Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#155.


__ADS_3

"Hah.... " Vivian menghembuskan nafas panjang.


Sambil memegang perut nya, vivian berkata "Ahhhh, aku masih laparrr.... "


"Vivi.??? " Panggil seseorang yang baru bangun dari hibernasi nya dengan muka tak berdosa.


Saat mendengar suara yang tak asing itu memanggil nya, vivian langsung menoleh pada asal suara itu dengan tatapan tajam dan wajah cemberut.


"Eeehhh ???? Ini masih pagi sayang, mood kamu ko udah gak enak ?? Kamu kenapa ? " tanya irwin yang benar benar tak tau, bukan nya pura pura tak tau dengan memakai celana panjang berwarna hitam, dan tidak memakai pakaian atau kaos apapun, sehingga menampakkan semua otot nya yang tampak menggoda.


"Hmpt... Irrrwiiinnnn.... semalammmmm.... KAMU SAMPAI BERAPA RONDE HAH ????? " tanya vivian dengan tatapan tajam nya.


"Hem..?? Hanya 10 ronde sayang. Ah karena kamu udah tidur duluan, aku masih nambah dua ronde lagi, jadi kalo di jumlahkan... 12 ronde. " Jawab irwin serius.


"Haaahhhhh..... Impresif... Spektakuler... Kenapa kamu gak naikin aja sampai 20 ronde ?? Biar aku gak jalan sebulan, terus kita nikah nya cuma kamu yang berdiri. Aku nya duduk di kursi roda kaya orang cacat, Aaarrrrggggghhhh...!" Keluh vivian sambil menjambak rambut nya sendiri.


"Ma... Maaf sayang... Lain kali aku janji gal bakal lewat dari 10 ronde kok.! " Kata irwin serius.


"Au ah.. Gelap.. " Akhirnya vivian pun memalingkan wajahnya dari irwin .


"Ya.. Ya maaf sayang, maafin aku yaah. " Bujuk irwin.


"Kalo kamu mau aku maafin kamu, mending masak makanan buat aku sana. Aku beneran udah lapar irwin, bukan nya aku gak bisa masak atau malas masak, permasalahan nya, aku gak bisa berdiri lebih dari dua menit. Hahhhh, gilaaa.... Aku akan benar benar gila karena lapar sekarang. "


Keluh vivian panjang lebar, dan jujur saja ini baru pertama kali nya irwin melihat sisi lain dari vivian. Mengomel seperti momhy nya dulu, dan protes panjang × lebar. Hal ini yang membuat irwin bukan merasa bersalah, tapi berusaha menahan tawa.


"....... " Vivian hanya diam saja dan memandang sinis lagi ke arah irwin, karena irwin tak berkata satu kata pun. Vivian merasa dia sedang bicara dengan benda mati.


"Tunggu apa lagi hah ?? Kamu mau tunggu sampai jam berapa baru masak win ? Kita udah berkutat di atas ranjang mulai dari siang hari, dan melewatkan makan siang plus makan malam. Sekarang kita juga udah melewatkan makan pagi karena udah jam 11,d dan ada kemungkinan saat ini kurang lima menit lagi jarum jam akan menunjuk pada jam 12. Waaaahh, luar biasa..." Kata vivian penuh emosi, jelas... Orang saat lagi lapar, jangan di bikin emosi, kalo engga... Tanggung sendiri resiko nya.


"Iyaa... Iyaa sayang, bentar yaah aku masak dulu. Ihhh imut banget sih, gemesin tau gakk..! " Kata irwin sambil menjewer ke dua pipi vivian yang tampak cabi.

__ADS_1


"Sakitttt tauu... !!!!! " Teriak vivian sambil memegang dua pipi nya yang memerah.


Irwin tak berkata apa apa dan hanya tertawa saja, dia mulai menuangkan beras dan mencuci nya, lalu memasukan nya ke dalam rise cooker. Setelah itu irwin membuka kulkas dan mengambil bahan bahan yang di butuhkan.


Karena kulkas itu sangat penuh dengan segala jenis bahan makanan yang jika di olah pasti enak. Ada sayur, buah buahan, rempah rempah, dan lain lain.


Irwin mulai memanaskan air di dua panci, lalu mencincang kentang, wortel, tomat, jagung manis, dan langsung di masukan ke dalam panci yang air nya sudah mendidih dan melepaskan uap panas.


Setelah itu irwin mulai membuat kaldu, meraciknya sedemikian rupa agar tak ada kekurangan dan kelebihan.


Setelah sup jadi, irwin memasak sayur putih yang sudah dia cincang tadi, tomat untuk membuat sayur tampak menarik, dan hal itu terus irwin lakukan.


Sudah lima menit irwin berkutat di depan wajan dan panci yang panas, tangan irwin mulai menari di atas wajan dan panci, terlihat seperti seorang chef yang berpengalaman.


"Haaahhhh.... " Vivian menghembuskan nafas panjang, khas nya hari ini.


"Kamu kenapa lagi sayang ?? " Tanya irwin tanpa berbalik sedikitpun melihat vivian.


"Apanya yang bisa sayang ?? " Tanya irwin yang masih tetap tak berbalik pada vivian.


"Kok bisa sih kamu gak kelihatan pegal or something gitu... Tadi malam kita 12 ronde loh win, kok kamu kelihatan baik baik aja sih ? Padahal semua tubuh aku kaya remuk loh... Kok bisa sih ??? "


"Hem... Aku juga gak tau sayang, mungkin faktor gen laki laki udah kaya gitu. Udah di turunkan dari manusia pertama sampai sekarang, " Jawab irwin logis.


"Gak adil banget tauuuu gakk.. !!! Ihhh, menjengkelkan banget tau gak ? Udah... Aku gak mau ngomong sama kamu, mending fokus masak sana. " Kata vivian kembali cemberut.


"Padahal tadi yang ajak ngomong kan kamu sayaanggg.... " Gumam irwin sedikit kesal.


"Kamu ngomong apa ? " Kata vivian.


"Yaah ?? Apa ?? Siapa ?? Siapa yang ngomong sayang ?? " Tanya irwin pura pura tak tak.

__ADS_1


"Aah, fokus lah masak sana. Karena lapar, indra pendengaran aku jadi menurun drastis. " Kata vivian.


Dan setelah itu benar benar tak ada percakapan di antaran irwin dan vivian. Hanya bunyi wajan dan perabotan dapur lain nya.


(Sepuluh menit kemudian...)


"Taraaaaa.... Makanan nya udah jadi semua tuan putri. " Kata irwin sambil meletakan sambal terasi di atas meja yang udah penuh dengan lauk pauk yang beragam.


"Emmmm" Kata vivian menelan ludah dan sedari tadi sudah memegang sendok dan garpu nya.


"Tunggu apa lagi, kamu bisa langsung makan-"


Perkataan irwin belum selesai, tapi mau tidak mau dia harus berhenti berkata karena vivian sudah makan kira kira empat sendok, tanpa mengucapkan apa apa.


" Hahhh... Gak bilang makasih atau semacam nya yaah. Padahal si kembar aja tau hal ini loh, " kata irwin sambil memasukan makanan ke dalam mulut nya.


"Kalo lagi makan itu gak boleh ngomong loh, padahal si kembar aja udah tau hal ini.... " Jawab vivian sama hal nya dengan sindiran yang irwin katakan tadi.


"Iyaa iyaa... Aku cuma mau bilang, abis makan kita istirahat satu jam aja. Setelah itu kita langsung pulang, karena aku harus mengurus semua hal tentang pernikahan kita " Kata irwin serius.


"Oke.!! Tapi sebelum pulang kita pamit sama momhy dulu yaah, pokok nya harus. " Jawab vivian dengan suara yang kembali ceria, karena sedikit perut nya sudah terisi makanan yang enak dan membuat lidah nya merasa kan setiap rasa yang di padukan dan menjadi enak.


"Itu udah pasti sayang, pokok nya sekarang makan dan istirahat dulu. Biar bisa ngisi tenaga dan bisa buat kamu berjalan normal. Kan gak mungkin aku gendong kamu kan ??? "


"Klaanggg.... " Vivian menjatuhkan sendok makan nya.


"Ah, jadi maksud kamu aku itu gendut ? Berat ? Jadi kamu gak bisa gendong aku yaah ??? Hah, apa kamu segitu nya mandang fisik ??? " Kata vivian emosi.


Karena pada dasar nya, vivian paling tak suka jika seseorang mengungkit tentang berat badan atau sejenis nya. Padahal badan nya sudah sangat kurus dan langsing, tapi dia beranggapan kalo saat ini berat badan nya sedang naik.


"Cukup, kalo di teruskan lagi.. Aku rasa besok baru kira pulang. Karena kalo udah berdebat, kamu nya gak mau berhenti sama sekali. Jadi kali ini nurut yaah.! " Bujuk irwin.

__ADS_1


"..... " Vivian yang merasa perkataan irwin benar dan masuk akal, terpaksa mengikuti kemauan irwin dan fokus untuk makan.!


__ADS_2