
...Aula pemberkatan pernikahan.
...
Irwin dan Pendeta yang akan memberkati pernikahan sudah menunggu pengantin wanita di aula, dan vivian yang sedang di dampingi oleh andhika pun berjalan di atas lantai dengan sangat elegan.
Mata biru mereka yang tidak di tutupi kalung dan lain sebagainya membuat para hadirin hanya terpaku pada mata mereka yang indah. Tak ada wartawan yang merekam berlangsungnya pemberkatan nikah mereka.
Namun siaran pernikahan mereka tetap di tayangkan di segala sisi yang terdapat layar , dan dapat menayangkan berlangsungnya pemberkatan. Karena, anak buah vivian sendiri yang akan merekam dan langsung menyiarkan nya.
Saat andhika sudah menyerahkan vivian pada irwin, andika pun turun dari aula dan bergandengan tangan dengan istri dan cucu nya.
Irwin terus memberikan senyuman terbaik nya, karena hari ini sudah dia dambakan dari saat bertemu kembali dengan Vivian.
"Apakah semua nya sudah siap ? " Tanya pendeta.
"Sudah." Jawab irwin tegas.
"Belum pendeta, masih memerlukan sedikit tambahan.! " Jawab vivian yang membuat semua keluarga besarnya heran pada nya.
Apalagi yang masih kurang ? Dekorasi nya kah ? Atau ada apa lagi ? Padahal semua persiapan sudah 100% , lalu apa lagi yang di maksud vivian ?
"Tambahan apa vivian ? " Bisik irwin cemas, berpikir vivian ingin membatalkan pernikahan.
"TENTU SAJA MASIH KURANG KEHADIRAN KU, IRWIN ! " Kata seseorang yang kini berjalan ke arah Irwin dan Vivian dengan sangat elegan dan anggun.
...(Orang Yang masuk ke dalam aula 👆)...
__ADS_1
Seluruh keluarga besar vivian mulai berisik kiri kanan, karena kehadiran wanita tak di kenal itu mau tidak mau pasti menyita perhatian. Dan dari semua itu, ada irwin yang terpaku tanpa ekspresi di wajah nya.
"KENAPA ? APAKAH KAMU SUDAH LUPA PADA KU, ANAK KU YANG NAKAL ? " Kata wanita itu lagi, yang kini menampakkan senyum simpul sempurna di wajah nya. Yang posisi berdiri nya hanya lima langkah dari tempat berdiri nya irwin dan vivian.
"Mo... Mommy ? Apa ini nyata ? Kamu beneran Mommy ku ? " Kata irwin tak percaya, karena yang ada di dalam benak nya, Mommy nya hanya terbaring tak berdaya di atas ranjang pasien.
"Itu beneran Mommy loh win, masa kamu gak kenal sama mommy sih ? " Jelas vivian sambil menggeleng kan kepala nya.
"Bagaimana bisa ? " Irwin berjalan mendekat.
"Ais, kamu lama sekali. Sini mommy peluk duluan.! " Teresia pun langsung maju dan memeluk irwin kuat kuat.
Tak ada lagi bocah tengil yang seluruh badan nya dapat teresa tutupi dengan sekali pelukan, Teresia bahkan hanya bisa memeluk irwin yang lebih tinggi dari nya sekarang, dan dengan keseluruhan otot yang terlatih.
"Jangan menangis sayang.. Ini adalah hari pernikahan mu, masa iya bukan mempelai wanita yang menangis, tapi mempelai pria sih ? Gak malu apa ? Mommy aja malu loh.. " Kata teresia sambil mengusap punggung irwin dengan pelan dan penuh akan kelembutan.
"Irwin... Irwin gak nangis mom.. Hanya... Hanya saja... " Perkataan irwin terhenti. Bukan menggantung perkataan, tetapi karena bingung mau berkata apa.
"Em.. Irwin bakal dengar penjelasan nya saat selesai pemberkatan nikah, mommy berdiri di samping ayah aja yaah. Biar keluarga dari mempelai pria juga ambil bagian dalam hal ini. " Kata irwin sambil menunjuk ke arah andhika, tetapi perhatian teresia lebih ke arah dua bocah kembar nan menggemaskan yang berdiri di bawah sana.
"Baiklah, mommy mau berkenalan secara langsung dengan cucu mommy dulu. Jadi kamu fokus pada pemberkatan nikah saja, oke ? "
"Em... " Jawab irwin sambil menganggukkan kepala nya, sambil melihat teresia yang berjalan turun dari tangga mendekati si kembar.
"Kamu memberikan kejutan yang sangat amat tak bisa kubayangkan vivi.. " Bisik irwin.
"Memberikan kejutan yang tak terbayangkan adalah keahlian ku sayang.. " Balas vivian sambil ikutan berbisik.
"Kali ini, apakah ke dua mempelai sudah siap ? " Tanya pendeta yang kini menampakkan senyum hangat dari wajah nya yang sudah terdapat banyak keriput.
"Sudah.. "
__ADS_1
Jawab Irwin dan Vivian dengan penuh kepastian dan keyakinan 100% !
"Apakah Mempelai Pria dan Wanita, berjanji akan saling memperlakukan sebagai suami Istri selama nya ? " Tanya sang pendeta, yang mulai mengatakan kata kata yang sudah menjadi kebiasaan dalam pemberkatan nikah !
"SAYA BERJANJI, SELAMA NYA ! " Jawab Irwin dengan penuh ketegasan dan kebahagiaan yang tak bisa di utarakan.
"Mempelai wanita, apa anda berjanji ? "
"SAYA BERJANJI, SELAMA NYA ! " Jawab Vivian dengan kebahagiaan yang tak terlukiskan !
"Semoga kalian berdua bisa saling berbagi buah yang sangat manis untuk waktu yang lama, tanpa menjadi layu, dan semoga kalian di berkati keturunan yang banyak ! " Berkat pendeta sambil meletakkan tangan nya di tangan irwin dan vivian yang sedang di satukan.
"Semoga masa depan kalian hanya di penuhi dengan kebahagiaan dan ketulusan, tanpa penderitaan ! "
Pendeta pun selesai memberikan berkat, dan mempelai pria dan wanita telah resmi menjadi suami istri.
Irwin dan vivian pun di persilahkan untuk saling berciuman !

Aplos tangan pun terdengar di mana mana ! Bunga bunga bertaburan saat ke dua insan ini sedang menampakkan adegan manis mereka. Ke dua mata si kembar pun di tutup rapat rapat oleh Teresia, Grand mother yang baru mereka temui dan tentu nya sudah menjadi akrap. Hal itu adalah hal yang lumrah, karena keahlian si kembar dalam menjadi akrap dengan seseorang apalagi dengan orang yang memiliki hubungan darah dengan mereka, sangatlah mudah.
Andhika dan istri nya menyapu butiran bening yang keluar dari bola mata mereka, karena detik ini juga, anak perempuan satu satu nya mereka telah resmi menjadi istri dan milik orang lain. Memang mereka masih dapat bertemu setiap hari, namun sudah ada perbedaan nya.
Banyak sorak sorai saat Irwin dan vivian berjalan menyusuri karpet merah, yang menuju ke pintu keluar. Sudah ada limosin yang menanti kedatangan mereka berdua, limosin yang sudah di hiasi oleh bunga dan aksesoris lain nya pun menyusuri jalanan yang rapai dan sangat padat.
Irwin dan vivian di antar di sebuah tempat penerbangan, yang nanti nya akan di naiki oleh mereka berdua, sang pilot akan langsung menerbangkan jet pribadi yang sangat mewah itu ke sebuah pulau yang sudah di atur oleh Irwin.
Mereka berdua akan menikmati tiga hari tanpa gangguan sedikitpun, dan akan berbulan madu seperti pasangan pada umum nya.
__ADS_1
Dan tempat pemberkatan nikah dan pesta pun di adakan selama dua hari dua malam. Terdapat pembagian makanan secara gratis bagi warga biasa selama dua hari penuh, dan hal itu di nikmati oleh semua orang.