
Sebagai sepasang pengantin baru, kehidupan Hafiz dan Alina kini selalu di warnai dengan canda tawa kebahagian, keromantisan dan kemesraan yang selalu mereka tampilkan di manapun dan kapanpun mereka berada.
Orang tua Hafiz, terutama sang Ayah selalu tampak bahagia melihat Putranya bersanding dengan seorang Wanita yang dianggapnya memiliki kasta yang sederajad denganya.
Tidak seperti menantu sebelumnya yang terlihat kampungan dan memiliki level jauh di bawah standartnya, namun menurut Ayah Hafiz mimpi buruk itu kini telah berakhir.
Berbeda dengan para ART yang selalu merindukan sosok Khadija yang sederhana dan bersahaja.
Di Tahun pertama, awal Pernikahan Hafiz dan Alina masih tampak normal seperti pengantin baru pada umumnya, masih hangat_hangatnya.
" Sayang bangun yuk, kita Sholat Subuh dulu?" Ucap Hafiz membangunkan Istrinya.
" Eungh...Aku masih ngantuk Yank?" Alina merubah posisinya membelakangi suaminya.
Karena merasa kasihan dengan Istrinya yang masih nampak lelah, Hafiz pun membiarkan istrinya tidur kembali, namun ia tetap malaksanakan kewajibanya.
Tak berselang lama, Alina bangun dari tidurnya, terusik oleh bunyi alarm dari ponselnya. Tangan Alina merayap ke atas nakas, matanya mengerjap cepat melihat jadwal meeting yang telah ia pasang sebagai pengingat di ponselnya.
Alina turun dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi, sedang Hafiz masih khusu' dalam Sholatnya.
Setelah Alina selesai dengan aktifitasnya di kamar mandi, berganti Hafiz yang masuk ke dalam kamar mandi.
" Sayang baju aku mana?" Tanya Hafiz saat ia baru selesai dengan ritual mandinya.
" Aduh yank, sorry aku gak sempet, kamu ambil sendiri aja ya? Aku buru_buru ada Meeting mendadak di kantor...By..." Jawab Alina sambil terburu_buru memasang sepatunya, setelah itu menyambar kunci mobilnya.
" Sayang Tunggu." Cegah Hafiz saat Alina hendak membuka pintu kamarnya. Hafiz berjalan menghampiri Istrinya.
Hafiz mengulurkan tanganya, berharap sang Istri menyambutnya.
Alina pun menoleh." Oh ya lupa."
Cup
Alina mencium bibir Hafiz dan mengabaikan uluran tangan dari suaminya. Hafiz menarik kembali tanganya, sekelebat ia teringat akan perlakuan Khadija yang selalu mencium punggung tanganya saat ia hendak pergi ataupun sudah kembali.
Setelah menikah, Alina tetap berkarir mengurus cabang perusahaan Ayahnya yang ada di Ibukota, karena Alina merupakan anak tunggal, jadi Alina adalah satu_satunya penerus perusahaan dari Orang tuanya.
Hafiz pun tidak masalah dengan karir Istrinya, selama itu baik untuk Alina, Hafiz tidak akan melarangnya.
Dengan terpaksa Hafiz harus menyiapkan segala keperluanya sendiri.
***
Malam hari...
Kali ini Hafiz pulang terlambat ke rumah, karena ada jadwal oprasi mendadak. Di lihatnya mobil sang istri sudah bertengger di dalam garasi, namun Istrinya tidak datang untuk menyambutnya.
" Istri saya sudah datang Bik?" Tanya Hafiz pada Bik Onah yang sedang menata makanan untuk makan malam.
__ADS_1
" Sudah Tuan, dari tadi sore."Jawab Bik Onah.
" Oh ya sudah, makasih Bik."
Hafiz lalu beranjak menaiki tangga menuju kamarnya sembari mengendorkan ikatan dasinya.
Ceklek
Hafiz perlahan membuka pintu kamarnya, di lihatnya sang Istri sedang merebahkan tubuhnya dengan posisi tengkurap di atas kasur, masih lengkap dengan setelan baju kerjanya yang di kenakan Alina tadi pagi, dan sepatu yang berserakan di lantai.
Hafiz menggelengkan kepalanya, lalu memungut sepatu Alina dan menaruhnya di rak sepatu yang ada di sudut kamarnya, sekalian dengan sepatu miliknya.
" Sayang ayo bangun." Ucap Hafiz yang sudah duduk di tepi ranjangnya, membelai rambut coklat istrinya.
Merasa terusik dengan suara Hafiz, Alina pun membalikan badanya.
" Sayang kamu udah pulang?" Tanya Alina dengan suara khas bangun tidurnya.
" Ya sudah, ini aku ada di depan kamu." Jawab Hafiz sambil tersenyum. " Kenapa kamu capek ya?" Tanyanya lagi.
Alina mengangguk." Iya yank, aku capek banget." Jawab Alina manja.
" Ya udah, sekarang kamu mandi habis itu kita makan malam, udah di tungguin Mama sama Papa.
" Bareng?"
" Boleh."
" Manja banget sih Istri aku?" Hafiz mencubit kecil hidung mancung Alina, lalu menggendongnya menuju kamar mandi.
Setelah selesai dengan acara mandi bersamanya, Hafiz dan Alina bergegas turun ke bawah, karena Orang tua Hafiz sudah menunggu untuk makan malam.
" Malam Pah, Mah?" Sapa Hafiz dan Alina bersamaan.
" Malam juga sayang."Sang Ayah.
" Malam juga Nak." Sang Ibu.
Kriet...
Hafiz menarik satu kursi untuk Istrinya, lalu untuknya sendiri dengan posisi duduk saling bersisihan.
Dirasa sudah lengkap, mereka pun memulai acara makan malamnya.
" Kapan nih, Papa dan Mama bisa nimang Cucu?" Ucap sang Ibu memecah keheningan di tengah acara makan malam.
" Uhuk...uhuk..." Alina tiba_tiba terbatuk.
" Kamu kenapa sayang? Ini minum dulu." Hafiz panik ketika istrinya tersedak, sambil membantu menyodorkan air minum ke arah Alina.
__ADS_1
Alina kemudian meminumnya. " Udah yank cukup, aku gak papa kok?" Ucap Alina dengan menempelkan telapak tanganya di depan dadanya.
" Pelan_pelan saja makannya?" Ucap sang Ibu Mertua pada Alina.
" Iya, Mah?".Jawab Alina
" Papa harap kalian tidak menundanya." Lanjut Ayah Hafiz pada topik awal.
" Ini aku sama Alina juga lagi berusaha, iya kan sayang?" Jawab Hafiz dengan menoleh ke Alina yang ada disampingnya.
" ii..iya Pah, Mah." Jawab Alina gugup dengan senyum yang di paksakan.
***
Ditempat lain, beberapa hari setelah acara perjodohanya, Aslan menggelar acara pernikahanya di tempat Istrinya.
Tidak ada Resepsi pernikahan yang megah, seperti yang pernah Aslan impikan, yang ada hanya prosesi ijab qobul yang di hadiri oleh para keluarga inti dari kedua belah pihak.
Kedua sahabatnya pun tidak bisa hadir, karena jarak yang jauh, dan waktu yang terkesan mendadak. Namun Aslan hanya meminta doa dari kedua sahabatnya.
Karena suatu alasan, Aslan mempercepat acara pernikahanya.
Dua hari berselang setelah menikah Aslan memboyong Istrinya ke Luar Negeri.
Entah karena alasan apa, semua yang di lakukak Aslan serba mendadak, apa ada yang disembunyikan oleh Aslan?
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
*Maaf ya para Readers Up_nya telat.🙏🙏🙏
Jadi Besok kalau Author tidak Up, mohon di maklumi...Mohon doanya author sekarang mau pulang kampung dulu.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa Like dan komenya, biar author tambah semangat ngetiknya di bulan puasa*.