
"Kak Rey.... " Ucap vivian saat selesai mendengar ucapan kaka nya tentang cinta dan patah hati.
"Iyah... Kamu kenapa.? " Tanya reynard.
"Vivian kangen sama kak Rey, kangen kak Robert, kangen Ayah sama mama kak. Pokok nya vivian kangen kalian semua.."
"Kamu kan bisa langsung datang ke kediaman satoru sayang... Gak ada yang ngelarang.. Kaka juga udah kangen banget sama bayi kesayangan kaka ini.. "
"Belum... Untuk sekarang belum bisa kak. Vivian masih harus ngelakuin sesuatu... Kalo urusan vivian udah selesai, vivian bakal pulang ke kediaman kok.. "
"Urusan apa sih ? Gak bisa di tunda lagi kah ? Kaka sama orang orang kediaman udah kangen banget sama vivi kecil kediaman satoru."
"Kak.... Kalo nanti vivi pulang ke kediaman, dan kasih tau kesalahan vivi, Ayah, mama, sama kaka kaka bakal maafin vivi gak.? "
"Kesalahan apapun yang kamu buat, kita sekeluarga akan maafin kamu. Gak peduli apa pun itu, Jadi jangan banyak pikiran lagi.... Cepat pulang yaah.. "
"Iyah kak Rey... Makasih udah mau ngobrol sama vivi.... Vivi sayang~Banget sama kak Rey... "
"Ah.... kaka jadi tambah kangen sama adik kaka kalo kaya gini... Kamu di mana sekarang.? Biar kaka yang ke rumah kamu aja.... " Ucap reynard karena sudah tak bisa menahan rindu pada sang adik.
"Gak boleh. Kalo kak reynard datang dalam minggu ini, vivi bakal marah ni.! "
"Jangan marah sama kaka dong. Iya iya kaka gak dateng deh, udah kamu istirahat lagi aja.... Pasti udah ngantuk banget kan... "
"Em..... Love you kak.... See you in the next day... "
Setelah mendapat penghiburan dari sang kaka, vivian mematikan telepon dan terlelap dalam tidur nya. Bagaikan telah mendapat obat penawar, kini vivian sudah tak merasa gelisah yang berlebihan lagi...
***
"Nona, apakah nona tidak ingin membangun kan Tuan Muda.? " Tanya sisil pelayan wanita yang melayani vivian di pagi hari.
"Em.... Udah jam berapa sekarang.? "
__ADS_1
"Sekarang sudah jam 06:00 pagi Nona, apakah Nona ingin olahraga dulu, atau langsung mandi.? "
"Aku langsung mandi aja. Udah olahraga jam tiga tadi.."
Ucap vivian sambil beranjak dari kasurnya yang empuk ke arah kamar mandi nya. Setelah itu, vivian di rias dan di pakaikan baju seperti pada hari hari biasa nya.
Kini vivian melihat ke arah arloji yang dia pakainya di pergelangan tangan nya, jam menunjukkan pukul 06:30.
"Kerja bagus.... Usahakan setiap hari di rias dan di rapikan cuma 30 menit aja... Pantat aku kadang sakit karena harus duduk berjam jam. "
"Kalo itu tergantung acara mana yang akan Nona hadiri... Kami tak bisa mengikuti kemauan Nona begitu saja.... Itu sudah tugas dari Tuan Muda Pertama
(Reynard) " Jawab sisil pada vivian.
"Huh.... Ya sudah lah. Aku akan membangunkan anak ku. " Ucap vivian sambil berjalan ke arah kamar anak nya.
Saat vivian memasuki pintu, semua pelayan yang berjaga langsung keluar guna memberikan privasi dan waktu berdua antara ibu dan anak itu.
Vivian merasa seperti lebih baik dia tidur dan memeluk anak sampai anak nya ingin bangun sendiri.. Tapi apa boleh buat, makan pagi adalah hal yang sangat penting.
"Sayang... Hei, Rival.... Bangun yuk sayang" Ucap vivian sambil menggoncang kan tubuh anak nya dengan sangat lembut.
Rival tak bergeming, mungkin karena rival baru pertama kali tidur di tempat tidur yang empuk, jadi dia benar benar terlelap dalam tidur nya kali ini.
"Rival... Yuk bangun yuk sayang.. Habis makan pagi kalo rival mau bobo lagi juga gak papa, inti nya udah makan pagi. Yuk bangun nak. " Ucap vivian dengan penuh ketulusan dan selembut mungkin membangun kan anak nya.
"Em.... " Gumaman yang keluar mulut rival, yang sedang merespon panggilan sari sang mama.
"Ma.... " Ucap rival yang berbalik ke arah kiri dan merangkul kan kedua tangan nya di pinggang sang mama.
"Selamat pagi ma... " Sapa rival walaupun dia masih menutup matanya di badan mama nya dengan rangkulan yang erat.
"Selamat pagi sayang... Gimana tidur kamu tadi malam? Pasti kamu mimpi indah banget kan. " Tanya vivian.
__ADS_1
"Iya. Rival mimpi indah banget, saking indah nya rival gak ingat mimpi apa... Tapi rival masih bisa rasain kebahagiaan nya kok. " Jelas rival.
"Iyah gak papa. Inti nya kamu gak mimpi buruk kan... Kalo gitu sekarang rival mandi ya sayang, habis mandi kita sarapan.. Nah habis sarapan kalo rival mau lanjut bobo lagi juga gak papa kok. " Ucap vivian sambil mengelus kepala rival dengan lembut.
"Rival mau belajar ma... Jadi rival gak boleh malas malas... Rival harus mandi terus sarapan.. " Ucap rival.
"Iya mama tau ucapan rival penuh tekat, tapi kenapa rival masih nutup mata sambil meluk pinggang mama? Kapan bangun nya sayang.? " Tanya vivian.
"Iya rival bakal bangun kok ma... " Ucap rival sambil menggelengkan kepala nya beberapa kali di perut sang mama..
"Iya... kalo gitu bangun dong sayang. Mau mama yang mandiin atau kaka kaka pelayan.? " Tanya vivian
"Hari ini kaka kaka pelayan yang mandiin rival, rival harus terbiasa dengan ini. Sama kaya yang mama bilang kan.?! " Ucap rival.
"Iya mama tau kalo rival pengen terbiasa di situasi di layani, tapi yang pertama tama rival bangun dulu yaah... " Bujuk vivian.
Rival masih tak mau melepaskan pelukan nya itu, lalu vivian terpikirkan satu cara.
"Hah... Kalo rival gak mau bangun, yah gak papa sih... Biar mama makan pagi sendiri aja, lagi lagi mama kesepian lagi... " Ucap vivian dengan nada sedih agar membuat sang anak percaya dengan akting nya itu.
"Gak... Rival gak bakal buat mama sedih kaya gini. Rival udah bangun, kalo mama lapar mama tunggu rival mandi dulu ya, abis itu kita turun pakai lift sama sama. " Ucap rival yang telah membuka mata dan bangun dari tidur nya.
Kemudian vivian menekan tombol yang ada di jam tangan nya dan memberi perintah.
"Masuk dan mandikan anak ku. "
Setelah mengatakan itu, rival di gendong oleh pelayan lelaki ke kamar mandi. Setelah itu rival di dandan dengan penampilan yang lucu seperti pada biasa nya...
"Mama... Yuk kita makan... Mama pasti udah lapar kan.? " Teriak Rival ke arah mama nya yang sedang menunggu nya di sofa yang ada di kamar nya.
"Iyah mama udah lapar banget..
Ayok jalan." Ucap vivian sambil menggandeng anak nya ke arah lift.....
__ADS_1