
"Dan yang paling penting dari semua nya, apakah kamu pernah memikirkan tentang diri mu ? Apakah kamu pernah sedetik saja, memikirkan dan khawatir tentang diri mu ? Apa kamu pernah vivian? " Tanya robert dengan nada tegas.
"......... " Vivian hanya membelalakkan mata nya yang bulat, dan dengan ekspresi kaget yang luar biasa. Jelas, karena yang robert tanyakan pada nya adalah pertanyaan yang bagaikan jalan buntu untuk vivian.
Tangan vivian entah kenapa gemetaran, irwin yang melihat hal itu pun langsung menggenggam tangan vivian dengan kuat.
"Kak robert, aku rasa pembicaraan kak robert sama vivian cukup sampai di sini aja deh. Biar aku yang selesaikan sisa nya. " Ujar irwin.
"Hah... Vivi, kaka pulang dulu. Untuk pertanyaan kaka tadi pasti kamu bakal renungkan sendiri kaya biasa nya, dan kali ini gak ada jangka waktu yang kaka berikan pada mu. Terserah kamu mau datang dan membicarakan hal ini dengan kak rey dan aku kapan saja, aku dan kak rey pasti selalu menunggu hal baik dari mu, " ucap robert dan beranjak pergi meninggalkan irwin dan vivian.
"....... "Lagi lagi vivian masih diam dalam posisi duduk mematung.
"Udah... Gak usah di pikirin lagi, semua ini karena aku yang mulai membicarakan yang engga engga kan ? Jadi kalo besok kamu ketemu sama kak rey dan kak robert, beritahu mereka bahwa kamu gak mau berhenti mengonsumsi racun. Aku yakin mereka pasti menghormati keputusan mu, "
ucap irwin sambil berjalan ke arah lemari, dan mulai memakai stelan jas milik nya. Lantaran dari tadi dia hanya menggunakan handuk hotel.
"Jawab pertanyaan ku. Kenapa kamu keberatan kalau aku mengonsumsi racun ! " tanya vivian penuh nada selidik.
"...... " kali ini gantian irwin yang terdiam seketika, dengan ekspresi yang tak biasa.
"A... Aku... Em, pembicaraan kali ini sampai di sini dulu. Nanti kalo aku udah siap juga, pasti aku bakal kasih tau ke kamu kok. " Ucap irwin dengan mata memerah seakan ingin menangis.
"Hei... Ada aku di sini... Ekspresi kamu saat ini kaya aku bakal meninggal kalo terus mengonsumsi racun, " ucap vivian memegang ke dua pipi irwin dengan tangan nya, dan tatapan khawatir.
"Sheeet....! " Irwin langsung refleks dan memeluk vivian.
__ADS_1
"Jangan tinggalin aku lagi yaah. Sekarang kamu itu udah jadi bagian dari hidup aku, " Gumam irwin tepat di samping telinga vivian, dengan kepala nya yang di letakkan di bahu vivian.
"Iyah... Aku gak bakal tinggalin kamu kok. Aku ada di sini, kamu tenang dulu. " Ucap vivian mengusap punggung irwin.
.......
.......
.......
.......
...~Beberapa saat kemudian~...
Irwin sudah selesai bersiap menggunakan stelan jas nya, dan dengan ketampanan yang tidak wajar membuat hati vivian ketar ketir. Padahal saat ini juga penampilan vivian sedang di lengkapi dengan gaun yang elegan dan panjang sampai di kaki, namun memiliki belahan sampai di paha yang dia pesan tadi.
"Oh jelas dong. Yang menjadi pertanyaan aku itu, gaun kamu vivian. " Ujar irwin mengerutkan dahi.
"Loh ? Emang kenapa win ? " tanya vivian menaikan satu alis nya.
"Kaya nya, desainer gaun ini kekurangan bahan deh, masa iya panjangnya sampai di kaki, tapi belahan nya sampai di paha kamu.! Kalo ada yang liat paha sama betis kamu gimana ? Cukup aku aja vivian, " gerutu irwin overprotektif.
"Hah... " Vivian menghembuskan nafas panjang, dan satu tangan memegang dahi nya.
"Irwin... Karena hari ini kita bakal pergi ke tempat penting, jadi penampilan aku harus kaya gini. Lagian jas yang kamu pakai juga jas yang senada sama warna gaun ku, kan aku yang mesan tadi, " ucap vivian memperbaiki dasi irwin.
__ADS_1
"Hem.? Kita mau pergi ke tempat penting ? Kenapa kamu gak kasih tau aku ? "
"Eh ? Aku udah kasih tau kamu beberapa menit yang lalu loh win, " jawab vivian.
"Iya iya... Sekarang kasih tau aku, kita mau ke mana ! " tanya irwin sambil merangkul kan ke dua tangan nya di pinggang vivian yang kecil dan ramping.
"Ke kediaman Satoru.! Aku mau kenalin kamu sama ayah ibu aku. " Jawab vivian dengan senyum sumringah di wajah nya.
"Ah... Ke kediaman sa- APAAAAAAA ????????? IH SAYANG MAH GITU IH, MASA GAK KASIH TAU DARI SEMALAM SIH. AKU BELUM ADA PERSIAPAN SAYANG ! DI MUKA AKU ADA JERAWAT GAK ? BENTAR, KALO KE RUMAH CALON MERTUA ITU AKU HARUS BAWA APA YAAH ? SIFAT AYAH KAMU KAYA GIMANA, SIFAT IBU KAMU KAYA GIMANA.? AH, AKU BELUM SIAP. "
Ucap irwin panik bagai akan menghadapi ujian akhir sekolah, lantaran ini bagaikan hal yang membuat dia senang dan takut. Yaah, takut di tolak saat memasuki kediaman Satoru.
"Hahaha... Kamu kaya perempuan aja deh, lagian kamu mau bawa apa untuk ayah ibu aku ? Mereka dari keluarga satoru loh ! Permata apa yang gak mereka punya ? Berlian jenis apa yang gak ada di sana ? Kalo kamu mau bawa sesuatu untuk mereka, "
"Mending sesuatu itu, hal yang sulit mereka gapai dengan uang. Bahkan gak bisa di miliki dengan uang mereka, jadi sesuatu itu harus benar benar berbeda dari biasa nya. Kepanikan kamu itu sering aku alami saat memikirkan ingin memberi kado apa pada ayah dan ibu saat ulang tahun mereka, karena gak ada yang gak mereka miliki dengan uang dan kekuasaan saat ini. " Jawab vivian penuh ketegasan.
"Hem...! Kamu bener juga yaah. Terus, biasa nya kamu kasih hadiah apa ke ayah sama ibu kamu ? " tanya irwin, agar mendapat petunjuk soal sesuatu yang akan dia bawakan.
"Ra. Ha. Si. A. " Jawab vivian dengan smirk jahil di wajah nya.
"Kok kamu gitu amat sih...?! Ini aku lo sayang, calon suami kamu nanti. Pelit bangat kasih tau hal yang aku tanya, " irwin merajuk.
"Kan udah aku jelasin tadi. Sesuatu yang gak bisa mereka beli dengan uang yang ayah ibu miliki, dengan IQ kamu yang melebihi aku itu, masa kamu gak bisa mikir sih ? Hahaha, kita berangkat sekarang yuk, soalnya si kembar udah sampai di bandara pribadi aku dari lima menit yang lalu. Kamu tau kan gimana jadi nya kalo si kembar rewel dan ngerjain satu maskot bandara. Aku jadi kasihan sama petugas bandara aku hari ini deh, " ucap vivian sambil menarik tangan irwin.
"Hah... Seperti nya aku tidak bisa membawa apa apa. Nanti aku pikirkan nanti deh, tergantung situasi juga sih. Dan lagian, jahil nya si kembar itu turunan dari kamu deh. Mereka berdua itu gak bisa duduk diam sedetik pun tau gak ? "
__ADS_1
"Ya bagus dong. Nanti kalo anak nya hanya duduk diam dan kaku, di salahkan lagi. Kehadiran si kembar juga udah jadi variabel yang kita butuhkan, jadi terima kenyataan aja kalo si kembar emang jahil. " jawab vivian yang kini sedang menaiki lift dengan irwin.