Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#50.


__ADS_3

Setelah melihat ira sang pemilik panti asuhan, yang selama ini melakukan tindak kekerasan di seret ke dalam mobil polisi, membuat ke 14 anak anak di dalam ruangan itu menghembuskan nafas lega.


Tapi saat mereka melihat vivian, mereka kembali berpelukan dengan erat karena merasa takut pada vivian. Masing masing dengan kawan dan sahabat mereka...


14 anak ? Yaah, hanya 14 anak saja. Satu anak laki laki yang memandangi vivian dengan dingin, tidak merasakan takut sedikit pun. Dia terlihat tidak punya teman.. Bukan nya anak anak panti menjauhi nya, tapi karena dia sendiri yang tak mau bergaul.


Terlihat jelas dia tidak akrap dengan anak anak yang lain, di saat yang lain saling berpelukan dan melindungi, dia hanya berdiri seorang diri di sudut ruangan yang kecil dan berdebu itu...


"Kalian jangan takut... Setelah ini, panti asuhan nya akan di perbaiki. Selama di perbaiki, kalian akan tinggal di rumah para warga. Aku sudah berbicara dengan pemerintah setempat juga. Hanya seminggu.. Hanya seminggu saja, setelah itu panti asuhan ini sudah selesai di bangun dengan dekorasi yang sangat indah. "


"Menyediakan makanan yang enak, pakaian yang bagus, kamar yang ada spons dan spons nya juga empuk , dan kalian semua juga akan di sekolahkan. "


"Dan yang terakhir dan paling penting, pemilik panti asuhan akan di ganti dengan sepasang suami istri yang dari dulu sampai sekarang tidak memiliki anak, sehingga menurut ku mereka cocok untuk panti ini. "


"Kalian tenang aja, mereka itu kenalan nya tante, mereka berdua itu orang yang sangat baik.... Jadi jika sudah berjumpa dengan mereka berdua, tante minta tolong yaah.. Tolong jadi anak yang baik dan anak yang dapat membuat mereka berdua tertawa bahagia... Oke.?! " Ucap vivian sambil menampakkan senyum ramah di pipi nya...


Saat vivian tersenyum, wajah nya seperti malaikat. Membuat semua anak anak yang ada di ruangan itu langsung terpikat pada vivian, dan membuat mereka tak takut lagi pada vivian..


"Beneran tante ? " Tanya mereka secara bersamaan.


"Iyah... Ngapain tante bohong juga kan." Jawab vivian.


"Hore..... " Sorak kegirangan ke 14 anak itu dengan sangat antusias...

__ADS_1


"Halo Nona.. " Ucap ronal yang menyapa vivian.


"Apakah sudah selesai ? " Tanya vivian.


"Sudah Nona.. Semua nya berjalan lancar. " Jawab ronal dengan menunduk dan memberi hormat pada vivian.


"Sekarang... Kalian semua ikutin om yang memakai jaz hitam itu yaah. Di luar ada sembilan om yang makai jaz jaya om ini, mereke bakal menuntun kalian ke rumah rumah warga yang telah bersepakat dengan mereka..! " Ucap vivian pada anak anak itu.


"Makasih banyak tante... Tante baik banget kaya malaikat.. Persis kaya wajah tante itu..! " Ucap mereka sambil berlari keluar dengan kegembiraan mengikuti ronal.


Saat vivian turun dari mobil dan membisikkan sesuatu di telinga ronal, Sesuatu yang vivian bisikan pada ronal adalah perintah..


"Pergi ke rumah rumah warga . Cari 14 rumah yang mau menampung mereka selama satu minggu. Pertama tama jangan beri mereka uang dulu, jika mereka menjawab dengan ketulusan dan ingin memberikan pertolongan tanpa memerlukan bayaran, saat itulah kamu memberikan lima juta bagi masing masing mereka... "Begitulah perintah dari vivian pada ronal.


Saat ini, tersisa vivian dan anak laki laki yang berada di dalam rungan itu.. Suasana hening pun tercipta, sang anak pun hanya diam dan tak mengubah ekspresi sedikit pun.


"Hei nak, kenapa kamu tidak mengikuti kawan mu yang lain ? " Tanya vivian yang sudah mulai meluncurkan rencana nya.


"Entahlah... Aku hanya merasa jika aku pergi dari panti asuhan ini selama seminggu, Saat itu juga mama ku datang menjemput ku di panti ini. Lalu melihat aku tak ada di panti asuhan, pasti dia akan sedih banget tante.." Jelas anak vivian pada nya dengan tampang yang sedih, berbeda dengan tampang nya yang dingin tadi..


"Apakah kamu tidak membenci mama mu ? Kan mama kamu, udah menelantarkan kamu selama enam tahun di panti asuhan ini.! " Tanya vivian karena penasaran dengan perasaan anak nya itu.


"Tidak.... Aku tidak membenci mama ku.. Mama ku pasti punya alasan, jadi menaruh ku di tempat ini. " Jawab bocah laki laki itu dengan nada yang sungguh sungguh.

__ADS_1


"Lalu, apakah kamu mencintai mama mu ?" Tanya vivian untuk yang terakhir kali nya.


"Yaah... Aku sangat menyayangi mama ku. Aku sangat mencintai nya, benar benar sangat... " Jawab nya dengan wajah polos dan tatapan yang tidak bohong.


Vivian pun langsung menampakkan senyum bahagia di wajah nya, karena dia merasa bangga akan ke dua putra nya. Bagaimana tidak... Ke dua anak nya tidak membenci nya, walaupun terpisah selama enam tahun lama nya dan mendapatkan perlakuan yang tidak adil dan tindak kekerasan.


"Lalu.... Bagaimana jika orang yang ada di depan mu saat ini adalah MAMA mu ? "


Tanya vivian dengan wajah yang tersenyum ramah, dan tatapan mata yang sangat hangat, suara pengakuan nya pun terdengar sangat merdu dan hangat, saking hangat nya suara vivian itu, akhirnya membuat bocah laki laki yang memiliki hati es itu mencair dengan sendiri nya..


Mata bocah itu mulai memerah, tampak jelas bahwa air mata nya akan jatuh sebentar lagi... Dan tentu saja tak memerlukan waktu yang lama, air mata bocah itu sudah mulai mengalir dari bola mata nya.


Wajah nya yang kering tadi, kini sudah di basahi oleh air mata yang keluar. Nafasnya tak bisa dia atur dengan baik, dan mulai sesenggukan.. Perasaan sedih, bahagia, terharu, bingung telah tercampur aduk menjadi satu...


"Ka.... Kamu... Kamu beneran mami ku.? Gak bohong kan.? " Tanya bocah itu sambil melangkah kan kaki nya satu langkah ke depan dengan Suara nya yang masih terputus putus seperti itu...


Melihat anak nya dengan tangis dan masih ada keraguan, tapi masih mencoba tetap mempercayai nya, membuat pertahanan vivian roboh untuk ke sekian kalinya.


Air mata vivian yang sudah dia tahan sekuat tenaga, kini menerjang keluar dari bola mata nya...


"Iya sayang... Ini mami... Maaf baru datang sekarang..! " Jawab vivian sambil merentang kan kedua tangan nya...


"Mami... mami udah dateng.... mami.. " Ucap anak itu sambil berlari ke dalam pelukan vivian. Saat dia berada di pelukan vivian, tangis nya semakin menggebu gebu...

__ADS_1


"Huwaa....... Hiks.... Hiks.. "


Saat anak nya berada di dalam pelukan nya, Vivian merangkul kan tangan nya, berusaha memberikan pelukan kehangatan terbaik agar dapat menyelimuti anak nya, yang saat ini tengah menangis....


__ADS_2