
Setelah mendapat pesan dari riki, aurel berlari dari kamar nya menuju ke ruang bawa tanah sepertu sedang uji lari.
Setelah satu menit....
"BRAK.. " Bunyi pintu yang di buka dengan kuat.
Vivian yang mendengar suara bukaan pintu itu, tak berani memalingkan pandangan ke sana.
"Hah.... Hah.... Hah... Hah... " Nafas aurel yang sedang ngos ngosan...
"Vivian... " Ucap aurel. Vivian tak berani menjawab, apalagi menatap mata aurel saat ini.! Jangan kan vivian, ke 11 anak hacker yang sudah hidup dan tinggal lama bersama aurel saja merasa takut, yaah aurel adalah wanita paling galak di Vila itu. Tak ada yang boleh membuat nya marah,.!
"Apakah di sini tak ada yang bernama vivian ?" Tanya aurel.
Ke 11 anak hacker itu langsung menunjuk dan mengarahkan pandangan mereka pada vivian.
"Astaga... Ini kaya lagi ketahuan Ayah Ibu, kalo aku punya pacar tau....! " Batin vivian.
"I... Iyah kak Aurel. " Jawab vivian dengan canggung.
"Kenapa kau baru memberi tahu kami setelah 7 tahun lama nya? Aku butuh penjelasan.! " Tanya aurel.
"Kaka.... Vivian bukan nya gak mau kasih tau... Tapi terjadi insiden yang gak ada dalam perhitungan vivian. Jadi, kaka maafin vivian yaah... Jangan ngomel lagi..! " Ucap vivian dengan memanggil nama aurel dengan manja dan memasang wajah imut. Walaupun vivian sudah 25 tahun, dia masih terlihat imut.
Aurel pun tersipu. Bagian pipinya memerah, dia benar benar tak kuat dengan cobaan menahan wajah imut vivian...
"Ta... Tapi tetap aja kamu salah.. " Ucap Aurel yang berusaha membangun tembok untuk reaksi imut vivian.
"Jadi... Kaka tetap marah sama vivian ya ? Vivian tau salah kok, vivian minta maaf. " Ucap vivian dengan nada rendah karena merasa bersalah, dan wajah nya yang menunduk ke bawah.
"BRUK." Yaah, bunyi tembok pertahanan yang aurel bangun dengan susah payah, akhir nya rubuh lagi.. Jelas, aurel tak kuasa menahan serangan dari vivian.
"Hem... Ka... Kalo kamu udah tau salah ya udah. Masalah nya selesai, gak ada yang perlu di permasalahkan lagi... " Ucap aurel.
Riki pun memasang wajah yang jengkel sama vivian, lantaran kali ini juga dia tidak bisa membuat vivian kapok.
"Heh." Ucap vivian sambil menampakkan smirk di wajah nya, dan mengarah kan wajah kemenangan nya pada riki...
"Kamu.... " Ucap riki yang bersimbah emosi💢.
"Jadi, apakah kau mau bekerja sama dengan ku ? " Tanya vivian pada Robi.
Robi pun melihat vivian, lalu..
"Yaah aku mau.. Tapi jika ingin membunuh amel, serah kah pada tangan ku. Biar kau yang memberinya pelajaran.! " Ucap robi.
"Baiklah, kita sepakat. Mulai sekarang, jadilah mata mata yang ada di samping amel. Laporkan semua yang dia lakukan, hanya itu saja.! " Ucap vivian.
"Baik, akan aku lakukan dengan sepenuh hati. " Jawab robi dengan cukup bersemangat.
__ADS_1
Saat vivian berbalik dan ingin berjalan keluar, dia mengatakan dengan suara yang sangat kecil, agar hanya orang orang nya yang memakai earphone saja yang mendengar.
"Jangan beri tahu identitas ku pada nya. Tetap rahasiakan, dan saat kalian memulangkan dia kembali ke nagara W, tutup mata nya agar dia tidak tau ini di mana..! Entah kenapa, aku merasa ada yang ganjil dengan nya... Mungkin aku yang terlalu berlebihan, tapi untuk jaga jaga, kita lakukan seperti itu saja. "
Setelah memberikan perintah pada orang orang kepercayaan nya, Vivian dan aurel meninggalkan ruang bawah tanah, dan ke 11 anak anak hacker didikan juga langsung menunduk setelah mendengar perintah vivian..
Setalah itu, riki dan yang lain nya membuat robi pingsan, lalu memulangkan nya kembali ke negara W.
Jam kini menunjukkan pukul 5 sore..
"Aku akan pergi ke panti asuhan sekarang juga. " Ucap vivian yang sudah berdiri.
Riki dan Aurel pun ikut berdiri dan...
"Tidak bisa. Aku yakin selama ini kamu belum istirahat dengan baik, setidak nya mandi dulu, bersih bersih badan dulu. " Ucap aurel.
"Em.. Em... Aku setuju sama aurel. Makan malam dengan kami dulu, besok pagi baru kamu berangkat.. " Ucap riki yang menyambung bantahan dari aurel
"Ta... Tapi.... " Ucap vivian.
" Tak ada tapi tapian. " Teriak aurel dan riki secara bersamaan.
"Iya... Iya... aku bakal istirahat di sini malam ini.. " Ucap vivian.
Riki dan Aurel pun tersenyum dengan wajah yang bahagia..
"Hem.... Lebih baik aurel sama riki pacaran aja... Kalian kan seumuran, terus kalian selalu sama sama kalo kemana mana, udah gitu berantem sama sama, kadang tidur bareng tanpa ada rasa canggung... Seriusan, lebih baik kalian pacaran aja, jadi kekasih ye kan... " Ucap vivian dengan serius..
Pipi riki dan aurel pun memerah secara bersamaan, lalu....
"A... Ak... Aku masih ada urusan. Kita ketemuan di meja makan ya.. " Ucap aurel sambil berlari keluar dari ruang kerja riki.
"A.. aku juga. Masih ada pekerjaan yang kak lidia mintai aku tolong.. " Ucap riki sambil ikut berlari keluar juga. Mungkin mengarah ke taman belakang...
"Hei... Hei... Hei.. Hei... Kalo aurel yang berlari keluar masih masuk akal yaah. Tapi kenapa riki juga ikutan keluar ? Riki bilang ada yang harus dia kerjakan, Tapi Ini kan ruang kerja nya..! Apakah aku yang udah kelewatan ya.?! Tapi masa mereka gak nyadar sama perasaan mereka sih.? "
Ucap vivian sambil berjalan ke kamar yang biasa nya dia tempati..
Waktu pun berlalu, makan malam sudah selesai, masing masing orang juga sudah berpamitan untuk beristirahat.. Sama hal nya dengan vivian, riki, dan aurel.
karena kamar Riki, Aurel, dan Vivian berada di jalur yang sama, sepanjang jalan pun di penuhi dengan suasana yang sangat amat canggung. Bahkan vivian pun sampai merasa berjalan di kuburan, sunyi sekali.
"Hei, apakah kalian sakit atau sariawan ? Kenapa pada diam semua ? Apalagi kamu riki, kalian masih mikirin yang aku bilang tadi.?! Udah lah... Gak udah.. "
Ucapan vivian terhenti karena aurel dan riki sudah meninggalkan nya, bahkan sudah masuk ke kamar masing masing.
"Brak" Bunyi pintu yang di tutup secara bersamaan, jelas.. Karena kamar mereka bertiga bersebelahan.
"Aku benar benar melakukan kesalahan yaah... " Ucap vivian yang kini berdiri seorang diri...
__ADS_1
🌹🌹🌹
Dini hari pukul 05:00 pagi, Riki berjalan ke arah kamar vivian, lalu mengetuk pintu vivian.
"Tok.. Tok.. Vivian bangun yuk, olahraga sama kita semua.. " Ucap riki yang masih mengucek mata nya.
"......." Tak ada jawaban.
"Klek" riki pun memutuskan untuk membuka pintu, lantaran tidak di kunci oleh vivian.
"Loh...? Ko kosong ? " Ucap riki saat melihat kamar, tempat tidur, dan kamar mandi vivian tidak ada siapa pun.
"Tap.. Tap.. Tap.. Tap.. " Bunyi suara kaki riki yang berlari ke arah lantai bawah, dan menuju meja informasi..
"Titin, hari ini kamu yang bertugas mendata orang orang yang masuk keluar vila kan ? "
Tanya riki dengan tergesa gesa.
"Eh, iya kak riki.. Emang kenapa ?" Tanya titin.
"Lalu, apakah vivian sudah kembali ke negara W ? " Tanya riki.
"Ah, kak vivian yaah.. Iyah, kaka vivian udah pergi dari jam 2 atau 3 pagi tadi.. Terus nitip kertas kecil buat kak riki sama kak aurel. Nih... " Ucap titin sambil menyerahkan kertas kecil pada riki.
Isi kertas kecil itu..
"Hai riki aurel... Aku udah makan & Istirahat dengan baik kemarin. Udah jam 2 subuh, jadi aku pulang dulu yaah.. Lagian kalian berdua lagi marah sama aku kan, jadi aku berusaha biar gak ada di depan kalian. Gak usah baca dengan ekspresi sedih oke, soalnya gue becanda doang😋. Kalo aku datang lagi, usahakan kalian berdua udah pacaran dan jadi kekasih yaah🤪.. Salam hangat dari vivian😌😘... "
Setelah membaca isi kertas dari vivian, riki pun mengangkat wajah nya dan seketika karena aurel juga sedang membaca surat kecil yang dia pegang.
"Ha... Hai aurel.! " Sapa riki dengan canggung.
"Em.. Em hai juga. " Jawab aurel yang juga canggung.
"Kamu kenapa ada di sini ? Bukan nya di lapangan buat olahraga sama yang lain.?! " Tanya riki.
"Karena kamu sama vivian gak dateng dateng, jadi aku nyusul deh... Abis itu baca is... isi surat dari vivian..! " Jelas aurel yang masih canggung.
"Ah... " Respon riki.
"............................. " Riki pun diam
"............................. " Aurel pun diam.
"Krik... krik..." bunyi jangkrik 🦗😂
"Apakah kaka Aurel sama kak Riki lagi berantem ? Kenapa diam aja, gak kayak biasanya..?! " Ucap titin dengan polos
"Enggak kok" Teriak riki dan aurel secara bersamaan. Setelah itu sadar, dan langsung berlari ke arah yang berbeda.
__ADS_1
"Apakah titin salah nanya ya ? Terserah lah, lanjut kerja aja. " Ucap titin...