
Ditengah keadaan irwin yang sedang menyesali telah berkata kasar pada wanita yang sudah rapuh semenjak kehilangan buah hati nya, terdengar dua mobil yang seperti tengah berpacu dengan kecepatan tinggi ke arah dua orang yang sedang bertengkar ini..
"CIIIITT....!! " Rem yang di injak mendadak.
Ronal dan hans langsung turun dari mobil mereka, dan menghampiri tuan mereka masing masing...
"Irwin.. Apakah kau. " Pertanyaan yang ingin di lontarkan oleh hans seketika terhenti, karena mendapati vivian sedang menangis tersedu sedu..
"Apa yang kau lakukan pada gadis cantik itu..??? " Bisik hans pada telinga irwin.
Sedangkan irwin tak mendengar kata kata dari hans, walaupun hans sudah berbisik tepat di telinga nya. Irwin masih terbuai dalam lamunan nya..
"Nona... " Ucap ronal dari belakang vivian.
Vivian yang dengan harga diri tinggi, langsung menyeka air mata nya. Karena tak mau menunjukkan kelemahan nya di depan anak buah nya...
"Ronal.. Ayo kita pergi... " Ucap vivian dengan nada tegas.
Saat ronal berjalan di depan vivian, vivian pun memalingkan pandangan nya pada irwin lalu...
"Oh iya.. Aku lupa menyampaikan ini.. Lupakanlah kejadian hari ini.. Anggap kau tak pernah melihat aku yang merintih dan mencurahkan kekesalan pada mu, termasuk tamparan yang tadi.. Aku benar benar minta maaf..! Anggap saja aku yang lepas tanggung jawab, anggap saja aku yang salah.! Limpahkanlah semua kesalahan pada ku... " Ucap vivian dengan senyum manis, namun terkesan menelan kesedihan yang mendalam dalam kehampaan..
"AKU PATUT UNTUK DI SALAHKAN... Jangan terlalu ambil hati.. Aku memang terlahir seperti itu..! " Ucap vivian di iringi dengan tawa paksa..
Setelah itu vivian langsung masuk ke dalam mobil nya, dan ronal pun langsung menginjak gas dan menyetir ke arah rumah vivian..
Hati irwin bagaikan di sayat dengan silet kecil, saat mendengar kata kata dari vivian sebelum dia masuk ke dalam mobil nya.
__ADS_1
Bagaimana bisa dia menahan air mata nya di depan anak buah nya, seperti sudah berpengalaman melakukan itu..?? Bagaimana bisa dia menelan kesedihan yang mendalam dengan senyum di wajah nya, huh.... Aku seperti bajingan saja, yang membuat wanita yang sudah rapuh dan jatuh berulang kali untuk jatuh lagi.. Benar benar tak berguna.. Batin irwin penuh penyesalan .
Setelah itu irwin pun bergegas masuk ke dalam mobil nya, lalu pulang ke kantor. Karena irwin lebih sering tidur di kantor dari pada di vila atau hotel yang dia dirikan...
Beberapa waktu kemudian, irwin pun sampai di kantor nya. Hujan deras telah turun sedati tadi saat irwin masih di tengah perjalanan.
Padahal hans sendang sibuk mencari payung untuk irwin, tapi irwin langsung turun dari mobil nya, dan membiarkan hujan membasahi badan nya.. Di tambah irwin bukan nya lari agar tidak terkena hujan kelamaan, tapi mala berjalan bagaikan zombi..
"Si kurang ajar itu kenapa sih.? Padahal aku lagi cariin payung untuk di pakai dia loh, kenapa pikiran nya seperti hilang untuk sesaat.?? Apakah wanita yang tadi berekspresi dengan senyum menyakitkan yang aku sendiri saja dapat merasakan sakit yang dia rasakan, adalah wanita yang menghabiskan malam dengan irwin.?"
" Apakah dia adalah wanita yang irwin cari selama ini.? Kalo benar iya, perjalanan irwin untuk dapetin dia masih panjang deh" Ucap hans yang sudah basa karena hujan dengan payung di tangan nya yang tidak dia pakai..
Setelah itu hans masuk ke dalam kamar mandi kantor untuk mandi, terkena air hujan jika tak langsung mandi bisa terkena demam dan pilek loh...
🌼Di saat yang sama🌼
"Tak.. Tak.. Tak.. Tak.. Tak.. " Bunyi langkah kaki vivian dengan kecepatan penuh..
"Selamat datang No-" ucapan para pelayan belum terselesaikan, vivian langsung melewati mereka begitu saja..
"Hah..? "
"Apa yang terjadi pada Nona kita.? "
"Dia tidak pernah melewati kita begitu saja."
"Apakah kau melihat mata nona yang seperti baru habis menangis..? "
__ADS_1
"Yaah aku melihat nya, aku tak mengungkapkan nya karena takut mata ku yang salah lihat.. "
"Jalan satu satu nya adalah... "
"RONAL....!!! " Teriak mereka sama sama dan menghampiri ronal yang berada di asrama nya, lebih tepat nya kamar milik nya.
Sementara vivian langsung masuk begitu saja ke dalam kamar nya, dan tentu nya tidak membanting pintu dengan keras.. Lantaran vivian takut si kembar akan terbangun..!
"Trak.. " Vivian yang mengunci pintu nya dari dalam..
Setelah berada di dalam kamar nya, vivian menghembuskan nafas panjang, lalu...
"Hiks...... Hiks.... Huwaaaa..... Aaaaahhh........ Hiks... Hiks.... " Tangis vivian pun pecah seketika... Dia memegang kepala nya dengan ke dua tangan nya, lalu menangis dengan sangat kencang...
"Aarrggghh.. Kak Reynard... Hiks... Kak Robert... Hiks.. Vivian butuh kaka kaka di sini.. Vivian butuh tangan ayah dan ibu yang lembut mengusap pundak vivian saat menangis kak.... Hiks... Vivian rindu... Hiks.. Huwaaa...... "
"Vivian Harus apa kak.?? Vivian harus apa.?? Hiks.. Vivian udah gak tau lagi mana yang salah, mana yang benar... Hiks... Vivian butuh kalian... Hiks... Vivian butuh kalian semua... Huwa.... " Teriak keluh kesah vivian yang di penuhi akan kesedihan yang mendalam, di kesendirian nya di dalam kamar...
Mata nya terus mengeluarkan air tiada henti, pernapasan nya tak bisa dia atur dengan baik.! Pikiran nya pun kalang kabut, Vivian hanya mengacak rambut nya sampai benar benar berantakan...
Menikmati rasa bersalah dan sakit hati yang kian meraja lela dari relung hati nya yang paling dalam.. Beruntungnya, kamar vivian di desain kedap suara.. Sehingga apapun yang kau teriakan di dalam, tak terdengar ke luar...
Sepuluh menit kemudian, Vivian tergeletak di atas lantai, dengan pakaian dan sepatu yang masih melekat pada badan nya dan perlahan lahan kehilangan kesadaran nya entah ke mana...
Vivian pun tertidur di dalam kamar yang hening dan gelap itu, layaknya keheningan yang abadi melekat di dalam kamar nya yang gelap dan sunyi itu..
Hanya suara hujan yang deras lah, yang menemani kesedihan vivian kali ini... Wanita yang selalu di kelilingi oleh keluarga kesayangan, kini terlelap seorang diri bersama kesedihan.. Tanpa ayah, ibu, kaka kaka, dan sahabat.,Yang menopangnya agar dapat berdiri tegar menghadapi rintangan.
__ADS_1
**Malam itu pun di akhiri dengan dua insan yang berada di lokasi yang berbeda, namun perasaan bersalah dan menyalahkan diri yang sama...