Kilau Berlian

Kilau Berlian
Bab 93. Penangguhan Penahanan Bintang.


__ADS_3

Kegundahan itu hilang. Resah dalam hatinya juga tak lagi ada. Sepucuk surat dari berlian berisikan permintaan maaf juga penjelasan kenapa berlian sampai terlambat mengunjunginya membuat bintang tenang. Bintang di buat terharu akan pengorbanan istrinya yang jauh-jauh mau meminta bantuan mantan staf senior di kantornya yang dia pecat secara tidak hormat. Ada rasa pesimis pak yadi mau membantunya. Tapi, dukungan nyata dari Berlian membangkitkan rasa optimisnya lagi. 


"Bintang ,aku cinta kamu" 


Sebuah kalimat terakhirnya yang sangat menyentuh bagi Bintang. 


"Aku juga cinta kamu, Sayang. Sangat mencintai kamu" ujarnya sambil mencium selembar surat yang sudah dia baca. Aroma wangi berlian terasa masih tertinggal .


...****************...


Malamnya berlian tak bisa tidur. Dia di buat gelisah dan merindu karna tidak bisa bertemu dengan bintang sedetikpun.


Paginya, Berlian siap-siap pergi. Biasanya setelah menyiapkan sarapan untuk kakek, nenek juga kakaknya, Berlian baru berangkat. Kali ini, Berlian mau minta tolong pada neneknya. Namun keadaan rumah sepi. 


kakak nya juga tidak ada di kamarnya.


"Mungkin sudah berangkat kerja" duganya. 


Kamar kakek dan neneknya pun kosong. Berlian hilir mudik tak tentu mencari anggota keluarganya yang tiba-tiba pada menghilang entah kemana. 


"Kakek sama nenek kemana, sih?. Mereka lupa apa , kalau aku mau membesuk bintang" gerutunya tak tenang. 


"Apa sebaiknya aku pergi saja?" pikirnya matang. Setelah yakin, Berlian segera masuk kamar dan bersiap untuk pergi. 


"Sudah hampir jam 10 lagi" gerutunya keluar dari kamar dan melirik jam di dinding yang tergantung di ruang keluarganya yang sederhana. 


Berlian pun buru-buru membuka pintu dan keluar dari rumah. Baru 5 langkah berjalan, berlian berdiam diri melihat mobil asing masuk ke pekarangan rumahnya. 


"Mas satria!!" ucapnya mengenali lelaki berambut agak gondrong itu. 


Tak lama Arya ikut turun, di susul kakek Dharma beserta istri. Terakhir mama Farida. 


Kening berlian mengkerut. Wajahnya penuh tandanya, ada apa gerangan semua keluarganya berkumpul dan mereka dari mana?. 


"kamu mau ke mana?" satria duluan bersuara dari yang lainnya. 


"aku mau besuk bintang ,mas" jawabnya di tengah prasangka nya yang buruk tentang keadaan suaminya melihat wajah-wajah tegang di depannya. 


"ngga perlu" 


Pintu mobil terbuka dan seorang pria keluar dengan gagah. 


"BINTANG??" Berlian mematung dan tak percaya dengan apa yang dia lihat.  Semua yang ada di sana tersenyum meyakinkan berlian.


Bintang tersenyum dan berjalan pelan mendekati istrinya yang mematung. 

__ADS_1


"Lian ... aku cinta kamu" 


Kata-kata itu yang pertama kali keluar dari bibir bintang ketika berhadapan dengan pujaan hatinya. 


"Aku merindukan mu" desah Bintang.


Air mata Berlian menetes. Bintang nyata berdiri di depannya. Dia tidak lagi bermimpi seperti hari-hari sebelumnya.  Berlian tak sanggup bersuara, lidahnya kelu. Yang bisa di lakukan hanyalah menghambur memeluk suaminya dengan nyata.  Bintang pun membalas memeluk dan mengecup ubun-ubun istrinya penuh rindu. 


"Bu Aminah, pak Dharma, apa sebaiknya kita ke tempat lain saja untuk bicara karna ada hal penting yang mau saya sampaikan" kata mama Farida pada pasangan suami istri yang sudah berumur itu. 


"Boleh" sahut kakek Dharma setuju. 


"Arya, kamu juga ikut" seru mama Farida.


 


"Baik, tante" 


"Sat, kamu ikut kita semua" ajak Arya pada temannya. 


"Ogah, kamu saja" tolak satria yang dari tadi manyun melihat pertemuan Bintang dan Berlian.


"Ahh... buruan ikut" paksa arya menarik tangannya satria.


"Ngapain sih mesti ngajak-ngajak aku segala" protesnya begitu berada dalam mobil. 


"Iya satria. Lagi pula ada hal yang ingin saya bicarakan dengan kamu" ujar mama Farida yang duduk di belakang bersama besannya. 


"Bilang saja mau membiarkan bintang dan Lian berduaan" rutuk satria sambil menyalakan mesin mobilnya. 


...****************...


"Sayang, ini beneran kamu, kan?" tanya berlian sambil menangkup wajah suaminya. 


"Masih belum yakin?" Bintang mendelik nakal. 


"Berarti kamu sudah bebas" sorak Berlian senang. 


"Belum...." sergah bintang.


"Lalu?" 


"Penangguhan penahanan aku di kabulkan dan aku di kenakan status tahanan kota dan di wajibkan wajib lapor 2x dalam seminggu" ungkap Bintang tak surut rasa bahagianya meski dia tidak bebas murni. Begitu juga yang di rasakan Berlian.


"Kamu kenapa ngga kasih tahu aku kalau hari ini kamu mau keluar dari penjara. Aku kan bisa ikut jemput kamu" protes Berlian.

__ADS_1


"Kejutan..." cetus Bintang dengan senyum yang tak pernah hilang. 


"Kamu jahat!" Berlian manyun. Lalu tersenyum dan kembali memeluk suaminya. 


"Aku cinta kamu" bisiknya lembut tepat di telinga suaminya.  seakan tak ada bosannya mengucapkan kalimat sakti itu.


"Aku juga. Aku cinta kamu" balas Bintang.


"Lang, mama sama semuanya mau pada kemana?. "


Berlian yang menatap lurus ke depan tersadar melihat keadaan yang sepi. Bintang melepas pelukannya dan melihat ke arah yang sama. 


"Mungkin pergi karna ada urusan lain" 


"Kemana?" 


Bintang mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu. 


"Bintang..." pekik Berlian terkejut karna tiba-tiba bintang membungkuk dan mengangkat tubuhnya. 


"Tu... turunin aku ih. Malu di lihat tetangga" rengeknya. 


"Kenapa harus malu?. Kita ini kan suami istri. Terserah kita donk mau ngapain. Termasuk yang itu" Bintang memainkan senyum dan lirikan nakalnya. 


"Itu apaan?" Berlian memasang wajah polosnya dan menekuk wajahnya menyembunyikan di dada bidang Bintang.


Bintang tertawa lepas. Dia gemas sendiri memperhatikan paras istrinya yang memerah. Bintang pun melangkah masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar pribadi mereka. 


Dengan hati-hati Bintang membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur , hati Berlian di buat bergemuruh. Kemudian dia berjalan menutup jendela juga pintu kamar. 


"Bin, Kenapa semua pintu di kunci?" 


Bintang hanya tersenyum. 


"Eh, kamu mau kemana?" Bintang buru-buru menahan tubuh istrinya yang mau beranjak turun. 


"Aku mau bikin sarapan buat kamu. Kamu pasti belum sempat sarapan, kan?" 


"Sudah tadi di luar" katanya cepat. 


"Kalau begitu aku mau buka jendela, soalnya gelap" ujar Berlian banyak alasan. 


"Lian, aku rindu sekali sama kamu" ucap Bintang dengan sorot mata teduh penuh kerinduan. 


"Aku juga rindu sama kamu" Berlian tersenyum dan mengusap wajah suaminya yang di tumbuhi rambut halus yang belum sempat di cukur. 

__ADS_1


Kedua wajah insan saling merindu itu bergerak dan mendekat dan kian dekat hingga bibir keduanya bertemu. 


Dengan sepenuh hati, Bintang menguasai bibir ranum istrinya dengan sempurna. Berlian membalasnya dengan indah. Hasrat kerinduan mereka membuncah dan menginginkan hal yang sama. Berlian pasrah saat Bintang merebahkan tubuhnya dan memeluknya dengan hangat. Belaian, sentuhan, kecupan di lakukan Bintang dengan lembut yang menghadirkan sensasi kebahagian penuh cinta. Keduanya pun makin larut melepas rindu yang tertahan cukup lama.


__ADS_2