
Yah, yohan tak tau bahwa jawaban vivian bukan untuk membuat nya senang saja. Tapi jawaban vivian adalah sesuatu yang akan terjadi, dan pasti terjadi.
"Oh iya ma., sekarang udah jam be-"
"Kruyuk~... " Suara perut yohan yang keroncongan, dan berhasil memotong pembicaraan yang ingin dia lontar kan tadi.
"Hehehe, sekarang udah jam 10:45 menit sayang.! Kita makan yuk, mama juga udah lapar ni. " Ucap vivian yang sedang mengajak yohan makan..
Yohan pun hanya mengangguk patu dengan wajah nya yang memerah karena merasa malu, suara perut nya yang lapar bisa senyaring tadi..!
"Bisa bisa nya suara lo di los speaker kaya tadi...! kan aku jadi malu di depan mama.! "
Batin yohan yang sedang menyalahkan perut nya itu.
"Em, kita masuk KFC aja yuk.! Lagian kalo mau makan di restoran bintang lima, kita harus jalan beberapa ratus meter ke depan.! Yang simpel simpel aja ya.! " Ucap vivian pada yohan.
"Em, yohan bakal nurut sama mama kok. mau makan di mana aja, kalo sama mama pasti makanan nya bakal jadi lebih enak.! "
Jawan yohan yang sedang berjalan di samping vivian dan menggandeng jemari tangan vivian dengan erat. Seperti yohan takut kehilangan vivian, jika dia melepaskan genggaman nya pada jemari Tangan vivian
๐น๐น๐น
Saat ini, vivian dan yohan sudah duduk di meja pelanggan untuk dua orang. mereka juga sudah memesan tadi.
"Selamat menikmati makanan anda.!" Ucap pelayan yang sudah mengantarkan makanan dan meletakkan nya di atas meja. setelah itu langsung menunduk dan kembali bekerja.
"Ma, makan nya pakai tangan aja atau pakai sendok sama garpu ? " Tanya yohan yang sedang kebingungan. wajar, yohan batu memasuki KFC untuk pertana kalinya.
"Kamu belum pernah makan di KFC sayang ? " Tanya vivian yang sedang terheran heran.
"Em. Jangan kan makan di KFC, yohan keluar aja jarang. Di larang banget sama orang orang di kediaman, gak tau juga alasan nya.! " jelas yohan.
__ADS_1
Vivian pun kembali menampakkan mata nya yang bersedih, lantaran anak nya tak mendapatkan sesuatu yang seharusnya sudah dia dapat kan sejak dulu.
"Jadi gini, nasi nya itu gak usah pakai sendok, langsung aja pegang di bagian yang ada kertas nya, terus langsung gigit aja deh. Nah... terus kalo...... " Dan beberapa penjelasan yang di berikan vivian.
"Em, mah.. Kenapa mama keluarin kulit ayam goreng nya ? Kan kulit ayam nya itu enak banget ma.! " Protes yohan.
"Kulit ayam itu gak baik buat kesehatan sayang. kalo gak salah, kulit ayam dapat menyebabkan beberapa penyakit ...."
"Konsumsi kulit ayam yang terlalu banyak atau terlalu sering dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, apalagi jika kulit ayam dikonsumsi bersama makanan tinggi kolesterol lainnya, seperti junk food atau gorengan."
Jelas vivian yang sedang memberitahukan dampak dari kulit ayam. Yohan pun mendengarkan setiap penjelasan dari vivian secara seksama dengan wajah serius nya, sampai sampai dia tak menyadari ada satu biji nasi yang menyangkut di pipi nya.
Mata vivian pun tertuju pada satu biji nasi yang menyangkut di wajah anak nya itu.
"Hehehe, kamu benar benar ceroboh banget kalo lagi makan..! " Ucap vivian sambil menyeka biji nasi di pipi yohan itu.
"Hmpt... Nama nya juga anak kecil. Wajar aja kalo ngelakuin hal ceroboh ma"
Sanggahan yang di berikan yohan agar dia tidak di nyatakan bersalah.!
"Iyah iyah... anak mama ni gak pernah ceroboh kok. Masih anak anak jadi wajar."
Vivian pun mengikuti kemauan anak nya, dia tak mau kalo nanti anak nya tersinggung atau marah di pertemuan pertama mereka ini.
Mereka pun melanjutkan memakan makanan pesanan mereka, sambil bercerita, bercanda ria, bahkan tawa keras sering kali terlontarkan dari mulut kedua ibu dan anak itu tanpa sadar.
Yah, mereka berdua benar benar menikmati detik demi detik yang mereka lewati bersama. entah dari pihak vivian atau yohan, mereka berdua benar benar tak mau mengakhiri pertemuan ini begitu saja..!!mereka berdua seakan ingin menghentikan waktu saat ini juga , sampai mereka berdua merasa puas bertemu satu sama lain...
"Tapi pasti Yohan bakal keberatan..! "
"Tapi pasti Tante bakal keberatan..! "
__ADS_1
batin vivian dan yohan secara bersamaan di waktu, jam, menit, dan detik yang sama. Yah, nama nya juga ibu dan anak.. Pasti ada beberapa kesamaan dalam cara dan pola berpikir mereka.
Setelah selesai makan, tiba saat nya untuk membayar.! vivian pun membayar makanan mereka menggunakan "Kartu Black Card" milik nya. tentu saja suasana sekitar itu langsung heboh.
"Gila... Sultan juga bisa makan di tempat kaya gini ? "
"Astaga.. Selama ini aku hanya melihat kartu black card dari gambar dan foto yang ada di instagram saja.! Tak di sangka, hari ini aku melihat dan bahkan dapat memegangnya.. "
"Apakah para sultan sudah bosan dengan makanan mewah mereka ? "
"Para sultan kalo lagi boring kelakuan nya bikin tercengang ya... "
"Apakah dia tak bisa membayar dengan uang cash ? Gak kasian apa sama kita yang miskin ini.. "
"Wah.. jiwa jiwa miskin ku sedang meronta ronta kesakitan loh weh..! "
Yah, begitulah komentar komentar yang di keluarkan beberapa orang yang sedang makan, dan para pekerja.!
Reaksi mereka itu memang tidak berlebihan. Karena "Kartu black card" hanya terdapat lima di dunia. kelima kartu black card itu memang di perebutkan di kalangan masyarakat, walaupun ujung ujung nya kalah dari para miliarder.!
Tapi satu hal yang pasti, kartu black card akan diproduksi bagi para keturunan dari 5 keluarga ternama di dunia secara bebas. Tak ada larangan, tak ada bantahan, itu seakan hukum mutlak yang telah di tentukan, semenjak lima keluarga besar di dunia muncul dari peradaban, bertahun tahun yang lalu.
Kenapa yohan tidak kaget atau bertanya? Yah, karena yohan bahkan tak tau apa itu kartu black card.
setelah membayar makanan mereka, vivian dan yohan berjalan keluar sambil bergandengan tangan seperti tadi.
"Em, mama.sekarang udah jam berapa ya? "
Tanya yohan dengan wajah nya yang sedang gelisah, cemas, dan keringat dingin yang mulai bercucuran di wajah nya.
Tentu saja vivian langsung panik saat melihat ekspresi yohan saat ini. vivian langsung duduk jongkok, agar tinggi setara dengan punya yohan. Meletakkan tangan nya di atas dahi yohan, sambil berkata..
__ADS_1
"Kamu lagi sakit ya sayang ? Ko muka kamu tiba tiba kaya gini . Keringat nya juga lumayan banyak." ucap vivian sambil meletakkan tangan nya di dahi, pipi, dan leher yohan.
"Gak, yohan gak sakit ko ma, cuma...