Kilau Berlian

Kilau Berlian
Bab 25. SAH!


__ADS_3

"Aku di mana?...." Berlian kebingungan sendiri dalam kamar yg berukuran berkali-kali lebih besar dari kamarnya.


"Bintang..." ucapnya ketika seorang pria berparas tampan dengan sorot mata tajam masuk menghampirinya.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanyanya sekedar basa-basi.


"Apa kamu yang sudah menolong dan membawaku kemari?" Berlian balik bertanya.


"Aku bukan menolong kamu, aku hanya kasihan melihat kamu tergeletak pingsan di pinggir jalan" jawab Bintang datar.


"Apa pun alasannya, aku tetap harus mengucapkan terima kasih karena kamu sudah menolongku. Ternyata kamu baik juga" kata Berlian berusaha meredam sedikit egonya karena dia bisa melihat sisi baik seorang Bintang yang arogan.


Bintang sudah menolongnya dari keroyokan preman, lalu membawanya kesini dalam keadaan pingsan. Seandainya Bintang laki-laki jahat, Bintang pasti sudah mengambil kesempatan saat dia tidak sadarkan diri.


Bisa saja dia membawanya ke suatu tempat dan bisa melakukan apa saja yang dia suka. Tapi, Bintang justru membawa dia kerumahnya.


"Kamu minum vitamin nya dulu biar tenaga kamu fit dan habis itu kamu ikut aku"


"Kemana?"


"Jangan banyak tanya." kata Bintang sambil menyerahkan segelas air putih beserta vitamin yang di taruh dekat tempat tidur mamanya.


Berlian yang malas berdebat, memilih menurut dan meminum tapi karna terburu-buru dia malah tersedak dan akhirnya menyemburkan air yang diminumnya.


"crotttt..." tiba-tiba Berlian menyemburkan sisa air minum membasahi baju kemeja yang di kenakan Bintang.


"Lian, kamu jorok banget sih . Kamu sengaja ya menyemburkan minuman ke bajuku...." protes Bintang emosi.


"Maaf, aku ga sengaja" ujar Berlian nyengir.


"Sini, biar aku bersihin" Berlian berniat membantu Bintang yang sibuk membersihkan kemejanya menggunakan tissue.


"Tidak perlu" Bintang coba menepis tapi yang ada dia justru menggenggam jemari Berlian tanpa sengaja.

__ADS_1


Bintang termangu dan bingung bagaimana dia bisa hilang akal mau melakukan apa setelah tangannya menyentuh lembut jemari milik Berlian.


"Biar aku yang membersihkan kemeja kamu" Berlian merebut tissue dari tangan Bintang.


Bintang tertegun menatap Berlian yang sibuk membersihkan kemejanya. Kenapa dia tidak menepis tangan itu dan justru membiarkan Berlian begitu saja?.


Dunia serasa berhenti berputar kala dua pasang mata itu beradu pandang dengan sorot mata yang sulit di artikan.


"Kamu siap-siap , karena aku mau membawa kamu ke sesuatu tempat" Bintang lebih dulu sadar dan beranjak meninggalkan Berlian yang diam terpaku.


Tak berselang lama seorang lelaki kemayu datang bersama seorang asistennya dengan membawa sebuah baju yang sangat di kenali olehnya.


Biarpun curiga, Berlian tidak bisa berbuat banyak selain pasrah menuruti apa yang diperbuat oleh mereka.


...****************...


"Bin, sebenarnya kamu mau membawaku kemana?" tanya Berlian berkali-kali dalam sebuah perjalanan yang membuatnya cemas tingkat akut karena busana yang dikenakannya.


"Nanti juga kamu tahu" jawab Bintang tanpa melirik ke sampingnya dan fokus mengemudi mobilnya.


"Kamu akan tahu jawabannya di dalam" jawaban Bintang membuat Berlian makin penasaran dan ingin segera menemui kakeknya. Siapa tahu kakeknya bisa menjelaskan apa arti semua ini.


Bintang dan Berlian jalan beriringan melewati lorong rumah sakit. Berhubung hari sudah larut malam dan bukan waktunya berkunjung , Berlian tidak terlalu risih dengan pakaiannya.


Tiba di ruang rawat kakeknya, Berlian di buat terkejut bukan main. Di sana sudah ada mama nya Bintang beserta kerabatnya juga seperti seorang penghulu. Kakek dan neneknya juga sudah rapi dengan jas dan kebaya yang senada dengan yang lainnya.


Apa ini ada sangkut pautnya kenapa dia dandani sedemikian rupa dengan balutan kebaya putih yang mahal dan indah itu???.


"Bin,ini maksudnya apa?" Berlian bertanya pada Bintang yang sedang mengenakan peci hitamnya, membuat Berlian mulai bisa membaca situasi dan keadaan.


"Tanpa bermaksud merendahkan harga diriku. Aku Bintang Pratama dengan segenap kesadaran ingin memintamu, Berlian Oktaviani, untuk bersedia menjadi istriku....Dengan izin Allah juga dengan restu kakek dan nenekmu, apa kamu bersedia menjadi istriku???" ucap Bintang tiba-tiba , tak peduli kalau-kalau Berlian akan menolak nya lagi.


Berlian terkejut dan tak menyangka mendengar pernyataan Bintang yang bisa berbuat se gentle itu.

__ADS_1


"Aku bukan laki-laki pecundang yang mengandalkan perjodohan untuk bisa menikahi kamu tanpa mendengar jawaban kamu seperti apa?"


Berlian masih shock dan seakan mau pingsan. Di lihat kakek juga neneknya yang tersenyum bahagia penuh harapan. Senyum paling berkesan dan bahagia yang pernah di perlihatkan oleh kedua orang yang sudah begitu berjasa membesarkannya.


"Kakek Dharma juga nenek Aminah!. Sebagai perwakilan keluarga Berlian, saya Bintang Pratama dengan segenap tanggung jawab meminta persetujuan kakek dan nenek untuk menjadikan Berlian sebagai wanita pendamping hidup saya" Bintang meminta persetujuan dari kakek dan neneknya.


"Kakek sangat salut dengan keberanian kamu melamar langsung Berlian di hadapan kakek, tapi semua kembali lagi pada Berlian karena dia yang berhak menentukan jawabannya" jawab kakek Dharma bijaksana.


"Berlian, apa kamu bersedia menjadi istrinya bintang sekaligus menantunya mama?" mama Farida ikut bertanya.


Berlian coba menjernihkan pikirannya dengan berdoa dan mengingat Tuhannya hingga mengenang semua kebaikan mama Farida juga pertolongan yang di lakukan Bintang untuknya. Mungkin ini memang yang terbaik.


"Ya, aku bersedia...." Berlian membuat keputusan yang membuat semuanya bernafas lega.


Akad nikah pun berlangsung hidmat dan sakral. Wali nikah Berlian diserahkan kepada paman dari pihak almarhum bapaknya karena kakak laki-laki satu-satunya pun tidak tau dimana rimba nya.


"Saya terima nikahnya Berlian Oktaviani binti Ahmad dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai...." Bintang mengucapkannya dengan lancar tanpa hambatan, tak terasa air mata Berlian menetes saat itu.


"SAH?" tanya penghulu.


"SAH...." jawab semua yang hadir dan saksi nikah.


Doa pun di panjatkan bagi kelangsungan rumah tangga kedua mempelai. Tampak Berlian tidak bisa membendung tangisnya. Kisah barunya sebagai istri dari Bintang baru akan di mulai, akan seperti apa nasib rumah tangganya tanpa di dasari cinta.


Atas perintah mama nya, Bintang terpaksa mencium kening Berlian.


"Jangan kelamaan" tegur Berlian karena Bintang keenakan mencium keningnya.


"Kalau bukan di suruh mama, aku juga malas mencium kening kamu" balas Bintang ketus.


"idih... Ngeles lagi, sudah keenakan juga" sambar Berlian sewot.


"Kamu nya saja yang GR, orang ciumnya juga terpaksa" Bintang tak mau kalah.

__ADS_1


"Bintang, Berlian , sudah. Kalian itu sekarang sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Jangan kekanak-kanakan seperti ini" Mama Farida melerai perdebatan anak dan menantunya. Baru saja menikah sudah langsung ribut, bagaimana dengan malam pertama mereka nantinya?. Bisa gagal punya cucu tuh mama Farida (⁠◔⁠‿⁠◔⁠).....


__ADS_2