
Sedangkan ke dua kaka vivian dan irwin hanya menertawakan tingkah vivian yang menggemaskan itu.
Vivian berdiri dengan gelas wine nya, dari lantai dua bersandar di tembok dan terus menatap ke bawah. Di mana irwin sedang bercanda ria dengan ke dua kaka nya.
"Tuh cewek terus gendeng tangan irwin mau menyeberang jalan yaah ? Udah kaya ketempelan jin aja, " ucap vivian dengan mulut nya yang terus komat kamit.
"Hahaha Hahaha... Dek... Kamu liat reaksi mama gak ? Lucu banget ! " ucap rival terbahak bahak.
"Hahaha... Rencana kali ini bakal berjalan sukses deh, benar benar gak sabar make baju yang warna nya serasi satu keluarga," jawab risal.
"Hahaha... Tante vivian kalo marah kaya lucu banget tau gak ? Btw, ayah ibu aku udah akur banget tau gak. Kaya nya bakal ada nikah masal deh, " sambung glen yang dengan elegan meneguk jus anggur nya.
"Oh, jadi kak glen benar benar kunci paman reynard dan bibi rosa di satu kamar selama dua hari ? " tanya risal.
"Jelas dong. Tentu sebelum itu aku udah masukin termos, kompor listrik, dan kulkas yang penuh akan makanan, jadi mereka gak mati kelaparan deh, " jawab glen bangga.
"Wah, benar benar beresiko sih. Tapi yaah mau gimana lagi, menyatukan dua orang yang kaya orang asing itu bakal susah kalo pakai cara yang lembut, " sambung rival.
"Eh, kak glen, kak rival... Lagu dansa nya udah kedengaran... Kita liat reaksi mama. Karena risal yakin banget kalo mama bakal bertindak sekarang. "
"Aku juga sependapat sama kamu dek, " jawab rival dan glen, yang tak memalingkan pandangan ke mana mana, hanya vivian seorang.
"Tak... Tak... Tak... " Vivian turun dari tangga sambil berjalan dengan elegan menghampiri irwin dan siska yang sedang membicarakan akan berdansa di lagu pertama atau lagu berikut nya saja.
"Irwin... Gimana kalo lagu ke lima aja ? Soal nya aku udah lapar banget! Mau ngemil dulu, " ucap siska dengan suara yang dapat terdengar jelas oleh vivian yang sedang berjalan mendekat.
"Iyah boleh kok, " jawab irwin sambil tersenyum.
"KAU TIDAK PERLU REPOT REPOT MEMIKIRKAN LAGU DANSA KE BERAPA UNTUK BERDANSA DENGAN IRWIN ! KARENA MALAM INI IRWIN HANYA AKAN BERDANSA DENGAN KU ! " Ucap vivian yang langsung mendekatkan diri pada badan irwin, dan menolak siska dengan lembut agar menjauh sedikit dari irwin.
"Kamu siapa ? Selagi irwin gak kasih perintah ke aku, aku bakal dansa sama dia," jawab siska memancing vivian agar mengeluarkan semua hasrat kecemburuan nya.
"Aku siapa itu tak penting untuk mu, " jawan vivian mengerutkan dahi.
"Emang irwin siapa nya kamu sih ? Sampai sampai kamu ngelarang aku kaya gini ? " tanya siska.
__ADS_1
"Irwin siapa nya aku kamu bilang ? DIA MILIK KU ! " Jawab vivian dan langsung menarik dasi milik irwin, dan mencium nya dengan sangat kasar.
Semua mata langsung tertuju pada vivian dan irwin yang sedang berciuman. Karena ciuman vivian yang sangat kasar dan kelamaan, irwin sampai kewalahan mengatur nafas nya.
Bahkan irwin mencoba menolak vivian dengan lembut agar bisa menarik nafas, tapi apa daya, saat ini vivian benar benar dalam mode cemburu, dan terus menarik dasi milik irwin, dan kemudian meletakkan kedua tangan nya di wajah irwin.
Irwin yang berdebar pun hanya bisa membiarkan vivian yang memimpin jalur ciuman ini, karena irwin sudah sangat senang dengan kata kata yang di ucap kan vivian tadi " DIA MILIK KU !" , debaran jantung irwin membuat sirkulasi darah irwin menjadi tak beraturan dan hanya memikirkan hal di atas ranjang untuk kelanjutan nya.
"Hah... Hah... Hah... Hah... " nafas irwin dan vivian yang tak beraturan.
"Kamu... Ikut dengan ku, " ucap irwin dengan muka merah sambil menarik tangan vivian keluar dari hotel yang di jadikan tempat pesta ulang tahun robert hari ini.
Memang irwin bisa langsung naik ke lantai lima untuk menikmati waktu berdua dengan vivian, tapi irwin tak mau ada gangguan dan hanya menginginkan ketenangan, agar waktu nya dengan vivian dapat di nikmati setiap detik nya.
"Pelan pelan jalan nya, " ucap vivian yang sudah kewalahan mengikuti langkah kaki irwin..
"Kyaaa" Teriak vivian saat irwin menggendong nya ala bridal style , dan berjalan memasukan vivian ke dalam mobil, lalu melaju pergi ke tempat yang sudah dia pikir kan.
"Hehehe... Rencana kita bertiga kali ini berjalan mulus yaah, salut aku sama ide kita yang entah datang dari mana, " ucap rival sambil melipat kedua tangan nya di dada.
"Tunggu dulu. Kak Rival, kak Glen, risal cuma mau bilang gini, kenapa kaka kaka gak tutum mata risal saat mama papa lagi ciuman ? " tanya risal serius.
"Ah ayah ibu ibu ku memanggil ku. Dah si kembar lucu, " ucap glen lari dari pertanyaan risal yang membuat nya merasa bersalah dan tak bisa mencari alasan melindungi diri, meninggalkan rival seorang diri.
"Kaka, jangan bilang kalo kaka kebelet pipis.... " Ucap risal dengan mata tajam.
"Astaga adik ku. Jaman sekarang tak ada hal tabu lagi di antara masing masing individu, kau harus terbiasa dengan hal barusan, " ucap rival mengangkat bahu dengan satu keringat di pipi nya.
"KAKAK...! " Teriak risal.
"Eh ? Kok gelap ? " ucap risal yang mata nya di tutup oleh sang kaka.
"Kan tadi kamu protes karena mata kamu gak di tutup, sekarang kok malah nanya kenapa gelap ?! " ucap rival tak merasa bersalah.
"UDAH TERLAMBAT TAU GAK ? " teriak risal berusaha mengeluarkan tangan kaka nya yang menempel di mata nya.
__ADS_1
"Astaga adik ku... Tak ada kata terlambat di dunia ini, " ucap rival menggelengkan kepala nya.
"KATA SIAPA ? " tanya risal emosi.
"Kata mama, adek... Kamu gak percaya sama mama lagi yaah ? "
"Ahhhhh..... Lepasin tangan kaka gak ? "
Pertengkaran si kembar pun terus berlanjut, dengan riki dan aurel yang menikmati cemilan dari belakang si kembar, tapi tetap mengontrol hal hal yang terjadi di sekitar si kembar. Karena malam ini, riki dan aurel bertugas menjaga si kembar. Ini merupakan perintah langsung dari vivian.
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...{ Di sisi lain, Hotel *Flower*}...
Langkah kaki irwin terkesan cepat dan sedang terburu buru, sambil menggendong vivian di rangkulan nya.
Saat bertatapan dengan petugas resepsionis, irwin hanya menganggukkan kepala nya, dan resepsionis yang melihat pemilik dari hotel flower ini langsung memberi hormat pada irwin, dan irwin pun berlalu dari hadapan nya.
Di hotel flower, hotel yang di dirikan oleh irwin ini, terdapat satu ruangan yang seperti apartemen di lantai sepuluh. Yaah, itu adalah ruangan yang disiapkan oleh irwin jika dia malas tidur di kantor.
"Brak.! " Pintu ruangan yang di tutup dengan tendangan irwin.
__ADS_1
Irwin langsung meletakan vivian dengan lembut di atas ranjang yang empuk, di iringi dengan ciuman yang lembut, semakin dalam, semakin dan semakin dalam dan panas lagi...