Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#12.


__ADS_3

Ucap dokter rosa dengan tatapan tajam nya yang membuat para suster dan perawat yang melihat nya merasa kan hawa tertekan yang luar biasa di iringi dengan bulu badan mereka yang serentak berdiri dengan kompak ....


Setelah mengatakan pendapat dokter rosa, para suster dan perawat termasuk dokter rosa yang ada di situ langsung mengambil keputusan menerima sogokan. Toh apa pun yang mereka pilih, nyawa mereka akan jadi taruhan nya.


Setelah mengutarakan pendapat mereka, uang sogokan yang di janji kan tadi telah ada di tangan mereka masing masing. Setelah menyelesaikan masalah tutup mulut itu, ketua tim dari pengawal yang menyelesaikan masalah tadi langsung menelepon majikan nya (Papa nya Amel Kirana) untuk memberi tahu kan bahwa tugas menutup mulut sudah berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedikit pun


Setelah itu, para pengawal dan ketua dari pengawal pengawal itu langsung bergegas ke ruangan yang vivian tempati. Mereka masuk tanpa mengetuk, walau pun tak ada seorang pun sih, tapi etika tetap etika.


Sang kepala pengawal itu yang telah berdiri di samping vivian, lebih tepat nya di samping Infus yang tengah bergantungan di atas besi yang telah di sesuai kan tinggi nya oleh dokter rosa. Kepala pengawal itu langsung mengeluarkan botol kecil yang ada di saku jas nya (kira kira kecil nya botol itu seperti botol "Fresh care") dan mengambil jarum suntik yang ada di laci meja perawatan. . .


Dan tanpa basa basi atau rasa kasihan, kepala pengawal itu langsung menyuntik kan cairan dari botol kecil itu yang telah dia masukan ke dalam jarum suntik. Perlahan cairan infus yang awal nya berwarna bening, kini telah berubah menjadi warna hitam pekat (Racun yang mereka gunakan adalah racun mematikan yang sekali suntik langsung bertemu dengan Sang Pencipta Kita)...


Satu kesalahan yang di lakukan para para pengawal itu adalah mereka langsung meninggal kan vivian tanpa melihat reaksi apa yang di timbul kan, atau apa kah nafas nya sudah berhenti atau belum. Mereka sa~~ngat meremehkan wanita yang tengah terbaring itu.


Mereka tak tau bahwa vivian adalah wanita yang sudah kebal dengan semua racun, dari yang biasa biasa saja sampai dengan racun yang paling mematikan....


Setelah itu, semua jejak yang di mintai untuk di hapus dan masalah yang harus di selesai kan yang di minta oleh papa nya amel kini telah selesai sepenuh nya dan dengan keberhasilan 100% (itu pun menurut mereka, bukan menurut vivian.)


Setelah mereka merasa bahwa pekerjaan mereka sudah selesai, mereka langsung meninggal kan rumah sakit itu...


Dokter rosa yang sedari tadi menuggu kesempatan agar dapat melihat keadaan vivian, langsung berlari ke arah ruangan perawatan yang di tempati vivian setelah melihat para pengawal yang menggunakan jaz hitam itu meninggal kan rumah sakit.


Saat dokter rosa sampai di depan pintu ruangan perawatan vivian, dia langsung mengatur nafas nya yang belum stabil dengan jantung nya yang masih dalam keadaan yang sangat cepat detak kan nya.....

__ADS_1


Setelah sedikit tengang, dokter rosa langsung membuka pintu itu...


KLEK... (Suara pintu yang di buka)


HAHH.?!?!?!?


Suara dokter rosa yang terkejut dan langsung terjatuh dari posisi dia yang berdiri dan terduduk di lantai saking shock dan kaget nya dia.


Bagaimana tidak kaget, cairan infus yang seharusnya berwarna bening bagai air putih, kini telah berubah menjadi warna hitam pekat.


Air mata dokter rosa tak tertahan kan lagi, dia merasa sangat amat sedih karena seperti gagal menjaga orang yang dalam rencana nya akan di angkat menjadi adik nya.


"Ma... Maaf... Maaf kan aku.... Aku benar benar minta maaf....


Isak tangis sang dokter rosa, entah apa yang harus dia lakukan sekarang. Dia benar benar bingung dan hanya bisa menangis melihat orang di depan nya itu.....


Selang beberapa menit setelah dokter rosa menangis untuk meluap kan sakit hati dan kekesalan nya, dia bangkit berdiri dari lantai itu, dan memberanikan diri berjalan menuju Riska (Nama vivian dalam penyamaran) yang masih terbaring di atas ranjang perawatan itu.


Saat sampai di samping vivian, dokter rosa di kaget kan lagi dengan apa yang di lihat nya kali ini.


Vivian yang tadi nya dia anggap sudah mati, kini masih bernafas tanpa ada gangguan sedikit pun. Dia mengusap ngusap mata nya dan mencubit ke dua pipi nya karena dia berpikir dia salah lihat dan sedang berhalusinasi.


Karena masih tidak percaya dengan apa yang di lihat nya, dokter rosa meletakkan ke dua tangan nya di hidung vivian untuk memastikan bahwa hembusan nafas terus keluar seperti biasa nya, denyut nadi di semua titik yang paling vital masih berdenyut tanpa hambatan.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan pemeriksaan nya, dokter rosa menyimpulkan bahwa pasien nya yang satu ini tidak menunjuk kan respon apa pun walau sudah mendapat kan racun yang sangat mematikan.


"Riska Anindi, siapa kau sebenar nya? "


Ucap dokter rosa dengan tatapan nya yang terus menatap pasien yang sedang terbaring itu dengan tatapan yang penuh dengan tanda tanya di kepala nya...


Tapi dokter rosa menyingkir kan rasa penasaran nya itu , dan memilih untuk menyembunyikan vivian agar tidak mendapat kan bahaya lagi...


Dokter rosa langsung melepas kan semua selang yang tertancap pada tubuh vivian dan kemudian menutup vivian dengan kain sampai muka nya dan mendorong nya keluar dari ruang rawat itu menuju kamar mayat.


Tindakan nya ini di lakukan hanya untuk memanipulasi orang orang yang berkemungkinan besar masih berkeliaran di rumah sakit ini yang dapat mengancam keselamatan vivian.


Sesampai nya di depan pintu mayat, dokter rosa melihat sekeliling memastikan tak ada yang mengikuti nya. Setelah sudah di pastikan, dokter rosa lanjut mendorong vivian ke ruangan rahasia yang hanya di ketahui dokter rosa seorang...


Ruangan rahasia itu dokter rosa gunakan untuk bersembunyi jika *MEREKA* datang untuk membawa dia kembali.


Setelah sampai di ruangan rahasia itu, dokter rosa langsung memasang kembali selang selang yang memang tak boleh di lepas kan terlalu lama dari badan vivian.


Setelah selesai melakukan semua nya, dokter rosa keluar dari ruangan rahasia nya itu, dan menuju ke ruangan pencatatan riwayat kematian para pasien yang meninggal di rumah sakit itu.


Pada hari itu, dokter rosa membuat surat kematian palsu atas nama Riska Anindi (masih dengan nama samaran vivian), agar dapat menipu pihak rumah sakit sekali pun pihak pihak yang ingin mencari tahu tentang vivian...


Ingatlah untuk memberikan like dan komentar kalian. Tinggalin jejak kalian apa susah nya sih.?

__ADS_1


__ADS_2