Kilau Berlian

Kilau Berlian
Bab 47. Berlian kehilangan percaya diri


__ADS_3

Gambaran Berlian terhadap sosok Bella tak jauh beda apa yang di imajinasi kan dan dengan selembar foto yang di perlihatkan oleh Arya . Beberapa saat Berlian terdiam mengamati foto tersebut dan membandingkan dengan dirinya sendiri. 


"Cantik sekali" kata Berlian mengagumi figur dalam foto tersebut yang berpose layaknya super model dengan gaun berwarna Biru tua yang elegan. 


"Wajar jika kakak dan Bintang jatuh hati dengan Bella. Bella tidak hanya cantik, dia juga sangat anggun, elegan, seleranya pun sangat berkelas. Beda sekali dengan Lian yang kampungan dan norak. Tidak salah kalau Bintang begitu benci sama kakak karna terlalu bodoh baginya untuk melepaskan Bella ke tangan laki-laki lain" Berlian tersenyum getir membandingkan dirinya dengan figur menawan yang ada dalam foto. 


"Lian, Bella memang cantik, tapi kamu tak kalah cantiknya dari dia. Seandainya kakak bukan kakak kandung kamu dan kakak di haruskan memilih siapa yang pantas menjadi kekasih kakak antara kamu dan dia , kakak pasti akan memilih kamu, karna kamu memiliki kecantikan yang terlahir dari hati" ujar arya apa adanya dan bukan bermaksud menghibur adiknya dengan bualan tak berdasar.


"Kak arya tidak perlu bicara seperti itu. Lian tahu diri kok, kalau Lian itu tidak bisa di banding-bandingkan dengan Bella. Kalau sampai hari ini Bintang masih mencintai Bella dan berharap ingin kembali dengan dia, Lian bisa maklum karna dia memang layak untuk di perjuangkan sebab Bella sangat pantas dan sepadan mendampingi Bintang. Mereka sama-sama memiliki selera hidup yang tinggi" 


"Dek, kamu jangan memojokkan suami kamu terus menerus karna persoalan masa lalunya. Kamu sendiri juga memiliki persoalan masa lalu dengan Rangga." ujar Arya sedikit menegur adiknya. 


"Kak, ada atau tidaknya Rangga dalam kehidupan masa lalu Lian, itu tidak akan bisa merubah komitmen yang sudah Lian buat. Sejak Lian memutuskan menerima pinangan Bintang, Lian sudah berjanji pada diri sendiri akan mengubur dalam segala kenangan tentang Rangga dan Lian akan membiarkan Bintang hidup subur mengisi hati sepenuhnya dan Lian akan memupuk setiap kesempatan yang ada untuk mencintai Bintang" 


"Tapi bagaimana dengan Bintang, kak?. Apa dia juga mempunyai komitmen yang sama ?. Apa dia juga mau belajar mencintai seperti Lian mau belajar mencintai dia?" ujar Lian bertubi-tubi mempertanyakan keraguannya pada Bintang.


 


"Soal Bintang, hanya kamu yang bisa memahaminya karna kamu istrinya. Kakak yakin, Bintang pasti punya pemikiran matang kenapa dia memutuskan menikahi kamu dari pada dia berjuang memperebutkan Bella." Arya membelai bahu adiknya dan coba membesarkan hati sang adik yang kehilangan semangat dan percaya dirinya. 


"Kak, apa kakak bisa mempertemukan Lian dengan Bella?" pinta Berlian tiba-tiba. 


"Bertemu Bella?. Untuk apa?" Arya kaget dengar permintaan adiknya.


 


"Lian hanya ingin mengenal Bella lebih dekat dan ingin tahu apa lebihnya dia hingga bisa membuat kak arya dan bintang jatuh hati dengan dia" kata Berlian dengan alasannya. 


"Maaf dek, kakak tidak bisa mempertemukan kamu dengan Bella" tolak arya. 


"Kenapa?" tanya Berlian. 


Arya diam saja dan tak mau menjawab pertanyaan adiknya. 

__ADS_1


"Kenapa kakak tidak mau mempertemukan Lian dengan Bella?. Kenapa, kak?" desak Berlian. 


Di desak seperti itu membuat arya bingung tak tahu harus menjawab apa dan dia merasa sangat beruntung ponselnya berbunyi tepat waktu. Arya pun segera mengangkatnya. 


"Iya tante, ada apa?" 


"Apa? Kritis?" arya seketika melonjak dari tempat duduknya. Berlian yang mendengar obrolan kakaknya lewat ujung telpon di buat bertanya-tanya kakaknya bicara dengan siapa dan siapa yang kritis ?!. 


"Tante tenang dulu, aku segera kesana" Arya menutup telponnya. 


"Siapa yang kritis, kak?" 


"Dek, kakak harus pergi. Kamu jaga diri kamu baik-baik" arya buru-buru pergi meninggalkan adiknya dalam kebingungan dan tanda tanya besar. 


"Kak arya, tunggu dulu" Berlian berniat menyusul kakaknya. Namun, niatnya di urungkan karna mengingat tujuan awalnya datang kekantor suaminya untuk mengantar makan siang buat sang suami. 


"Fotonya Bella ketinggalan lagi" katanya saat menyadari tangannya masih memegang foto wanita bernama Bella. Perempuan dari masa lalunya Bintang. 


...****************...


"Rangga, aku senang banget waktu kamu nembak aku tadi. Aku sama sekali ngga menduga kalau kamu sudah lama suka sama aku" kata gadis yang berjalan beriringan dengan Rangga.


 


"Soalnya kamu itu cantik banget Siska. Wajar kalau aku suka sama kamu" ujar Rangga menggombal , membuat Siska terbang melayang. 


"Jadi laki-laki itu namanya Rangga" geram Arya dalam hati mengingat cerita adiknya pernah di sakit oleh pemuda playboy tersebut. 


"Lihat saja, apa yang bisa di perbuat olehku akan mempermalukan kamu" sinisnya. 


Arya kembali mempercepat langkah dan sengaja menyenggol bahu Rangga hingga hampir jatuh. 


"hei, kalau jalan lihat-lihat pake mata " tegur Rangga kasar. 

__ADS_1


"Maaf bos, saya tidak sengaja" ucap arya sambil memainkan keahliannya dalam urusan copet mencopet tanpa di sadari Rangga.


"Sayang, udah nggak usah di ladeni. Kita kan mau merayakan hari pertama kita jadian" ujar Siska mengingatkan pujaannya. 


"Ya udah, ayo..." Rangga kembali menggandeng tangan Siska dengan mesra dan mengacuhkan bagaimana tajamnya tatapan arya melihatnya. 


"Dasar Playboy kabel!. Siap-siap saja dibuat malu, karna dompet kamu ada di tanganku sekarang." arya tersenyum puas sambil mencium dompet Rangga yang berhasil di copetnya penuh kemenangan. (adegan tidak untuk ditiru ya gaes 😂)


...****************...


Jam kantor sudah usai, para karyawan dan pekerja lainnya sudah pulang satu persatu dan Berlian pun sudah bosan menunggu suaminya yang tak kunjung balik kekantor sejak kejadian tadi siang. Berlian juga sudah lelah dan capek merapikan dan membersihkan ruang kerja suaminya. Ruang kerja yang tadinya agak berantakan, kini jauh lebih tertata rapi dan terkesan seperti ruang baru di huni. 


"Bintang kenapa belum balik,sih?. Apa dia langsung pulang ke rumah?" tanyanya dalam hati. Kebiasaan Berlian kalau keluar rumah , lupa membawa ponselnya.


"Mending aku pulang saja" putusnya setelah melirik kearah jam dinding yang menunjukkan hari sudah menunjukkan jam 5 sore. 


Berlian pun pulang dengan kesal hati karna Beef teriyaki yang dia masak sendiri khusus untuk suaminya tak sempat di cicipi oleh Bintang. Dari pada mubazir, Berlian memberikan kepada mang Asep yang mengantar nya ke kantor Bintang.


...****************...


"Dompet aku mana,ya?" Rangga kalang kabut memeriksa kantongnya ketika dia dan pacar barunya selesai makan di sebuah resto tak jauh dari kantor.


"kamu kenapa?" tanya Siska heran. 


"Dompet aku hilang, kayaknya ada yang mencopet" jawab Rangga sambil terus memeriksa kantong celana dan bajunya. 


"Ya udah, makanannya biar aku yang bayar" ucap Siska mengalah demi rasa cintanya pada Rangga.


"Makasih ya sis, kamu baik banget sih jadi cewek" ujar Rangga menahan malu karna di lihatin oleh pelayan yang dari tadi berdiri memberikan tagihan menu makanan yang mereka pesan. 


"Pasti pemuda tadi yang sudah ambil dompetku" tebak Rangga dalam hati. 


"Sial... kartu atm dan tagihan aku ada di dalam dompet itu semua" kesalnya dalam hati. 

__ADS_1


"Rangga , maaf ... dompetku ketinggalan di laci meja kerjaku" Siska nyengir tidak enak hati setelah memeriksa tasnya. 


"Apa?" kaget Rangga. 


__ADS_2