Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#136.


__ADS_3

Irwin langsung meletakan vivian dengan lembut di atas ranjang yang empuk, di iringi dengan ciuman yang lembut, semakin dalam, semakin dan semakin dalam dan panas lagi...


"Hah... Hah... Hah... " nafas mereka berdua tak dapat di atur.


"Vivian... " ucap irwin dengan lembut dan mulai menjejali tubuh vivian yang sangat menggoda.


"I... Irwin... Pelan pelan... Jangan di gigit kekencangan, " ucap vivian karena irwin terlalu... Yaah begitulah.


"Bisakah kamu menjawab pertanyaan ku ? " tanya irwin.


"Apakah harus di tanya saat momen sepertu ini ? " jawab vivian menahan sakit dengan muka yang merah maron.


"Karena di saat seperti inilah aku dapat berbuat semauku, dan kamu akan menjawab pertanyaan ku bila aku terus membuat sesuatu di badan mu, " jawab irwin melanjutkan hal yang dia lakukan tadi.


"Ugh... Maka tanyakan saja, " jawab vivian tak dapat berbuat apa apa.


"Kenapa kamu selalu menjauh dan mengalihkan pembicaraan saat aku membicarakan tentang status kita ? " tanya irwin yang sekarang menatap mata vivian dengan dalam, mata penuh pengharapan, dan mata hitam pekat yang selama ini vivian rindukan.


"A... Aku ada alasan ku sendiri... " jawab vivian terbata bata.


"Kenapa kamu memalingkan pandangan dari ku ? Tatap mata ku dan jawab lah, " ucap irwin dengan nada sedikit emosi.


"I... Irwin... Bisakah kita bahas nya lain waktu saja ? Saat ini momen nya kurang pas, " jawab vivian dengan beberapa keringat dingin di kening nya.


"Hah... (Irwin menghembuskan nafas panjang)"


"Aku selalu tak berdaya jika kamu sudah memohon seperti itu... Maka, waktu kita akan semakin panjang. " Jawab irwin dan mulai melakukan aksi nya.


Mereka berdua melepas rindu, padahal hanya beberapa hari saja, tapi mau bagaimana lagi ? Nama nya juga anak mudah...


...~Empat jam kemudian~...


Kini irwin dan vivian benar benar sudah kewalahan dan kehabisan tenaga. Mereka tidur di atas bantal kepala yang sama, di bawah selimut yang sama, dan tangan irwin yang memeluk vivian dengan erat, karena masih ada kecemasan di dalam hati nya, jika dia terbangun dan tak mendapati vivian di samping nya seperti tujuh tahun lalu...


"Aku harap saat membuka mata besok, kamu akan memberikan penjelasan yang kau janjikan tadi... *Cup* Semoga mimpi indah sayang... " ucap irwin dan mulai memejamkan mata nya, dan perlahan kehilangan kesadaran.

__ADS_1


.......


.......


.......


...~Pagi hari pukul lima~...


Perlahan irwin malai membuka mata nya, lantaran terbangun karena suara air dari kamar mandi.


Apa vivian sedang mandi ? batin irwin


"Tap... Tap... Tap... " irwin turun dari ranjang dan berjalan ke depan pintu kamar mandi.


Aku bukan nya mesum yaah, aku hanya ingin memastikan bahwa ini vivian atau bukan, batin irwin yang sedang bergelut dengan niat baik dan niat jahat di dalam tubuh.


"Vi-"


"Klek " pintu kamar mandi yang terbuka, bertepatan saat irwin mengangkat tangan ingin mengetuk pintu.


"A... Aku bukan nya mesum atau apa yaah, aku hanya ingin memastikan itu kamu atau enggak! " jelas irwin dengan canggung


"Irwin... Siapa yang bilang kalo kamu itu mesum atau siapa yang lagi curiga sama kamu sih ? Kok reaksi kamu kaya gini ? " sambung vivian dengan smirk jahil di wajah nya.


" ( ͡°⁄ ⁄ ͜⁄ ⁄ʖ⁄ ⁄ ͡°) " Blush...


Wajah irwin langsung memerah, tak tau harus berkata apa, dan menyanggah dengan alasan apa...


"P... Po... Pokok nya gitu lah.! Aku mau mandi, " ucap irwin dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan menutup pintu dengan keras. Sedikit info, irwin dalam keadaan telanjang, tanpa sehelai benang di badan nya sedikit pun.


Beberapa saat kemudian, saat irwin sudah selesai mandi, dia mengulurkan tangan nya untuk meraih handuk, tapi terdengar suara jeritan yang memecahkan gendang telinga nya, dan membuat perasaan nya tak karuan...


"Aaaakkkhhhh...... Uuggghhh.... Hiks... Sakit... Aaaahhhhhh, " jerit vivian dengan penuh rasa perih yang tak tertahan kan.


"BRAK..! " Bunyi pintu yang di buka dengan keras.

__ADS_1


"Vivian.. KAMU KENAPA ? " tanya irwin berlari ke hadapan vivian yang sedang duduk lemas di lantai, dengan kedua tangan nya menutup mata nya.


"Sa... Sakit... Hiks... Irwin... perih... Hiks... Sakit... " keluh vivian tanpa membuka mata nya.


Irwin bingung, panik, gelisah, tak tau mau berbuat apa. Mata nya menelusuri sekitar, karena merasa mungkin menemukan sesuatu yang dapat menjadi petunjuk.


Di sudut ruangan, terdapat cincin permata biru vivian yang memecahkan kaca karena di lempar terlalu kuat oleh vivian.


"APA ADA YANG BERMASALAH DENGAN CINCIN NYA ? APA CINCIN ITU MENGGORES MATA MU ? KATAKAN SESUATU PADA KU SELAIN KELUHAN SAKIT, AKU SANGAT KHAWATIR SAAT INI VIVIAN, " bujuk irwin sambil, memegang bahu vivian dengan ke dua tangan nya.


"Hiks... Sakit... Otak ku tak bisa bekerja.. Sakit sekali irwin... " jawab vivian dengan nafas yang tak beraturan.


"CUKUP SUDAH..! AKU SUDAH TAK BISA MENAHAN NYA LAGI, " ucap irwin sambil menarik ke dua tangan vivian yang menutup ke dua mata nya.



Mata vivian yang biasa nya berwarna cokelat terang, kini menjadi warna biru terang walaupun tertutupi air mata. Mata irwin terbelalak, saking kaget dan syok nya irwin, dia jadi bingung harus berekspresi seperti apa...


"Vi... Vivian... Warna mata mu, " ucap irwin terbata bata.


"Panas irwin... Rasa nya perih banget... Kaya ada air cabe yang di siram ke mata aku... Hiks... Aku tak tahan lagi, " keluh vivian meremas tangan irwin sampai meninggalkan jejak.


irwin membawa vivian ke dalam kamar mandi, dan menyiram wajah vivian dengan air dingin. Bahkan vivian menimba air dengan genggaman tangan nya, dan merendam mata nya berkali kali dengan air dingin...


...~Beberapa saat kemudian~...


"Apakah sekarang sudah agak mendingan ?" Tanya irwin yang baru selesai menyeka butiran air yang tergenang di wajah vivian, di atas ranjang.


"Em... " Jawab vivian sambil perlahan membuka mata nya.



"....... " Irwin terdiam seribu bahasa, dia terpaku dengan penampakan warna mata vivian yang epik, estetik, dan sangat indah. Membuat siapa saja yang menatapnya tak bisa berpaling ke lain arah.


Bagaikan berlian, bahkan lebih indah dari bongkahan berlian setelah di poles. Yaah, itulah warna mata khas milik keluarga satoru.

__ADS_1


"Irwin... Sebelum nya, aku mau minta maaf karena telah menyembunyikan identitas ku yang sebenarnya. Aku bukan nya sengaja, tapi karena aku terpaksa. Apakah kau akan menjauhi ku saat mengetahui bahwa aku adalah anak bungsu dari keluarga no satu di dunia ? " tanya vivian sambil menunduk kan kepala karena takut, dan dengan suara yang terdengar serak serak basah.


__ADS_2