
"Irwin ? Kamu kenapa ? " tanya vivian memiringkan kepala.
"Vivian... Apa ini tak terlalu berlebihan? Bagaimana bisa siksaan seperti itu kamu lakoni dengan setulus hati ? Ini meminum racun loh. RACUN.! " Ucap irwin berteriak.
"Hei.. Kamu dengar dulu penjelasan ku, "
"Tak ada penjelasan atau pembelaan yang dapat membenarkan tindakan kamu yang kaya gini vivian. "
"Irwin... Ini karena aku tak mau membuat semua keluarga ku cemas dan menangis.! "
"KENAPA KAMU LEBIH MEMENTINGKAN PERASAAN KELUARGA MU SIH ? " irwin mulai berteriak
"KAMU DIAM DULU IRWIN. INI KARENA DULU SAAT AKU BERUMUR TUJUH TAHUN, AKU TERKENA RACUN YANG MEMBAHAYAKAN NYAWA KU. ORANG TUA KU PANIK, GELISAH, KHAWATIR, DAN SELALU MENANGIS SAAT MELIHAT AKU TERBARING TIGA BULAN LAMA NYA DI ATAS TEMPAT TIDUR. "
"AKU MENGETAHUI HAL INI SAAT SEDANG ISENG MEMBOBOL CCTV DI KEDIAMAN. SEMENJAK SAAT ITU, AKU MULAI MENGONSUMSI RACUN DARI YANG PALING TIDAK BERBAHAYA SAMPAI YANG SANGAT BERBAHAYA DENGAN BERBAGAI DOSIS, DAN TENTU SAJA DENGAN KAK REY DAN KAK ROEBRT YANG MEMBANTU AKU YANG PEMULA DALAM HAL RACUN--"
Perkataan vivian yang tengah menjelaskan sambil berteriak tiba tiba terhenti karena irwin memeluk nya dengan sangat erat.
"Aku tau kamu melakukan hal ini karena tak mau membuat keluarga mu khawatir pada mu. Tapi aku mohon, berhentilah mengonsumsi racun mulai saat ini vivian. Aku mohon pada mu, aku tak mau kau tersiksa... " Mohon irwin bersungguh sungguh.
__ADS_1
"A... Aku... "
"Klek.. " Pintu yang terbuka.
"Aku setuju dengan yang di katakan irwin vivi. " Ucap robert yang memasuki kamar yang di tempati irwin dan vivian saat ini.
"KAKAK... " Teriak vivian dan berlari memeluk robert.
"Dari dulu sampai sekarang kamu gak pernah berubah yaah. Selalu meluk aku sama kak rey kalo bertemu. Di mana pun, kapan pun, dan di situasi apapun. " Ucap robert sambil mengelus kepala vivian dengan lembut.
"Loh.? Kak robert kok bisa masuk sih ? " tanya irwin.
"Karena aku menghubungi hans dan meminta kartu yang sama untuk membuka pintu ruangan ini. Karena aku tak tenang saat melihat pesan dari mu masuk. "
"Hei... Aku sudah bilang bahwa aku khawatir dengan adik ku. Dan lagi, kalo aksesoris ini tertukar atau hilang kamu mau tanggung jawab ? " jawab robert.
"Iya juga sih. " jawab irwin.
"Udah pelukan nya... Sekarang kamu pakai kalung ini dulu, biar gak ada yang lihat mata indah ini " ucap robert sambil memasangkan kalung di leher vivian.
__ADS_1
Karena kebetulan vivian berbalik ke arah irwin, perubahan mata nya ke warna cokelat di saksikan oleh irwin dengan jelas.
"Baiklah... Sekarang mari kita bahas soal racun yang terus kau minum ini, vivi" ucap robert dan langsung duduk di atas kursi yang ada di ruangan itu.
"Kak... Kok kaka setuju si sama perkataan irwin? Kalo aku berhenti meminum racun, bagaimana kalo kekebalan tubuh ku menghilang ? Bagaimana kalo aku terkena racun dan tertidur sangat lama di atas ranjang lagi ? " ucap vivian penuh penolakan.
"Vivi... Untuk ukuran kamu saat ini, udah bagus banget tau gak. Sekalipun sekarang kamu terkena racun, itu tak akan berdampak pada kesehatan mu. Karena tubuh mu sudah terbiasa dengan reaksi dari zat berbahaya yang terus kamu konsumsi."
Jelas robert dengan teliti. Vivian masih mengerutkan dahi nya, dari raut wajah nya, terlihat jelas kalo vivian tidak setuju dengan yang di katakan robert saat ini.
"Bagaimana bisa kak robert bilang kaya gini ? Belum ada penelitian yang membuktikan kalo yang kak robert katakan tadi itu benar. " Ucap vivian tegas..
"Aku dan kak rey sudah melakukan penelitian tentang berhenti mengonsumsi racun, lalu beberapa tahun kemudian menyuntikkan racun yang lebih berbahaya dan dalam dosis yang sangat besar. Hasilnya memang ada gejala yang membuat kita kesakitan, tapi tidak membawa kematian. Bahkan aku dan kak rey sudah menyiapkan segala jenis penawar dari berbagai jenis racun, semua kemungkinan yang akan terjadi telah kami analisa sematang matang nya. " Ucap robert.
"Pada siapa kak robert melakukan penelitian itu ? " tanya vivian memastikan.
"Pada tubuh kak rey. Ini semua sudah kami berdua sepakati, karena aku dan kak rey tak mau hal yang sama terjadi lagi sama kamu. Dan aku bersama kak rey sudah merencanakan ini dari saat kau berumur delapan tahun. "
"Kenapa kak robert sama kak rey melakukan penelitian ini untuk vivi ? Bagaimana kalo penelitian nya gagal dan mendatangkan kematian ? "
__ADS_1
"Kami melakukan ini karena peduli pada mu vivi. Aku dan kaka selalu merasa tersiksa saat melihat kamu yang dari dulu merintih kesakitan di dalam kamar sambil menutup mulut, agar tidak ketahun oleh kami berdua. Apa kamu pernah memikirkan perasaan aku dan kak rey saat kamu nekat memaksakan diri seperti itu ? Jangan lari jauh, apakah kamu pernah memikirkan perasaan ayah dan ibu yang selalu merasa bersalah karena memberikan pendidikan yang keras pada mu ?"
"Dan yang paling penting dari semua nya, apakah kamu pernah memikirkan tentang diri mu ? Apakah kamu pernah sedetik saja, memikirkan dan khawatir tentang diri mu ? Apa kamu pernah vivian? " Tanya robert dengan nada tegas.