
Setelah irwin yang merasa puas telah membalas kejahilan hans, dan hans yang merasa tekanan batin dan stres yang luar biasa.. Meninggalkan kehampaan di dalam hati kecil irwin, karena teringat akan sesuatu yang tak bisa ia gapai...
"Hem..??! Kenapa semua kecocokan ini mengarah pada mu vivian.? Kamu yang menghilang enam tahun lebih yang lalu, dan perusahaan sky yang terbilang kehilangan pemimpin di jangka waktu yang sama.."
"Lalu tiba tiba kemunculan kamu dengan perusahaan sky yang kembali stabil, Apakah ini sungguh kamu.? " Ucap irwin pada diri nya sendiri..
"Ah.. Tau Ah.. Aku paling malas berpikir dan menganalisis permasalahan yang runyam seperti ini.! Vivian.... Apakah sungguh itu adalah nama mu.? Dalam pencarian ku kemarin, dengan menyamakan tingkat kecocokan dan latar belakang yang kau miliki, sehingga dapat di kait kan dengan perusahaan sky dan dengan petunjuk nama *Vivian*, Hanya Vivian Satoru lah orang yang paling cocok"
"Tapi warna mata mu pada malam tujuh tahun lalu, dan pada malam ulang tahun gunawan biasa saja.. Hah... Tak mungkin kau adalah vivian satoru, aku tak akan patah semangat, dan akan terus mencari mu."
"Tapi saat aku menemukan mu lagi, aku pasti tak akan melepaskan mu.! " Ucap irwin sambil melanjutkan mengerjakan dokumen yang segunung itu...
.......
.......
.......
.......
.......
......~Di saat yang sama di tempat vivian~......
"Ting.. Tong.. " Bunyi pesan masuk.
"Ha.? Vivian, kita udah mendapat balasan dari perusahaan the star dalam hitungan satu jam. Apakah proses pengerjaan nya bisa secepat ini.? Atau hanya asal asalan saja.? " Ujar pendapat lidia.
"Entahlah.. Yang penting bacakan isi dari pesan mereka, mau mereka asal asalan kek, apa kek, gak peduli.. Suka suka mereka lah." Jawab vivian dengan irama jantung yang mulai tak tenang..
Yah, vivian tak mau mendengar kalimat penolakan dari pesan balasan dari perusahaan the star. Entah kenapa, vivian tak mau melakukan hal yang dapat merugikan pihak irwin dengan latar belakang nya.!
"Vivian... Mereka menyetujui nya..! " Ucap lidia sambil menatap vivian.
"Huh... Baguslah.. Setidak nya aku tak perlu melibatkan latar belakang ku.! " Jawab vivian lega.
"Kau jangan senang dulu... " Ucap lidia membuat perasaan vivian buyar seketika.
__ADS_1
"Apa maksudmu.? "Tanya vivian serius.
"Di pesan ini, ada satu *Note* Yang mereka tinggal kan. Lebih tepat nya syarat yang harus kita penuhi. " Jawab lidia.
"Sebutkan syarat nya..!! " Perintah vivian.
"Syarat nya tak banyak, hanya satu. Irwin agreete, pemimpin perusahaan the star, ingin bertemu dengan pemimpin dari perusahaan sky. Dengan alasan yang masuk akal.. Mereka ingin membicarakan tentang kondisi perusahaan kita yang hampir bangkrut baru baru ini, apakah benar saat ini perusahaan kita sudah stabil, atau masih ada kemungkinan jatuh nya. Karena mereka tak mau menanggung rugi jika perusahaan kita dapat bangkrut sewaktu waktu... " Jelas lidia..
"………………" Vivian hanya diam tanpa ekspresi, tanpa sepatah kata pun, dan wajah yang seketika langsung pucat..
...Apakah dia sudah mulai curiga dengan aku.? Apakah dia dapat menebak dengan mudah bahwa ini adalah aku, wanita yang menghabiskan malam dengan nya.? Jika di pikir kan, semua hal yang terjadi belakangan ini akan nyambung jika di satukan. Apakah dia sudah selesai memecahkan teka teki ini.? Bagaimana ini.? Apa yang harus aku lakukan.? Apakah dia akan mengambil anak anak dari ku.? Apakah dia akan dengan tega nya memisahkan aku dengan anak anak ku.? Tidak.. Tidak.. Tidak... Aku tak mau... Batin vivian dengan pikiran yang campur aduk....
"....... an. "
"...... ian"
"...... Via.. "
"Vivian... "
"VIVIAN...!!! " Teriak lidia degan suara lantang, yang berhasil menyadarkan vivian dari lamunan nya yang penuh akan ketakutan itu..
"Aku sudah memanggil mu dari tadi, kenapa kau tidak mendengarkan panggilan ku.? " Ucap lidia.
"Ah.. Maaf, apakah ada sesuatu yang terjadi.? " Tanya vivian dengan pikiran yang belum tertata rapi.
"Hah.... Kau tenang dulu, mari pikirkan jalan keluar nya bersama sama. Jangan kau simpan semua beban seorang diri, kau bisa stres kalo kebanyakan pikiran nya.! " Ucap lidia khawatir.
"Huh.... Hahaha.. Seperti nya aku terlalu penakut deh, akhir akhir ini..! " Ucap vivian sambil merangkul ke dua lengan nya yang gemetaran...
.......
.......
.......
...~Di Saat yang sama~...
__ADS_1
Irwin yang sedang memangku kaki nya, manahan wajah nya dengan satu tangan, dan memandang ke luar jendela dari ketinggian kantor nya..
"Memang semua kecocokan itu hanya tertuju pada vivian satoru.. Tapi apa salah nya kalo aku mengedit dan mengirimkan pesan dari pemikiran aku .? " Ucap irwin
Yaah, note tambahan dalam pesan persetujuan adalah ulah irwin.
"Jika dia menolak dan tak mau memberikan denda nya, sudah pasti kalo wanita ini adalah pemimpin dari perusahaan sky. Dan jika masih memungkinkan dengan status nya sebagai keluarga satoru, aku rasa kemungkinan nya masih 50 banding 50. Hehehe, sekeras apapun kau berusaha lari dan menghindar... Ujung ujung nya aku akan mendapat kan mu."
"Apakah kau tidak tau kata pepatah yang mengatakan *Sepandai pandai nya tupai melompat, pasti akan terjatuh juga. Aku menantikan jawaban mu vivian, Kau adalah WANITA MILIK KU SEORANG.! "
Ucap irwin dengan dengan senyum mempesona dari wajah nya, yang bertebaran di sekitar aura kepercayaan diri nya itu.! Sungguh wajah yang tampan dan sulit untuk di percaya bahwa wajah seperti itu adalah manusia..
.......
.......
.......
.......
...~Kembali ke keadaan vivian~...
Aku harus tenang... Ayo kendalikan pikiran yang sempat melenceng ke mana mana tadi.. Ayo pikirkan sesuatu... Pikirkan jalan keluar nya.. Sebuah hipotesis juga tak apa.. Batin vivian.
"Ah.. Sekarang juga kamu kirim kan pesan pembatalan permintaan izin yang kita kirimkan sebelum nya.! " Perintah vivian
"Tapi vivian.. Jika kita membatalkan tentang izin ini, kita harus membayar denda nya. " Ucap lidia.
"Memang nya berapa denda yang harus kita bayar? " Tanya vivian
"Satu miliar.! " jawab lidia.
"Ah.. Apakah perusahan kita semiskin ini.? Apakah perusahaan sky yang aku pimpin dan aku dirikan bertahun tahun yang lalu, tak bisa membayar denda dengan nominal kecil ini.? Bahkan ini dalam mata uang rupiah loh lidia, buka dolar.. ! " Ucap vivian sambil mengerutkan alis nya.
"Tapi mau di pikirkan dari sudut mana pun, kita mendapatkan kerugian dong. Masa iya kita mengeluarkan uang cuma cuma, dan tidak menghasilkan apapun.? " Bantah lidia.
"Aku bukan memberikan uang secara cuma cuma loh lidia. Aku yakin saat ini irwin sedang bertaruh tentang identitas ku, maka aku juga akan bertaruh apakah pemikiran ku tentang dia salah.. Mari kita sama sama bertaruh.. Irwin Agreete. " Ucap vivian kembali berpikir panjang dengan kepala dingin..
__ADS_1
Lidia pun hanya terdiam dengan jawaban vivian...
Sebenarnya, apa yang kau dan laki laki itu pikirkan sih.? Batin lidia.