
Hari ini tanggal 05 maret 3037, Setelah menyelesaikan masalah perusahaan dan mengucapkan sayo nara pada lidia, kini Vivian telah kembali ke negara nya. Negara w, tempat di mana dia dia di lahir kan dan di besar kan, tempat di mana dia melakukan kesalahan pertama kali dalam hidup nya, dan juga tempat di mana dia mengandung, kecelakaan, melahirkan, koma selama kurun waktu enam tahun, dan kehilangan ke dua buah hati nya.
Kini jam menunjuk pukul 04:00 pagi. Vivian sudah bangun di jam segini karena kekhawatiran nya dan kegelisahan nya pada ke dua anak nya yang tak tau sekarang mereka ada di mana.
Vivian membuka jendela kamar nya yang berada di lantai lima.
(Author : Gambar di atas hanya ilustrasi ya pembaca, soalnya susah mengutarakan cara vivian duduk👉👈😐)
Saat jendela nya sudah di buka, kemudian vivian duduk di tempat yang kosong itu. Saat duduk vivian menggantungkan kaki nya kebawah tanpa ada rasa takut sedikit pun (Padahal kamar vivian ada di lantai lima).
saat memandang ke langit yang masih gelap, tatapan mata vivian kosong, pikirannya kini hanya penuh dengan satu persoalan "Ke dua anak nya ".Vivian memang sudah sedikit baikan berkat nasehat dari dokter rosa kaka nya, tapi vivian tidak bisa membohongi perasaan nya saat duduk dan menikmati waktu kesendirian nya ini yang begitu sunyi.
Bagaimana tidak, ibu mana yang akan baik baik saja saat dia kehilangan ke dua anak kembarnya. Bukan berarti vivian tak bisa mengambil dan mencari ke dua anak nya. Tapi karena vivian telah kehilangan " Waktu" enam tahun untuk merawat ke dua anak kembar nya. Vivian tidak memiliki kesempatan lagi melihat anak anak nya dalam bentuk bayi mungil dengan wajah yang lucu.
Vivian tak lagi bisa mendengar tangisan bayi nya di tengah malam saat lapar, mengganti popok, memandikan bayi nya dengan tangan nya sendiri, membelikan baju yang lucu untuk ke dua anak nya, merangkul anak anak nya yang masih kecil dalam rangkulan nya yang hangat, tawa mereka, kata "Mama" yang keluar pertama kali dari mulut mereka. semua hal yang pernah vivian bayangkan dalam benak nya dulu saat mengandung, kini hangus tak tersisa.
Semua momen yang ingin vivian abadikan dengan kameranya, kini tak mungkin terjadi lagi. Vivian yang selalu kuat dalam keadaan apapun, kini menjatuhkan air mata nya lagi. semua pikiran pikiran penyesalan yang tertera jelas di otak vivian, kini sedang berputar putar tanpa henti. Disaat air mata vivian sedang mengalir, vivian berkata..
"**Maaf kan mama anak anak ku, semua ini salah mama. Hiks... Jika saja mama memberitahu kebenaran nya pada ayah, ibu, dan ke dua kaka mama, pasti kejadian ini tak akan terjadi. Bagaimanapun mereka pasti marah, tapi tak mungkin mereka mengusir mama. Pasti saat pikiran mereka sudah dingin, mereka akan memaafkan mama dan menyambut mama dengan senyuman bahagia dan menerima kehadiran kalian berdua . "
__ADS_1
"Dan pasti mama akan di jaga dengan baik, di beri perhatian yang berlebihan seperti biasa nya, bercanda ria dengan mereka saat menghabiskan waktu sarapan pagi, waktu istirahat keluarga di taman, sampai kelahiran kalian. "
"Dan pasti saat kelahiran kalian, akan ada wajah bahagia menyambut kalian, ayah, ibu, dan kaka nya mama juga pasti akan berbangga diri bahwa mereka telah resmi menjadi kakek, nenek, dan paman. Dan tentu saja wajah yang paling bahagia dari semua adalah mama yang telah resmi menjadi ibu dari dua anak kembar. "
Tapi karena sifat keegoisan dan sifat kekanak-kanakan mama, mama malah membawa malapetaka bagi kalian. Hiks... mama minta maaf,, mama minta maaf,, mama memang manusia terbodoh di dunia. Maafkan mama nak, hiks... hiks.... "
"Sekalipun mama tetap ingin menyembunyikan identitas mama, tidak seharusnya mama keluar pada hari itu. seandainya hari itu mama tetap tinggal di dalam apartemen, pasti kejadian nya tak akan seperti ini. "
"Maaf kan mama, Hiks... seharusnya mama peka dengan rasa kegelisahan yang menghampiri mama pada hati itu. Itu salah mama, mama yang mengabaikan nya dengan enteng. Dan malah mendapat kan karma yang seperti ini dan menyusahkan kalian. "
"Seharusnya mama diam saja atau menginap di rumah sakit, biar lebih terjamin keselamatan kalian. Mama benar benar bodoh ya, Maaf kan mama nak, sekali lagi maaf kan mama, Hiks**... "
Tangisan haru biru mengiringi kata kata penyesalan dari mulut vivian. Vivian kali ini menangis cukup lama. lebih lama dari saat dia menangis di depan dokter dosa kaka nya.
sambil mengayunkan kedua kaki nya yang tergantung, dengan kedua tangan yang di jadikan tongkat agar dapat menahan badan nya seperti sedang bersandar, vivian berkata
"Aku tak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, memang aku tah kehilangan waktu berharga enam tahun dengan ke dua putra ku, Tapi waktu belum berhenti. Dan aku pun masih sehat, Masih banyak waktu yang bisa aku lewatkan bersama dengan ke dua putra kuk kok".
•Vivian jangan patah semangat, ingat lah prinsip hidup mu. " Lakukan apa pun yang kau suka dengan sepenuh hati ".
•kali ini, aku tak akan menyalah kan takdir lagi.! aku tak akan protes pada jalan hidup ku lagi. Pasti ini semua kehendak dari langit, cobaan yang harus aku lalui, cobaan agar aku bertambah kuat dalam menjalani hidup ini.
__ADS_1
•Tak ada gunanya menyalah kan takdir, cukup terima dengan lapang dada, maka aku dapat melanjutkan tekat yang kuat, yang tak dapat di goyah kan oleh siapapun. "
Tiga prinsip itu yang di tanamkan vivian mulai saat ini sampai nanti. Vivian bahkan menyemangati diri nya sendiri, kau tau menyemangati diri sendiri itu lebih susah berkali kali lipat dari pada menyemangati diri orang lain.
"Haaahhh" (hembusan nafas panjang dari vivian) dan bermata..
"Tuhan, kali ini hamba benar benar minta maaf. karena hampir menyalahkan semua kejadian yang menimpa ku ini kepada MU. Dengan hati yang tenang, pikiran yang telah bersih dan jernih, dan air mata yang telah kering di wajah dan tidak mengalir lagi, Aku katakan..."
"Aku benar benar Ikhlas ya Tuhan, benar benar sangat ikhlas pada cobaan yang kau berikan ini.."
Senyuman keikhlasan tergores jelas di wajah vivian, di tambah dengan sinar matahari yang baru keluar dari peradabannya dan menyinari wajah vivian dengan cahaya nya yang walaupun masih samar samar.
Hembusan angin yang menerpa wajah vivian, membuat rambut vivian yang sedang di uraikan ke belakang beterbangan kemana mana, menambahkan keindahan pada wajah nya.
sinar matahari dan hembusan angin yang menenangkan itu seolah vivian sedang mendapat dukungan dari alam.
Sungguh pemandangan dan kejadian alam yang jarang terjadi seperti saat ini. Vivian memang anak yang beruntung.!
Bersambung..!!
Ingatlah untuk memberikan like dan komentar kalian. Tinggalin jejak kalian apa susah nya sih.? 🤨🙃
__ADS_1
Kalo berkenan ya kasih hadiah sama vote juga👉👈😅 (Gak maksa kok).!
Lanjut ke episode selanjut nya ya, love you every one😘❤❤