Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#79.


__ADS_3

Setelah para pelayan keluar, Rival dan risal naik di atas tempat tidur milik rival, duduk bersila sambil berhadapan, ingin menukar pikiran dan pendapat atas kejadian hari ini.


"Risal.. Tingkah laku mama hari ini aneh banget tau gak.?! Yaah risal emang belum tau kelakuan mama kalo di rumah, tapi melihat kamu yang merasa ganjil kaya gini... Kaya nya ada yang gak beres sama mama deh.! "


"Iyah risal.. Mama itu gak pernah kaya gini.! Biasa nya satu hari itu, walaupun risal sama mama punya aktifitas masing masing, tapi mama bakal nyempetin beberapa jam, buat abisin waktu bersama. Apalagi kalo mau tidur kaya gini. Rival juga gak tau lagi mau mikir kaya gimana, mau pikir dari sisi positif dan negatif nya juga.. Rival bakal tetap bingung.! "


"Risal sendiri juga ikutan bingung loh. Apa mama lagi kesal sama papa, jadi lampiaskan amarah nya ke kita berdua.? " Ucap risal karena sudah biasa menjadi alat pelampiasan.


"Tak" Bunyi rival yang menyentil kening risal.


"Dasar bodoh. Jangan sama kan mama dengan orang orang biadab yang ada di kediaman agreete itu juga dong, mama pasti punya alasan. " Ucap rival.


"Jadi jalan keluar nya apa.? Kasih rencana ke apa ke... Risal udah benar benar gak tahan lagi. " Keluh risal pada rival


"Hah... Kamu tenang dulu... Em, gini aja... Besok kita bangun dan mandi duluan, kamu sama aku kan bisa mandi sendiri tanpa bantuan pelayan.! " Ucap rival.


"Hem.? Emang apa hubungan dan faedah nya, kalo kita mandi duluan.? " Tanya risal sambil memiringkan kepala.


"Kalo kita abis mandi, gantian kita yang bangunin mama. Gimana.? " Tanya rival.


"Kalo gitu kita harus bangun jam berapa Rival .? "


"Em, karena yang aku tau.. Jadwal mama itu di mulai dati jam empat subuh, pasti mama bakal olahraga. Jadi kita harus ke kamar mama 15 menit sebelum jam empat pagi. Kamu ngerti kan.?" Tanya rival.


"Hem... Hem.. Hem.. Risal ngerti, pokok nya sekarang risal ikut aja deh. Pokok nya risal gak mau lagi kalo harus di tinggalkan dan di telantarkan kaya dulu.!" Jawab risal dengan air mata yang sudah jatuh.


"Dasar bodoh... Mama gak bakal ninggalin kita. " Ucap rival menenangkan risal, sambil memeluk dan menepuk pundak risal dengan halus.


"Yau dah.. Malam ini kamu tidur sama aku lagi aja, biar besok lebih gampang bangunin kamu.. " Ucap rival.


"Um." Jawab risal sambil menyeka air mata nya, dan langsung nurut pada perkataan rival.

__ADS_1


Memang rival dan risal memiliki pikiran yang sudah sebanding dengan orang dewasa, tetapi perasaan tak bisa di bohongi.. Bahwa mereka menginginkan kasih sayang dan juga takut di tinggal kan. Dari sini juga dapat di lihat kalo rival, sangat menyayangi saudara kembar nya, begitu pun sebalik nya.!


⌚Dini hari pukul 03:45⌚


Saat ini, rival dan risal telah selesai bersiap siap. Rival yang membangunkan risal dari jam tiga pagi, mandi dan berpakaian bersama sama. Menyisir rambut satu sama lain, yah pokok nya mereka jadi lebih dekat dari sebelum nya.


Setelah selesai bersiap siap, tanpa membuang buang waktu lagi, rival dan risal langsung bergegas ke arah pintu, dengan tujuan yang sudah di rencanakan tadi malam.


"Klek.. " Bunyi pintu yang di buka oleh rival.


"Loh.? Tuan Muda.? Kenapa Para Tuan Muda sudah bangun.? Bahkan sudah selesai bersih bersih.?! " Tanya sisil yang sedang berdiri di depan pintu vivian.


Sedang kan para pelayan yang melayani rival dan risal belum terlihat, karena mereka akan bertugas tepat di jam enam. Menyesuaikan dengan jam tidur rival dan risal, berbeda cerita nya dengan vivian yang punya kebiasaan bangun pagi di jam empat subuh.


"Itu... Rival sama risal mau bangunin mama. " Jawan rival pada sisil sambil menggandeng tangan risal saudara nya.


"Ah maaf atas sikap saya yang lancang ini Tuan Muda. Tapi Nona Vivian memerintah kan untuk melarang ke dua tuan muda jika ingin masuk ke dalam kamar milik Nona. Bahkan Nona bilang harus di larang dan di cegat jika ke dua tuan muda ingin kekeh masuk ke dalam. " Ucap sisil sambil membungkuk kan badan nya.


"Mama lagi marah sama kita berdua ya.? " Tanya risal.


"Maaf tuan muda, kami juga tidak tau. Lantaran Nona Vivian hanya memberikan perintah lewat earphone yang kami kenakan di kuping kami. " Jawab sisil yang benar benar tidak tau.


"Ugh... " Geram rival dan risal.


"Lebih baik Tuan Muda Rival dan Tuan Muda Risal , kembali ke dalam kamar saja. Lalu beristirahat, hari masih gelap dan alangkah lebih baik jika ke dua tuan muda tidak jatuh sakit karena kurang istirahat. Nanti para pelayan yang melayani ke dua tuan muda yang akan membangun kan, jika sudah tiba sarapan pagi. " Ucap sisil.


"Ah tau ah... Gelap... ! " Ucap rival membalikan badan.


"Bodoh amat... " Ucap risal yang juga membalikkan badan dan langsung lari bersama ke dalam kamar mereka.


Mereka langsung naik ke tempat tidur yang sama, yaitu tempat tidur milik rival dengan sepatu yang masih terpasang di kaki mereka.

__ADS_1


Mereka berdua memeluk boneka masing masing, dan langsung menangis lantaran kesal dan hilang arah, ingin melakukan apa lagi.


Rival dan Risal pun menangis sampai kehilangan kesadaran mereka, dan tertidur. Mata mereka lumayan bengkak dan memerah, jelas... karena mereka menangis cukup lama.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Sedangkan di saat yang sama, vivian sedang berada di dalam selimut. Dia sedang demam, dengan dokter titin yang berada di samping nya.


"Hei... Apakah aku dapat sembuh besok.? " Ucap vivian dengan kening yang terdapat kain basah, dan bibir yang pucat.


"Astaga vivian.... Kalo kamu berendam selama beberapa jam di air dingin, aku rasa kamu hanya akan terkena flu satu hari. Tapi kenapa dalam keadaan flu, kamu masih bekerja lembur di ruang kerjamu sampai jam tiga pagi.? Akhirnya mimisan dan pingsan kan.!" Ucap dokter titin dengan penuh emosi yang berkoar koar...


"So....Soalnya, aku gak bisa deketin anak anak karena flu kemarin, jadi menyibukkan diri dengan dokumen yang segunung itu, eh tau tau udah jam tiga aja.. " Jelas vivian yang semakin membuat titin geram.


Yaah, titin adalah dokter yang bertanggung jawab atas kesehatan vivian. Umurnya lebih tua dua tahun dari vivian, tapi mereka sangat akrap dan sudah saling mengenal. Jadi tak ada masalah jika titin menceramahi vivian yang memang salah.


"Bagus..... Kamu pikir aku ini dokter yang berhati malaikat dan mempercayai mu. Kamu itu dari dulu, kalo udah nyentuh dokumen dokumen dari kantor, pasti lupa diri dan lupa waktu. Lebih mementingkan pekerjaan dari pada kesehatan itu salah banget vivian... " Ucap titin.


"Ya mau gimana lagi.. kan udah terjadi juga kan, hanya tinggal di kasih obat kan selesai" Gerutu vivian karena tak tahan di marah dengan kata kata yang sangat panjang.


"Tinggal di obati.? Karena kamu sakit jadi otak kamu hilang fungsi ya.? KAMU KAN GAK MAU MINUM OBAT PIL. Lebih memilih menyuntikkan cairan obat ke dalam infus. Kan khasiat obat nya jadi berkurang dan kerja nya kurang efektif... " Teriak titin yang hampir memecahkan gendang telinga vivian.

__ADS_1


"Yaah, seperti nya aku akan mati bukan karena demam tinggi. Tetapi karena gendang telinga yang pecah dan mengakibat kan pendarahan yang hebat.. " Sewot vivian yang tak mau kalah dari titin.


__ADS_2