
⌚Dini hari pukul 04:00⌚
Di jam empat pagi ini, rival dan risal telah bangun. Mungkin karena mereka terlalu kepikiran jadi bermimpi buruk. Sehingga bangun lebih awal dari biasa nya.
Tanpa basa basi lagi, si kembar ini langsung bergegas mandi, memakai pakaian sendiri, menyisir rambut, intinya mereka melakukan hal yang sama seperti kemarin.
Yaah, dengan ada nya kesalahpahaman ini juga membawa dampak baik.. Yaah, saudara kembar ini semakin akrab dan semakin mengenal satu sama lain.
Karena tubuh mereka yang kecil dan pendek, sehingga melakukan ini itu semakin memakan waktu. Seperti membuka lemari yang lumayan tinggi, harus memindahkan kursi dulu.. Dan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan tinggi dan berat.
⌚Pagi hari pukul 06:00⌚
Rival dan risal yang sudah selesai berpakaian yang rapi, mengambil buku pelajaran bahasa inggris yang di simpan di bawa batal risal.
Mereka berdua juga sambil berdialog mengikuti contoh yang ada di buku cetak, menghabiskan waktu yang sedikit berguna lah yaah..
Waktu pun memang terus berlalu.. Memang waktu terbilang cukup kejam. Karena tak peduli kau suka atau tidak, dia akan terus berputar dan menemukan mu dengan berbagai hal baru, sampai lada titik terakhir yaitu kematian.
Mata rival melihat ke arah jam yang berada di dinding kamar mereka. Pukul 06:30 pagi, saat melihat jam nya, mata rival menampakkan kesedihan yang lumayan mendalam.
"Biasa nya di jam segini, mama pasti bakalan datang buat bangunin kita loh.! " Ucap rival dengan suara yang berat.
"Iya... Waktu itu juga mama bangunin kita di jam segini. Benar benar kangen banget sama mama..! sambung risal..
"Tap... Tap... Tap.. Tap... " Suara langkah kaki yang terdengar sedang berlari dengan langkah kaki yang cepat, terdengar oleh si kembar.
"Brak.. " Bunyi pintu yang di buka dengan keras...
"RIVAL.... RISAL... " Teriak vivian menghampiri si kembar, yang sedang duduk bersila di atas tempat tidur.
"Ah.. Anak mama.. Kalian kok udah gede aja sih.?! Padahal kan baru dua hari gak ketemu.. Jangan cepat besar dong, nanti kalo kalian nikah, mama harus hidup sama siapa.?! Ah kesayangan mama, belahan jiwa mama, pokok nya mama kangen banget.! " Ucap vivian sambil memeluk rival dan risal dengan sangat erat.
Saat memeluk si kembar, vivian mencium harum bedak baby dan minyak telon.
Hem..? Apakah mereka sudah mandi.? Wangi sekali.! batin vivian sambil membuka mata nya dan melepaskan cengkraman pelukan nya dari si kembar.
__ADS_1
Mata vivian seketika berhenti berkedip, dia kaget dengan apa yang dia lihat saat ini. Yaah, sosok yang dia lihat saat ini adalah ke dua anak nya.. Rival dan risal sedang berurai air mata.. Air mata mereka berdua bagaikan air kran yang di nyalakan, tak terhenti dan mengalir deras..!
"Hah..?? Kalian berdua kenapa? Ada yang marah sama kalian.? Siapa yang berani buat kalian berdua nangis.? Ah, apa mama meluk kalian terlalu kencang.?" Tanya vivian panik.
"Huwaaaaa...... Mama jahat..." Ucap rival.
"Huwaaaa... Mama jahat banget.. Sumpah mama jahat banget...!" Sambung risal.
"PRANG....!!! "
Bagaikan mangkuk kaca yang di pecah kan, yaah.. Begitulah perasaan vivian saat ke dua anak nya berkata bahwa dia jahat...
"E.... Eh...??? Mama apa.? Jahat.? Mama ada salah apa sama kalian sayang.? Coba kasih tau mama..!! " Ucap vivian dengan keringat dingin.
"Hiks... Mama gak baca buku cerita atau nyanyiin lagu sebelum kami tidur.. Hiks."
"Hiks.. Mama juga gak mau makan pagi bareng kita... Huwa... "
"Mama juga selalu menghindar dari kami, pas di samperin di ruang buku, ruang kerja, ruang olahraga, apalagi rumah kaca.. Hiks."
"Semua nya... Mama selalu kaya gitu, Yang lebih parah nya lagi.. Mama gak kasih izin rival sama risal masuk ke dalam kamar mama kemarin... Huwa... Mama jahat banget sumpah... "
"I.. Ini... Mama bisa jelasin.. " Ucap vivian terbata bata..
"Mama lagi marah sama rival yaah.? "
"Atau mama gak sayang lagi sama risal.? "
"Jangan buang kami lagi ma.. Kami gak mau... Huwaaa... " Pecah tangis si kembar yang semakin menjadi jadi.!
Untunglah kamar si kembar di rancang kedap suara, jadi sekeras apapun mereka menangis maupun berteriak, tak akan terdengar sampai ke luar.!
Karena vivian langsung kelabakan dengan tangisan si kembar, percuma juga kalo di jelaskan saat mereka menangis.. Karena tak akan di dengarkan, jadi tindakan yang vivian ambil adalah langsung memeluk si kembar dengan erat..
Vivian berusaha memberikan pelukan yang hangat bagi mereka berdua, agar mereka dapat meluapkan kesedihan mereka dan merasa bahwa mereka berdua tak sendirian, melain kan ada mama nya di samping mereka berdua....
__ADS_1
Si kembar semakin meluapkan tangisan mereka saat berada dalam rangkulan hangat sang Bunda... Vivian pun membiarkan mereka berdua meluapkan kesedihan mereka dulu sampai selesai tak tersisa....
Vivian juga tak keberatan jika bajunya harus di basahi karena air mata dan ingus dari si kembar.....
...~>Selang beberapa menit<~....
.......
.......
.......
.......
.......
Tangisan rival dan risal telah berhenti total. Walaupun masih menyisakan sesenggukan pada pernapasan mereka, tapi mau bagaimana lagi... Nama nya juga menangis dalam jangka waktu yang lama.
"Bawakan dua kantung es batu. " Perintah vivian dari jam tangan nya.
Dan perintah itu tentu saja di dengarkan para pelayan dati earphone yang terpasang di telinga mereka.
Singkat cerita, kini rival dan risal tengah memegang kantung es di mata mereka masing masing, dan duduk di hadapan vivian dengan nafas yang sudah kembali normal, dan wajah yang masih menggambarkan bahwa mereka masih marah dan sedih dengan perlakuan yang mereka dapatkan itu.
"Oke, sekarang mama udah bisa mulai jelasin kan.? " Tanya vivian memecah kan keheningan dan kecanggungan.
"Em.. " Jawab si kembar dengan anggukan kepala yang di lakukan dengan kompak.
"Jadi... Dua hari yang lalu, mama itu lagi kena flu. Karena gak mau kalian ketularan virus nya, mama menjauh dan menghindar sejauh mungkin dari kalian... " Jelas vivian
"Terus kenapa kemarin mama gak izinin kami masuk ke kamar mama.? " Tanya rival.
"Itu karena flu mama semakin parah, dan mama juga jadi demam tinggi karena kekurangan istirahat sampai mimisan. " Jawan vivian pada pertanyaan rival.
"Hmpt... Mama jahat banget.! " Ucap rival.
__ADS_1
"Seenggak nya, mama kasih tau dong sama kita. Kan risal sama rival juga udah sedih banget waktu di cuekin dua hari yang lalu." Ucap risal.
"Mama gak mau bikin kalian khawatir. Karena kalo kalian tau mama sakit, pasti kalian bakal kekeh mau jenguk dan jaga mama. Tapi kemarin itu mama bukan hanya kena demam tinggi, mama juga masih kena flu, yang virus nya bisa menyebar ke sama ke mari. Apalagi bagi anak kecil yang imun tubuh nya belum stabil kaya kalian.. " Jawab vivian pada risal.