
"Heh, maksud mu kau ingin mengungkapkan kejahatan aku dan keluarga ku tentang kami yang menyiksa yohan.? " Tanya gunawan
"Heh, bukti apa yang kau punya sehingga berbicara seenak jidat daja itu.? " Sabung tante rara.
"Lebih baik kamu cepetan pergi dari sini deh, gue enek tau liat muka lo. " Sabung amel.
"Heh... Siapa juga yang ingin menghirup udara yang sama dengan orang orang seperti kalian.? Sangat menjijikkan tau.! " Jawab vivian yang berhasil membungkam mulut mereka.
"Baiklah, karena dari tadi kalian berkata ingin bukti lah, kenyataan yang kongkrit lah, dan masih banyak lagi... Ini aku berikan pada kalian semua.. Selamat menikmati.."
"Prok... Prok.." Suara vivian yang menepuk ke dua tangan nya dua kali. Setelah vivian menepuk ke dua tangan itu, Seketika lampu pun mati..
"Apa yang terjadi.? "
"Apakah pemadaman listrik,.? "
"Apakah keluarga Agreete tak bisa membeli pulsa meteran.? "
"Pft.. Bisa jadi, mungkin keuangan mereka sedang merosot." Respon beberapa hadirin di aula pesta. Kemudian,
"Ctak."
Tiba tiba di seluruh tembok, setiap sisi, bahkan di langit langit aula, terpantul video yang sedang menayangkan yohan yang di aniaya oleh masing masing orang yang ada di kediaman angreete.
Seperti infokus, namun menggunakan alat yang sedikit canggih, yang tak perlu menggunakan mesin hologram, tetapi dari orang yang mengatur tayangan video itu.
"Astaga... Lihat lah itu."
"Ya Tuhan.. Tega sekali. "
"Hah, aku tak sanggup melihat nya lagi. "
"Kejam sekali... "
Respon semua orang yang ada di aula perta itu.
__ADS_1
"Hei para pelayan dan pengawal, apa yang kalian lakukan.? Cepat cari siapa yang sedang menayangkan video itu. " Teriak gunawan panik.
"Cepat cari ke seluruh sudut yang ada di rumah ini. " Teriak tante rara.
"Bangs*t..... Hei wanita ******, di mana kamu.? Cepat tunjukan diri mu.. Gara gara kamu semua nya jadi hancur...! " Teriak amel karena listrik tak kunjung nyala.
Yang lebih aneh nya lagi, lampu yang padam hanya di lantai dua saja, selain dari itu, menyala semua nya.
"Hahaha.. Nikmatilah tayangan itu selama dua jam penuh. Itu pun yang sudah aku edit dengan memperhitungkan setiap keganasan yang galian tumpahkan pada yohan anak ku. Aku undur diri dulu.. " Ucap vivian meninggalkan aula pesta, dan berjalan keluar melalui tangga dan lantai satu.
Di saat vivian meninggal kan aula pesta itu, terdapat kebisingan yang luar biasa. Dan pelayan beserta pengawal yang sedang panik dan berlarian ke sana ke mari.
"Hahaha.. Benar benar pesta yang luar biasa. Aku paling suka ending yang seperti ini." Ucap vivian.
Saat vivian sudah tina di lantai satu, semua sudut ruangan itu sangat kosong dan hampa...
"Wah.. Wah.. Wah.. Wah.. Benar benar sangat sepi. Seperti sedang melewati kuburan umum saja. Apa para penjaga, pelayan, dan para pekerja naik semua nya ke lantai dua.? Hahaha, benar juga sih.. Keributan sebesar itu harus di tangani banyak orang. Akan tetapi, tau kah kalian.? Bahkan rekaman itu akan terus berputar. Tak peduli apa pun yang kalian lalukan. Robi, kerja yang bagus" Ucap vivian.
Saat langkah kaki vivian baru keluar seutuh nya dari lantai satu itu, vivian langsung tercengang. Bagaimana tidak, Saat ini ada yang menarik tangan nya. Dan vivian hanya bisa mengikuti pergerakan sang empunya tangan yang menarik nya dengan kuat itu.
Apa ini.??? Kenapa cengkraman tangan nya sangat kuat. Aku tak bisa menarik tangan ku... Ke.... Kekuatan tangan nya sama persis seperti kak reynard dan kak Robert... Batin vivian.
"U..... Ugh... " Gumam vivian karena pergelangan tangan nya di genggam dengan sangat kuat..
Lalu, orang yang menggenggam tangan vivian langsung melonggarkan dengan sedikit lembut. Walaupun sudah di kurangi tenaga genggaman nya, vivian masih tak bisa melepaskan tangan nya dari genggaman orang itu..
"Ah. "Suara vivian karena dia di sandarkan di tembok pagar kediaman agreete, yang berada di bagian samping kediaman, yang sangat jarang di datangi oleh orang kecuali pada siang hari...
"Ump... " Suara yang di keluarkan vivian, saat orang yang menariknya tadi, langsung mencium vivian dengan sangat kasar.. ๐คญ
Tangan vivian berusaha mendorong orang yang mencium nya itu, tapi percuma. Tenaga yang vivian keluar kan tidak berdampak sedikit pun, lalu ke dua tangan nya di angkat ke atas, dan di genggam dengan keras.
Tak mau berhenti berusaha, vivian nekat menggigit bibir lawan ciuman nya itu sampai mengeluarkan darah.. Ciuman itu sempat di lepaskan, lalu orang yang mencium vivian itu tidak marah dan berkata....
"Ternyata kau sudah semakin ganas dengan yang dulu yaah. " Ucap nya sambil menyeka darah yang mengalir dari bibir nya itu.
__ADS_1
Lalu orang itu kembali melanjutkan ciuman nya dengan vivian. ciuman nya sangat dalam, bahkan. vivian sempat tak bisa mengontrol nafas nya dengan benar.
Si..... Siapa.? Kenapa rasa nya sangat familiar.? Suara nya, sentuhan nya, suhu tubuh nya... Seperti... Seperti pernah kurasakan.. Siapa lelaki ini.? Aku tak dapat melihat wajah nya, di sini cukup gelap. Batin vivian.
Kemudian mata vivian terbuka dengan sangat kaget, lantaran mengingat sesuatu yang dia sendiri saja tidak percaya.
Hah..?? Jangan jangan...
"Tak... " Bunyi vivian yang mendorong lelaki itu dengan seluruh tenaga yang sudah ia kumpul kan.
"IRWIN...???!!!!!!! " Ucap vivian dengan kaget nya, nafas nya ngos ngosan... Jelas, saat berciuman tadi lumayan lama dan vivian tak bisa mengontrol nafas nya dengan benar.
"Ah... Bagus lah kau mengingat ku.... Benar benar nyata.. Tapi kemana kamu selama tujuh tahun ini.? Kau menghilang seperti butiran embun di pagi hari.. " Ucap irwin dengan nada marah namun dengan ekspresi wajah yang tersirat rasa sakit dan rindu yang mendalam di lubuk hati nya.
"Kau benar benar irwin.? " Sambung vivian karena masih tak percaya. Jelas, saat dia memperhitungkan rencana hari ini.. Vivian tak memperhitungkan kehadiran Irwin Agreete sedikit pun.
"Yaah, aku memang irwin agreete. Jadi biar kan aku untuk melepaskan semua hasrat ku yang tertampung selama beberapa tahun ini... " Ucap irwin dan langsung mencium vivian lagi... ๐คญ
"Ugh... Umpt... Hmm.. Uh... " Suara yang di keluarkan vivian.
Irwin terus melanjutkan ciuman nya itu. Bagian dalam mulut vivian mana yang irwin lewatkan. ? Tak ada, semua nya di nikmati dan di singgahi irwin satu per satu... Karena tangan vivian yang masih di genggam dengan erat ke atas, jelas dia tak dapat melakukan apa apa..
Baiklah... Karena aku juga tak bisa melakukan apa apa.. Mari kita nikmati ciuman ini bersama sama. Batin vivian.
Dan kemudian vivian membalas ciuman irwin yang dalam itu, semua yang di lakukan irwin tadi, di balas sama ganas nya oleh vivian..
Mata irwin langsung terbuka karena tak menyangka ciuman nya akan di balas oleh vivian. Akan tetapi, irwin kembali memejamkan mata nya, dan menikmati ciuman antara dia dan vivian.
Irwin pun melepaskan genggaman tangan dari vivian, dan vivian langsung merangkul kan kedua tangan nya yang baru di lepaskan ke leher irwin. Sedangkan irwin merangkul pinggul vivian, dan merapatkan badan vivian pada tubuh nya.
Kedua orang ini terus menikmati ciuman yang ganas itu... Entah hanya irwin saja yang melepaskan semua hasrat rindu nya, atau mungkin vivian juga sedang melepaskan hal yang dia tahan selama bertahun tahun ini......
[Reaksi Author ๐๐คฃ]
__ADS_1