Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#149.


__ADS_3

"Jadi saat ini, saya akan melaporkan hasil penyelidikan yang saya dapat di perusahaan The star seperti perintah tuan. " Kata dewa.


"Em, sudah 22 hari lamanya yaah.. Dan yang lebih menarik, asistenku kali ini mendapat kesulitan sampai memakan waktu 14 hari dari semenjak aku menyuruh mu. Apakah memang sesulit itu ? " kata andhika dengan smirk di wajahnya.


"Sangat sulit tuan. Bahkan informasi yang saya dapatkan hanya satu dua saja yang penting. Selain dari itu, hanya informasi ringan saja"


"Oh begitu kah ? Maka laporkan lah... Karena aku semakin penasaran"


"Baik, laporan pertama yang akan saya beritahu adalah... Harta atau uang yang di hasilkan oleh perusahaan the star sudah setara dengan semua jumlah uang yang ada di perusahaan kita tuan. Bahkan hal ini saya tau dari dua hari yang lalu. Entah sekarang pemasukan mereka seperti apa, di lihat dari barang barang elektronik yang baru mereka keluarkan, pasti saat ini keuangan mereka terus bertambah bagaikan air yang terus mengalir. "


"Info penting yang ke dua, perusahaan the star belum mengumumkan pada dunia bahwa harta mereka sudah setara bahkan sudah lebih dari perusahaan yang menduduki peringkat pertama saat ini tuan. Entah apa yang sedang di rencanakan oleh irwin, "


"Bagus... Aku suka ambisi anak itu, dia benar benar sudah mendapat lampu hijau dari ku. " Kata andhika sambil tertawa kecil.


"Eh ??? Apakah tuan tidak akan memberikan tingkat kesulitan pada anak muda itu ? Apakah tuan hanya akan berdiam diri seperti ini ? " tanya dewa heran.


"Astaga dewa... Apakah karena semangat irwin yang kini telah tertular pada mu, sehingga kamu melupakan sesuatu ? " tanya balik andhika.


"Melupakan apa tuan ? " tanya dewa penasaran.


"Dewa, kita sudah tua loh. Apa kau benar benar melupakan hal itu ? Sudah saat nya kita pensiun dan menikmati semua hal yang telah kita dapatkan dengan usaha dan kerja keras selama ini. "


"........ " Dewa hanya diam, seakan baru tersadar oleh kenyataan bahwa memang dia dan andhika tuan nya sudah berumur.


"Dan lagi, aku ingin menghabis kan masa tua ku dengan bahagia bersama si kembar rival dan risal. Siapa tau irwin dan vivian masih berniat menambah seorang putri, aku sudah sempurna menjadi seorang kakek yang sangat bahagia. " Kata andhika.


"Tuan memang benar, sudah saat nya saya ikut istirahat dan menikmati waktu bersama istri dan ke dua anak ku. " Kata dewa.


"Terserah dengan ke dua putra ku yang pertama dan ke dua, mereka seperti nya tak ada tanda tanda ingin menikah, apalagi punya anak. Syukurlah anak bungsu ku melahirkan anak kembar. " Ucap andhika dengan penuh kebanggaan.


"Pftttt." Dewa menahan tawa.


"Kau kenapa dewa ? Apakah ada yang lucu ? Bukan kah seharusnya kau memberi selamat kepada ku yang telah menjadi seorang kakek yang sempurna ? "

__ADS_1


"Bukan... Bukan begitu tuan. Saya hanya tak menyangka bahwa tuan berpikir tuan muda Reynard dan Robert tak ada niatan menikah, memiliki anak, dan sebagai nya. " Jelas dewa.


"Apa maksud mu ? " tanya andhika.


"Tidak... Saya tidak berani melaporkan hal ini, biarlah tuan tau dengan sendiri nya. Karena saya yakin, sebentar lagi tuan akan mengetahui hal yang tuan tak pernah sangka sangka. " Jawab dewa.


"Astaga... Dari dulu sampai sekarang kau masih saja menghormati privasi anak anak ku. Mereka itu anak ku loh, jadi tak masalah jika aku mengetahui sedikit rahasia dari mereka kan ? " paksa andhika.


"Sekali tidak tetap tidak tuan. " Dewa yang tetap kekeh tak ingin memberi tahu.


"Kau itu tangan kanan ku dewa, seharusnya tak ada yang kau sembunyikan dari ku" kata dewa.


"Maaf tuan, tapi seperti kata tuan tadi bahwa kita sudah menua, jadi harus menikmati sisa hidup dengan bahagia. Dengan kata lain, anda sudah memberhentikan saya dari pekerjaan ini, " jelas dewa.


"Eh ? Aku memang berkata kita harus menikmati sisa hidup, tapi bukan berarti aku memecat mu dewa, " andhika yang kelabakan dalam menjelaskan.


"Saya pamit undur diri dulu tuan, padahal masih ada informasi ringan yang harus saya sampaikan, tapi saat ini seperti nya tidak penting lagi tuan tau atau tidak, " kata dewa sambil membungkuk dan dengan gerakan yang gesit langsung keluar dari ruang kerja andhika.


Di sisi lain, dewa yang sedang berjalan di koridor rumah yang panjang sedang tertawa terbahak bahak, karena berhasil membuat andhika sahabat sekaligus bos nya penasaran dan merasa kesal.


"... Ha... Ha... Nafas ku sulit untuk di atur, astaga... Sudah lama aku tak tertawa sepuas ini, yaah sekitar satu jam lagi baru aku melaporkan pada andhika hal sepele apa yang aku dapatkan tadi... Yaah, walaupun aku yakin ini bukan masalah sepele saja. " Kata dewa sambil memperbaiki kaca mata nya dan terus berjalan menyusuri lorong rumah yang panjang nya sulit di beri keterangan.


.......


.......


.......


....... ......


.......


..."Whusss..... "...

__ADS_1


Suara angin di atas kediaman terdengar sangat kencang, bukan karena fenomena alam atau sebagai nya, tetapi karena ada satu helikopter yang sedang mempersiapkan pendaratan.


"Lapor, ada helikopter tak terdaftar ingin mendarat. Ijinkan atau tembakan bom ? " tanya pelayan yang bertugas di bagaian pendaratan pesawat, helikopter, dan benda terbang kediaman satoru milik andhika.


"Aku dewa, aku yang sedang berbicara. Jangan tembakkan bom atau apapun, itu adalah tamu kehormatan kita. Dan jika kalian berani menembakkan bom, maka persiapkan kata terakhir kalian sebelum Nona vivian mendatangi kalian... " kata dewa tegas dan langsung mengakhiri pembicaraan.


.......


.......


.......


.......


...(Lima menit kemudian)...


Helikopter yang sempat menghebohkan aparat penerbangan telah mendarat di tempat kosong yang telah di sediakan, lalu saat pintu helikopter itu terbuka, turunlah seorang pria dengan perawakan wajah yang sempurna, dan aura kepemimpinan nya yang menakutkan dan mendominasi dengan setelan jas berwarna abu abu.


"Tap.. Tap... Tap... Tap... Tap... " langkah kaki seseorang yang sedang berlari ke arah helikopter yang di darat kan.


"Hah... Hah... IRWINNNNN..... " teriak vivian dan langsung meloncat memeluk irwin dengan sangat erat. Rambut nya yang tidak terikat terurai berantakan kebelakang karena habis berlari, namun tetap saja kecantikan nya tak terbantahkan.


"Apakah kamu merindukan aku ? " tanya irwin sambil balas memeluk vivian dengan sangat erat.


"Apakah kamu masih harus menanyakan pertanyaan yang sudah jelas jawaban nya ? " jawab vivian yang tetap membenamkan wajah nya di leher irwin.


"Astaga... Apakah aku datang terlalu lama ? "


"Em... Sangat lama, sampai sampai menghabiskan 22 hari. Kamu pikir aku tak kesepian di sini ? Kamu pikir aku tak merindukan mu ? Kenapa lama sekali baru datang... " protes vivian yang berusaha tak mengeluarkan air mata.


"Hei, padahal 22 hari itu sangat singkat loh vivi. Bahkan 22 hari sudah bisa melebihi perusahaan nomor satu saja sudah menjadi keajaiban dunia ke delapan loh vivi, " jawab irwin dengan smirk di wajah nya.


Jelas irwin tak marah, orang reaksi vivian yang saat ini di nampak kan sangat imut. Dia hanya bisa menikmati nya, dan juga sedikit menambahkan rasa kesal agar wajah cemberut vivian semakin bertahan lama.

__ADS_1


__ADS_2