Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#46.


__ADS_3

"Hah.? Secepat itu langsung di temukan.? Jika bawahan nya sehebat ini, lalu bagaimana dengan gadis ini ? Apakah dia hanya menyewa saja ? Batin Robi...


Setelah mendengar laporan riki, vivian sempat berpikir sejenak..


"Hem...... Apakah ada foto nya ? " Tanya vivian.


"Kalo begitu sebentar.!! " Jawab riki sambil melanjutkan pergerakan tangan nya.


"Yap, ini dia. Entah kenapa wajah anak ini sangat familiar bagi ku..Apakah aku pernah bertemu dengan anak ini ?"Ucap riki sambil menunjukkan foto anak yang di selidiki pada vivian.


"Yaah, Dia Anak ku... Wajah nya mirip dengan yohan, perbedaan nya hanya tahi lalat yang ada di bawah bola matanya.! " Batin vivian.


"Yaah itu dia.. " Ucap vivian.


"Hem, aku heran dan penasaran pada mu.! Kenapa kau mengkhianati majikan mu ? Bahkan sampai memberitahukan hal ini secara terperinci.! "Tanya vivian pada robi.


"Aku punya dendam pada nya. Ada hutang nyawa yang harus dia bayar.! " Ucap robi dengan gigi nya yang di gertakan dan wajah yang penuh akan emosi.


"Oh, dendam apakah itu.? " Tanya vivian sambil berjalan menuju kursi milik nya lalu menduduki nya sambil memangku kaki.


"Untuk apa aku memberitahu mu?" Jawab robi dengan santai.


"Hehe" Tawa ke 11 anak hacker sambil memegang pistol, belati, dan beberapa alat yang mereka dalami.


Saat Robi melihat mereka semua yang tiba tiba memegang pistol, keringat dingin mulai membasahi wajah nya.


"Aku benar benar tidak boleh meremehkan gadis ini.. Pengikutnya saja sudah menyeramkan seperti ini, apalagi dia.. " Batin robi sambil menelan ludah.


"Yaah, siapa tau aku bisa membantu mu. Sebagai ucapan terima kasih karena tidak membunuh anak itu mungkin.? Kita berada di perahu yang sama loh.! " ucap vivian

__ADS_1


Robi pun menurunkan ego nya, dan memilih untuk menceritakan tentang dendam nya pada vivian..


"Aku punya kaka perempuan. Umurnya sama dengan amel, kaka ku bersekolah di SMA yang sama dengan amel. Berbeda dengan amel yang masuk sekolah itu karena punya latar belakang yang baik, kaka ku masuk ke SMA itu karena beasiswa. "


"Kaka ku adalah wanita yang sangat baik, memiliki hati yang lembut, dan memiliki paras yang cantik.! Sehingga dia dijuluki dan di kenal dengan sebutan " Malaikat ".


"Awalnya semua masih baik baik saja. sampai akhirnya amel merasa kepopuleran nya seperti tersingkirkan, karena kehadiran kaka ku. Dia pun menyusun dan menjalan kan rencana nya yang biadab.! "


"Dia menyiapkan sepulu laki laki preman, membayar mereka dengan uang agar mencelakai kaka ku. setelah itu, dia memberikan obat tidur dan obat perangsang pada kaka ku, Lalu menyuruh ke 10 preman yang dia bayar untuk melecehkan (Memperk*sa) kaka ku. "


"Tak sampai di situ saja, foto foto saat kaka ku tidak tertutup kain sedikit pun, dan video saat kaka ku di gang bang oleh ke 10 preman itu pun di sebarkan ke seluruh sekolah. "


"Gosip pun mulai tersebar, video dan foto kaka ku tak bisa di hapus dari postingan karena amel menyewa seorang hacker, citra kaka ku pun hancur total, beasiswa nya di cabut dan di keluarkan dati sekolah."


"Karena kaka ku sangat frustasi, akhirnya dia memutuskan untuk bunuh diri saat aku baru kelas dua SMP. Semenjak saat itu, walaupun aku tak tau siapa dalang yang membuat kaka seperti itu, aku memupuk dendam dari hari ke hari. "


"Melatih kekuatan fisik ku, belajar dengan giat, sampai saat aku menyelidiki dengan tangan dan beberapa informasi dari beberapa sahabat setia kaka ku, aku pun mengetahui bahwa amel kirana lah dalang di balik semua kejadian buruk yang menimpa kaka ku. "


"Hem... " Vivian yang sedang berpikir.


"Dan aku ingin bertanya lagi... Apakah kau adalah keluarga dari wanita yang melahirkan, koma, dan di suntik mati di rumah sakit oleh keluarga amel itu ? " Tanya robi...


"Hem... Gimana ya jawab nya... Aku bukan keluarga dari wanita yang kau maksud itu.!"


Jawab vivian.


"Hah..? Lalu ? " Tanya robi dengan menaikan alis satu nya ke atas..


"Sebenarnya.... Em... Sebenarnya... " Ucap vivian yang masih terputus putus karena akan merasa repot, jika riki dan ke 10 anak didik kan nya tau bahwa dia sudah punya anak dan tidak memberitahukan pada mereka.

__ADS_1


"Vivian apa kau sakit ? Kenapa kau susah sekali menjelaskan pada anak yang di tahan itu.! " Protes riki karena merasa ada yang janggal dengan vivian.


"Huh... Sebenarnya aku adalah wanita itu sendiri. Wanita yang melahirkan, koma, dan di beri suntikan racun mematikan pada enam tahun yang lalu. " Jelas vivian dengan perasaan yang mulai tidak enak, karena ke 11 anak termasuk riki sedang mendengar dengan telinga mereka yang terbuka lebar.


"Ah, jadi begitu... HAH.? APA.? " Kaget dan teriak robi dengan wajah yang kelabakan.


Reaksi ke 10 anak hacker yang lain masih di penuhi dengan tanda tanya dan beberapa kata tanya dan terheran heran... Dan ekspresi riki... Yaah, riki sedang mangap dengan wajah yang seketika membatu.


"Rik.... Riki... Loh baik baik aja kan ? " Tanya vivian karena khawatir riki tidak bersuara, hanya mematung di tempat, dan ekspresi muka tak dapat percaya dengan kata kata vivian, bahkan riki tidak berkedip.!


"Vivian... " Ucap riki dengan wajah yang sulit di jelaskan.


"Yaah." Jawab vivian dengan cepat.


Riki memegang kedua bahu vivian, menarik nafas, lalu...


"KAMU GILA YA ? KENAPA UDAH 7 TAHUN BARU AKU TAU KALO KAMU PUNYA ANAK ? UDAH GITU KOMA?? KAMU KOMA DAN BAHKAN DJ SUNTIK RACUN... DAN GIMANA CERITA NYA ANAK KAMU DI PANTI? TERUS ANAK YANG ADA DI AMEL JUGA ANAK KAMU ? KOK BISA..? GIMANA CERITA NYA..? PANTESAN AJA WAKTU AKU LIAT FOTO ANAK YANG DI PANTI ASUHAN KAYA FAMILIAR, TERNYATA WAJAH ANAK ITU MIRIP SAMA KAMU...."


Teriak riki dengan panjang × Lebar, sehingga air liurnya sampai muncrat di wajah vivian.


Vivian yang mendengar ocehan riki pun, hanya bisa memalingkan wajahnya dan pasrah. Vivian membuka tangan nya dan langsung di berikan tisu oleh salah satu anak didik hacker di sana. Sambil menyeka air liur riki yang berterbangan di wajah nya, vivian pun berkata..


"Padahal tadi aku udah bilang, jangan lebay kalo kaget nya. Apalagi sampai membanjiri wajah ku ini..! " Gerutu vivian pada riki.


"Emang nggak waras kamu, tunggu aja aku kasih tau Aurel sekarang. " Ucap riki sambil mengirim pesan pada Aurel, karena merasa akan kalah debat jika hanya seorang diri, sehingga menghubungi Aurel.


"Hah... " Hembusan nafas panjang dati vivian.


"Gini ni... Jadi ribet kan kalo riki udah tau.." Batin vivian sambil memegang kening nya.

__ADS_1



__ADS_2