Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#74.


__ADS_3

Setelah menjelaskan secara sederhana agar ke dua anak nya dapat mengerti, vivian juga menceritakan bagaimana dia tertimpa musibah (Kecelakaan sebelum melahirkan), tentang dia yang koma, dan akhirnya kehilangan anak anak nya....


"Hiks.... Hiks.... " Suara isak tangis dari rival dan yohan, yang terdengar jelas di kuping vivian.


"Loh.? Rival sama Yohan kenapa nangis sayang.? " Tanya vivian terheran heran. Jelas, tiada hujan tiada angin, kenapa kedua anak nya tiba tiba menitihkan air mata..?!


"Pasti mama sakit banget kan.? pasti mama juga lebih menderita dari kita berdua kan.? Hiks.... " Ucap rival dengan air mata.


"Gak ada efek samping dari racun yang di suntikkan ke mama kan.? Yohan tau kalo mama sekarang udah terlihat baik baik aja, tapi... Tapi... Pasti ada gejala samping nya kan... Hiks... " Ucap yohan dengan air mata juga.


"Hei, anak mama yang ganteng ini... Jangan nangis dong, nanti cakep nya ilang tau. Kalian tenang aja, sekarang mama udah baik baik aja. Bukti nya mama lagi berdiri di depan kalian, mama sehat sehat aja kok." Ucap vivian menenangkan ke dua malaikat kecil nya itu, sambil memeluk dan menepuk pundak mereka dengan lembut.


"Oke.. Sekarang kalian berhenti nangis yaah. Ini waktu nya kalian tau marga mama, asal usul keluarga mama, dan marga untuk kalian berdua. " Ucap vivian mengalihkan ke pembicaraan lain agar ke dua anak nya tidak menitihkan air mata lagi.!


"Em... Kita pengen tau ma.. " Sahut si kembar dengan kompak.


Vivian pun menekan tombol perintah yang ada di jam yang nya, lalu para pelayan masuk ke kamar rival dan yohan, memindahkan cermin berukuran besar tepat di samping sofa yang vivian dan anak anak nya tempati.


"Hem.? Cermin.?? Untuk apa ma.? " Tanya rival.


"Emang kita mau ngapain sih ? Pakai cermin segala lagi.. " Sahut yohan.


"Nanti juga kalian bakal tau kok. " Jawab vivian dengan senyum di wajah nya.


"Oke. Kalian berdua udah tau nama panggilan atau nama depan mama kan.? "


"Iyah.. Kita udah tau ma. Vivian kan?! " Jawab di kembar dengan kompak.


"Kalo gitu, perkenalkan... Nama lengkap mama adalah Vivian Satoru . " Ucap vivian sambil melepaskan cincin yang ada di jari tengah nya itu.


Seketika mata vivian pun berubah warna perlahan lahan, seperti biasa nya. Keindahan yang terpancar dari mata vivian, berhasil membuat Rival dan Yohan tak berkedip sedikit pun.

__ADS_1


Mereka berdua menyaksikan dengan seksama perubahan warna mata mama nya itu, dan di penuhi akan kekaguman pada sang mama dengan teramat sangat.


"Wah... Mama tambah cantik.. " Ucap yohan sambil terpukau...


"Mama bener bener kaya bidadari deh. " Sambung rival.


"Astaga... Makasih loh atas pujian nya. " Jawab vivian.


"Ah... Ada yang gak bener. " Ucap yohan.


"Em, yohan bener banget ma. Rival setuju sama dia kali ini. "


"Hem.? Apa nya sayang.? " Tanya vivian


"Kalo warna bola mata mama kaya gini, terus kenapa warna bola mata rival sama yohan cokelat terang ma.? " Tanya rival.


"Em, kali ini yohan juga setuju sama rival ma. Warna bola mata papa kan hitam pekat, bagaikan di telan langit malam. Terus asal usul warna mata kita kenapa beda sendiri ma..? " Tanya yohan yang penuh ketakutan.


Jelas, karena rival dan yohan tak mau memiliki ibu lain selaim vivian. Mereka tak mau berpisah dari vivian lagi.


Rival dan Yohan pun langsung menurut, dan berdiri bersama sama di depan cermin.


"Tetap aja ma... Gak ada yang berubah. " Ucap Rival.


"Iyah ma.. Tetap warna cokelat.. " Sahut yohan.


"Kalian berdua gak sabaran banget ya. " Ucap vivian sambil menepuk tangan nya dua kali.


Sisil, sang pelayan yang bertugas melayani vivian pun datang dengan membawa mangkuk yang bentuk nya indah dan estetik, namun terdapat api yang sedang membara di dalam mangkuk itu.


"Wah keren. Tangan nya sisil gak rasa kepanasan atau kebakar gitu.? " Tanya Rival.

__ADS_1


"Lagi mau main sulap sulapan yaah.?" Sambung yohan.


"Tentu aja bukan dong yohan. Terus kalo soal panas tidak nya, sini mama jelasin. Ini adalah mangkuk yang sepanas apapun yang terkandung di dalam nya, gak akan kerasa walaupun kita pegang dengan tangan telanjang sayang.. " Jelas vivian.


"Hem... Dengan kata lain, mama membuat bahan bahan dari mangkuk itu menggunakan alat alat yang gak menghantar panas ya. ? " Tanya Rival.


"Hem... Kalo menurut rival kaya gitu, kalo menurut yohan beda lagi. Kaya nya mama pakai suatu alat atau reaksi zat, yang dapat menghentikan penyebaran panas kan ma.? " Sahut yohan memberi pendapatnya.


"Jawaban kalian berdua benar. Mama menggunakan alat alat yang tidak menghantar panas, dan dengan reaksi zat mama menghentikan penyebaran panas nya. Anak anak mama pintar banget ya.. " Ucap vivian sambil mengelus kepala anak nya.


"Sekarang kalian hanya boleh ngeliat cermin oke.? " Ucap vivian


"Okeh ma. " Jawab si kembar.


Tanpa basa basi lagi, vivian langsung menarik dua helai rambut nya, dan membakarnya di dalam mangkuk dengan api yang berkobar kobar dengan hebat itu. Seketika, warna mata rival dan yohan pun langsung berubah perlahan mengikuti warna bola mata sang mama.


Vivian berjalan ke arah cermin juga, lalu..


"Sekarang... Nama kalian berdua adalah Rival dan Risal Satoru.. " Ucap vivian dengan bayangan diri nya yang terpantul di depan cermin, dan juga bayangan dari ke dua anak nya.


Dengan reaksi yang masih terkagum kagum karena warna bola mata mereka yang berubah, yohan di kaget kan lagi dengan kata kata yang di ucap kan oleh sang mama


Yohan memalingkan wajahnya dari cermin, dan memandangi vivian dengan mata yang mulai memerah.


"Nama Yohan udah di ganti.. Hiks... Akhir nya, nama 'Yohan' yang aku benci selama ini di ganti. Hiks.... Nama pemberian dari amel itu sama sekali gak aku suka. Hiks.. Risal seneng banget.. Huwa..... " Ucap risal sambil memeluk sang mama dengan isak tangis kebahagiaan.


Tak mau kalah, rival pun memberi komentar


"Hem... Nama rival udah tambah keren, mata rival apalagi.! " Ucap rival sambil memeluk vivian juga.


Entah kenapa, walaupun risal sedang menangis karena senang dengan nama nya yang telah di ganti, rival juga turut menampakkan senyum bahagia atas nama baru yang di dapat saudara nya itu. Yaah, nama nya juga saudara kembar, Mau rasa bahagia ke, sedih ke..Pasti di rasain sama sama☺..!

__ADS_1


Senyum kebahagiaan terpampang jelas di wajah Vivian, Rival, dan Risal satoru. Rangkulan kehangatan terus di berikan vivian pada ke dua anak nya. Suasana di sekitar nya pun di penuhi akan berkumpul nye keluarga yang telah lama berpisah..


(Walaupun masih kurang irwin sih, tapi nanti juga bakal jadi satu kok😁🤭).


__ADS_2