Kilau Berlian

Kilau Berlian
Bab. 41 Arya bertemu Bintang


__ADS_3

Bintang duduk di kursi kebesarannya. Senyumnya terpampang nyata mengingat dan mengenang kebersamaannya dengan Berlian waktu di vila. 


"Kenapa aku jadi seperti orang gila begini" rutuk Bintang dalam hati. 


...****************...


Nenek aminah tengah sibuk menyapu halaman rumahnya yang di penuhi daun-daun kering yang berguguran. Kegiatannya terhenti dan sapu di tangannya terlepas begitu melihat sosok tegap yang berdiri memandanginya. 


"Arya..." pekik nenek Aminah.


"Nenek,," Arya menghambur memeluk tubuh renta neneknya penuh rindu dan keharuan. 


"Arya, kamu kemana saja?.Kasihan Berlian yang sejak kamu tinggal sedih terus dan tak hentinya mencari kamu" ujar nenek Aminah di sela tangis dan kebahagiannya. 


"Ceritanya panjang, nek. Nanti saja Arya ceritakan" arya melepas pelukannya dan melirik kearah rumah. 


"Adik kamu sudah tidak tinggal dengan kakek nenek lagi" kata nenek Aminah mengerti apa yang di cari cucu laki-lakinya. 


"Apa?. Berlian kemana, nek?. Apa dia kabur dari rumah?" cemas Arya. 


"Kita masuk kedalam, biar nenek ceritakan di dalam apa yang sudah terjadi semenjak kamu pergi" 


"Tapi, nek" arya ragu untuk mengikuti neneknya. 


"Kamu tidak usah khawatir, kakek kamu lagi pergi rapat ke balai desa" 


Arya menarik nafas lega sebab dia belum siap bertemu kakeknya. Dia bisa dihabisin kakeknya jika kakeknya tahu dia sudah pulang semenjak kabur dengan menjual motor kesayangan kakeknya. 


...****************...


#Selimut Malam# 


Pelukanmu berhasil melumpuhkan aku dalam sebuah kesempurnaan. Engkau berhasil membawa aku melintasi tautan dua raga menuju sebuah muara keindahan yang berujung pada kebahagian. 


Engkau mampu membuat aku tak berkutik melawan dinginnya hembusan angin malam dan lenyap dalam nafas mu yang memburu hasratt ku hingga aku menyatu dengan jiwamu dalam balutan selimut malam yang menggetarkan naluri perempuanku. 


Berlian tersenyum lebar menyudahi goresan hatinya pada lembaran kertas.

__ADS_1


"Maaf non, ada tamu yang mau menemui non Berlian " bi sumi datang membuyarkan angan-angan Berlian.


"Siapa bi?" tanya Berlian penasaran. 


...****************...


Hari baru menunjukkan waktu jam 15.15 wib,tapi bintang sudah berkemas dan bergegas pulang meski jam itu masih jam kerja. Entah kenapa, Bintang begitu bersemangat pulang hanya karna dia tak bisa memendam hasratnya untuk bertemu dengan Berlian. Seharian ini dia di buat tidak konsentrasi menyelesaikan pekerjaannya cuma gara-gara di hantui oleh senyuman Berlian yang ibarat sihir baginya. Sebelum pulang, Bintang membeli sebuket bunga mawar merah menuruti kata hatinya meski dia enggan sekali turun dari mobil dan melakukan hal yang menurutnya tidak penting. 


Sampai di depan pintu, Bintang tampak ragu mau masuk atau tidak. Lalu bagaimana dengan bunganya, apa Berlian suka atau dia malah akan menertawakan kelakuannya yang tiba-tiba sok romantis begini. 


...****************...


"Kak arya...?" Berlian menganga tak percaya melihat siapa yang berdiri di ruang tamu dan memandangnya penuh rindu. 


"Berlian,adik kakak" Arya merentangkan tangan meminta adiknya mendekat. Berlian pun menghambur memeluk kakaknya yang di balas dengan pelukan hangat dan erat oleh Arya.


Bunga di tangan Bintang terlepas berganti kepalan tinju dengan sorot mata tajam menahan marah dan rahangnya mengatup geram melihat ada laki-laki lain yang lancang memeluk istrinya di rumahnya sendiri. 


"Dia..." geram Bintang. Emosinya membubung tinggi mengenali wajah yang memeluk istrinya. Bayang-bayang Bella dan luka lama menganga lebar. Ketakutan akan hal yang sama terulang pada Berlian membuat Bintang gelap mata.


 


Tanpa pikir panjang, Bintang langsung menarik krah baju arya dari belakang dan menghadiahi arya dengan pukulan keras di sana-sini. 


"Bintang, apa yang kamu lakukan?" panik Berlian. Belum sempat kerinduannya terlepaskan, Berlian di buat kaget dan tak mengerti bagaimana Bintang bisa bertindak kasar dan penuh dendam dengan kakaknya. 


Arya yang kaget dengan kedatangan Bintang yang tiba-tiba dan tanpa ampun memukulinya. Arya pun tak sempat melakukan pembelaan diri karna tercengang bertemu dengan Bintang. 


"Mati kamu,bajingan" Bintang membabi buta memukuli wajah arya yang terlentang pasrah di lantai. 


"Bin, jangan pukuli kakak aku" pinta Berlian parau dan suaranya tidak jelas karna di tutupi tangisan dan ketakutannya. 


"Bintang, lepasin kak arya " Berlian berusaha menarik tubuh suaminya, dia sudah tak kuat menyaksikan kakaknya jadi bulan-bulanan suaminya dengan alasan yang tidak jelas. 


"Lian, lepaskan.Biar aku habisin bajingan ini" 


Bintang mendorong tubuh istrinya dan bergerak meraih kursi kemudian mengangkatnya tinggi dan bersiap menghabisi arya menggunakan kursi tersebut. 

__ADS_1


"Sebelum kamu mau menghabisi kakak ku, langkahin aku dulu" Berlian cepat bergerak memeluk tubuh kakaknya dan membiarkan dirinya menjadi korban emosi suaminya. 


"Kakak??" kursi kayu tertahan di udara. 


"Tidak mungkin. Tidak mungkin bajingan ini kakak kamu" nalar Bintang tak bisa begitu saja percaya dengan apa yang di sampaikan istrinya. Tidak mungkin arya yang brengs*k dan sudah merebut bella darinya adalah kakak dari Berlian, wanita yang menurutnya luar biasa. 


"Yang di katakan Berlian memang benar. Aku memang kakaknya" Arya bersuara membenarkan kata-kata adiknya. 


"Tidak mungkin" bantah Bintang dengan tubuh terhuyung dan kursi terlepas tanpa tenaga. Luka atas pengkhianatan Bella baru saja mau sembuh. Namun, luka itu kembali kambuh begitu melihat wajah arya dan dia di paksa harus menerima kenyataan kalau dia sudah menikahi adik dari laki-laki brengsek macam itu.


"Lian, kamu usir kakak kamu dari rumah ini" perintahnya tegas pada sang istri. 


"Tapi, Bin. Kakak aku salah apa?. Kami baru saja bertemu" 


"Kamu usir kakak kamu sebelum dia benar-benar aku habisi dengan tanganku sendiri" bentak Bintang membuat Berlian terhenyak dan berada dalam dilema. 


"Kamu tidak perlu membentak istri kamu karna aku sendiri yang akan angkat kaki dari rumah ini" 


Arya dengan susah payah bangkit dan berjalan meninggalkan adiknya. 


"Kamu jaga diri kamu baik-baik. Kakak sayang sama kamu" pesan arya sebelum pergi. 


"Kak, jangan pergi" Berlian berniat menyusul kakaknya. 


"Selangkah lagi kaki kamu meninggalkan rumah ini, jangan harap kamu bisa kembali" tegur Bintang keras. 


"Kamu keterlaluan , sangat keterlaluan. Kapan kamu bisa tidak bersikap arogan dan angkuh seperti ini" cecar Berlian dengan sorot mata nanar dan berlari menaiki anak tangga membawa kekecewaan yang mendalam. 


"Aaarrggh....brengs*k" Bintang menendang kursi yang di pegang nya tadi meluapkan kemarahannya. 


...****************...


Dari balik pintu kamar yang sedikit terbuka, Bintang bisa melihat dengan jelas bagaimana sedihnya Berlian atas perlakuan kasarnya terhadap Arya,,laki-laki yang sudah merebut Bella dari dirinya dan ternyata Arya adalah kakak kandungnya Berlian, Bintang pun baru tahu hari ini. 


Dalam ruang berukuran luas itu, Berlian menangis mencurahkan kerinduan pada kakaknya yang belum tersampaikan. 


"Hapus air mata kamu" tiba-tiba saja Bintang sudah berdiri tegap di hadapannya. 

__ADS_1


"Aku paling tidak suka dengan perempuan lemah dan cengeng jadi kamu berhenti menangis" 


__ADS_2