
🍎Info tentang tindakan vivian tadi🍎
Membakar dua helai rambut..?!Yaah, itu adalah tindakan yang harus di lakukan, agar warna mata yang sempat di samarkan dengan dua tetes dara tujuh tahun lalu, dapat kembali ke keadaan semula atau warna asal nya.
Pada saat selesai bersalin, vivian meneteskan dua tetes darah nya pada si kembar, karena vivian merasa akan bahaya jika para suster mengetahui identitas nya.
Cara ini di ijinkan oleh keluarga Satoru hanya dalam keadaan mendesak saja, seperti pada kejadian yang menimpa vivian ini.
Jika ingin mengembalikan warna mata ke dua anak nya, vivian atau pelaku yang meneteskan dara, harus membakar satu helai rambut untuk satu nyawa. Jadi jika dua nyawa atau anak kembar, otomatis dua helai rambut.
Itulah penjelasan singkat, yang tak akan pernah di ketahui masyarakat luas. Jangan kan masyarakat luas, di dalam keturunan dan keluarga besar satoru saja, hanya beberapa orang yang mengetahui nya. Itupun kalo berhasil dan di anggap layak memasuki perpustakaan terdahulu yang di tinggal kan oleh para leluhur satoru terdahulu.
🍎Info tentang tindakan vivian selesai.🍎
Karena sudah berpelukan cukup lama., vivian mulai melonggarkan pelukan nya pada ke dua anak nya.
"Untuk penjelasan tentang keluarga satoru, mama rasa kalian berdua udah tau garis besar nya. Tapi agar kalian lebih mengetahui seluk beluk keluarga satoru yang tidak di ketahui dan tersebar di masyarakat luas, besok kak Randi yang akan menjelaskan nya pada kalian berdua. Kalian berdua gak keberatan kan.?" Tanya vivian.
"Em.. Rival gak keberatan ko ma. "
"Risal juga...! "
"Bagus kalo gitu, berhubung kalian berdua udah pakai piyama tidur, sekarang minum susu hangat nya dan lekas tidur ya. Malam makin larut, gak bagus buat kesehatan anak kecil kalo kekurangan istirahat. " Ucap vivian.
"Iyah ma.. Kami bakal nurut kok. " Jawab si kembar dengan kompak dan mata berbinar.
Kemudian vivian mengecup kening si kembar satu persatu, dan langsung menuju ke kamar nya dengan terburu buru.
Setelah itu, rival dan risal meminum susu hangat dan langsung naik ke tempat tidur mereka masing masing. Para pelayan yang tak ingin mengganggu waktu istirahat tuan muda mereka, langsung keluar dengan tidak membunyikan langkah kaki.
"Klek.. " Bunyi pintu rival dan risal yang di tutup.
__ADS_1
Yang para pelayan tau, rival dan risal telah tertidur nyenyak. Jadi mereka meninggalkan penjagaan, dan kembali ke asrama penginapan para pelayan (Tempat untuk tidur di sebut asrama, karena besar nya bangunan yang tak bisa di sebut kos kosan biasa)...
"Hei Rival... Apakah kau sudah tertidur nyenyak.? "
"Belum Risal... Apakah kau ingin membicarakan sesuatu.? "
"Em.... "Respon risal pada rival.
Kemudian... Risal turun dari tempat tidur milik nya, dan berjalan sedikit lalu menaiki tempat tidur milik rival, sambil memegang boneka panda di tangan nya.
Walaupun rival dan risal berada di satu kamar yang sama, tetapi tempat tidur mereka berbeda.!
"Fyuh.... Cuma naik tempat tidur aja kok secapek ini.? " Ucap risal dengan nafas yang ngos ngosan.
"Nanti besok baru aku suruh para pelayan buat nurunin sok yang ada di tempat tidur kita berdua. Aku juga gak nyangka kamu bakal naik turun sendiri kaya gini. " Ucap rival sambil memeluk boneka beruang berwarna cokelat di tangan nya, dan duduk bersila di depan risal. Begitu pun dengan posisi risal, Kini mereka berdua sedang duduk berhadapan.
"Risal mau nanya sesuatu..! "
"Emang risal mau tanya apa sama aku.? " Tanya rival.
"Yaah, aku takut pada kegelapan" jawab rival tanpa ragu ragu.
"Pantesan mama dan para pelayan gak matiin lampu. " Respon risal.
"Ka... Kalo kamu keberatan.... Kamu boleh matiin lampu nya kok. Rival bakal mengalah malam ini. "
"Hehehe... Gak usah kaya gini juga kali, soal nya Risal juga takut sama kegelapan.! "
"Jadi... Mau sampai kapan kau dan aku bersikap layak nya anak kecil di hadapan satu sama lain.? " Ucap rival dengan nada yang terdengar cukup tegas.
"Yaah.. Aku tak akan kaget lagi, sudah aku duga juga sih.. Kalo kamu dan aku itu sebelas dua belas lah yaah, lebih tepat nya bagai pinang yang di belah dua.?! " Ucap risal sambil menampakkan smirk di wajah nya.
__ADS_1
"Hah.... " hembusan nafas panjang dari risal.
"Apakah tindakan kita yang imut dan baik di depan mama, dan bersifat dingin dan dewasa di belakang, bisa di bilang kepribadian ganda.? " Tanya rival.
"Bisa jadi sih. Tapi yang penting sifat kota gak merugikan orang lain kan.? " Jawab risal.
"Yaah terserah sih, aku hanya gak mau kalo mama kecewa sama kita cuma karena kepribadian ganda kita.! " Ucap rival.
"Udah...Udah... Jangan bahas ini lagi.. Rival, Apakah kau tau apa yang terjadi pada mama.? "
"Gak tau juga sih. Tapi gimana ya ngomong nya... Mama itu biasa nya masih bacain buku cerita atau kalo gak, pasti mama bakal nyanyiin lagu penghantar tidur gitu.. Tapi malam ini, mama terkesan buru buru dan ingin kembali ke kamar nya. Bahkan mama juga melarang para pelayan yang ingin membantu mama bersih bersih make up.! Aku juga kurang tau Risal.! "
"Hem...!! Mungkin... Ini mungkin aja yaah rival. Mungkin saja tadi mama ketemu sama papa kandung kita.! " jelas risal pada rival.
"Hah..? papa jahat sama mama atau mukul mama yaah.? " Tanya rival dengan nada marah.
"Hei tenang dulu... Aku rasa enggak deh, kamu kan jago nya analisis. tadi kamu juga lihat tiga bekas kiss mark yang ada di leher mama kan.? " Tanya risal.
"Yaah aku melihat nya, Apa mama dan papa sempat berciuman.? " Ucap rival dengan enteng.
"He.... Hei.... Kalo ngomong yang kaya gitu ingat umur dong, kita masih enam tahun loh rival.. " Ucap risal dengan pipi yang merah merona karena malu dan merasa gimaaaannaaaaa gituđź¤..
"Dasar bodoh.! Jadi kau pikir aku tak tahu bahwa pikiran mu dan pikiran ku sama.? Kita sudah sama sama dewasa, entah itu karena di paksa oleh keadaan... Atau memang kita berdua sudah terlahir dengan pikiran yang sudah tertata rapi, Bisa di bilang... Kita berdua sudah terlahir dengan otak yang jenius.! " Ucap rival.
"Hah... Aku tau kalo aku tak bisa menipu mu, tapi karena aku jarang mendengar ucapan 22+ kaya gitu, jadi aku rada kaget aja.! " Ucap risal.
"Mari kita pikirkan... Kalo mama dan papa sempat berciuman, berarti mereka sama sama suka kan.? " Ucap rival.
"Emang kalo udah berciuman, udah jelas ya mereka saling suka.? Kan bisa aja mama di paksa.! " Sanggah risal.
"Cetak" Bunyi rival yang menyentil kening risal...
__ADS_1
"Auw.... Sakit... " Ucap risal.
"Apa kau benar benar bodoh.? Seorang mama, yang jago berkelahi dan dengan gerakan yang cekatan, masa mama bisa di paksa sih.. ?? Kalo gak sesuai sama keinginan mama, berarti hanya tersisa dua hasil akhir. Orang yang berbuat salah ke mama bakal babak belur, atau yang lebih berat bakal mati." Jelas Rival.