ayo kita lari.. " Jawab irwin dengan tersenyum manis.. Sedangkan vivian tak mengerti dengan maksud perkataan irwin barusan..!!
...~~~...
...~~~...
...~~~...
...~~~...
...~~~...
"Panggil titin keluar.. Atau aku langsung masuk aja.?? " Ucap vivian pada dua perawat di depan pintu UGD.
"Tunggu sebentar... " Jawab perawat itu..
Selang beberapa menit, titin pun langsung keluar dengan jaz dokter nya yang berlumuran darah di beberapa titik..
"Akhirnya kau datang.. Mana ayah dari si kembar.??! " Tanya titin.
"Dia tepat ada di sebelah ku. !! Apakah kau pikir dia makhluk tak kasat mata.? " Jawab vivian..
"Hem..? Sangat tampan.! Kamu cocok bersanding dengan vivian di altar pernikahan, aku telah memberi kan restu untuk kalian.. ! " Ucap titin..
"Makasih banyak loh dokter.!! " Jawab irwin dengan senyum cerah.
"Ngomong apa sih.??? Pergi dan selamatkan anak ku.. Bukan nya bahas hal lain..! " Ucap vivian dengan wajah yang merona..
"Baiklah.. Baiklah... " Jawab titin dan langsung menarik irwin ke dalam..
__ADS_1
"Kita mulai operasi nya...!" Perintah titin dengan sorot mata dan aura keseriusan yang berbanding terbalik saat bercanda tadi..
Karena semua peralatan operasi sudah ada semua di ruang UGD, irwin pun langsung di baringkan di tempat tidur pasien.. Kedua tangan nya di pasang selang yang menyalurkan darah pada putra nya rival dan risal, yang sedang berbaring tak sadarkan diri di samping kanan dan kiri nya..
...~~~...
...~~~...
...~~~...
...~~~...
...~~~...
...°Satu jam tiga puluh menit kemudian..°...
Operasi berjalan sempurna, dan selang yang di pasangkan di dua tangan irwin telah di cabut dari tiga puluh menit yang lalu.! Dikarenakan darah yang keluar dari organ tubuh irwin sangat banyak dalam jangka waktu satu jam, irwin kehilangan kesadaran dan di pasangkan infus agar tidak mengalami penurunan fungsi pada organ organ tubuh nya...
"Hah.... Kerja bagus semua nya.. Sekarang bereskan semua peralatan yang di gunakan dalam operasi tadi..! Tapi kalian tenang saja, kita akan mendapat bonus hari ini juga... ! " Ucap titin dengan girang..
"MAKASIH BANYAK DOKTER. ! "Teriak semua perawat yang ada di ruangan itu..
"Diam.. Ada dua pasien yang membutuhkan istirahat total, dan ada orang yang sedang memulihkan kondi-
"Hei.. Tidur lah lagi.. Kau harus istirahat agar darahmu kembali normal lagi... " Ucap titin pada irwin
"Tak usah. Aku sudah baikan.. Kau tenang saja.! " Jawab irwin yang dengan entengnya langsung mencabut selang infus yang ada di punggung tangan nya..
"Aku pergi menemui istri masa depan ku dulu, mohon bantuan nya ke depan ya dokter..! " Ucap irwin dengan senyum ketampanan, yang membuat semua perawat wanita terpana dan kehilangan kata kata untuk mendeskripsikan perasaan dan raut wajah irwin..
"Klek.. " Pintu yang irwin buka..
"Bagaimana keadaan anak anak.?? Apakah Operasinya berjalan lancar.? Bagaimana dengan mu.? Apakah kau pusing atau ada yang terganggu gitu.? " Ucap vivian yang penuh akan segudang pertanyaan karena sangat khawatir..
Dengan hembusan nafas yang panjang, irwin membisikkan beberapa kalimat di telinga vivian yang sangat sensitif..
"Aku hanya membutuhkan bayaran yang setimpal untuk ku hari ini.. Kau paham kan vivian.? " Ucap irwin sembari menjilati daun telinga vivian dengan lembut..
"BLUSH.... " Pipi vivian yang langsung merona..
__ADS_1
"A.. Aku ingin melihat keadaan anak anak dulu.. " Ucap vivian mengganti topik pembicaraan..
"Klek.. " Pintu yang di buka dokter titin.
"Untuk saat ini tak ada yang boleh masuk.. Si kembar benar benar membutuhkan tingkat sterilisasi yang tinggi, dan keheningan agar raga dan otak mereka mendapatkan ketegangan yang hakiki.. Jadi, kau tak boleh masuk.. " Perintah titin dengan tatapan serius..
"Ba.. Bagaimana mungkin.?? A.. Aku.. " Ucap vivian terbata bata..
"Ah.. Hari makin larut.. Dokter titin, selamat beristirahat.. " Ucap irwin sambil menarik tangan vivian.
Hehehe.. Dasar anak muda, padahal baru abis ngeluarin dara dalam jumlah besar.. Yaah biarlah, Vivian juga tak keberatan.. Dan dengan bersatunya mereka, akan lebih bagus untuk lingkungan tumbuh kembang si kembar... Batin titin..
"Huh.. Melelahkan... Leherku masih tegang karena takut terjadi sesuatu yang fatal pada si kembar dalam penanganan tadi.. Ini ke dua kalinya aku gugup dalam menjalan kan operasi... Laura, aku ingin kopi susu hangat.. Antar kan ke ruang kerja ku yaah. " Pinta titin dari handphone nya.
...°°°...
...°°°...
...°°°...
...°°°...
...°°°...
...^Di sisi lain^...
"Tu.. Tunggu dulu irwin.. Ini vila milik siapa.?? Kenapa kita ke sini.? Mending aku jagain anak anak aja ah.. ! " Protes vivian yang kini tangan nya tengah di genggam oleh irwin, dan sedang berjalan masuk ke dalam vila Dan menuju lantai dua..
"Masa kamu gak tau.?? Aku udah tahan selama tujuh tahun lebih loh... Dan kamu juga udah bilang bakal kasih raga kamu ke aku kan..? Masa kamu langsung lupa sama yang kamu ucapin.? " Jawab irwin dengan smirk di wajahnya..
"I.. Itu... Bisa besok aja gak.? " Pinta vivian dengan suara memohon.
"ENGGAK....!!! " Jawab irwin spontan..
"Kyyyaa.. " Teriak vivian saat di lempar 'Dengan lembut' di atas ranjang.
"Eh... Eh.. Tunggu dulu irwin.. Gi.. Gimana kalo yang kerja di vila ini buka pintu.. Atau gak tau kalo kita lagi di sini..! " Alasan yang di lontarkan vivian karena panik, lantaran irwin mulai melepaskan dasi nya.!
"Kamu tenang aja.. Pintu nya udah aku kunci kok☺...! Gak akan ada masalah, Dan lagi, para pekerja di sini itu.. Pulang nya selalu jam tiga sore.. Sudah berjam jam yang lalu loh.. Gak mungkin mereka balik ke sini... Kamu bisa rileks ko kalo lagi sama aku...!! " Ucap irwin sambil menarik ke dua tangan vivian ke atas, lalu mengikat ke dua tangan vivian dengan dasi milik nya dengan sangat erat...
__ADS_1
"Sa.. Sakit Irwin... " Ucap vivian dengan suara yang terdengar aneh, dan semakin membuat irwin terangsang...
"Hpth..... " Irwin pun langsung mencium vivian dengan penuh gairah..!!!