
Setelah rival merasa puas telah meledek saudara nya itu, dia menghentikan candaan nya yang berlebihan. Rasa perih yang di sebab kan oleh salep juga sudah mulai hilang sedikit demi sedikit...
Karena sudah merasa agak mendingan, rival dan risal membaringkan badan mereka di atas rumput, dengan paha mama nya sebagai alas kepala...
Kedua jari jemari vivian mengusap halus kening si kembar, si kembar pun menikmati sentuhan dari sang mama dengan mata yang di tutup....
"Rival... Risal... Kalian mau pindah ke negara lain gak.? " Tanya vivian yang berhasil membuyar kan pikiran rival dan risal.
Seketika mata si kembar yang tadi di tutup, langsung terbuka lebar mengikuti bulatan mata mereka. Mereka langsung bangun dari posisi rebahan tadi, langsung duduk bersila di hadapan yang mama.
"Pindah ke negara lain.? " Tanya rival
"Emang ada apa gerangan ma.? "Sambung risal.
"Di negara ini, kalian mendapatkan kenangan yang sangat buruk. Bahkan bisa di bilang mengerikan.! Jadi mama gak tega biarin kalian berdua, terus teringat sama kenangan di masa lalu.. "Jelas vivian.
Iyah sih.... Yang mama bilang gak ada yang salah, bohong kalo aku bilang aku baik baik aja setelah kejadian di masa lalu.! Terkadang kenangan dulu selalu aku mimpikan setiap malam. Walaupun tidak di mimpikan setiap hari, nama nya trauma sulit untuk di hilangkan dengan mudah.. Batin rival.
Mama selalu baik sama rival juga sama aku. Walaupun aku udah bahagia bareng mama di sini, terkadang kenangan masa lalu terlindas seenak nya saja dalam benak ku. Bohong kalo aku bilang sudah melupakan siksaan di kediaman agreete.! Batin risal.
Tapi..... Batin rival dan risal bersamaan dengan saling bertatapan. Kita punya tugas menyatukan mama sama papa dulu..! Setelah itu, mama mau pergi ke negara mana aja juga gak masalah....
"Mama..." Ucap rival dan risal sambil memegang tangan kanan dan kiri vivian.
"Kita gak papa kok kalo tinggal di negara W ini.! " Ucap rival.
"Walaupun memang dulu kami punya kenangan buruk, tapi sekarang kita dapat kenangan yang membahagiakan sama mama kan.? " Ucap risal.
"Dengan sendiri nya, kenangan buruk akan terlupakan begitu saja.! "Sambung rival.
Karena kebahagiaan mama sama papa adalah prioritas utama kami... Batin rival & Risal..
"Jadi.. Kami berdua tetap pengen di negara ini ma, boleh yaah.! " Pinta rival dan risal dengan sepenuh hati..
"Kalo itu kemauan kalian, mama bakal ikutin kok. Kita bakal tinggal di negara ini, Karena keputusan sudah di buat.. Mama bakal pindahin perusahaan mama di negara W ini. "( Yang di maksud vivian adalah perusahaan pusat atau kontrol, bukan perusahaan cabang. )
__ADS_1
"Hehehe... " Tawa rival dan risal, yang telah berhasil membujuk mama nya.
...Waktu pun terus berlalu....
.......
.......
.......
.......
.......
...Hingga langit berwarna hitam....
Seperti biasa, vivian menyanyikan lagu pengantar tidur untuk si kembar, di tempat tidur yang sama. Karena si kembar yang terus tidur bersama, vivian memerintahkan untuk mengeluarkan satu tempat tidur.. Karena tidak ada guna nya juga jika hanya jadi pajangan, lantaran lukisan di dinding lebih indah dari pada tempat tidur yang nganggur.
Setelah menidurkan anak anak nya, vivian beranjak kembali di kamar nya. Tentu sebelum itu dia memberikan kecupan selamat malam pada si kembar.
Saat vivian telah duduk di atas kasur milik nya, dia mengambil hand phone genggam nya, lalu menelfon lidia..
"Drrt.... Drrt... "
"Halo." Sapa vivian saat panggilan nya di terima.
"Ada perlu apa vivian.?" Tanya lidia dengan suara yang kelelahan, lantaran masih bekerja hingga larut.
"Itu... Gini..... Aku pengen... Em... Ah gak jadi deh, soal nya kamu lagi sibuk banget deh. Suara kamu aja kaya kelelahan, kedengaran serat serat basah tau gak. " Ucap vivian yang tidak jadi menyampaikan isi hati nya.
"Kalo mau sesuatu ya ngomong dong..! Jangan bikin aku mati penasaran dengan bahasa mu yang setengah setengah. Bahkan tadi belum terhitung setengah loh. " Sentak lidia.
"Janji yaah kamu gak bakal marah"
"Iyah aku janji, jadi cepat katakan vivian. "
__ADS_1
"Gini.. Aku mau pindahin perusahaan Sky yang sebagai pusat dari semua kantor cabang yang aku dirikan, ke negara W.!Bisa kan.? " Tanya vivian.
"Hem sebentar... Aku mikir dulu... Em, Bisa dong, apa sih yang enggak. Semua peluang udah bagus, jadi bisa di atur. Untuk kelanjutan nya, di bahas besok aja yaah. Kamu gak masalah kan vivian.? "
"Yaah aku gak keberatan, semua nya bakal kita lanjutin lagi besok. Kalo gitu berhentilah memeriksa semua dokumen yang masuk, dan istirahat lah. " Ucap vivian mematikan panggilan.
Setelah itu, vivian tidak langsung tidur. Dia masih lanjut menelfon riki yang ada di pulau M.
"Drrt... Drrt.. "
"Halo.? " Ucap vivian.
"Em... Vivian... Aku mau nanya sama kamu deh, sekarang kamu benar benar punya hobi baru yaah.! Suka banget hubungin kita di tengah malam, atau kalo enggak pasti di subuh hari.. Kalo lo ada masalah, sini cerita ama gue..! Jangan siksa aku kaya gini juga dong.! " Ucap riki yang menyampaikan keluh kesah nya terlebih dahulu.
"Astaga... Aku tak bisa berkata kata. Kalo aku mengganggu, aku akan mematikan telepon nya. Maaf mengganggu waktu istirahat mu. Aku tak akan lagi menghubungi Mu. " Ucap vivian yang terdengar seperti sedang mengancam.!
"JANGAN DONG.....!!! " Teriak riki.
"Oh aku kira kamu udah ngerasa terganggu banget, jadi aku pengen beri kamu waktu istirahat aja.! " Jelas vivian.
"Oh ada ya orang yang mau memberikan waktu istirahat dengan kalimat ancaman.?! Kamu makin ke sini makin gak berperasaan yaah. "Protes riki.
"Hah... Karena udah malam banget, aku langsung kasih tau aja yaah. Riki.. Karena sebentar lagi aku akan memindahkan Perusahaan Sky ke negara W, aku pasti akan memfokuskan pusat perhatian dan kerja keras seperti dulu lagi, sehingga perusahaan berjalan normal. "
"Jadi aku ingin kamu dan aurel, yang memiliki kemampuan hacker paling baik dari semua anggota di markas rahasia, untuk datang ke negara W.! Kamu gak masalah kan kalo harus keluar dari pulau M.? " Tanya vivian.
"Yaah aku gak keberatan sih, terus anak anak yang lain gimana.? "
"Hacker hacker yang lain punya kemampuan yang memang tidak sebaik pemahaman kamu dan aurel, tapi kemampuan mereka sudah di bilang bagus karena tak pernah ketahuan oleh polisi nasional dan internasional..! "
"Jadi, aku serahkan pada mu untuk mengirim dan mengutus mereka ke semua kantor cabang terbesar yang ada di masing masing negara, kalo kelebihan juga tinggal di buat kelompok. Tapi kalo pas ya patut di syukuri, kamu bisa kan.? " Tanya vivian.
"Vivian.. Kenapa kamu mempercayakan aku yang mengirim mereka ke kantor cabang milik mu.? Kamu kan bisa milih sendiri.! "
"Karena kamu lebih tau kemampuan masing masing hacker yang ada di sana dari pada aku, kalo kamu yang pilih.. Aku gak bakal merasa bimbang dan ragu lagi kok. " Ucap vivian meyakinkan riki, padahal alasan utama vivian adalah Karena dua malas aja harus pergi ke Pulau M, dan meninggal kan ke dua anak nya. Walaupun hanya beberapa jam.
__ADS_1
Dengan hidung yang sudah mulai panjang karena merasa di percayai oleh vivian, riki pun termakan pujian vivian, dan langsung berbangga diri.....