Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#78.


__ADS_3

"Oke... Oke.. Udah cukup candaan di pagi hari nya... Jadi sekarang, bergegaslah mandi. Setelah itu sarapan. oke.? " Pinta vivian.


"............ " Rival pun diam


"........... " Risal juga diam.


Ke dua anak ini terdiam dengan mata yang penuh harap.


"Loh kok malah diam.? Mama kan nyuruh kalian berdiri terus turun dari tempat tidur, biar pas para pelayan datang, kalian udah siap bergegas ke bak mandi. " Ucap vivian.


"Ma..... Morning kissing nya mana.? " Tanya rival.


"Iyah. Semalam kata rival, kalo bagun pagi pasti mama bakalan kasih morning kissing nya... " Sambung risal karena sudah tak sabar saat semalam di beritahukan oleh rival.


"Ugh... Gak ada kissing pagi hari ini, maupun dua hari ke depan. " Ucap vivian sambil meninggalkan kamar rival dan risal begitu saja...


"Eh...??? Aku gak salah lihat kan.? Ucap rival.


"Kok mama kaya gitu sih.? Apa mama lagi marah ya.? Kenapa mama gak kasih kissing pagi nya, padahal aku udah gak sabar banget. " ucap risal


"Atau mama lagi marah sama kita.? " Sambung rival.


"Selamat pagi Tuan Muda Rival dan Tuan muda Risal. Apa tidur anda berdua nyenyak semalam.? " Tanya lara pelayan yang sudah seperti kebiasaan setiap pagi.


"Ah, tidur kami nyenyak kok" Jawan rival yang masih termenung akan tindakan vivian.


"Sangat nyenyak dan nyaman. " Jawab risal dengan ekspresi yang sama dengan Rival.


"Kalo begitu bisakah Ke dua Tuan Muda turun dari kasur.? Atau mau kami bantu.?" Tanya para pelayan dengan ramah.


"Ah.. Tidak usah. " Jawab si kembar dan langsung meluncur turun ke lantai, lalu berjalan ke arah kamar mandi.


"Ah aku lupa. Tolong turunkan tinggi dari tempat tidur yang aku dan risal gunakan. Terlalu tinggi, kalo kami berdua jatuh bagaimana ? " Perintah rival.


"Ah, apakah Tuan Muda belum tau.. Karpet berbulu yang mengelilingi tempat tidur ke Dua Tuan Muda sudah di rancang oleh Nona Vivian.? " Jawab salah satu pelayan.


"Dirancang.??? " Tanya rival.

__ADS_1


"Di rancang sama mama.? Pasti ada kelebihan nya kan.? " Sambung risal.


"Benar Tuan Muda. Jika karpet berbulu itu mendeteksi ada yang jatuh dari tempat tidur dalam keadaan sadar atau tidak sadar, Dengan sendiri nya karpet berbulu itu akan berubah menjadi spons empuk yang siap menerima badan para Tuan Muda yang akan terjatuh itu. " Jelas pelayan dengan sangat mendetail.


"Wah keren banget.. Mama yang buat.?" Tanya Rival.


"Mama hebat banget yaah" Puji risal.


"Ya Tuan muda Rival, karpet berbulu ini adalah alat yang Nona Vivian rancang dan di produksi selama dua hari. Mungkin Nona Vivian, ah bukan mungkin lagi. Tapi pasti Nona vivian sudah memperhitungkan hal yang akan terjadi jika menggunakan tempat tidur yang tinggi itu. Itulah Sifat Nona vivian yang tak pernah berubah dari dulu sampai sekarang.! " Jawab pelayan dengan penuh hormat pada rival.


"Apa karpet berbulu ini udah di pasarkan di dunia.? " Tanya Risal.


"Tidak Tuan Muda. Kata Nona vivian, karpet ini hanya boleh di gunakan oleh ke dua tuan muda yang akan datang, jadi tak boleh di pasarkan kecuali di izinkan langsung oleh Nona Vivian. Atau jika pikiran Nona Vivian berubah. "


"Ah.. Jadi begitu.. " Jawab risal.


"Jadi Tuan Muda, apakah ketinggian tempat tidur Para Tuan Muda harus di ubah menjadi lebih rendah lagi.? " Tanya pelayan.


"Eh... Enggak usah.. " Jawab rival dan risal dengan kompak.


Enak aja... Kan mama udah rancang karpet berbulu itu buat kami.. Masa iya gak kepakai sama sekali.. Batin rival.


"Kalo begitu, bisakah kita berjalan ke kamar mandi sekarang.? Karena sebentar lagi jam makan pagi akan tiba. " Ucap pelayan dan langsung di ikuti oleh rival dan risal.


.


.


.


๐ŸญDi meja makan. ๐Ÿญ


Rival dan Risal yang sudah selesai berpakaian rapi dan imut pun, menghampiri vivian yang sedang menikmati wedang jahe.


"Selamat pagi ma.. " Ucap rival dan risal penuh akan keceriaan.


"Em. Lekas lah makan dan pergi belajarlah jika perut sudah terisi penuh." Ucap vivian

__ADS_1


Mama juga gak muji penampilan kita... Batin risal sambil mengarahkan pandangan mata nya pada rival.


Seolah paham dengan maksud dari tatapan risal, rival pun membalas tatapan risal.


Mungkin mama lagi banyak pikiran dan pekerjaan yang merepotkan. Batin rival dan langsung di mengerti oleh risal.


Risal pun langsung mengangguk mempercayai kata kata yang di berikan oleh rival.


Sekarang kita makan aja dulu. Batin rival sambil menarik tangan risal.


Saat di pertengahan sarapan pagi, terdengar bunyi kursi yang di geser. Yaah, itu adalah kursi milik vivian.


"Kalo kalian udah abis makan, kalian bisa langsung ke ruang belajar kalian. Nanti randi bakal uji kemampuan dan mata pelajaran yang di sukai sama risal, jadi kalo sama kaya rival, kalian berdua bisa belajar bareng. Kalo gak sama juga gak papa kok. Mama bakal nyuruh kak marlin buat ajarin mata pelajaran yang risal sukai. Risal gak keberatan kan.? " Tanya vivian.


"Em... Risa gak keberatan kok ma. "


"Kalo gitu, kalian habisin sarapan kalian. Mama ada pekerjaan lain soal nya. " Ucap vivian sambil meninggal kan meja makan dan meninggal kan rival dan risal sendirian di meja makan....


"Rival... Mama kenapa sih.? " Tanya risal.


"Gak tau juga Risal... Mungkin mama lagi kesal atau lagi banyak pikiran.! " Jawab rival agar dapat menenangkan saudara nya itu.


Hal ini terus berlanjut sepanjang hari. Vivian yang terus menghindar dari rival dan risal, entah saat di rumah kacar, ruang olah raga, ruang kerja, dan bahkan tidak menaiki datu lift yang sama. Vivian lebih memilih menaiki tangga darurat, dari pada harus menularkan virus nya pada ke dua anak nya.


Tindakan vivian yang terus menghindar, rival dan risal yang terus mengekor dan ingin selalu menempel pada vivian, berlanjut sampai mata hari terbenam.


Saat makan malam, vivian tak bergabung bersama di kembar. Mereka berdua makan malam sendiri, dan berjalan menuju kamar mereka dengan pelayan yang mengantar.


"Tuan Muda Rival dan Tuan Muda Risal, karena hari ini Nona vivian sangat kelelahan dan butuh istirahat, jadi tak bisa mengantar dan menemani tidur ke dua Tuan Muda di malam ini. " Ucap pelayan


"Mama lagi banyak kerjaan ya hari ini.?" Tanya rival sambil mengerutkan alis nya, dia sudah tak tahan lagi dengan apa yang terjadi hari ini.


"Kami tidak tau Tuan Muda Rival. Lantaran setiap detik kami selalu berada di sisi tuan muda, info ini hanya saya dapat dari Pelayan bernama sisil, yang selalu berada di samping Nona Vivian. " Jawab pelayan dengan keringat dingin, lantaran rival mengerutkan dahi nya, dan mengeluarkan aura dingin yang hampir sama seperti saat vivian marah.


"Huh.... Sudah lah.. Kalian semua buruan keluar deh, aku sama saudara aku mau tidur. " Perintah rival layak nya orang dewasa.


Para pelayan pun mematuhi perintah dari rival, dan langsung keluar dengan cepat.

__ADS_1


Akhir nya, tindakan tanpa penjelasan dari vivian itu, menyebabkan ke dua anak nya salah paham pada nya. Maka, saat matahari terbenam, masih mengisahkan kesalahpahaman yang akan terus mendera rumah milik vivian itu, untuk dua hari ke depan...


__ADS_2