Kilau Berlian

Kilau Berlian
Bab 27. Menggoda iman Bintang


__ADS_3

"Di bibir... ngomongnya aja yang kayak gitu, padahal mata sama pikirannya sudah kemana-mana" sambar Berlian.


"Otak kamu saja yang ngeres" cibir Bintang.


Berlian malas berdebat mengingat hari semakin malam , dengan cepat dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Bukan kehangatan yang dia dapat, yang ada hawa dingin tiba-tiba saja merasuki.


"Kok, jadi dingin begini?" seru Bintang menahan kedinginan.


"Bin, kamu jangan mainin suhu AC nya dong, dingin" Berlian memeluk selimut dengan ketat karena tak tahan menahan suhu dingin dalam kamar yang makin meningkat.


"Siapa juga yang mainin suhu AC-nya. Memang suhunya tiba-tiba dingin begini" Bintang melakukan pembelaan diri, lalu beranjak mencari remote AC kesana-kemari.


"Remote nya mana lagi?" carinya kebingungan.


Sudah mencari kesana kemari belum ketemu juga . Bintang capek sendiri .


"Pintu kamarnya kok di kunci dari luar sih" Bintang kesal ketika pintu kamarnya juga tidak bisa di buka.


"Ini semua pasti kerjaan mama" tebak Bintang yakin. Dari baju yang di kenakan Berlian, hingga suhu kamar yang tiba-tiba saja suhunya tak menentu, di balik semua ini pasti ada dalangnya. Siapa lagi kalau bukan mamanya yang selama ini ngotot menjodohkannya dengan Berlian.


"Mama kurang kerjaan banget, sih. Mama pikir trik ini bisa berhasil menyatukan kami apa?!" oceh Bintang tak bisa diam. Bintang hendak menelpon mamanya, tapi hanya operator yang menjawab.


"ah...mama... argh...." Bintang jengkel sendiri.


"Brrr...dingin..." Bintang menggelinjang kedinginan dan bergegas kembali menaiki tempat tidurnya.


"Nih orang malah ngorok lagi. Enggak tahu apa aku mau beku kedinginan?. Dia malah keenakan berlindung dalam selimut" dongkol Bintang .


"Tidak bisa di biarkan. Dia kehangatan,aku kedinginan begini"


Bintang berniat menarik selimut itu kembali. Namun, di tahannya karna melihat tubuh Berlian yang berguncang seperti menahan tangisan.


Di dalam lindungan selimut, Berlian memang menangis. Ingatannya melayang pada sosok ibu yang dia rindukan, kakak kandungnya yang pergi entah kemana, bapaknya yang meninggal saat dia masih dalam kandungan. Saat hari-hari paling bersejarah dalam hidupnya orang-orang yang dia cintai tidak ada di sisinya, yang ada hanya kakek dan neneknya saja.


Berlian merasakan kerinduan itu begitu dalam dan menyakitkan. Kesakitan juga kerinduan menyayat jadi satu meleburkan ketegaran yang dia pertahankan setelah Rangga, laki-laki yang dia harapkan untuk mempersuntingnya, justru dengan tega menyakitinya.


Bintang yang bingung dan tidak mengerti apa-apa hanya bisa diam menerka-nerka apa yang membuat sosok Berlian yang di kenalnya kuat, bisa menangis.


Tak tahu berapa lama Bintang terdiam menahan dingin juga bertanya-tanya soal kesedihan istrinya, perlahan matanya mulai terpejam di kuasai rasa kantuk.

__ADS_1


Berlian juga mulai tertidur karena lelah menangis terus. Tubuhnya bergerak dan membalik tepat memeluk pinggang suaminya. Bintang sontak terbangun dan berniat melepaskan tangan Berlian dari pinggangnya. Tapi, yang ada dia justru merasa terhipnotis oleh kehangatan yang mengaliri seluruh tubuhnya.


"Dingin..." erang Berlian di kuasai alam bawah sadarnya.


Bintang refleks membenarkan letak selimut yang tidak beraturan.


Berlian pun kembali tidur dengan tenang dan nyenyak membuat Bintang lega dan tersenyum kecil mengagumi aura aneh yang terpancar dari lugunya pemilik wajah cantik itu.


"Ibu,Lian kangen..." igau nya. Dan itu cukup terdengar jelas di telinga Bintang.


"Lian, maafin aku. Kamu harus kehilangan ibu kamu karna aku" gumam Bintang penuh sesal.


"Ibu..." panggil Berlian sambil mengeluarkan air matanya. Bintang spontan menghapus air mata tersebut.


Ada perasaan getir yang menyelubungi dari balik hatinya melihat linangan kristal itu kembali menetes membasahi pipi mulus Berlian.


Ada rasa perih melihat Berlian mengeluarkan air matanya, biar dalam keadaan tidur sekalipun.


...****************...


Menjelang subuh, biasanya Berlian sudah terbangun karena bunyi kokok ayam di sekitar perumahannya. Biasanya juga ada kicau burung berdendang ria merayu membuka matanya.


"Huaaaaa...." Berlian berteriak histeris dan spontan mendorong tubuh laki-laki yang keenakan memeluknya.


"Aduh....." bintang mengaduh kesakitan sambil memegang pinggangnya.


"Bin...kamu tidak apa-apa?. Maaf, aku enggak sengaja mendorong kamu" ujar Berlian sambil membungkuk dari tempat tidur melihat keadaan suaminya yang jatuh ke lantai.


"Tidak apa-apa bagaimana.... pinggangku hampir patah gara-gara ulah kamu. Kamu sebenarnya laki-laki apa perempuan,sih?. Tenaganya sadis banget" semprot Bintang.


"Kamu nya aja yang kemayu, baru di dorong begitu saja langsung jatuh" balas Berlian.


"Kamu bilang apa?" Bintang bergerak naik ketempat tidur hendak membalas Berlian.


Berlian sigap melompat dari atas kasur dan berlari menuju kamar mandi.


"Hei, tunggu, kamu jangan kabur" Bintang mengejar ,tapi Berlian sudah lebih dulu masuk dan mengunci diri dalam kamar mandi.


"Awas saja, kalau nanti kamu sudah keluar...." ancamnya dari luar.

__ADS_1


Dari dalam kamar mandi, Berlian hanya cekikikan mentertawakan Bintang.


...****************...


"Den Rangga dari mana saja?. Semalaman nyonya besar menanyakan den Rangga terus . Hp nya juga ngga bisa dihubungi" kata bi Sumi, pembantu di sana ketika Rangga sudah pulang dalam keadaan kusut tak terurus.


"Aku semalam nginap di rumah teman,bi. Hp nya, lupa ketinggalan di mobil dan sepertinya baterai nya habis. Aku keluar pake motor nya bintang" jawabnya.


"Oh ya,... Bintang udah berangkat ke kantor?" tanya Rangga setelah itu.


"masih di kamarnya. Bibi baru saja dari atas"


"Kalau begitu, Rangga keatas dulu mau menemui Bintang"


Rangga bergegas menaiki tangga menuju kamar sepupunya. Dia harus segera mengembalikan kunci motor milik Bintang yang dia pinjam sebelum sepupunya itu mencak-mencak.


...****************...


Lagi, tatapan mata Bintang, membuat Berlian risih, dia yang baru saja selesai mandi dan terpaksa mengenakan baju tidur semalam.


Sinar matahari yang menembus dari balik jendela, Berlian tak hanya terlihat seksi, namun juga mempesona, benar-benar menggoda iman laki-laki karena jelas terlihat putih dan mulusnya tubuh Berlian.


"Itu baju ganti aku, ya?" tanpa menunggu jawaban, Berlian langsung menyambar baju perempuan dari tangan Bintang.


"Ada beberapa baju yang udah disiapin mama di ruang pakaian buatmu. "


"oh ya? aku pakai yang ini aja " jawab Berlian mengangkat baju yang barusan diambil dari tangan Bintang.


Bintang seolah tak bisa bertumpu pada kedua kakinya yang mulai goyah menopang tubuhnya. Wangi sabun dan shampo yang segar benar-benar memabukkan. Padahal Berlian menggunakan sabun dan shampo yang sama yang biasa dipakai Bintang.


Tanpa banyak kata, Bintang bergegas masuk ke kamar mandi sebelum hasratnya membumbung tinggi.


"Bintang kenapa jadi aneh begitu?"


"siapa yang tahu...." Berlian menaikkan bahunya, kemudian bergegas mengenakan baju sebelum Bintang keluar dari kamar mandi.


Selesai mengenakan bajunya, Berlian mengeringkan rambut menggunakan handuk dan tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan seorang laki-laki masuk tanpa permisi.


"Rangga... "

__ADS_1


"Berlian..." Rangga terkejut bukan main kenapa Berlian berada dalam kamar sepupunya.


__ADS_2