Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#137.


__ADS_3

Tanya vivian sambil menunduk kan kepala karena takut, dan dengan suara yang terdengar serak serak basah.


"Vivian... Kenapa aku harus meninggalkan mu ? Aku tak peduli dari mana asal usul mu, aku tak peduli apa nama belakangmu, yang aku tau... Kau adalah satu satu nya wanita di hari ku. Tak ada yang lain, hanya vivian seorang. " Jawab irwin sambil menggenggam ke dua tangan vivian, dan menatap vivian dengan tatapan serius.


"......... " Vivian terdiam seketika saat mendengar jawaban dari irwin.


"Apakah kau tidak kaget dengan nama belakang ku ? " tanya vivian.


"Aku memang kaget, sangat kaget malah. Bahkan karena tadi sangat kaget, aku tak tau harus bereaksi seperti apa, " jelas irwin.


"Irwin... Aku... AKU MENCINTAI MU... "


Ucap vivian menatap irwin dengan penuh kehangatan dan ketulusan. Pernyataan cinta yang vivian katakan saat ini, membuat irwin kaget dan sangat amat gembira untuk yang pertama kali nya.


"Vivian... Ini beneran kan ? Bukan mimpi atau candaan kan ? " tanya irwin karena kenyataan saat ini sulit untuk di percaya.


"Cup... Cup... Hmpt... " Vivian mengecup bibir irwin dengan lembut dua kali, lalu mencium irwin perlahan lahan sampai dalam. Seakan memberitahu pada irwin, bahwa ciuman nya kalo ini adalah jawaban dari pertanyaan nya tadi. Bahwa ini bukan mimpi atau candaan.


"Hah... Hah... "


"Kau semakin ahli dalam berciuman yaah," puji irwin dengan wajah sedikit merona.


"Soalnya ada yang mengajari ku setiap saat! " jawab vivian.


"Aku merasa tersanjung karena bakat ku dalam mengajari mu, sampai di akui seperti ini. "


"Hem, padahal dengan pernyataan ku tadi, menandakan kalo kamu itu mesum loh, " jawab vivian.


"No... No... No... Kalo aku mesum, kamu lebih mesum dong. Kan yang belajar kamu. "

__ADS_1


"Kan kamu yang ajarin irrwiinnnn... " ucap vivian mencubit dada irwin.


"Auw... Auw... Auw... Sakit sayang... Btw, karena aku udah tau nama belakang kamu, aku juga jadi tau apa alasan kamu selalu lari dari pembicaraan hubungan kita secara garis besar. Tapi vivian, ada hal yang ingin aku pertanyakan. " Ucap irwin serius.


"Maka tanyakan saja, karena aku sudah siap menjawab apa pun itu. "


"Kenapa warna mata kamu jadi seperti saat ini ? Padahal beberapa saat yang lalu, masih berwarna cokelat terang seperti biasa nya kok.! Dan lagi, apa ini ada hubungan nya dengan cincin yang kau buang ? Ah, kalo bilang kamu make softlens atau lensa mata, aku rasa gak mungkin deh. "


"Wow... Untuk ukuran orang normal, yang baru kamu lihat tapi udah di kasih kesimpulan dan pertanyaan kaya tadi, kamu genius banget irwin. " Ucap vivian.


"Aku tau aku genius. Tapi jawab lah dulu pertanyaan ku tadi. "


"Hah... Cincin yang kamu lihat di sana itu, adalah cincin yang di buat oleh keluarga satoru dari generasi pertama sampai saat ini. Selalu dikembangkan menjadi yang terbaik, dan kegunaan nya adalah mengganti warna mata, agar terlihat sama seperti pada umum nya. Inilah sebab nya warna mata aku, kak rey, kak robert, maupun si kembar berwarna cokelat terang pada umum nya. " Jelas vivian.


"tapi aku rasa si kembar, Glen, dan ke dua kaka mu tidak menggunakan cincin. "


"Ah, jadi itu sebab nya, si kembar dan glen selalu memakai kalung, kak rey selalu memakai gelang gaya elang dan kak robert selalu memakai satu anting dengan permata hitam yaah. "


"Yaah begitulah, " jawab vivian


"Lalu penjelasan apa lagi, tentang kamu yang menangis tadi, dan mata kamu yang memerah saat aku paksa membuka mata mu tadi ? " tanya irwin lagi.


"Yaah, penjelasan nya mirip mirip dengan penggunaan kaca mata mines. Saat mata seseorang semakin mines atau kehilangan sedikit penglihatan, maka jika belum mengganti kaca mata, maka mata mereka akan perih. "


"Sama hal nya dengan empat aksesoris kami. Harus di ganti setiap tiga tahun sekali, jika tidak mata kami serasa terbakar, bagai di siram air cabe, perih yang tak tertahan kan. Sampai sampai aku yang sudah biasa di medan tempur dengan badan yang penuh luka, bisa bereaksi seperti yang kamu lihat tadi. " Jelas vivian.


"Lalu kenapa kamu tidak mengganti cincin mu vivian? "


"Aku selalu mengganti cincin ku setiap tiga tahun sekali. Namun karena aku sedang bersembunyi dari orang orang dan keluarga ku, aku hanya membawa empat aksesoris. Yang pertama sudah aku ganti, sehingga tersisa tiga. Namun dua aksesoris berupa kalung itu telah aku berikan pada si kembar, karena berpikir satu kalung masih tersisa jadi tak masalah. "

__ADS_1


"Tapi karena kehadiran glen yang tiba tiba, aku memberikan kalung terakhir pada nya, tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada ku, sehingga kejadian hari ini dapat terjadi, dan sebenarnya aku juga salah sih. Padahal bisa minya punya kak rey sama kak robert, tapi karena banyak hal yang terjadi, aku jadi melupakan hal itu. "


"Untuk sekarang, aku akan memberi tahu kak robert, agar dia datang ke sini dan membawa salah satu aksesoris milik nya untuk mu. " Ucap irwin dan langsung mengetik sebuah pesan dan mengirim nya pada kak robert.


"Terima kasih." ucap vivian sambil tersenyum.


"Hehehe... Sama sama. " Jawab irwin yang juga ikut tersenyum.


"Hem.. Kalo mau di pikir pikir, semua alat alat elektronik yang di keluarkan dari dulu pasti ada hubungan nya dengan keluarga mu kan ? "


"Tentu saja. Dan salah satu keunggulan keluarga satoru adalah *Peracik racun terhebat* . Itulah sebabnya aku dan ke dua kaka ku memiliki kekebalan pada racun, dan mengetahui semua jenis racun yang ada. "


"Ah... Jadi itulah alasan pada malam kita bertemu saat membasmi kelompok abar, kau melarang ku saat ingin menyentuh mayat yang mati itu. "


"Yah begitu lah.. Itu adalah racun yang kak robert racik sendiri, dan karena aku tau kak robert tidak sembarang mengedarkan racun nya, aku jadi tau bahwa di kelompok kak robert ada pengkhianat. "


"Tapi vivian... Apakah kau juga mengonsumsi racun yang baru kau jelaskan tadi ? "


"Yaah... Karena tujuan pertama kak robert dan kak rey selalu meracik racun yang berbahaya dari hari ke hari adalah untuk mendapatkan kekebalan. "


"Tapi apa kamu baik baik saja ? Bahkan jarum perak yang kamu tancapkan pada leher mayat itu langsung mencair, lalu bagaimana dengan mu ? " tanya irwin khawatir.


"Tenang saja irwin.. Aku baik baik saja, karena aku sudah mengonsumsi berbagai racun, sehingga dampak yang terjadi palingan hanya pusing, kepala sakit, badan yang mendadak lemas dan reaksi yang paling parah muntah darah. " jelas vivian.


".......... " Irwin hanya diam menatap vivian.


" ?????? " Vivian bingung.


"Irwin ? Kamu kenapa ? " tanya vivian memiringkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2