
Jelas irwin tak marah, orang reaksi vivian yang saat ini di nampak kan sangat imut. Dia hanya bisa menikmati nya, dan juga sedikit menambahkan rasa kesal agar wajah cemberut vivian semakin bertahan lama.
"Ih apaan sih... Seharusnya kamu itu bersyukur aku masih mau nunggu kamu, gimana kalo aku selingkuh sama cowok lain ? " kata vivian sambil melepaskan pelukan nya, dan meluapkan kekesalan nya.
"Eh.... ??? Emang para pelayan di kediaman ini sangat sesuai dengan selera mu ? Atau ada pelayan yang muka nya mirip seperti aku ? Atau sifatnya yang mirip sama aku ? Atau -"
"Diam...! Udah datang nya lama, masih sempat jawab omelan aku lagi, kamu itu sayang sama aku gak sih ? " tanya vivian memotong kalimat irwin.
"Menurut kamu, kalo aku gak sayang sama kamu , aku bakal berjuang mati matian selama 22 hari untuk menjadi perusahaan nomor satu gitu ? Kalo aku gak sayang sama kamu, aku bakal datang ke sini padahal jarang istirahat selama 22 hari belakangan ini ? Hem ? " tanya irwin sambil menempelkan kening nya di kening vivian.
"E... Em... " gumam vivian yang bingung harus berbuat apa.
"Ayolah Pa, Ma... Kita juga ada di sini loh, jangan merasa dunia milik berdua dong. " Kata Rival yang saat ini sedang di gendong andhika kakek nya.
"Pasti papa cuma kangen sama mama deh, maka nya yang di peluk cuma mama. Kita berdua gak di anggap kak. " Sambung risal sambil cemberut di pelukan stefani nenek nya.
"Eh.? Kalian kapan datang ? Kok mama gak nyadar ? " tanya vivian bingung.
"Ya jelas kamu gak nyadar lah vivi, orang kamu lagi pelukan sama irwin. Mana bisa kamu fokus sama lingkungan sekitar. " Jawab stefani mama vivian.
"Benarkah ? " tanya vivian meyakinkan.
"Hah... Kamu mau percaya atau tidak yaah terserah kamu. Bukti nya si kembar aja gak kamu perhatiin. Kamu hanya lari seorang diri dengan kecepatan penuh, sehingga kami kesulitan mengikuti langkah mu. Jadi yaah ayah sama mama memutuskan buat jalan pelan pelan aja sambil gendong si kembar, orang si irwin juga gak bakal kemana mana kok. " Sambung andhika sengaja, karena seru melihat wajah vivian yang kini berubah sedikit demi sedikit berwarna merah padam.
"U... Um... Win... Irwin... Kamu meluk si kembar sana, nanti banyak yang protes lagi. Apalagi ayah sama ibu, sana kasih laporan. Aku bisa kapan aja kok lepas rindu, " kata vivian sambil memalingkan wajahnya dari ayah, ibu, si kembar, dan irwin dengan wajah yang masih memerah.
__ADS_1
"Pft... Puwahahahaha... Mama kaya anak kecil aja, yang ngambek kalo gak di beliin ice krim. Hahaha, lucu banget tau gak. " Ledek rival yang saat ini tertawa sambil memegang perut nya.
"Hahaha.... Risal setuju sama kaka, kaka bener banget. Mama kalo lagi salting gini amat yaah, kaya tomat yang udah ranum banget. Hahaha, " sambung risal.
"......... " Vivian hanya diam dan menatap tajam si kembar dengan tatapan dingin.
Si kembar yang sadar akan ultimatum dari sang mama pun langsung merangkul kan tangan mereka pada kakek dan nenek mereka, agar di lindungi. Jujur saja, selama 22 hari terakhir ini, si kembar sering kena omel dan kena cubit kalo melakukan hal yang benar benar kelewat batas.
Bahkan vivian tak tanggung tanggung untuk menyuruh si kembar mengepel lantai, karena ulah si kembar makin di manja dan di bela kakek nenek, mereka jadi bandel dan susah di atur.
"Hei vivi, jangan takutin cucu mama dong. Kamu akhir akhir ini kok jadi cepat banget emosi nya, kalo kangen yaudah sana sama irwin. Jangan ancam cucu cucu mama pake tatapan kamu yang menakutkan. " Kata stefani merangkul risal dengan erat.
"Astaga, entahlah sikapnya yang seperti ini di dapat dari mana. Padahal anak perempuan, tapi tak ada anggun anggun nya, Haisss.. " Keluh andhika dengan nafas panjang.
"Heh memangnya sifat nya yang seperti itu di dapat dari mana kalo bukan dari kamu ? Bukan nya semua anak anak kita mewarisi sifat kamu yang kaya gini ? Haissss, apakah karena sudah tua kamu sudah lupa bahwa vivi adalah anak yang sifat nya kaya hasil foto copy dari mu ? Aisss.... " Keluh stefani membela vivian.
"Ya vivi kan anak aku, aku boleh marah sama dia, tapi orang lain gak boleh. Sekalipun itu ayah nya. Ngerti ? " Kata stefani sinis.
"Hah... Kalo ayah sama ibu masih mau berantem sama kaya anak SMA yang lagi berebut cinta dan kasih sayang, lebih baik vivi, irwin, sama si kembar masuk ke dalam dulu yaah. Capek dengerin celotehan kalian, kuping kita kita juga hampir memerah tau.. " Kata vivian menengahi perdebatan ayah ibu nya.
Si kembar pun langsung turun dari rangkulan kakek nenek mereka, dan berlari ke arah irwin papa mereka.
"... PAPA... " Kata si kembar kompak, dan langsung lompat ke pelukan sang papa. Dua dua nya, berada di masing masing tangan irwin, dan memeluk irwin dengan sangat erat.
"Papa kira kalian gak rindu sama papa loh. "
__ADS_1
"Mana ada.... Rival kangen banget sama papa, rival mau secepatnya pulang terus tinggal bareng sama papa" kata rival.
"Sesayang itu kalian sama papa. " Kata irwin terharu.
"Bukan pa... Soalnya mama kalo tinggal di sini sendirian tanpa papa, galak banget. Pantat aku sama kaka hampir tiap hari merah karena di pukul sama mama, aku sama kaka udah gak kuat lagi pa... " Jelas risal dengan muka mengharu biru yang terlihat jelas.
"Apakah mama kalian sejahat itu ? " tanya irwin memastikan.
".. Em... Em... " Jawab si kembar sambil menganggukkan kepala mereka dengan cepat dan berkali kali.
"........ " Irwin hanya diam dan menatap ke arah vivian penuh selidik.
Tapi vivian memasang wajah tak bersalah dan mengangkat ke dua bahu nya, seakan semua yang di laporkan di kembar hanya tipuan.
"Jadi... Yang benar itu mama kalian atau kalian sih ? " tanya irwin yang mulai bingung.
"Ihhhh.. Kalo papa gak percaya, rival sama adek bakal buka celana biar papa lihat sendiri deh. "
"Em... Em... Soalnya dua jam yang lalu mama baru aja mukul pantat aku sama kaka. Padahal aku sama kaka cuma bercanda sama kak citra loh. "
"Bercanda sama kak citra ? Emang kalian bercandain apaan sih ? " tanya irwin penasaran.
"Aku sama kaka cuma mutusin tali biola kak citra ko pa. Kan tinggal di ganti, " jelas risal.
"Hei... Tali biola yang kalian maksud itu, kalian pikir itu tali yang biasa di beli di toko musik yaah ? Tali alat musik biola itu, di kasih sama guru les musik nya yang udah meninggal. Jadi tadi setelah citra bilang gak papa, dia lari ke kamar mandi buat nangis loh. Kalian berdua bukan nya merasa bersalah, malah cari pembenaran. Gak baik banget tau gak, kalo nanti udah pulang, mama bakal ajarin ulang tata krama dan etika yang harus kalian patuhi. Ngerti? " kata vivian penuh ancaman.
__ADS_1
"E.. Em.. " Jawab si kembar merasa bersalah.
Sedangkan irwin hanya bisa menghibur si kembar, jelas... Karena irwin juga takut kena omel dari vivian. Setiap ibu dalam rumah tangga kalo lagi marah itu, wihh... Sulit di utarakan dengan kata kata. Kesalahan yang di buat bertahun silam aja di ungkapin lagi, benar benar punya memori satu tera di benak mereka...