Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#64.


__ADS_3

Akhirnya, komentar komentar pedas dan tajam pun mulai di lontarkan...


"Dia memang cantik, tapi berpakaian hitam itu tidak pantas di acara ulang tahun seperti ini..! "


"kalo dia menggunakan baju berwarna hitam, itu artinya dia sedang mendoakan agar Bapak Gunawan Agreete pendek umur kan..! "


"Ckck.. padahal aku sempat terpesona dan berpikir dia adalah wanita yang berkelas.! "


"Apakah keluarga nya tidak mengajarkan tata krama pada anak nya.? "


"inilah yang di namakan perhiasan tak dapat menutupi kelakuan nya yang kurang ajar itu..! "


Komentar komentar yang buruk dan tajam pun sudah mulai di lontarkan dari mulut ke mulut para hadirin yang ada di aula pesta.


Suasana bising pun tercipta di mana mana.


Heh, tak peduli mau sehebat apa pun.... Kau tak akan bisa bertahan dari komentar komentar pedas seperti saat ini.! Pada akhir nya, hanya aku seorang yang pantas dan layak untuk irwin.! Sekalipun kau lebih cantik dari ku.! Batin amel dengan senyum licik di wajah nya...


Karena sudah tak sabar, amel pun penasaran seperti apa reaksi vivian saat ini, apakah terpojok, menyerah, menangis, dan menyerah.! Jadi amel memfokuskan pandangan nya pada vivian, lalu...


"APA.?? " Ucap amel saat melihat vivian.


Yaah, ekspresi wajah vivian tetap datar dan terlihat seperti tidak peduli. Lalu..


"Tak... Tak.... Tak.. " Langkah kaki vivian yang melewati amel dengan anggun dan estetik. Saat posisi vivian dan amel sejajar, vivian membisikkan sebuah kalimat untuk amel.


"Heh, Sangat bodoh dan membosankan.! " Bisikan itu bagaikan pisau yang tertancap tepat di ulu hati dan gendang telinga amel. Bahkan bisikan itu sempat terngiang giang dan terulang ulang di dalam otak nya.

__ADS_1


Setelah membisikkan kalimat itu, vivian melewati amel begitu saja dan berjalan ke arah orang yang berbahagia hari ini, Bapak Gunawan Agreete.


Selama ini... Selama aku hidup, tidak ada orang yang berani meremehkan ku..! Bahkan tak ada yang pernah menghina ku, hari ini... Hari ini, berani berani nya wanita itu... Batin amel dengan tangan nya yang di kepal dengan gemetaran dan menggertak kan gigi nya....!!


"Selamat ulang tahun Gu. Na. Wan. " Ucap vivian dengan penuh penekanan pada nama gunawan itu, dan tak ada kata *Tuan* atau *Bapak* atau panggilan yang menghormati sedikit pun.


Suasana pun semakin bising dan heboh. mereka mulai membisikkan tindakan konyol dan tak tau hormat yang di lakukan vivian.


"Semoga anda dapat Hidup sampai melewati tahun ini dengan aman tenteram, tanpa gangguan darah tinggi hingga Stroke sedikit pun.! "


Ucap vivian yang kian semakin kurang ajar di mata par hadirin. Suasana semakin riuh, akibat tindakan vivian. Sedangkan bapak gunawan menampakkan wajah marah dan menggertak kan gigi, berusaha agar dia dapat mengontrol emosinya sebisa mungkin.


"Tak.. Tak.. Tak.. Tak.. " Langkah kaki amel yang di percepat ke arah vivian. Mata vivian pun menoleh ke belakang dan mendapati tangan amel sedang mengudara dan siap mendarat di wajahnya.


"Plak." Suara tamparan.


"Ka.. Kau berani menamparku.? " Teriak amel dengan geram.


"Apa kau bodoh.? Aku tak menampar mu kok, tangan mu sendiri yang menampar pipi mu, jadi kamu yang salah. Bukan aku. " Ucap vivian yang masih memegang pergelangan tangan amel.


"Tapi.. Tapi kau yang mengontrol tangan ku" Pembelaan yang di lontarkan amel.


"Heh.. " Ucap vivian sambil menghempaskan raga amel ke lantai.


"Auw.. " Jerit amel kesakitan.


"Hei, siapa nama mu ? Karena terlalu jelek, aku tak tau siapa nama mu. Tapi inti nya aku ingin menyampaikan pada mu, Apakah kamu tak makan makanan yang bernutrisi dan berprotein ? Tangan kamu saat ingin menamparku tadi lembek sekali, bahkan tak bertenaga sama sekali.. Lalu, kenapa hanya di dorong sedikit saja langsung terjatuh ? Apakah dulu kau lahir prematur ? " Ucap vivian pada amel.

__ADS_1


"KAU... " Ucap amel sambil di bantu berdiri oleh pelayan wanita nya.


Kemudian vivian pun mengambil beberapa tisu yang di berikan salah satu pengawal yang mengikuti nya, lalu membersikan tangan nya yang memegang amel tadi.


"Kenapa kau menghempaskan ku ke lantai.? Apakah aku ada salah pada mu.? Tanya amel.


"Kau tau ? Tangan ku bisa kotor karena terkena virus dan bakteri yang ada pada tubuh mu, jika aku memegang tangan mu lebih lama. Makanya aku segera menghempaskan mu dengan cepat.! Bersyukurlah karena berkat diri ku, Virus dan Bakteri yang terkandung di raga mu tak bisa menyebar. " Ucap vivian dengan Smirk di wajah nya. Sambil mengeluarkan aura membunuhnya, vivian mengatakan...


"Lalu soal kesalahan mu pada ku, tentu saja ada. Karena itulah, aku datang hari ini untuk membuat perhitungan pada ke dua keluarga yang berkelakuan seperti binatang ini.! " Jelas vivian.


"Kau wanita j*lang, berani nya kau melawan dan mempermalukan aku hari ini.. Apakah kau tidak tau siapa aku ini ? " Tanya amel.


"Kau.? Kau... Kau... Kau siapa ? " Jawab vivian meremehkan.


"Ugh... Aku adalah Amel Kirana.! " Teriak amel.


"Kirana.? Keluarga nomor lima di dunia itu ? " Tanya vivian.


"Yaah benar. Kau benar sekali... Apakah sekarang kau sudah sadar sedang membuat masalah dengan siapa.? " Tanya amel dengan nada sombong.


"Hahaha... Hanya keluarga nomor lima saja apa yang perlu di banggakan.?! Pft.. Puawahahaha... Benar benar konyol. " Jawab vivian dengan tawa ria, sehingga berhasil membuat amel tercengang dan kaget bukan main.


"Aku adalah anak tunggal, anak satu satu nya dari keluarga Kirana. Dan aku adalah calon nyonya di keluarga Agreete, keluarga nomor dua di dunia.! Apakah sekarang masih kurang.? Kau pasti sudah sangat takut sekarang, yaah jelas sih, soalnya ini keluarga nomor 2 dan 5 loh..! Kecuali kau adalah keturunan dari keluarga *Satoru*, baru bisa mengalahkan kami. Tapi melihat warna bola mata mu yang bisa biasa saja, sungguh sayang sekali. " Ucap amel yang penuh akan hinaan pada vivian.


Amel mengatakan hal itu dengan suara yang cukup lantang, agar semua orang dapat mendengar kekayaan dan kekuasaan nya ini.


Heh... Cepatlah sadar akan posisi mu wanita j*lang... Sekarang meminta ampun lah dengan wajah yang putus asa dan menyedihkan.! Aku akan sangat menantikan, saat aku menyiksamu dengan cambuk di ruang bawah tanah. Lalu wajah mu yang lebih cantik dari aku itu, aku akan menyayat nya sampai kecantikan mu itu hilang.! Aku akan menggunakan mu, sebagai mainan pelampiasan amarah ku nanti.! Batin amel yang seperti orang gila.

__ADS_1


"Pft.... Puawahahaha.... " Tawa vivian yang pecah di tengah keheningan yang seolah sedang menyudut kan diri nya itu. Bahkan air mata vivian sempat keluar lantaran dia benar benar merasa lucu dan terhibur..


__ADS_2