
"Rachel... Rachel mau adik gak ? " Di tengah keisengan karena sedang menyuap Rachel snack di tepi pantai, Irwin bertanya sambil wanti wanti melihat tangan Vivian agar tidak melayang ke arah nya.
"Dede baru ? " Sambil memiringkan kepala, Rachel merasa perlu penjelasan.
"Iyah dede baru. Biar Rachel bisa jadi kaya Rival Risal, ngejaga adik yang lahir setelah ini ! " Jelas Irwin dengan harapan Rachel akan membantu nya meminta pada sang Bunda.
"Uugghhh... " Netra biru Rachel langsung bergoyang dan menampakkan akan segera meneteskan air mata.
"Huwaaaaaaaaaaaaaaa " Tangis nya akhir nya pecah juga, dan menyita seluruh perhatian. Rachel langsung berlari ke arah mama nya, dan memeluk mama nya kuat kuat.
"Mamaaa.... Uuhh, Lachel gak mau punya adik ! Nanti gak ada yang pelhatian ladi sama Lachel... Tapi... Hiks... Tapi papa mau nya punya dede bayi lagi... Hiks... Lachel gak mau mama.... Gak mauu.. Huwaaaa... " Adu Rachel pada mama Vivian dengan sangat haru ! Rival dan Risal yang mendengar adik nya menangis kini sudah tau penyebab nya.
"Wah, kelewatan ni papa kita ! " Seru Risal yang saat ini sudah berada di belakang Irwin.
"Kenapa papa bikin Rachel nangis sih ? Dia itu masih kecil, masih polos, jadi rada sensitif. Rival gak bisa bantu papa kali ini, biar mama yang tangani sendiri aja ! " Sambung Rival dan lanjut berenang bersama Risal dan beberapa teman baru yang mereka temui tadi.
"....... " Irwin yang kalut pun langsung panik dan gelisah, tak tau harus berbuat apa.
"Rachel.. Sayang... Papa becanda tadi nak, gak beneran kok ! Kamu percaya sama papa kan ? " Bujuk Irwin sambil mengusap surai pirang milik Rachel.
"Lachel gak mau pelcaya sama apa... Lachel mau pelcaya cama mama aja ! Lachel gak mau sama papa !! " Teriak penolakan Rachel sambil tersedu sedu..
"Rachel sayang... Gak ada dede baru kok, Rachel satu satu nya anak bungsu mama yang paaaaaling di sayang ! Jangan nangis lagi ya sayang, nanti cantik nya ilang loh ! " Bujuk Vivian dengan sangat hati hati, karena ayah dan ibu nya dulu pernah menceritakan bahwa Vivian waktu kecil itu juga sama seperti Rachel. Tak mau punya adik, karena takut cinta kasih yang tertuju pada nya terbagi. Hal inilah sehingga Vivian mengerti dengan perasaan Rachel anak nya.
"Benelaaan ? " Dengan mata yang terus di gosok, wajah sembab Rachel ini benar benar bikin Vivian tak tahan lagi untuk memukul Irwin, karena telah membuat sosok imut nan menggemaskan dari Rachel hilang total.
"Iya benelan.. Nanti Setiap malam Rachel tidur sama mama deh, biar papa di sofa aja ! Gimana sayang ? " Bujuk Vivian lagi, biar irwin kapok dengan perbuatan nya kali ini.
"Em.. Oke ma.. Lachel suka sama lencana mama.." Sambil turun dari pangkuan vivian, Rachel mengecup pipi mama nya dan berjalan ke arah ke dua kaka kembar nya. Mengabaikan Irwin yang sedang memegang tangan nya yang mungil itu.
"Lepasin Pa... Lachel mau malah sama papa dulu ! Lachel gak mau meluk atau nyium papa.. Hmpt! " Sambil mengembung kan pipi nya, Rachel berjalan sambil menghentakkan kaki nya berulang ulang !
Dan wajah cemberut nya langsung hilang total, saat Risal pergi dan menaruh Rachel duduk di belakang tengkuk nya. Rival yang ikut memberi suapan snack pada Rachel benar benar membuat mood adik nya yang hancur tadi, tertata dengan sangat rapi.
Saat Si kembar sedang bermain main bersama adik kesayangan mereka, kini menyisakan Irwin yang saat ini duduk di bangku yang sama dengan Vivian, sambil menundukkan kepala nya karena sudah siap di ceramah oleh istri nya yang bertambah cerewet.
__ADS_1
"Sayang sekali Rachel gak mau punya dede bayi yaah, padahal aku berharap dia nya mau kalo di bujuk sama kamu ! Kan kasian juga dengan kekayaan kita saat ini, anak nya cuma tiga doang ! Haisss, kenapa si kecil itu mengambil sifat ku sih ? " Bukan nya marah, Vivian malah mencurahkan isi hati nya pada Irwin.
"Eh ? Kamu gak marah sayang ? " Dengan mata yang berkedip berkali kali, Irwin bertanya seakan tak percaya.
"Em, sekarang aku tau kenapa Ayah aku dulu masang wajah cemberut saat aku nangis terus karena gak mau punya adik lagi ! Hah... Karma itu yang kaya gini kah ? "
"Hiks... Aku kira bakal di hajar kamu sampai babak belur sayang !! " Dengan lebay nya, Irwin berakting paling lemah dan masuk ke dalam pelukan Vivian, Karena Vivian sudah merentangkan kedua tangan nya untuk memeluk Irwin, sih bayi besar yang juga tak kalah manja dari si kembar maupun Rachel.
"Aduuh duuu duu... Bayi besar yang satu ini rewel nya juga lumayan yaah ! " Ujar Vivian sambil mengusap pundak Irwin yang sedang meringkuk itu.
"Em... Mau nya sama Istri teruss. " Sambil mengusel kan kepala nya di dada Vivian, Irwin terus bersikap manja pada istri nya itu
"Astaga... Udah besar, tinggi nya udah lewat dari Ibu, tapi kelakuan kamu masih kaya gini ? " Ujar teresia sambil menjewer kuping Irwin.
"Auwww... Sakit. Sakit Bu... " Keluh Irwin karena jeweran dari sang Ibu tak pernah melemah ! Dasar ibu ibu ! Begitulah pikir ibu.
"Bukan nya jagain tiga anak nya, ini malah makin nempel kaya perangko sama anak ibu ! " Ujar Teresa yang masih sibuk memakai Sun Blok karena baru saja datang.
"Bu... Aku ini anak kandung ibu loh, ko lebih sayang ke anak mantu sih ? " Protes Irwin sambil mengelus kuping nya yang nampak sangat memerah.
Irwin pun berkali kali menyatakan rasa tak nyaman nya, karena ibu nya sendiri lebih sayang pada Vivian. Namun Vivian memaklumi hal itu dan terus tertawa, karena Irwin kalo lagi kesal itu kaya mak mak comblang yang tak dapat arisan.
Lalu setelah itu, posisi duduk mereka berubah. Saat ini Irwin yang bersandar di kursi panjang, dan Vivian yang ada di dalam rengkuhan Irwin. Mereka menyaksikan anak anak mereka bermain di bawah terik matahari yang lumayan, menyaksikan Retnard, Robert, dan keluarga lain nya yang baru datang sedang kerepotan karena anak mereka banyak yang baru empat lima tahun, serta ayah ibu Vivian dan Teresa yang sangat senang bermain dengan cucu yang banyak.
Cucu yang banyak ? Yaah, karena Raynard anak yang di hasilkan oleh Reynard setelah ada nya Gali, adalah anak kembar 3 ! Yang umur nya baru menginjak empat tahun. Sedangkan anak Robert juga memang anak kembar, namun anak nya kembar empat yang berusia lima tahun setengah. ! Sedikit berbeda dengan Kaka nya, karena titin mengandung duluan dari pada Dokter Rosa.
Hal itulah yang membuat Irwin dan Vivian iri ingin memiliki anak kembar yang banyak.
Sedangkan para pelayan, sedang sibuk memanggang BBQ di tepi pantai, yang sudah di bagun tenda yang cukup besar.
"Sayang... " Panggil Vivian yang saat ini masih memandang lurus ke depan, karena adegan interaksi antara anak dan keponakan nya yang lain tidak bisa di abaikan.
"Kenapa sayang ? " Tanya irwin sambil mengelus puncak kepala Vivian.
"Kamu pernah bayangin gak, kalo di malam itu aku gak meminum anggur yang terdapat obat perangsang nya, kita gak bakal pernah sampai ke titik ini. "
__ADS_1
"Yah aku juga pernah berpikir kaya gitu. Hidup aku bakal tetap suram, dan tak terdapat tanda tanda kebahagiaan sedikit pun ! Apalagi kalo aku membayangkan jika kamu tetap hamil si kembar, namun tak mengalami kecelakaan mobil, maka aku tak akan pernah bisa bercanda bersama si kembar dan kamu. Kamu akan bahagia karena ada si kembar, dan aku yang setres karena mencari mu yang bahkan nama. saja tidak di ketahui malam itu ! "
"Em... Konyol memang, tapi aku sungguh berterima kasih pada wine yang aku minum malam itu. Aku merasa berterimakasih sekali, karena kesalahan pertama yang aku lakukan adalah tidur bersama pria hebat seperti kamu ! " Ujar Vivian dengan tulus, sambil mengusap dada irwin yang bidang dan menjadi tempat favorit Vivian saat ini.
"Justru aku yang berterimakasih pada mu Sayang... Karena kehadiran kamu, membawakan kejutan kejutan baru yang tak pernah terbayangkan dalam hidup ku ! " Sambil mengecup puncak kepala Vivian dengan sangat lama, Irwin benar benar menikmati setiap detik nya mulai dari saat kehadiran Vivian.
"HEI KALIAN BERDUA ! CEPATLAH BANTU AKU MENJAGA RANRAN, REY, SAMA ROKI ! JANGAN MESRA MESRAAN SAJA DI SANA ! " Teriak Reynard yang sedang kelabakan menjaga tiga anak kembar nya ! Karena Andhika ayah nya, melarang para pelayan untuk mendekat ! Biar mereka semua menikmati waktu yang kocak dan membuat pusing ini.
"Iyaaa.. Iyaaa.. Ganggu banget ! " Jawab Irwin yang belum bergerak sama sekali !
"Win.. Aku rasa nanti kira harus mencari alasan yang dapat menenangkan Rachel deh ! "
"Hem ? Alasan ? Untuk apa sayang ? "
"Aku lagi hamil Win. baru empat minggu, dan dari perkiraan kak Rosa, ada lima titik kecil di dalam kandungan Aku ! Aku rasa kita akan punya lima serangkai deh ! " Jelas Vivian sambil mengusap perut nya, yang terlihat mulai membesar itu. Tidak terlalu besar memang, masih tampak normal sehingga belum ada yang curiga, apalagi Rachel.
"Beneran sayang ? Gak bohong kan ini ? " Sambil menatap mata Vivian dalam dalam, Irwin bertanya sambil membulatkan mata nya.
"Eem.. " Jawab Vivian sambil mengangguk, Irwin langsung mengecup seluruh wajah Vivian berkali kali lama nya, karena tak pernah menyangka akan mendapat kabar yang segembira ini dalam hidup nya.
"Tenang saja, aku akan meminta bantuan si kembar dan yang lain nya, agar dapat menyusun rencana yang dapat membuat Rachel terima dengan kehadiran dede baru ! " Ujar Irwin sambil memegang perut Vivian saat ini.
"IRRWIINNN... BANTU AKU JUGA DONG.. KAY, KEY, KETY, DAN KATYA DONG ! MEREKA - ARRGGH, JANGAN KE SANA KATYA, NANTI KALI DAUN KELAPA JATUH KE KEPALA KAMU GIMANA ? " Teriak Robert menghancurkan suasana.
Namun Irwin langsung beranjak dari bangku, dan memakai sendal jepit nya !
"Kamu boleh bergabung ke sana sayang, tapi hati hati dengan kandungan mu ! Awas aja kalo ngelakuin hal ekstrim ! " Ancam Irwin pada Vivian, karena sudah banyak kejadian abnormal yang terjadi karena Vivian yang bendel dan keras kepala.
Sambil tertawa kecil, Vivian juga ikut turun, dan memakai sendal jepit nya agar dapat bergabung dengan Irwin dan yang lain nya, karena sangat seru menikmati hari libur ini dengan keponakan yang kocak dan membuat pusing, serta tawa lucu dari berbagai pihak !
"Yaah, aku rasa melakukan kesalahan bukan suatu dosa besar ! Bahkan dari kesalahan yang tak pernah di duga sebelumnya, malah membawa satu kejutan besar dalam hidup ! Di liputi dengan kado kado indah yang tak pernah terbayang sebelum nya. Sungguh, aku jadi ingin melakukan kesalahan lagi ! "
Batin Vivian sambil berjalan ke arah berkumpulnya keponakan yang di jaga ketat oleh Reynard, Robert, Irwin, Risa, Christin, dan yang lain nya.
Suasana pantai yang di temani dengan terik matahari yang menyengat, tidak mempengaruhi suasana harmonis dan kocak di pantai itu. Angin yang bertiup mengibaskan rambut Vivian dan Rachel yang tidak di ikat, daun kelapa yang naik turun seakan sedang melambai kegirangan, dan deru ombak dengan suara merdu menghiasi pendengaran dan suasana saat ini.
__ADS_1
...\=>[TAMAT]<\=...