
Alasan Khadija kembali ke Ibukota adalah ia harus tetap bekerja untuk menghidupi sang buah hati, meskipun Hafiz sudah menanggung biaya hidup dan pendidikan Zahra tidak lantas membuat Khadija berpangku tangan.
Sebagai ibu, Khadija juga ingin memberikan yang terbaik untuk Zahra dari hasil jerih payahnya, karena ia juga bertanggung jawab atas hidup Zahra.
Setelah menempuh perjalan yang cukup jauh dan memakan waktu yang lama, akhirnya Hafiz dan Khadija sampai di Ibukota.
Hafiz pun segera mengantar Khadija kembali ke rumah Ummi Aminah, sedangkan Aslan dan Aisyah langsung pulang ke rumah orang tua Aslan.
Setelah sampai di rumah Ummi Aminah, Hafiz membantu Khadija untuk menurunkan dan membawa masuk barang_barang Khadija sampai teras depan rumah Ummi Aminah.
" Kalau begitu, aku pamit ya Ja?" Ucap Hafiz, tanpa mampir ke rumah Ummi Aminah.
" Ndak mampir dulu Mas?" Tawar Khadija
" Gak usah Ja, soalnya aku harus buru_buru ke Rumah Sakit." Jelas Hafiz.
" Makasih Mas udah antar aku pulang, ya sudah hati_hati di jalan."
" Sayang, Papa pulang dulu ya?" Pamit Hafiz beralih pada Zahra dengan memberikan kecupan di kening sang buah hati.
" Dadah...Papa" Zahra melambaikan tanganya pada Hafiz ketika akan masuk ke dalam mobilnya.
Setelah mobil Hafiz menghilang dari pandangan, Khadija dan Zahra lalu masuk ke dalam rumah.
Rumah Ummi Aminah nampak sepi dan kosong tak ada siapa pun disana. Beruntung Khadija selalu membawa kunci cadangan yang di berikan Ummi Aminah.
Setelah memasukan barang_barangnya ke dalam kamar, bergegas Khadija pergi ke toko untuk mencari keberadaan Ummi Aminah dan sekalian menemui Leni, sahabatnya.
" Assalamualaikum..." Ucap Khadija, mendorong pintu kaca toko.
" Waalaikum salam..." Jawab Leni, yang berlari dari meja kasir menghampiri Khadija dan Zahra.
" Kamu kapan datang?" Tanya Leni, sambil mengangkat tubuh mungil Zahra ke gendonganya.
" Barusan kok!"
" Tante Leni kangen tau sama Zahra?" Ucap Leni beralih pada Zahra sambil terus mencium pipi gembil Zahra.
" Oh ya, Ummi kemana Len?" Tanya Khadija yang masih tidak menemukan keberadaan Ummi Aminah
" Tadi Ummi di jemput sama keponakanya." Jawab Leni." Cie...ciee...yang habis ini ketemu sama calon?" Goda Leni, yang membuat pipi Khadija memerah seketika.
" Apaan toh Leni ini?"
" Sumpah Ja, lebih cakep aslinya daripada fotonya." Leni dengan semangat memberi tahu Khadija.
" Mau cakep atau ndak, itu bukan masalah buatku Len, yang penting itu hatinya dan dia bisa menerima Zahra." Tanggapan Khadija, tentang orang yang dimaksud oleh Leni.
" Ya sudah, aka mau pulang dulu, mau bersih_bersih, udah bau apek!" Ucap Khadija sambil mengendus ketiaknya bergantian." Ayo sayang, Zahra mandi dulu, nanti main lagi sama tante Leni."
" Jangan lupa Ja, dandan yang cantik, sang Pangeran habis ini datang." Sahut Leni, menurunkan Zahra dari gendonganya.
__ADS_1
" Ndak usah lebay." Celetuk Khadija sambil berlalu menuntun Zahra.
Setelah selesai dengan segala kegiatanya di sore hari, Zahra pun sudah mandi dan kembali bermain bersama Leni di toko, seperti biasa Khadija selalu meluangkan waktunya untuk memasak, menyiapkan makan malam untuk semua penghuni rumah.
Hanya butuh waktu Dua jam Khadija menyelesaikan Lima menu makanan. Karena hobynya, Ummi menyerahkan sepenuhnya urusan masak_memasak pada Khadija, bukan berarti Khadija dijadikan pembantu, melainkan Khadija, Leni dan Ummi Aminah sudah memiliki tugasnya masing_masing dalam urusan pekerjaan rumah tangga.
Semua makanan sudah tersaji di meja makan, tinggal waktunya menunggu jam makan malam tiba sekaligus menunggu Ummi Aminah yang belum kembali ke rumah.
Saat Khadija hendak menyusul Zahra ke toko, dari pintu utama muncul Ummi Aminah bersama seorang Pria yang bertubuh tinggi, berkacamata bening dengan setelan kemeja berwarna hitam dan memakai celana bahan barwarna abu tua.
Wajahnya yang tidak terlalu tampan, namun sedap di pandang, membuat Khadija berdiri terpaku di ruang tamu menatap Dua orang yang berjalan menghampirinya.
" Assalamuslaikum, kamu sudah datang nak?" Ucap Ummi Aminah yang melihat Khadija sudah ada di rumahnya.
Khadija tersenyum "Waalaikum salam...Sudah Ummi, tadi siang Dija baru sampai."
Pria yang datang bersama Ummi Aminah begitu intens menatap Khadija yang terlihat salah tingkah.
"Ya sudah sekarang Haikal sama Khadija ngobrol saja dulu, biar tidak canggung begini." Ucap Ummi Aminah yang langsung pergi menuju kamarnya.
Ini kali pertama Khadija dan Haikal bertatap muka secara langsung, setelah menjalani proses Ta'aruf selama Satu tahun, karena Haikal yang berada di luar negeri untuk menyelesaikan tesis S2nya.
" Mari Mas, silahkan duduk." Ucap Khadija mengulurkan tanganya ke arah kursi ruang tamu.
" Iya, makasih." Jawab Pria yang diketahui bernama Haikal keponakan Ummi Aminah. "Ternyata kamu lebih cantik dari yang di foto?" Puji Haikal terhadap Khadija yang sedang tersipu malu.
" Ah, Mas Haikal bisa saja." Sahut Khadija.
" Mana Zahra, aku kangen sama celotehanya?" Tanya Haikal, matanya menjelajah ke sekeliling ruangan.
" ABI..." Pekik Zahra, saat melihat Haikal yang sudah duduk diruang tamu dan Zahra langsung berlari ke pangkuan Haikal.
Zahra selama Satu tahun terakhir, sebelum bertemu dengan Hafiz, ia sudah lebih dahulu mengenal Haikal meski komunikasi mereka hanya lewat sambungan Vidio Call.
Bukan tanpa alasan Haikal membiasakan Zahra untuk memanggilnya dengan sebutan "Abi" semata agar ia lebih akrab dengan Zahra, anak dari calon istrinya.
" Oh ya Dek, bisa gak besok nemanin Mas?" Tanya Haikal membuka suaranya lagi, setelah sempat bercanda dengan Zahra.
" Kemana Mas?"
" Ada acara, mumpung Mas ada di tanah air."
" Insyaalloh Mas."
Setelah lama mengobrol, waktu Magrib pun tiba, segera semua penghuni rumah Ummi Aminah bergegas menunaikan kewajibanya, saat ini mereka melakukan Sholat berjamaah yang di imami oleh Haikal.
Bacaan Sholat yang Fasih dari seorang Haikal, membuat damai setiap orang yang mendengarnya.
Dan pantas saja Haikal merupakan salah satu Mahasiswa lulusan terbaik dari jurusan ilmu Tajwid modern di salah satu Universitas terkemuka di Negeri Piramida.
Selesai dengan kewajibanya, tiba saatnya untuk bersantap malam, yang sebelumnya di masak oleh Khadija.
__ADS_1
Pujian demi pujian di layangkan Haikal untuk Khadija karena kepandaianya dalam memasak, membuat pipi Khadija selalu bersemu merah.
Ummi Aminah dan Leni pun turut merasa bahagia, akhirnya sebentar lagi Khadija akan merengkuh kebahagianya bersama Haikal, buah dari kesabaran Khadija selama ini dengan segala masalah yang dideritanya.
Acara makan malam pun selesai, dan Haikal pamit undur diri karena hari sudah mulai menampakan kepekatanya.
Berselang Lima belas menit setelah kepergian Haikal, sebuah mobil Sport hitam kembali masuk kedalam pekarangan rumah Ummi Aminah.
Siapa lagi kalau bukan Hafiz sang Pemilik Mobil mewah itu.
Sehari saja tidak melihat Zahra, rasanya seperti ada yang kurang dari diri Hafiz, terlebih sekarang ada sang mantan istri yang selalu di rindukanya, membuat Hafiz enggan berpisah, namun apa daya status yang menghalanginya.
" Assalamualaikum..." Ucap Hafiz saat akan masuk, yang langsung disambut rentangan tangan dari Putri kecilnya.
" Waalaikum calam...Papa." Jawab Zahra.
" Bunda mana sayang?"
" BUNDAAAA...DI CALI PAPA!" Teriak Zahra, tanpa menjawab pertanyaan sang Ayah.
" Hush...Anak pintar gak boleh teriak_teriak!" Omel Khadija yang datang dari arah dapur.
" Ada apa Mas?" Tanya Khadija yang sudah duduk bersebrangan dengan Hafiz.
" Besok malam, kamu bisa temani aku gak ke acara Reuni, nanti Aslan dan Aisyah juga datang." Pinta Hafiz.
" Aduh...Mas maaf, aku ndak bisa, aku besok sudah ada acara." Tolak Khadija Halus.
" Ya sudahlah, kalau kamu gak bisa." Jawab Hafiz dengan rasa kecewanya.
" Gimana, sama Plinces aja datangnya Pah?" Tawar Zahra dengan senyum riangnya.
" Boleh, tapi besok Princes Papa harus dandan yang cantik seperti Bunda." Sahut Hafiz sambil menatap ke arah Khadija. Khadija pun hanya nengibaskan tanganya menanggapi pujian dari Hafiz.
Seperti hari_hari sebelumnya, sebelum Hafiz pulang, Zahra selalu meminta sang Ayah untuk menemaninya tidur. Dan selama Hafiz menidurkan sang Putri kecilnya, Khadija akan menunggu diruang keluarga sambil menonton TV bersama Leni yang di minta Khadija untuk menemaninya.
.
.
.
.
.
*Bersambung...
Haikal
__ADS_1
Author sehari gak ngetik berasa ada yang kurang, jadi maklumin aja jika ceritanya agak gak nyambung atau gimana...
Jangan lupa Like dan Komenya...🙏🙏🙏*