Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#72.


__ADS_3

"Hah... Hah.. Hah.. Hah... " Nafas vivian dan irwin yang terpenggal penggal, jelas... Ciuman mereka tidak menyisihkan jeda untuk bernafas... Maklum masa muda😂.


"Beri tahu pada ku, kenapa kamu menghilang tujuh tahun yang lalu.? Kemana saja kamu, kenapa aku seperti tidak bisa menemui mu walaupun sudah menggeledah seluruh isi dunia.? " Tanya irwin.


"Apakah aku harus memberitahu mu semua yang aku lakukan.? " Jawab vivian ketus.


"Baiklah... Aku suka sikap mu yang seperti ini. Biar kan aku yang membuat mu berbicara.! " Ucap irwin.


"Hem... Memang nya ap-"


"Cup... " Kecup irwin pada bibir vivian, yang berhasil membuat ucapan yang ingin di lontarkan oleh vivian terhenti.


"Apa yang-"


"Cup." Kecup irwin lagi pada vivian.


"Kau.. -"


"Cup.. " Kecup irwin lagi..


Akhir nya vivian tak mau berbicara lagi. Karena dia tau kalo dia buka bulut dan berbicara, maka irwin akan mengecup bibir nya lagi.. Wajah vivian memerah dan tak bisa berkutik lagi.!


"Okelah kalo kamu tak ingin memberi tahu ku, tentang alasan kau menghilang tujuh tahun yang lalu.. Tapi.. Tapi setidak nya, beri tahu aku nama mu. " Ucap irwin


".......... " Vivian yang diam seribu bahasa.


"Baiklah.. Baiklah.. Aku tak akan mencium mu lagi jika kamu berbicara... Aku janji. " Ucap irwin.


"........ " Vivian masih diam seribu bahasa, dia menatap irwin dengan tatapan setengah percaya dan setengah tidak percaya.


"Aku sudah berjanji tidak akan mencium mu lagi, maka percayalah pada ku. " Mohon irwin.


"Hah..... " Hembusan nafas panjang dari vivian.


"Kalo kamu ingin aku berbicara, setidak nya lepaskan dulu ke dua tangan ku yang kau genggam... Padahal saat berciuman tadi sudah kau lepaskan, tapi kenapa kau menggenggam nya lagi.?" Ucap vivian.

__ADS_1


"Aku takut kau akan lari lagi jika aku melepas kan tangan mu. " Ucap irwin.


"Hei, apakah situasi saat ini memungkin kan aku untuk melarikan diri.? " ucap vivian


"Baiklah akan aku lepaskan. Tapi jika kau ingin melarikan diri, maka kita akan menghabiskan malam panas di tempat ini sekarang juga. " ucap irwin dengan tatapan serius lalu melepaskan tangan vivian yang dia genggam..


Huwa😭😭, rencana nya aku akan lari setelah berhasil lepas dari nya, tapi kenapa jadi kaya gini.. Hiks... Kak Reynard, bantu vivian dong... Jerit batin vivian.


"Makasih yah, berkat kamu.. Pergelangan tangan aku sampai memerah bahkan sakit." Protes vivian pada irwin.


"Ah maaf, seperti nya aku yang terlalu tidak bisa menahan diri, sejak aku melihat mu di aula pesta, dan menunggu mu di depan pintu dengan tempo waktu yang lumayan lama. " Ucap irwin dengan tampang bersalah.


"Yaah aku hanya wanita biasa . Malam itu cuma kecelakaan, jadi lupakan lah. Kalo tentang jejak ku yang menghilang, mungkin itu sudah menjadi takdir di tentukan sejak awal. Apa penjelasan ini sudah cukup.? " Tanya vivian pada irwin.


"Hanya kecelakaan.? Malam itu kau hanya menganggapnya sebagai kecelakaan.? Lalu bagaimana dengan ku yang menganggap nya spesial dan malam yang indah.? "


"Aku bahkan tetap berusaha mencari mu selama tujuh tahun lama nya, walaupun tak membuah kan hasil.. Setidak nya, beritahukan aku nama mu. Aku sudah meminta nya dari awal kan. Maka jawab lah. " Mohon irwin pada vivian.


"Tak ada rasa di antara kita berdua, jadi untuk apa kau menghabiskan waktu mu untuk mencari ku.? Bahkan pada waktu itu saja kita tak mengetahui nama masing masing, jadi bersikaplah seperti tidak pernah ketemu atau mengenal seperti sebelum kita bertemu di hotel XX tujuh tahun yang lalu." Ucap vivian dengan kejam tanpa memperhitungkan perasaan irwin.


"......... " Vivian diam lagi.


"Baiklah.. Kau yang memaksaku.! " Ucap irwin menggertak kan gigi nya.


"Cup... Umach.... cup... " Irwin mencium vivian dengan ringan... Lalu..


"Hmmpt... " Kali ini irwin mencium vivian yang terkesan sangat dalam..


Vivian yang sebenarnya hanya manusia lemah juga tak bisa menahan nafsu nya, lagi lagi mereka terhanyut dalam suasana yang eksotis dan panas lagi...


Selang enam menit setelah berciuman..


"Hah.. Hah.. " Nafas vivian yang terdengar ngos ngosan.


Sedang kan irwin.? Dia lanjut mengecup dan meninggal kan bekas kiss mark di leher vivian.

__ADS_1


"Cup.... Cup.. " Tiga bekas kiss mark pun terpampang jelas di leher vivian, vivian pun terkesan sangat menikmati nya. Lalu mata vivian seketika terbelalak, karena tangan irwin yang perlahan masuk sampai ke paha nya.


"Tidak.. Hentikan..! "Ucap vivian sambil mendorong irwin.


"Apakah kau tak mau melanjutkan nya.? " Tanya irwin dengan tampang memelas.


"Bu.... Bukan... " Teriak vivian.


"Apakah kau ingin ganti tempat.? " Tanya irwin..


"Tidak.. Berhentilah bertanya..! "Ucap vivian.


"Aku tak bisa berhenti sekarang... Ada api yang tak bisa di padamkan dengan air dingin saja.! Kau telah menyalahkan api nya, maka bertanggung jawablah dan padam kan api yang telah menyala itu. " Ucap irwin yang sedang meminta pertanggung jawaban dari vivian.


"Ku... Kumohon, berhentilah berpikir yang aneh aneh. " Ucap vivian dengan wajah yang memerah.


Hem.? Seperti nya dia juga sudah tak bisa menahan nafsu nya lagi, berarti tinggal aku bubuhkan sedikit lagi hal yang panas. Agar dia mau menghabiskan malam menggairahkan bersama ku. Batin irwin.


"Oh...Jadi kau tidak percaya.? Maka pegang lah.. " Ucap irwin sembari menarik tangan vivian dengan lembut, dan meletakkan tangan vivian di atas kepunyaan nya yang sudah menegang dari tadi..!👍🤭


"Ka... Kau....! " Teriak vivian sambil menari tangan nya dengan cepat, saat menyentuh sesuatu yang mengeras itu.


"DASAR KURANG AJAR...!!! MESUM..... BAJINGAN..... GAK TAU MALU.!! " Teriak vivian pada irwin, karena sempat panik dan bleng untuk sesaat....


"Aku yakin kamu juga udah basah🥺, jadi untuk apa kita berhenti di sini.? " Ucap irwin dengan wajah yang menggoda, dan tatapan yang mengharap kan vivian memberikan lampu hijau.!


Ya Tuhan... Kuatkan hati hamba😭.. Kenapa tatapan nya seperti tatapan rival dan yohan saat memohon pada ku😭... Benar benar cobaan yang berat ya Tuhan😭😭. Dan lagi, wajah nya itu. Wajah nya yang sangat menggoda itu. Vivian kamu pasti bisa...Yok lawan nafsu Mu🤧.... Batin vivian yang sedang berargumen dengan tali kewarasan nya.


"Tak... " Jarum bius yang mendarat di leher irwin.!


Pandangan irwin seketika blur, Kaki nya mulai lemas dan badan nya terjatuh di atas badan vivian. Saat kesadaran nya masih tersisa sedikit, vivian membisikan dengan halus beberapa kata di kuping irwin.


"Vivian... Itu nama ku.. Jadi ingat lah. "


Setelah mengatakan itu, pandangan irwin langsung menjadi gelap. Dan irwin pun terlelap berkat efek obat bius yang di tembakkan oleh ronal dari jarak 300 meter itu.

__ADS_1



__ADS_2