Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#80.


__ADS_3

"Ya Tuhan... Seperti nya aku akan mati karena darah tinggi. Bisa bisanya kamu masih gak mau ngalah di saat seperti ini.! Kalo kamu gak mau minum pil obat nya, yau dah gak papa... Kamu bakal sembuh dalam kurun waktu satu minggu, itu arti nya kamu gak boleh ketemu dengan rival sama risal karena virus yang bakal menyebar. " Ucap titin sambil memijat kening nya, yang di buat pusing oleh vivian.


"Jangan dong... Masa iya satu minggu, itu lama banget.. Harus nunggu tujuh hari, 168 jam, 10.080 menit , dan 604.800 detik. Itu lama banget... Lebih baik kamu bunuh aku dari pada harus nunggu satu minggu lagi. " Keluh vivian yang tak bisa menerima kenyataan.


"Ya kalo kamu gak mau kaya gitu, kamu harus minum dua pil obat penurun demam, tiga pil obat pencegah panas dalam sehingga mimisan, dan sepuluh pil vitamin yang udah aku campur kegunaan nya. " Jelas titin.


"JEDER....... " Bagaikan petir di pagi hari😂, Mata vivian menampakkan kekosongan yang mendalam. muka mya yang tadi sudah pucat, lebih pucat lagi.


"Vivian... Seelah aku amati dari dulu sampai sekarang, kamu itu bukan gak mau minum pil obat. Kamu itu takut minum pil obat kaya anak kecil kan.? Iyah kan.? " Tanya titin.


Vivian hanya memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan dengan titin. Kemudian, karena melihat respon vivian yang seperti itu.. Titin pun langsung berdiri dengan cepat,


"Jadi beneran.? Ya ampun, tak bisa di percaya. Gadis yang sempurna di segala bidang, takut minum pil obat. Vivian takut sama pil obat.?? Benar benar fenomena alam yang sulit di percaya. " Ucap titin yang tercengang dengan fakta yang dia dapat kan saat ini.


Karena dia yang bertanya soal vivian yang takut minum pil obat itu, hanya iseng agar vivian aktif berbicara. Siapa yang dapat menyangka, bahwa pertanyaan yang keluar karena keisengan nya itu, membawakan kebenaran yang titin sendiri tak bisa terima.


"DIAM... Seperti nya aku akan mati karena imun ku akan turun deh, dokter macam apa yang membuat mental pasien nya down seperti ini.! " Protes vivian.


"Dan pasien macam apa yang melawan tak mau meminum pil obat, tetapi protes nya nomor satu. Bahkan dalam keadaan panas tinggi sama masih mau berdebat. " Sambung titin yang berhasil membuat vivian terdiam.


"Nih... Kamu lihat ini. " Ucap titin sambil menunjukkan termometer pengukur suhu tubuh.


"Demam kamu 40°c, Kamu pikir manusia biasa dapat berbicara kaya kamu, kalo demam nya 40°c.? Cuma kamu yang kelihatan baik baik aja, hah... Rada rada gak normal ya, makin ke sini... Manusia ciptaan Tuhan makin aneh yaah, melanggar hukum alam semua.. " Ucap titin dengan helaan nafas yang panjang.


"Yau dah.. Kasih pil obat nya, biar aku minum.. Aku gak mau harus berpisah sama anak anak selama seminggu lama nya, ingat ya.. Kali ini aja aku minum pil obat, untuk seterusnya gak akan. " Ucap vivian yang berusaha duduk bersandar di bantal yang telah di susun oleh dok. titin.

__ADS_1


Setelah itu, vivian meminum semua pil yang di berikan oleh titin pada nya, tak memakan waktu lama, vivian langsung tertidur dan kehilangan kesadaran begitu saja.


"Maaf kan aku vivian. Di dalam pil obat yang aku berikan, terdapat dua obat tidur yang berkhasiat membuat mu tertidur selama 24 jam. Itu semua aku lakukan karena kamu sudah kehilangan banyak waktu istirahat, saat kamu fokus pada pekerjaan. "


"Tenang saja, infus yang aku berikan ini terkandung beberapa nutrisi dan protein yang dapat memenuhi asupan tubuh mu yang lapar saat kau tertidur. Aku sendiri yang meracik infus ini, khusus untuk mu. Jadi cepatlah sembuh dan jangan membuat ku khawatir lagi... " Ucap dok titin sambil memperbaiki posisi tidur vivian, dan menyelimuti nya dengan selimut yang lumayan tebal.


Setelah itu dok titin keluar dari kamar vivian, agar istirahat vivian tidak di ganggu.


"Apakah kau sudah memberitahukan Rival dan Risal bahwa vivian tak boleh di ganggu hari ini.? " Tanya dok titin pada sisil.


"Tentu sudah dokter titin. Semua perintah dari Nona Vivian mana yang saya dan lain nya lewatkan.? " Jawab sisil pada dokter titin.


"Yaah baguslah.. Padahal tinggal kasih tau ke anak anak nya kalo dia lagi sakit, ini masih pakai alasan nanti anak anak nya akan khawatir dan pasti akan memaksa diri untuk menjenguk nya. Ujung ujung nya pasti anak nya akan terkena virus, tapi masa sih virus flu sekuat itu.? Aku rasa dia hanya khawatir saja. " Ucap dokter titin pada sisil.


Setelah itu titin berjalan ke arah lift, ingin turun ke lantai satu untuk mencari makanan.


"Kalo dia bersikap kaya gini tanpa menjelaskan dengan mendetail pada anak anak nya, aku khawatir anak anak nya akan salah paham.. Hah.... Biarlah semua itu mengalir bagai air di sungai, jangan dikacaukan biar vivian juga tau kalo tindakan nya itu harus di perbaiki ke depan nya. " Ucap dokter titin seorang diri di dalam lift yang sedang beroperasi itu.


Setelah kejadian tadi pagi, saat rival dan risal di larang masuk ke kamar mama mereka. Kesalahpahaman terus terjadi. Vivian yang tertidur di dalam kamar nya karena efek obat bius, dianggap si kembar sedang mengunci diri di dalam kamar karena tak mau bertemu dengan mereka.


Vivian melakukan ini agar virus nya tidak tertular, sedangkan si kembar menganggap bahwa vivian sudah tidak menyayangi mereka berdua lagi.


Waktu terus berlalu, sang penerang bumi di siang hari pun telah kembali ke peraduan nya. Dan menyisakan kegelapan malam, yang diterangi oleh cahaya dari bulan dan bintang.


Makan malam hari ini sama seperti saat makan tadi siang, Rival dan Risal yang makan seorang diri, tanpa di temani oleh sang Bunda.

__ADS_1


Karena si kembar ini terlalu banyak memikirkan situasi saat ini, mereka kehilangan selera makan dan memutuskan untuk minum susu hangat lalu bergegas kembali ke kamar mereka.


Para pelayan yang peka dengan mood ke Dua Tuan Muda mereka yang sedang tidak baik, langsung meninggal kan kamar dan kembali ke asrama mereka. Keheningan pun melanda kamar rival dan risal.


"Rival... Mama benar benar beda dengan yang aku temui pertama kali di taman. " Ucap risal yang sedang bersebelahan berbaring di atas kasur yang sama dengan rival.


"Risal... Mau sebanyak apapun aku berpikir, kayanya mama udah gak sayang sama kita lagi deh. " Ucap rival putus asa.


"Ih.. Rival ma suka ngomong kaya gitu, jangan bikin aku nambah sedih lagi dong.. Hiks.... Hiks... " Ucap risal berlinang air mata.


"Udah jangan nangis lagi... " Ucap rival sambil memeluk risal, dan mengusap dengan lembut rambut risal.


"Seenggaknya, disini kehidupan kita terjamin... Dan yang lebih penting kita gak di siksa lagi.. " Ucap rival pada risal.


"Tapi risal mau di sayang sama mama rival... Huwaaa... Hiks... " Ucap risal dengan tangisan yang pecah dalam rangkulan rival.


"Udah... Udah... Jangan nangis lagi, untuk sekarang kamu bobo aja dulu. Pasti besok aku udah dapat ide yang baru.! " Bujuk rival agar dapat menenangkan saudara nya.


"Um.. " Jawab risal dan langsung tertidur dalam pelukan rival begitu saja.


Memang rival menenangkan risal dengan tingkat kedewasaan yang tinggi, tetapi sebenar nya.. Rival juga sedang ketakutan dan membutuhkan kasih sayang dari sang Bunda.


Akhir nya rival pun memejamkan mata nya, dengan tangan nya yang masih setia merangkul saudara nya, lalu tertidur dengan satu tetes air mata yang melesat dari bola mata nya.


Malam itu pun di akhiri dengan kekhawatiran dan tangisan dari si kembar, sedangkan vivian masih dalam keadaan tidur, karena efek dari obat tidur yang tak bisa di lawan dan di ganggu gugat.!

__ADS_1


__ADS_2