Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#70.


__ADS_3

"Dan yang ke tiga dan terakhir. Untuk nenek lampir (Sambil memalingkan pandangan nya pada amel. ). Apakah kau tau kenapa cincin, gelang, kalung, anting anting, mutiara, berlian, emas, dan berbagai macam antek antek mu itu selalu hilang setiap seminggu sekali dari dua tahun yang lalu.? "Tanya yohan..


"Huh. Itu karena para pelayan yang panjang tangan, Aku juga telah memecat dan memotong tangan mereka yang panjang itu. Jangan kau pikir aku ini bodoh dan tidak bisa mengambil tindakan yang bagus tau. " Jawab amel menyombong kan diri nya...


"Hehehe... lalu bagaimana kalo yohan yang mengambil semua perhiasan itu, dan menjual nya dengan harga tinggi, lalu menyumbangkan uang nya pada beberapa panti asuhan, panti jompo, anak anak yang membutuhkan, dan lain sebagai nya.? " Jelas yohan...


"Jadi kamu.. Kamu... Aku akan melaporkan mu atas tindakan pencurian" Ucap amel.


"Astaga.. Bukti apa yang kau punya nenek lampir.? Sekarang banyak nya kasus yang kurang jelas dan kurang nya bukti yang kongkrit, akan menyebabkan kau di denda atas pencemaran nama baik. Lagian, pelayan pelayan yang kau pecat itu adalah pelayan pelayan yang tidak aku sukai. Mereka sering mengerjai ku, jadi bersyukurlah karena ada aku, yang membantu mu jauh dari lingkungan dan pengaruh yang buruk. Yaah walaupun dengan ada nya diri mu, sudah penuh akan tindakan yang buruk.. "Jelas yohan...


"Ughhh.... Kau tunggu saja. pasti suatu saat aku akan membalaskan penghinaan yang kau berikan hari ini.. " Ucap amel penuh emosi.


"Hah... Aku rasa hanya itu saja sih yang mau yohan sampai kan. Sekarang aku akan pulang bersama saudara dan berkumpul bersama mama kandung ku dulu. Ah dan satu lagi, jangan pikir kan bagaimana cara memberikan pelajaran pada ku, Tapi pikirkanlah bagaimana cara nya agar kalian sekeluarga dapat keluar dari genggaman tangan mama ku. Yaah ini hanya nasehat dari aku aja sih, kalo gak mau terima juga gak papa kok. " Ucap yohan sambil membalikkan badan nya dan berjalan dua langkah mendekati mama nya.


"Mama.. Yohan udah habis ngomong... Sekarang udah boleh pulang kan.? " Tanya yohan..


"Iyah.. Kalian berdua pulang dulu sana. Dan yohan, tadi kamu keren banget loh. " Ucap vivian memuji yohan.


"Ma.. Mama bisa aja. " jawab yohan malu malu.


Setelah itu yohan dan rival saling bertatapan, mereka seperti sedang berbicara lewat tatapan mata... Lalu,


"Cup." Dua kecupan yang mendarat di pipi kanan dan kiri vivian oleh kedua anak nya, dengan timing dan tempo yang sama.

__ADS_1


"Mama yang semangat yaah. " Ucap rival dan yohan yang sedang memberi mama mereka energi.


"Hahaha.. Energi mama udah ke isi penuh ini. Makasih banyak yang pangeran pangeran kecil mama. " Ucap vivian mengelus kepala kedua anak nya.


Kemudian vivian memegang bahu kanan ronal lalu membisik kan..


"Jaga mereka. Aku mohon, jaga mereka agar tiba di rumah dalam keadaan sehat dan selamat.. " Ucap vivian.


Baru kali ini Nona memohon kepada ku, memang benar ya kata orang tua ku.. Orang orang yang telah menjadi ayah dan ibu itu, akan lebih mementingkan keselamatan anak mereka dari pada diri mereka sendiri. Nona, akhirnya anda sudah berubah menjadi orang yang lebih bijak dan bijak lagi. Sungguh aku semakin betah dan ingin terus mengabdi pada mu seumur hidup ku. Batin Ronal.


"Nona tenang saja. Jangan meragukan kinerja kerja kami. " Jawab ronal dengan penuh percaya diri.


Setelah itu, rival dan yohan langsung berjalan keluar dan di apit oleh pengawal A dan B dari samping kanan dan kiri. Sedangkan ronal siaga dari belakang...


Selang beberapa menit, pandangan vivian sudah tak melihat kedua punggung anak nya lagi.. Lalu...


"Tadi kalian-"


"Hentikan tindakan mu saat ini juga. " Ucap gunawan yang berhasil memotong ucapan yang ingin di sampai kan oleh vivian.


"Hei semua pengawal yang ada di lantai satu, segera datang dan seret wanita ini ke ruang bawah tanah. Dia sudah tidak memiliki pengawal yang melindungi nya, jadi langsung bereskan saja. " Perintah gunawan.


"Tap.. Tap... Tap.. Tap.. " Suara langkah kaki yang berlari ke arah vivian. Jika di hitung, terdapat sepuluh pengawal yang ingin menangkap dan menyeret vivian ke ruang bawah tanah.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian...


"Ugh.. Kaki ku"


"Sakit.. " Auw" Dan masih banyak lagi keluhan dari ke sepuluh pengawal yang ingin menyerang vivian tadi.


"Ka... Kauu.... Bagaimana bisa.? " Ucap gunawan.


"Ya tentu aja bisa lah. Kalau pengawal ku sekuat itu, aku harus lebih kuat dong. Dan satu lagi koreksi yang ingin aku sampai kan pada mu, berhentilah menggunakan trik yang murahan itu... " Ucap vivian.


"Dasar wanita tak tau diri. Dengar ya, hari ini aku merelakan cucu ku di ambil oleh mu. Tapi ingat, begitu anak ku irwin tiba sebentar lagi.. Aku akan menyuruh nya untuk memberikan pelajaran pada mu.. Camkan itu.. " Ucap gunawan sambil menunjuk nunjuk vivian.


"Hehehe.. Irwin.? Kau pikir irwin akan menolong dan menuruti mu begitu saja.?" Tanya vivian.


"Tentu saja.. Dia adalah anak yang patuh pada ku. " Jawab gunawan dengan penuh keyakinan.


Heh, kau tau apa dasar tua bangka.. Anak mu irwin itu sedang mengusahakan untuk melepaskan diri dari marga agreete. Aku tau ini juga dari hasil saat aku menghack komputer nya. Sungguh bodoh sekali, Dia kira irwin akan menjadi anak yang penurut pada nya, setelah semua tindakan kekerasan dan hinaan yang kalian berikan pada nya dan ibu nya.? Benar benar orang yang otak nya sudah di tendang oleh keledai. Batin vivian.


"Irwin yaah.? Em, terserah otak mu saja sih, aku ma bodoh amatan soalnya. Dan aku akan menantikan hari di mana irwin datang dan berniat mengambil yohan dari tangan ku. " Ucap vivian.


"Jadi, tunggu apa lagi.? cepat pergi dari sini sekarang juga." Teriak gunawan.


"Pergi.? Hei urusan ku masih belum selesai. kalo seperti yang kau kira, mending aku pulang sama anak anak ku. Aku juga tidak sanggup dan betah berada di kediaman ini tau. " Ucap vivian

__ADS_1


"Lalu kau masih mau berbuat apa.? Belum cukup kah dengan kekacauan yang kau timbulkan dari tadi.? " Teriak gunawan.


"Tentu saja belum. Nah mari kita buat perhitungan atas tindakan yang kalian semua berikan pada anak ku. " Ucap vivian...


__ADS_2