
"Apa kamu sudah bosan bekerja sebagai pengawal dan supir untuk ku ? "
Tanya vivian dengan wajah yang penuh emosi..
"Ja.. jangan emosi dulu nona. Tunggu saya cek keadaan mobil, seperti nya ada yang bermasalah.! " Jelas Ronal
"Hm" jawab vivian
Setelah ronal turun dan memeriksa keadaan mobil dia masuk lagi ke dalam mobil untuk menyampaikan keadaan yang terjadi.
"Maaf nona, ban mobil nya kempes" Lapor ronal.
"Ulah penyerangan atau ? "
Tanya vivian karena sudah terbiasa di serang di tengah jalan oleh orang orang yang berniat jahat pada keturunan Satoru.
"Sepertinya bukan seperti itu nona. Karena tadi pagi saya tidak mengecek keadaan mobil, jadi hasil nya seperti sekarang ini"
"Silahkan nona keluar sebentar, saya akan menghubungi pengawal lainnya di rumah, untuk segera mendatangkan mobil yang akan mengantar nona hari ini"
Jelas dan pinta ronal pada vivian. Vivian memandangi ronal dengan wajah datar dan berkata,
"Seperti nya kamu benar benar sudah bosan bekerja bersama ku ya, ronal. "
"Tidak nona. Bukan seperti itu" Sanggahan ronal.
Vivian pun turun dari mobil dan meninggalkan tablet nya di atas kursi penumpang, dia juga sudah memberi tau lidia bahwa dia mendapat kendala di jalan jadi tak bisa lanjut bekerja.
"Kalo begitu, mari saya carikan tempat yang teduh untuk bernaung sejenak nona. Sembari menunggu kedatangan mobil dari kediaman." ucap ronal.
"Hah, tidak perlu. Kau lihat ada taman bermain di depan sana, aku akan pergi ke situ. Kau tak perlu mengawal ku, dan juga sampaikan info pada pengawal yang akan datang membawa kendaraan yang baru, untuk pulang kembali. "
"Hari ini aku akan menikmati waktu ku, aku tekan kan sekali lagi, jangan ganggu waktu ku, jika tidak kau tau resiko nya. Dan lebih baik kau urus mobil itu, dan tunggu perintah dari ku.! " perintah vivian dan langsung di turuti oleh ronal.
__ADS_1
vivian pun berjalan ke arah taman, yang tinggal menyeberang jalan saja sudah sampai. Sekarang vivian sedang menunggu lampu hijau berubah menjadi warna merah agar dapat menyeberang.
"Apakah alam tidak menyetujui aku untuk pergi menemui irwin hari ini ? Sudahlah, Aku tak boleh melawan kata hati ku lagi seperti enam tahun yang lalu. "batin vivian
Lampu lalu lintas pun sudah berubah menjadi warna merah, bertanda para kendaraan beroda harus berhenti, dan pejalan kaki untuk menyeberang.
Sepanjang trotoar, di penuhi dengan berbagai macam orang yang sedang menjalankan aktivitas mereka, wajar karena sekarang adalah jam kerja.
saat vivian baru mulai melangkah kan kaki nya ke depan, dia melihat anak laki laki yang tinggi nya sama seperti anak usia enam tahun pada umum nya, sedang menyeberang sendiri di depan nya. vivian tersenyum karena merasa asik melihat anak yang sedang melangkah kan kaki nya yang mungil dengan tas yang terpatri di pundak anak itu terlihat lucu nan menggemaskan.
Tapi kesenangan vivian langsung redup saat mendengar bunyi klakson yang sangat panjang dari mobil yang kehilangan kendali dalam kecepatan tinggi.
"MINGGIR, MINGGIR.. " teriak pak supir dari dalam mobil dengan suara yang lantang.
orang orang yang memenuhi trotoar tadi, mencari tempat aman, melindungi anak anak, bahkan para mobil langsung menepi, satu hal yang ganjal, anak laki laki di depan nya vivian tidak bergeming sama sekali dan terus melangkah dengan santai.
"Tidak, jika perhitungan ku benar, laju mobil ini akan berhenti di tempat anak kecil itu berdiri. tidak, tidak, tidak..! Tidak boleh.! "
Batin vivian.
Tubuh vivian pun langsung bereaksi sendiri, berlari dengan kecepatan tinggi untuk menolong anak itu. Dalam 2 detik, vivian sudah memeluk anak itu dengan tangan kiri nya, dan karena vivian berlari dalam kecepatan tinggi lalu menunduk untuk menggendong anak itu, vivian kehilangan keseimbangan.
dengan tangan kanan nya sebagai tumpuan, vivian melakukan gerakan salto depan, dengan tangan kiri yang memeluk anak laki laki tadi.
setelah vivian mendarat di tanah, dan keseimbangan nya kembali, vivian langsung berlari ke seberang jalan. Dan tentu saja dalam hitungan 5 detik, anak laki laki tadi yang nyaris akan tertabrak, terselamatkan berkat refleks dan pertolongan dari vivian.
Mobil yang kehilangan kendali tadi sudah berhenti tepat di tempat anak laki laki tadi berdiri.
"Sesuai dengan prediksi ku, dia akan berhenti di tempat anak tadi. Untung nya aku cepat, jika tidak... " Batin vivian.
Suasana yang menegangkan tadi masih berlanjut, keheningan melanda sekitaran tempat yang hampir terjadi kecelakaan lalu lintas itu.
Lalu semua orang yang melihat aksi penyelamatan yang di lakukan oleh seorang wanita dengan keren, Mereka pun terkagum kagum pada vivian, berbagai macam komentar pun di keluarga kan dari mulut mulut yang ada di situ.
__ADS_1
"Wah, apa kah aku kurang istirahat ? Mata ku barusan melihat kecepatan wanita itu berlari dalam hitungan detik saja.! "
"Apakah sedang syuting film action .? "
"Wah, untung nya wanita itu tidak mengikuti lomba lari, jika tidak aku sebagai laki laki pasti akan kalah dari nya. "
"Padahal badan nya kurus loh we, kok bisa menolong anak tadi dalam hitungan detik ya? "
Dan masih banyak lagi komentar komentar baik tentang aksi vivian yang menyelamatkan anak kecil.
Karena takut akan di tuntut, apalagi banyak saksi mata di tempat kejadian ini, pak supir itu pun keluar dari dalam mobil dengan amarah.
"Apakah anak kecil itu bodoh ? Bisa bisanya menyeberang sendirian. kalau kau mati, hidup ku pasti di penjara.!
Ucap pak supir itu dengan berteriak, agar orang orang yang ada di situ mendengar dan membela nya. Dia sedang membalik kan opini, agar dia tak di salah kan dan masalah ini tidak di bawa ke jalur hukum.
Karena orang orang yang ada di situ langsung termakan omongan pak supir itu, mereka pun mulai mengeluarkan komentar komentar pedas dari mulut mereka pada anak kecil yang sedang berada di pelukan vivian saat ini.
"Ya, pasti anak ini bodoh bukan.! untung saja ada yang menolong nya tadi, jika tidak mungkin sekarang raga nya sudah di penuhi darah dan jiwa nya sudah naik ke atas, hahaha"
"Pasti dia anak haram deh. Bukti nya saat dia menyeberang tadi, dia seorang diri saja. Ckck, populasi anak haram makin hari makin banyak ya.. "
"Ckck, kasihan sekali dia. "
"Kalo masih belum mengerti kejam nya dunia, lebih baik diam diam saja di rumah atau panti asuhan.! "
Ucapan ucapan tajam pun terus keluar dan tersebar bagai virus yang mudah menyebar. Suara mereka diperbesar, Dan terdengar jelas di telinga anak laki laki yang sedang berada dalam pelukan vivian.
Bersambung...!!
Ingatlah untuk memberikan like dan komentar kalian. Tinggalin jejak kalian apa susah nya sih.? π€¨π
Kalo berkenan ya kasih hadiah sama vote jugaπππ (Gak maksa kok).!
__ADS_1
Lanjut ke episode selanjut nya ya, love you every oneπβ€β€