Kilau Berlian

Kilau Berlian
111. Kartika datang membesuk Berlian.


__ADS_3

"Ibu ku meninggal karna menolong kamu, bukan karna kamu" 


Bintang bisa sedikit bernafas lega. 


"Kakek dan nenek selalu mengajarkan aku untuk ikhlas menerima cobaan dalam hidup. Mereka selalu bilang, ibu aku meninggal dengan cara yang mulia. Aku ngga boleh mengotorinya dengan memelihara dendam . Itu sebabnya setiap aku bercerita perihal mengenai kematian ibu , aku ga pernah menyinggung atau pun ingin tahu siapa yang di tolong nya. Aku ingin ibu tenang berada di sisi Allah" 


Hati Bintang tersentuh lembut mendengar kelapangan hati istrinya. Rasa sayang dan cintanya tumbuh semakin dalam. 


"Mungkin saat itu ibu dapat merasakan kalau orang yang di tolong nya akan menjadi jodoh buat anaknya kelak. Dia pasti akan menjaga juga mencintai anak perempuannya dengan sepenuh hatinya" 


"Pasti, Lian. Pasti" Bintang pindah duduk di samping istrinya. Dengan suka cita, Bintang memeluk istrinya dengan segenap rasa sayangnya. 


"Aku bukan hanya akan menjaga dan mencintai kamu sepenuh hati. Tapi aku juga akan menjaga dan mencintai calon anak kita melebihi segalanya. Aku janji akan menjaga kalian seumur hidup ku" Bintang meraba dan mengusap perut istrinya penuh perasaan. 


Seketika hati berlian ber desir merasakan kehangatan yang tersimpan dari balik perutnya. Berlian bersandar di bahu suaminya dengan mata terpejam menikmati kehangatan itu. Sedangkan Bintang terus mengelus perut istrinya sambil bibirnya mengecup lembut kening Berlian. 


Secara lembut, Bintang memutar wajah istrinya. Kemudian memagut bibir ranum itu penuh kasih sayang. Berlian tidak bisa mengelak, dia membalas dan menikmati permainan bibir suaminya.  Pasangan suami istri itu tersenyum penuh cinta. Keduanya lantas berpelukan dan tak terpisahkan.


...****************...


"Selamat ya Lian. Akhirnya kamu hamil juga" 


Ucapan selamat itu mengalir tulus dari sahabat terbaik berlian yaitu Kartika. 


Kartika khusus datang membesuk sahabatnya setelah mendengar kabar kalau Berlian di rawat di rumah sakit yang sama dengan papanya dari Satria yang tadi pagi menghubunginya. 


"Iya, tika. Aku senang... banget bisa hamil. Terimakasih ya,kamu sudah datang membesuk aku" Berlian tidak dapat menyembunyikan kebahagiannya. 


Kartika ikut bahagia dan memeluk temannya penuh suka cita. 


"Sekali lagi, selamat ya . Jaga calon keponakan aku baik-baik" Kartika tersenyum lebar setelah melepaskan pelukannya. 

__ADS_1


"Awas saja kalau calon keponakan aku sampai kenapa-kenapa" ancamnya tak serius dan di iringi tawa renyah. 


"Iya, tante bawel" Berlian ikut tertawa. Tak lama, Berlian diam dan mengamati perubahan raut muka temannya. 


"Tik, aku dengar papa kamu di rawat, ya?" tanyanya hati-hati.  Kartika mengangguk lemah. 


"Papa aku terkena serangan jantung" curhatnya sedih. Berlian turut prihatin. 


"Kamu yang sabar ya tik. Papa kamu pasti akan sembuh. Aku akan selalu mendoakannya" Berlian menguatkan hati sahabatnya sambil menggenggam kedua tangannya.  Kartika mengangguk dan tersenyum tegar. 


"Oh ya, Bintang mana?. Kok dia enggak kelihatan?" Kartika celingak-celinguk melihat seisi ruang rawat sahabatnya. Hanya ada dia dan Berlian di sana. 


"Bintang lagi keruangan dokter kandungan ku. Katanya ada yang mau di bicarakan dengan dokter" 


"Ohh..." Kartika manggut-manggut tanda mengerti. 


Baru saja di bicarakan, Bintang muncul dari balik pintu. 


"Tik, kamu di sini?" sapa Bintang lebih hangat dan bersahabat. 


"Selamat ya. Sebentar lagi kamu akan menjadi ayah" Kartika mengulurkan tangannya. 


Bintang yang sudah duduk di samping istrinya menyambut dengan terbuka uluran tangan Kartika.


"Terima kasih" katanya. 


"Sayang, papanya Kartika kan lagi di rawat, bagaimana kalau sebelum kita pulang, kita membesuk pak Erwin dulu" ujar Berlian meminta pendapat dan persetujuan suaminya. 


Bintang diam dan berpikir sejenak. 


"kamu itu masih butuh istirahat yank. Kita membesuknya kapan-kapan saja ya" putusnya. 

__ADS_1


Berlian sedikit kecewa dan tidak enak dengan Kartika ,temannya. 


"Lian, apa yang di katakan Bintang itu benar. Kamu harus banyak istirahat. Nanti kalau keadaan kamu sudah membaik, baru kamu dan Bintang datang membesuk. Lagi pula papa aku sedang tidak ingin bertemu siapapun. Sepertinya papa mau menenangkan dirinya" Kartika sepakat dengan pendapat Bintang.


"ya sudah mungkin lain kali ya tik" Berlian mengalah.


"aku mau kembali ke ruangan papa ku ya. Kasihan kalau papa lama-lama di tinggal" pamitnya pada pasangan suami istri berbahagia itu. 


"Sampaikan salam aku sama papa juga mama kamu, tik" seru Berlian.


Kartika mengangguk, lalu keluar dari ruangan tersebut. Tinggal Bintang berduaan dengan istrinya. 


"Sayang, kita jadi pulang sekarang kan?" tanya Berlian memastikan keputusan dokter tadi pagi. 


"Iya, kita pulang sekarang" 


Berlian tersenyum senang . Dia sudah tak sabar memberitahu kabar kehamilannya pada nenek juga kakeknya yang di suruh menunggu di rumah mertuanya. Berlian tak mau nenek dan kakeknya kecapekan membesuknya ke rumah sakit. 


Bintang segera mengemasi 2 pasang baju kotor istrinya dan memasukkannya kedalam tas.


"Sudah,kita pulang" seru Bintang semangat.  Bintang pun menggendong Berlian untuk di dudukan di kursi roda.


"Kamu sekarang berat, ya?" canda Bintang.


"Ya sudah, kalau berat. aku turun sendiri ga usah digendong segala" Berlian manyun. 


"Hahaha Bercanda Mama sayang...." tawa Bintang berderai. Berlian tersenyum mendengar panggilan Bintang tadi.


Bintang mulai melangkah dan terus berjalan melewati lorong rumah sakit sambil mendorong kursi roda yang dipakai Berlian. Keduanya tersenyum penuh makna manakala mereka melihat seorang wanita keluar dari ruang rawat bersama seorang laki-laki yang tengah menggendong bayi mungil. Keduanya tampak bahagia. 


"Aku jadi ga sabar menanti saatnya untuk melahirkan anak kita ke dunia ini" Berlian beralih menatap suaminya .

__ADS_1


"Semua ada waktunya, sayang. Yang terpenting saat ini kita harus menjaga kandungan kamu dengan baik. Jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi" ujar Bintang lebih bijak dari biasanya. 


Mereka pun melanjutkan jalannya menuju ke tempat parkir.


__ADS_2