Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#120.


__ADS_3

"Eh.. Kalo boleh tau, emang vivian itu kaya gimana sih dulu nya.? " Tanya hans melepaskan kaca mata kerja nya.


[Jadi hans sama Lidia ini gak buta atau mines yaah. Mereka cuma pakai kaca mata biar gak ada gangguan sama mata karena terlalu banyak kena cahaya dari komputer, yang dapat menyebabkan radiasi]


"Kamu mau tau .?? Oke, bakal aku ceritain deh..! " Jawab lidia yang ikut menanggal kan kaca mata nya..


"Em.. Aurel, kita bantu sisil panggang BBQ yuk, aku gak mau bernostalgia di sini sama kenangan vivian.! " Ucap riki..


"Aku setuju.. Soalnya aku mau have fun hari ini, lidia aku sama riki pamit dulu yaah.! "


"Gandengan tangan yuk sayang.! " Ucap riki sambil mengulurkan tangan nya..! "


"Iyah sayang..! " Jawan aurel sambil meraih uluran tangan riki..


"Cie.. Cie.. Yang udah pacaran.. Padahal waktu itu menyangkal soal perasaan masing masing.. Hehehe.. " Ledek vivian, yang sedang memanggang BBQ bersama irwin dan sisil..


"Blush.. " Pipi riki dan aurel yang memerah..


"Nona.. Jangan menjahili mereka lagi.. Karena wajah mereka sudah sepertu tomat saja..! " Tegus sisil..


"Wah.. Sisil juga bisa berbicara formal yaah. Padahal dari tadi baku banget bahasa nya." Ucap irwin..


"Yah karena aku manusia, jadi bisa merubah ekspresi dan intonasi suara dong." Jawab sisil ketus..


"Loh, kok jadi menjengkelkan kaya laura asisten nya dokter titin sih.?? " Ucap irwin emosi..


"Heh.. Kak Laura itu kaka ku.. Kami sedarah, jadi wajar aja kan...!! " Jawab sisil semakin menyebalkan..


"Benar benar penurunan gen dan sifat yang sam- Nyam.. Nyam.. "


Perkataan irwin terhenti saat vivian memasukan potongan daging BBQ yang cukup besar ke dalam mulut nya..


"Pft... Puwahahaha... Lihat lah pipi nya yang seperti kelinci itu.. Hahaha"


"Sisil.. kamu jangan kaya gitu dong. Nanti si irwin marah marah loh..! "

__ADS_1


"Aurel.. Bagaimana kalo irwin itu menangis bukan nya marah.? "Sabung riki..


"Hahahaha... Bisa aja kamu...! " Tawa Sisil, Riki, dan Aurel bersamaan.


"Sayang.. Kalo kamu gak makan, kamu bakal gak dapetin BBQ nya loh..! " Ucap vivian dengan nada menggoda..


"Em.. Em... Em.. " Jawab irwin sambil menganggukkan kepala nya. Yaah, imut dan lucu sih...


.......


.......


.......


...(Di saat yang sama. Lidia dan Hans)...


"Vivian itu anak yang sangat imut dan menggemaskan loh.. Yaah walaupun saat dia berusia sepuluh tahunan ke bawah si.."


"Kapan kau bertemu dengan vivian.? "


"Dengan topeng kupu kupu, dia dan lima pengawal menghancurkan pelelangan dalam. hitungan menit... Dia dengan tangan nya yang kecil memegang pistol, dan menembakkan peluru dengan gagah berani, pada preman preman yang ingin mengerang pengawal nya dari belakang.. ".


"Kau tau.. Saat aku melihat dia yang melindungi para pengawal nya dari belakang, aku sangat terpukau dan terkagum kagum.?? Maka nya saat dia membebaskan tahanan lain, termasuk aku.. Aku menolak kebebasan ku, dan memilih agar dapat berguna bagi nya.. "


"Dia yang terlihat sedang menyiapkan masa depan nya, langsung menerima ku.. Saat itu lah aku tau bahwa dia adalah anak bungsu dari keluarga no satu di dunia. "


"Apa..?? Jadi vivian yang sedang berdiri bersama irwin di sana itu adalah anak bungsu dari keluarga satoru..? " Tanya hans terheran heran, panik, dan syok...


"Ah.. Apakah dia belum memberitahukan identitasnya .? Kalo begitu, bisakah kau merahasiakan hal ini dari irwin.? " Pinta lidia..


"Kenapa kau meminta ku untuk menjaga rahasia vivian.? Apakah kau tidak takut aku membocorkan nya ke media masa.? "


"Hah..?? Ya jelas tak takut lah.. Kau adalah asisten irwin, otomatis semua yang irwin cintai akan kau hargai.. Di lihat dari kamu yang duduk dari tadi menyelesaikan sejumlah dokumen, kau pasti sangat menghawatirkan kerja sama yang bos mu batalkan kan.? "


"Ternyata kau cepat sekali dalam mengamati yaah.. "

__ADS_1


"Aku anggap itu pujian.. Dan aku lanjutkan, setelah itu, aku memilih untuk menjadi sekretaris yang terbaik untuk vivian. setelah itu aku mendapat pelatihan, dan dapat menjadi sekretaris yang di akui oleh seluruh orang di kediaman satoru di umur ku yang ke 12 tahun.. "


"Setelah itu, aku mulai memberikan kontribusi pada vivian, dengan mengurus beberapa perusahaan yang baru dia bangun.. Ada dua belas kalo gak salah.. Vivian itu dulu nya sangat gila kerja loh weh.. Dia sampai mimisan demi meriksa semua dokumen sampai larut malam, lupa makan, bahkan pernah masuk rumah sakit selama sebulan karena tak menjaga keseimbangan antara makan, istirahat, dan imun tubuh. "


"Vivian yang terlahir dari keluarga yang berkuasa juga mengalami tekanan batin dan mental yang luar biasa loh.. Di satu sisi dia tak mau berusaha dan bersantai saja, tapi pasti dia akan menjadi pengangguran dan mengecewakan ayah ibu nya.. Padahal ayah ibu nya tak pernah menuntut pada nya loh weh.. Vivian aja yang terlalu berlebihan dan memaksa diri agar tampil baik dan sebanding jika di jajarkan dengan ayah, ibu, dan kakak kaka nya.. "


"Em. Makanya aku agak syok saat hilang kontak dengan nya selama tujuh tahun, tapi pas ketemu lagi.. Dia udah punya anak, punya pria yang dia sukai.. Dan bahkan membuat pesta BBQ untuk memenuhi permintaan anak anak nya.. Vivian yang ini benar benar vivian yang berbeda dari yang dulu.. Tapi aku tetap suka dia yang dulu maupun sekarang kok.. Karena vivian tetap vivian..! " Jelas lidia dengan senyum bahagia di wajah nya..


"Kau pasti sangat sayang dan peduli sama vivian yaah.! ".


"Kenapa kamu mikir kaya gitu.? "


"Yaah karena saat berbicara soal vivian, mata mu terlihat berbinar dan antusias. Bahkan kau menampakkan senyuman yang sangat tulus dari wajah mu.. Apakah kau tidak pernah sadar akan perasaan mu yang seperti ini..?? ".


"Ah.. Aku tak pernah memperhatikan nya sih.. Dan tak ada yang pernah memperhatikan perubahan reaksi ku seperti mu.. Kamu sangat pandai dalam hal mengamati juga yaah... " Ucap lidia sambil memperbaiki poni nya yang beterbangan karena diterpa angin..


"Yaah.. Aku sangat pandai dalam hal mengamati.. Seperti saat ini juga.. Kau sangat cantik saat beberapa rambut beterbangan di wajah mu..! " Ucap hans lepas kendali...


"Apa..?? " Tanya lidia menaikan alis nya..


"Ah... Aku... Aku salah bicara.. Tak usah di ambil hati... Tadi aku hanya bicara ngawur-"


"Padahal aku senang mendengar pujian kamu tadi yaah.. Tapi mau bagaimana lagi.. Kamu hanya bicara ngawur... Hahaha.! ".


"Eh.. Tadi aku puji nya serius loh.. Aku pakai kata ngawur cuma alasan doang.. Aku kita kamu bakal rasa gak enakan atau sesuatu.."


"Pft... Hahaha... Kamu imut banget kalo kelabakan kaya gitu... "


"Hah... Boleh minta nomor WA nya gak.? " Pinta hans to the points.


"Oke... Kasih hp kamu.. Biar aku ketik..! "


Lidia pun mengetik no hape nya, lalu menelfon ke nomor yang dia ketik, agar nomor hans masuk ke hp nya..


"Aku tunggu WA dari kamu yaah.. "

__ADS_1


Begitulah PDKT antara dua sekretaris yang baru pertama kali di lakukan dalam hidup masing masing...


__ADS_2