
Karena irwin hanya diam saja, vivian sudah tau pasti irwin sudah tak tau harus bicara apalagi. Irwin juga manusia yang lemah kalo di hadapkan dengan keadaan momhy nya saat ini.
"Tante... Vivi boleh panggil momhy juga kan kaya irwin ?? Pasti tante kasih ijin kan ? " Kata vivian yang memutuskan untuk bicara.
Irwin yang mendengar perkataan vivian pun, hanya bisa menatap vivian dengan tatapan kaget. Bukan kaget karena apa, tapi kaget karena vivian menerima keadaan momhy nya yang hanya terbaring saja.
"....... " Vivian hanya diam saat mata nya dan mata irwin bertemu. Tapi vivian langsung mengedipkan satu mata nya pada irwin, dan irwin langsung berdiri dari kursi dan membiarkan vivian yang duduk. Sedangkan irwin akan berdiri di belakang vivian.
"Em, mom... Makasih yaah udah ngelahirin cowok kaya irwin. Udah ganteng, pintar, baik, kaya lagi. Dia juga bucin banget sama aku loh mom, kadang dia bersikap kaya anak kecil, pernah cemburu sama mba mba kasir yang layani aku pas lagi pakai kemeja nya yang panjang setengah paha aja, sampai sampai dia kasih perintah ke hans buat cek kesehatan mba kasir itu. Apakah mba kasir itu normal atau lesbi, hahaha... Lucu banget kan mom ? "
Kata vivian panjang lebar. Tampak vivian sangat bersemangat untuk bercerita pada momhy irwin sambil menggenggam tangan momhy nya dengan lembut.
"Mom, cepat sembuh yaah. Cepat sadar, biar bisa bahagia bareng sama irwin, sama vivian, sama rival risal, sama semua nya... Vivian benar benar menanti hal itu terjadi loh mom, Cup" Kata vivian lalu di akhir perkataan nya itu, vivian mengecup punggung tangan momhy nya irwin itu.
"Baiklah, sesi perkenalan nya sudah selesai, saat nya sesi penjelasan. Iya kan win ? " kata vivian lalu berbalik menatap mata irwin dengan tatapan yang dalam.
Irwin hanya mengangguk dan berjalan ke sofa yang ada di sudut ruangan, vivian yang mengerti langsung ikut duduk di samping irwin.
"Kamu pasti udah tau kan kalo momhy aku udah mati karena ibu tiri ku ? "
__ADS_1
"...... " vivian hanya diam dan mengangguk.
"Yaah, sebenar nya seperti itu. Awal nya mereka sekeluarga selalu memberi perlakuan kasar sama momhy, di tampar, di cambuk, dan masih banyak lagi. Kamu tau sendiri lah yaah. Tidak hanya itu saja, bahkan karena kecemburuan dan rasa benci yang besar dari wanita itu (rara), dia meminumkan racun pada momhy ku. Aku juga baru tau hal ini saat hasil kesehatan momhy aku sendiri yang periksa saat ada di pulau ini. "
"Hampir setiap hari momhy minum racun itu, tapi setelah satu minggu momhy masih hidup sama aku di kediaman agreete, wanita itu memutuskan untuk membunuh momhy. Dengan belati nya, momhy mendapat luka tusukan yang banyak dan dalam. Pendarahan yang hebat membuat kondisi momhy sangat parah, apalagi karena racun yang momhy minum. Setelah itu, aku yang baru menjalan kan perusahaan sendiri selama dua bulan, langsung membeli pulau ini dan mendatangkan semua alat medis terbaik dari semua negara, agar momhy dapat bertahan hidup. "
"Untuk menghindari kecurigaan keluarga agreete, aku membuat surat kematian palsu tentang momhy. Tentu tak ada yang peduli, bahkan rara merasa tak usah melihat jenasah wanita rendahan, jadi aku merasa hal ini lebih baik. Setelah itu dokter dedi merawat mama di pulau ini dengan 50 suster. Di sekitar pulau juga semua warga nya adalah lulusan kedokteran terbaik dan tentu nya ada juga yang menikah di sini, aku selalu mengunjungi momhy seminggu sekali, tak ada perkembangan sama sekali, bahkan penurunan kesehatan yang ada. Kata dokter dedi momhy masuk dalam masa koma, dan kecil kemungkinan bisa sadar kembali. "
"Kata dokter, selama seseorang sedang koma, mereka dapat mendengar percakapan di sekitar mereka. Karena itulah aku selalu mengobrol pada nya, tentang apa saja. Karena jujur, aku benar benar berharap momhy bisa sadar terus hidup bahagia sama aku, kamu, dan semua nya. Apalagi sekarang apa sih yang engga bisa aku berikan untuk momhy.? Aku mau momhy bisa menikmati kehidupan yang bahagia, memakai perhiasan yang cantik dan mahal, dan tertawa lebih banyak dari pada menangis. "
"Karena hal itu lah, aku tak ingin kamu... " Perkataan irwin terhenti.
"Em... " Jawab irwin sambil menunduk.
Vivian memegang wajah irwin dengan ke dua tangan nya, agar mata irwin dan mata nya saling bertatapan. Lalu...
"Cup... Hmpt.... Em.... " Vivian langsung mengecup bibir irwin. Lalu di lanjutkan dengan ciuman yang dalam.
"Hah... Hah... " Nafas mereka berdua.
__ADS_1
"Jangan khawatir, aku tak akan meninggalkan mu. Aku tak akan mengonsumsi racun lagi bila itu mau mu, Aku akan selalu ada di samping mu, apapun yang terjadi, dan akan selalu menemani mu saat datang mengunjungi momhy. Ah, aku juga akan mengajak si kembar. " Kata vivian sambil menempelkan keningnya di atas kening irwin, dan menatap irwin dalam dalam.
"Terimakasih, sungguh... Aku benar benar bersyukur ada kamu dalam hidup ku. " Kata irwin sambil memeluk vivian dengan erat. Vivian pun balas memeluk irwin, dan mereka berdua sama sama menampakkan senyum, bahagia.
.......
.......
.......
.......
.......
"Mom, karena udah waktu nya pulang, irwin tinggal dulu yaah. Kalo irwin sama vivian udah habis nikah, irwin sama vivian bakal jenguk momhy lagi kok. Bahkan bakal ada si kembar. "
"Momhy, vivi pulang dulu yaah. Ada hal yang harus vivi kerjain sama irwin, nanti vivi balik lagi kok. " Sambung vivian.
Irwin dan vivian pun jalan keluar bersama sambil bergandeng tangan, tentu dengan ekspresi bahagia. Dan langsung pergi ke vila yang irwin bangun di pulau itu, vila yang hanya dua lantai, tapi tetap ada kemewahan nya.
__ADS_1