Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#130.


__ADS_3

...(Di rumah vivian)...


Setelah menerima pesan dati irwin, walaupun vivian merasa jengkel karena waktu pertemuan nya hanya satu jam, vivian tetap mulai bersiap siap dari jam lima sore seperti yang dia setujui tadi.


Sabun cair yang terbuat dari sari bunga mawar, di tambah dengan harum vanila, membuat harum yang segar tersebar di sekitaran badan vivian yang di rendam selama 15 menit.


Gaun yang panjangnya sepaha berwarna biru tua yang sangat indah, di padukan dengan hight hills berwarna hitam, kaki jenjang vivian yang putih bersih menambah keindahan.


Satu set aksesoris yang warna nya sebelas dua belas dengan warna gaun, cincin perubah warna mata yang tak pernah di lepas, jam tangan pemberi perintah yang selalu terpatri di tangan kanan vivian, dan make up yang sangat Natural namun terkesan **** ???


Rambut yang panjang nya sampai pinggul, berwarna hitam pekat yang di uraikan begitu saja, agar terlihat lebih muda dan fresh. Tas jinjing yang telah di siapkan di atas meja, tinggal di pakai saja agar semua aksesoris lengkap.


Dan kemudian, sentuhan terakhir yaitu semprotan parfum. Kini vivian benar benar sudah tampil beda dari biasa nya, dan benar benar cantik.


"Oke, semua persiapan sudah selesai, sekarang aku bisa berangkat dengan percaya diri, " ucap vivian dengan senyum bangga di wajah nya, karena dia terlihat sangat cantik di depan cermin.


...(Di rumah irwin)...


Jas biru tua yang senada dengan celana panjang nya, serta kemeja biru muda yang dua kancing bagian atas nya tak di kancing agar dapat memperlihatkan dada nya yang bidang dan berotot pada belahan jiwa nya saat bertemu nanti.


Dasi berwarna hitam pun di sematkan di antara kerah kemeja irwin, jas nya tidak di pakai seperti biasa nya. Tetapi hanya di letakkan di atas pundak, sehingga dengan otot badan irwin saat ini, kemeja yang dia kenakan terkesan ketat namun menggoda.


Jam tangan silver di lapisi beberapa berlian pun di lingkarkan di tangan nya, rambut yang di tata rapi membuat irwin terkesan lebih tampan, parfum tentu saja, dan sentuhan terakhir adalah mengoleskan sedikit lip bam pada bibir nya, agar tidak terkesan kering.

__ADS_1


"Aku harus berangkat sekarang. Jika tidak, hasil dari jeri payah ku tak ada guna nya. Beruntungnya si kembar udah kasih tau kalo mama mereka bakalan pakai gaun biru tua, jadi warna nya bisa senada deh. Bisa terlihat sepasang dan bisa pakai alasan kalo kita emang berjodoh, hehehe " Ucap irwin mengambil kunci mobil, dompet, dan handphone nya.


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...(Di restoran steak)...


Di lantai lima, lebih tepatnya satu di seluruh ruangan yang ada di lantai lima telah di pesan oleh vivian agar mendapatkan ketenangan saat makan bersama irwin.


Dan tentu untuk mengisi waktu menunggu irwin yang tak kunjung datang, vivian hanya menatap wine yang dia pegang. Kadang kadang melirik ke arah luar dari balik jendela untuk melihat ramai nya jalan saat banyak nya kendaraan yang berlalu lalang, sambil menyeruput wine


Lalu, saat pikiran vivian sudah mulai tak memikirkan irwin lagi dan vivian yang fokus menatap ke luar, terdengar bunyi langkah kaki dan suara yang tak asing menyapa nya.


"Vivian... Kamu udah nunggu lama ? " Tanya irwin sambil memperbaiki jam tangan nya.


Melihat irwin yang sudah datang, vivian langsung refleks berdiri dan langsung berbicara...

__ADS_1


"Ah tidak.. Kebetulan aku juga baru sampai kok, " jawab vivian meletakkan wine nya di atas meja.


Aku memang sudah dengar dari si kembar kalo mama mereka akan memakai gaun yang sangat indah. Tapi tak aki sangka, gaun yang di pakai nya saat ini sangat cocok dan selaras dengan wajah nya yang bak bidadari itu... Apakah wajah ku memerah atau ngeblush ?? Semoga saja tidak, karena rencana si kembar bisa hancur.! Batin irwin yang sedang berusaha setengah mati, untuk mengontrol ekspresi wajah nya.


Gila... Padahal baru tadi siang loh ketemu nya, kenapa irwin jadi tambah tampan sih ? Apalagi otot dada nya yang bidang yang sedang di pamerkan itu, oh Tuhan~... Sangat menggoda sekali, apakah ketampanan yang tidak masuk akal ini benar benar di ciptakan menjadi manusia bukan malaikat ? Batin vivian berusaha agar tidak mimisan.


"Oia, silakan duduk. Maaf, karena beberapa hal, aku jadi lupa mempersilahkan diri mu untuk duduk, " ucap vivian sembari kembali duduk ke kursi milik nya.


Saat mereka berdua baru duduk, para pelayan resto mulai berdatangan dengan makanan yang telah di pesan oleh vivian, bahkan steak sapi favorit nya juga di hidangkan. Beberapa desert yang terbuat dari olahan nanas apalagi, yaah walaupun desert nya baru akan di keluarkan saat selesai memakan steak sih.


Di saat vivian yang sedang mencuci mata nya dengan penampilan steak sapi kesukaan nya yang sangat menggiurkan, perhatian vivian seketika teralihkan pada irwin yang sibuk mengotak atik hp nya.


Dia sedang mengirim pesan dengan siapa sih ? Sampai sampai lupa kalo ada aku di sini.! Batin vivian kesal.


Satu hal yang tak di ketahui oleh vivian saat ini adalah, dia tak menyadari bahwa dari tadi, irwin sedang memotret nya bahkan telah menghasilkan 30 lebih foto di galeri nya.


Tapi tentu setelah itu irwin langsung berbalas pesan dengan si kembar, karena si kembar terus mengirim chat meminta kabar. Dan terus memperingati papa mereka, agar papa mereka tidak luluh dengan penampilan vivian saat ini.


"Irwin... Bisa kamu letakkan dulu hp kamu ? Makan dulu, sebelum steak nya dingin. Nanti gak enak lagi, tapi kalo emang chat itu sepenting itu, kamu boleh lanjut kok, " sindir vivian dengan bahasa halus dan senyuman.


"Ah... Oke... , " jawab irwin dengan singkat, padat, dan jelas. Tentu setelah menjawab dengan super dingin itu, irwin langsung meletakkan hp nya dan mulai memotong steak yang ada di hadapan nya..


Saat makan malam bersama yang di iringi dengan keheningan yang seakan abadi, hp irwin terus bergetar bahkan getaran nya dapat di rasakan oleh orang yang semeja dengan nya. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah vivian.

__ADS_1


"Tak.! " Bunyi garpu yang di tancapkan di atas daging steak milik vivian.


"Irwin💢, kamu bisa silent hp kamu bentar gak ? Soalnya kalo hp kamu getar terus, takut nya peralatan makan di atas sini bisa ikut bergetar dan jatuh ke lantai, " tegur vivian yang berusaha bersikap halus, agar keanggunan nya malam ini selaras dengan ucapan dan perilaku nya..


__ADS_2