
Setelah sarapan, tentu saja si kembar, langsung meluncur ke perusahaan the star milik sang papa bersama hans dan irwin.. Sedangkan vivian, lidia, Aurel, Dan Riki pergi ke perusahaan milik vivian yang baru habis di renovasi...
Reynard mengantar rosa pergi ke rumah sakit, setelah itu langsung mulai jalan jalan dengan glen putra nya.. Sedangkan robert dan titin baru bangun dari tidur mereka..
...(Si kantor The Star)...
"Hans... Kamu susun ulang jadwal ku.. Satu jam dari sekarang, aku ingin rapat tentang alat penghancur sampah yang akan kita luncurkan minggu depan..! "
"Baik Irwin... " Jawab hans dan langsung pergi ke meja nya, dan memberi pemberitahuan pada semua orang kantor lewat email...
"Rival.. Risal.. Kalian main di lantai sendiri dulu yaah.. Papa mau siap siap dokumen yang sudah si tumpuk dari kemarin.. "
"Huh... Papa gak peka...! "
"Benar kak.. Risal setuju sama kaka.. Papa gak peka banget sama maksud dan tujuan kita...! "
"Loh.. Kenapa kalian berdua ngambek sih.? Tadi janji sama mama kalian kalo kalian gak bakal rewel, tapi kok kalian berulah lagi sekarang...!! "
"Huh.. Papa gak asik banget tau gak.? Dek, naik ke atas sofa dulu.. Hati hati, soal nya sofa ini lumayan tinggi.. ;"
Si kembar dengan badan yang masih pendek dan mungil bersusah payah menaiki sofa yang tinggi itu. Sedangkan bukan nya membantu, irwin justru menikmati nya dengan tertawa pelan..
"Papa... Rencana aku dan si kembar kemarin gak berjalan 100% dengan baik.. Yaah walaupun ada hasil yang lain sih.. "
"Setidak nya walaupun tidak berhasil 100%, ada perubahan dalam hubungan papa sama mama kan kak.? Jangan patah semangat.! "
"Tunggu... Apa yang kalian berdua bicarakan..?? "
"Hahhhh..... Papa... Kecelakaan masal kemarin itu ulah aku sama adik loh.. Semua orang yang ada di kecelakaan masal itu adalah orang orang yang kami bayar..! " Jelas rival..
"Yap.. Benar sekali.. Dan katanya mobil yang meledak dan memakan korban jiwa juga gosip yang sudah aku dan kaka pikirkan..! " Sambung risal...
"Kenapa kalian berdua nekat melakukan hal yang mengancam nyawa seperti itu..?? Kalian udah terlalu berlebihan tau gak.? " Ucap irwin berjalan dan duduk jongkok di hadapan si kembar..
__ADS_1
"Papa... Kalo kita mau memanipulasi kenyataan di sekitar mama, kita harus menghayati adegan masing masing dengan seksama loh pa... "
"Dan lagi... Aku hanya pendarahan sedikit saja. Kalo kak Rival yang benar benar menjalan kan operasi pengangkatan gumpalan darah di kepala.... Darah yang papa donor kan juga gak di pakai semua.. Sebagian nya di sumbangkan ke pihak rumah sakit dokter titin. " jelas risal..
"Kenapa kalian berdua nekat seperti ini.? "
"Karena papa dan mama itu saling mencintai... Buat apa bohongi perasan masing masing sih.? Dan juga, rival dan adik membutuhkan sosok ayah dalam kehidupan sehari hari... "
"Hah... Papa mau marah juga gak di gubris sama kalian.. Sebenarnya di otak kalian itu isi nya apa sih...?? "
"Udah.. Udah... Papa gak usah pikirin masalah yang lain lagi, mari kita pikirkan rencana selanjutnya... Ah lebih tepat nya, mari papa dengar rencana yang udah aku dan adik susun.. Oh ada bantuan kak. glen juga loh... "
"Hah.. .. Bicaralah.. Kalo rencananya membahayakan, papa gak mau ikut ikutan.!"
"Oke, dil. Papa. Risal mau nanya, papa sayang gak sama mama.!? "
"Sayang banget... "
"Kalo gitu... Kenapa papa gak nikah sama mama .? Kan udah ada aku sama adik.! "
"Em.. Enggak kok pa.. Mungkin mama lagi ragu dan belum sadar sama perasaan mama aja sih... Iyah kan dek.?"
"Iyah pa.. Papa percaya aja sama ucapan kita ini.. "
"Jadi ini cara paling ampuh dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Emm... Kira kira presentase keberhasilan nya 99,99999%. Jadi papa ikutin rencana kami berdua yaah...!! "
"Iya papa bakal ikutin kalo aman dan gak memakan korban jiwa. "
"Selama satu minggu... Selama tujuh hari itu, papa bersikap dinginlah pada mama.. Lakukan kebiasaan yang berbanding terbalik dengan saat ini..! " Ucap rival..
"Jangan menjawab pertanyaan mama tentang *Kenapa papa cuek.? * atau *Kenapa papa dingin ke mama*. Papa cukup menjawab papa baik baik aja, atau kalo engga papa diam aja pas di tanya.. Usahakan agar terus melihat dokumen dan berbalas pesan dengan aku dan kaka. ;" Sambung risal..
"Kalian yakin dengan rencana ini.? "
__ADS_1
"Yakin banget.. Dan aku, adik, dan kak glen juga akan menambahkan bumbu penyedap dalam rencana kali ini. Papa gak boleh menolak nya, dan biarkan dia berjalan seperti air mengalir...!"
"Aku.. Kak rival dan kak glen yang akan mengawasi dan membantu menyukseskan rencana kali ini.. Jadi papa tenang aja.. "
"Oke... Papa akan mencoba dan berusaha menampilkan yang terbaik.. Kira kira, kapan kita akan menjalan kan rencana ini..? "
"Tentu saja saat mama datang menjemput kami nanti.. Waktu mama ngajak papa ngobrol, papa harus pura pura sibuk banget yaah.. Abis itu papa nyuruh mama dan kami berdua pulang duluan karena papa benar benar lagi sibuk..!! "
"Entah kenapa.. Papa jadi gak tega cuekin mama kalian selama satu minggu.. "
"Ahh.. Kalo papa lembek kaya gini, sampai dunia kiamat juga papa sama mama gak bakal nikah.. " Sahut rival..
"Pokok nya.. Papa harus ngeluarin tatapan dingin papa waktu mama masuk ruangan papa.. Oke.? " Tanya risal..
"Hah.. Papa akan berusaha semaksimal mungkin.. Dan juga, papa seperti punya firasat buruk dengan kata kata * bumbu penyedap* tadi.. Apakah kalian benar akan membantu papa.? "
"Papa jangan curiga mulu dong. Apa susahnya sih cuekin mama selama seminggu.?? " Tanya si kembar emosi.
"Susah banget loh.. Kalian belum tau bagaimana rasa nya.. " Jawab irwin memegang kening nya..
"Hah... Papa kita udah masuk ke level bucin mode maks yaah dek..! "
"Iyah kak.. Risal turut berduka cita banget..!!! "
"Kalian berdua belum tau karena belum dewasa.. Saat kalian jatuh cinta pada seseorang yang di takdir kan untuk kalian, pasti kalian akan mengerti dengan perasaan papa saat ini.. " Jelas Irwin..
"kan belum waktu nya kami mencintai seseorang pa.. Dan juga, karena kami belum tau bagaimana rasanya itu yang paling bagus.. Karena bisa gawat kalau semua yang kita lakukan di bawa perasaan dan kebimbangan.. Bisa berabe.. Iyah kan dek.? "
"Em.. Risal satu pemikiran sama kaka. Dan papa, kalo papa mau dapetin mama, mau gak mau, suka gak suka, papa harus ngelakuin hal ini.. Itu semua demi kebaikan kita semua... "
"Baiklah.. Baiklah.. Kan papa udah bilang tadi, karena rencana ini tidak mengancam nyawa atau berbahaya, papa bakal bekerja sama dengan kalian.. Walaupun perasaan papa yang tersiksa.. "
"TAKKK..!! " Si kembar yang melompat dan memberikan tos tangan terbaik..
__ADS_1
"Asik.. Dengan ini rencana kita bisa berjalan dengan baik...