
"Hah... Hah... Hah... Irwin... Udah.. Aku udah gak sanggup lagi.... Aku takut aku tak bisa berjalan kalo di lanjutkan lagi... " Pinta vivian yang dengan beberapa butiran air dari mata nya, karena irwin memasukkan sesuatu yang besar, panjang, dan tumpul itu terlalu dalam dan dengan tempo seperti rem blong..!!!
"Apa yakin sesuatu di tempat lain sudah dingin.?? Tak mau di lanjutkan lagi.?? " Tanya irwin sambil memasukan jari vivian ke dalam mulut nya..
"Ughh.. Yaah... Sudah dingin.. Jadi aku mohon hentikan... Aku sudah sangat kesakitan..! " Keluh vivian...
"Baiklah... Jangan keluarkan air mata lagi.!" Ucap irwin sembari mengecup ke dua kelopak mata vivian...
"Hah.. Hah... Hah.. " Nafas dari ke dua orang di atas ranjang itu..
"Irwin... Aku istirahat bentar yaah.. Kalo nanti.. Ada.. Yang telfon... Kalo bukan dari titin jangan di respon... Kalo ada kabar terbaru tentang anak anak... Kasih bangun aku yaah.. Karena.. Aku sangat lelah.. " Ucap vivian dan langsung tertidur pulas dalam pelukan irwin..
"Yaah beristirahatlah... Aku akan berada di samping mu terus.. *Cup*.. " Ucap irwin yang walaupun tak di dengarkan oleh vivian yang telah tertidur lelap...
.................
.................
.................
.................
.................
⌚Jam 15:00 Atau jam tiga sore⌚
"Em.... " Suara vivian yang terbangun dari tidur dan mengganti posisi tidur.
Saat dia berbalik, terlihat irwin sedang duduk di meja kerja yang jarak nya hanya beberapa inci saja dari tempat tidur, dan sedang memeriksa dokumen yang hans kirim kan tadi, sesuai suruhan irwin...
"Vivian kamu udah bagun.?? " Tanya irwin lembut...
__ADS_1
"Irwin... Jam berapa..?! " Tanya vivian dengan suara lemah dan leher yang kering...
"A.. Air... " Ucap vivian dan bangun sari posisi tidur sambil memegang lehernya.
Irwin dengan gesit langsung mengambil air putih yang telah di sediakan bi sasa tadi di atas meja, lalu memberi vivian minum dengan tangan nya yang tetap memegang gelas...
"Gluk.. Gluk.. Gluk... Hah... Leher aku kering banget... ! " Ucap vivian.
"Jelaslah.... Orang kita ngelakuin nya- Hap.." Vivian yang langsung menutup mulut irwin, yang hendak menceritakan semua kejadian tanpa sensor sedikit pun...
"Tanpa kamu kasih tau juga aku tau kali.. Aku belum pikun, dan ingatan aku masih seger di otak kok.. Jadi bahas yang lain aja....!!! " Ucap vivian..
"Baiklah.. Baiklah... Yakin udah istirahat yang cukup..? "
"Iyah.. Oia, tadi kamu belum jawab pertanyaan ku.. Udah jam berapa.? "
"Jam tiga lewat.. Kamu mai jenguk anak anak.?? "
"Iyah... " Jawab vivian dan langsung turun dari tempat tidur dengan semangat..
"kamu gak papa.?? " Ucap irwin sambil membantu vivian berdiri...
"Nyeri banget irwin..... Sakit... Kaki aku juga lemas banget lagi... Tapi aku mau ketemu sama anak anak..! " Ucap vivian yang meletakkan kepala nya di atas dada irwin..
"Biar Aku yang gendong.. " Jawab irwin dan langsung menggendong vivian ala bridal style ...
Tanpa penolakan sedikit pun, vivian justru melingkarkan tangan nya di leher irwin, dan membenamkan wajah nya di leher irwin..
"Sampai di rumah sakit, kalo kamu gak mau bikin anak anak bingung.. Kamu pakai kursi rosa aja.. Biar aku nunggu di parkiran..! "
"Jangan dong.. Kalo naik kursi roda gak masalah.. Tapi kamu juga harus jenguk anak anak... Lagian siapa yang mau dorong kursi roda aku coba.? "
__ADS_1
"Beneran kamu gak keberatan kalo aku jenguk anak anak.?? ".
"Gak keberatan kok.. Walaupun ke dua bocah bandel itu sangat dewasa dan jarang menangis di hadapan ku.. Hanya bersikap imut dan lucu saja, mereka merindukan dan membutuhkan sosok seorang ayah loh.."
"Apalagi Rival si anak pertana, dia sangat penasaran seperti apa wajah ayah nya.. Walaupun risal sudah menunjukkan foto mu, dia tetap menanyakan sikap mu, bagaimana wajah mu, dan beberapa percakapan anak kecil lain nya yang tak sengaja aku dengar..."
"Kau tau, perasaan aku pas denger anak aku ngomong kaya gitu .? Hancur banget tau gak...! Bahkan aku saja tak berani untuk masuk dan memberi pelukan pada timing seperti itu.. Benar benar seorang pecundang benget kan.? " Ucap vivian dengan mata memerah.
"Jangan ngomong kaya gitu dong.. Kalo kamu berpikir kaya gitu juga wajar sih.. Pasti ada banyak pertimbangan yang buat kamu susah buat pilih.. Akhir nya cara yang kamu pilih adalah lari dari semua pilihan yang rumit dan runyam, lebih memilih untuk menipu diri sendiri dan memakai topeng senyum seperti malaikat yang terkesan tak mungkin memendam luka dan kesakitan seorang diri...!"
"Padahal kamu udah rapuh banget loh.. Mungkin dengan kikisan mental dan kesalahan sedikit saja.. Kau akan menapakkan kaki dan terjatuh dari jurang yang amat tinggi.. Seandainya, waktu itu kamu tak mendapat donor darah secepatnya, aku yakin saat ini kau sudah putus harapan.. Mental yang tak stabil, lalu memilih untuk bunuh diri.. Iya kan vivian.??? * Klek* Ucap irwin sembari memasang sabuk pengaman untuk vivian.
"Entahlah... Tapi kalo soal bunuh diri, aku pasti akan melakukan nya jika aku kehilangan anak anak ku pada malam itu... Aku tak tau ini perasaan yang di rasakan oleh setiap ibu atau tidak, tapi melihat buah hati aku nangis saja rasa nya sakit banget..! Apalagi kalo lihat raga mungil yang terbaring di atas tempat tidur, tanpa hembusan nafas dari hidung... Syok dan rasa takut pun meraja lela dalam otak ku, saat aku membayangkan hal itu... ! " Ucap vivian dengan tangan yang gemetaran..
"Grep... " Irwin menggandeng tangan vivian yang sedang gemetaran itu...
"Hei.. Semua nya udah baik baik aja loh... Sekarang kamu kan gak usah memilih pilihan yang membingungkan dan menyebalkan..! Sekarang si kembar juga udah selamat, jangan di pikirkan hal hal yang buruk lagi.. Pikir kan saja hal hal yang indah dan menyenangkan..! Kau juga pantas untuk bahagia vivian, kau juga sama seperti manusia lain.! " Ucap irwin menenangkan vivian...
Vivian pun menggenggam kembali tangan yang sedang merangkul nya, dan menampakkan senyum tulus..
"Makasih loh irwin... Aku gak nyangka kamu bisa dewasa kaya gini.!! Udah kaya dua orang yang berbeda aja.. " Ucap vivian..
"Hahaha... Jelas dong, aku ini pemimpin dari perusahaan the star loh... Sudah pasti bukan orang biasa... Sepertu yang aku bilang sebelum nya, aku itu suami idaman semua cewe yang ada di-"
"Kita jalan yuk.. Keburu rumah sakit nya tutup lagi.. Kan bahaya..! " Ucap vivian memotong pembicaraan irwin, karena sudah tau apa yang ingin di katakan irwin.
"Jahat banget sih...! " Keluh irwin..
"CUP.... !!! " Kecupan yang mendarat di pipi irwin..
"Makasih udah kasih aku semangat loh.. Udah aku kasih energi tambahan ini yaah..
__ADS_1
Jadi semangat nyetir nya, jangan cemberut mulu... Hehehe... " Ucap vivian sambil tertawa dengan pipinya yang memerah..
Irwin pun merasa seperti sedang berasa di pertengahan musim semi, saat melihat senyum yang timbul dari wajah vivian..