Kilau Berlian

Kilau Berlian
Bab 43. Kejutan dari Bintang


__ADS_3

"Kalian siapa?" Arya dikagetkan dengan lima orang pemuda yang tiba-tiba saja menghadang langkahnya di sebuah emperan toko yang sudah tutup. 


"Seret dia" perintah salah seorang di antara pemuda itu pada rekan lainnya. 


"Lepasin aku" Arya berontak dan berhasil kabur. Namun, cepat di kejar dan di ringkus oleh gerombolan berjaket hitam dan rapi. 


"Bawa dia masuk kedalam mobil" perintah orang yang tadi. 


"Baik boss" 


Arya di seret masuk kedalam mobil berwarna hitam. 


...****************...


Makan malam sudah siap, Berlian bergegas menemui suaminya untuk mengajaknya makan malam. 


"Bintang bicara sama siapa?" gumam Berlian mempertajam pendengarannya di depan pintu kamar pribadinya ketika mau masuk. 


"Bagus, kalian tahan dia di sana dan jaga dia baik-baik, jangan sampai lepas" ujar Bintang mengakhiri pembicaraannya dari ujung telpon dengan seseorang. 


"kamu bicara sama siapa?. Sepertinya penting" 


"Kamu..." Bintang sempat terkejut namun bisa menguasai keadaan dengan baik saat istrinya datang tiba-tiba. 


"Ini telpon dari klien aku, bukan siapa-siapa" jelasnya dengan tenang. 


"Oh..." sahut Berlian singkat menyembunyikan kecurigaannya


"Makan malam sudah siap, kita turun sekarang,mama sudah nungguin dari tadi" 


"Malam ini kita makan malam di luar. Aku bosan makan malam di rumah terus" 


"Kamu mau ngajak aku dinner??" sela Berlian antusias. 


"Bukan" sambar Bintang,melemahkan semangat Berlian yang baru terbangun. 


"Ini cuma makan malam biasa" sambungnya. 


"Kamu jangan kebanyakan bicara, ganti pakaian kamu sana" suruh Bintang. 


"Pakaiannya enggak usah norak, biasa saja" lanjutnya mengingatkan istrinya yang berjalan menuju ruang pakaian mereka. 


"Kalau kamu ngomong terus, kapan aku ganti bajunya" protes Berlian.


 


"Aku diam. Kamu cepetan ganti baju" 


"Diam sih diam, tapi keluar dulu sana. Aku kan mau ganti baju" Berlian gemas dan malu sendiri melihat suaminya yang berdiri di tempat tak mau beranjak.


"Iya, aku keluar sekarang" ujar Bintang lemas di usir istrinya. Harapannya melihat pemandangan indah buyar sudah. 

__ADS_1


...****************...


"Kalian mau kemana?" tanya Rangga begitu keluar dari dalam mobil melihat Berlian dan Bintang sudah siap-siap mau pergi. 


"Kami mau kemana, itu bukan urusan kamu" sahut Bintang ketus. 


"Bin, sudah. Kita pergi saja sekarang" Berlian yang mulai jengah berdebat dengan Rangga memilih tenang dan tak mau meladeni Rangga.


"Masuk..." Bintang membukakan pintu mobil untuk istrinya, baru setelah Berlian duduk manis, Bintang menyusul masuk dan segera mengendarai mobilnya. 


"Sialan" umpat Rangga sambil menendang ban mobilnya. 


"Aduhhh..." Rangga berjinjit kesakitan karna terlalu semangat menendang ban mobilnya. 


...****************...


Tempat yang di tuju Bintang dan Berlian makan malam terlihat sepi dari pengunjung. Hanya ada beberapa orang dengan tampang mencurigakan memperhatikan mereka. 


"Ini bayaran atas kerja kalian" Bintang melempar amplop coklat tebal pada salah seorang dari pengunjung yang ada di sana. 


"Cukup" ujar laki-laki yang menerima amplop tersebut tersenyum puas setelah melihat isi dalam amplop. 


"Bin, mereka siapa?" Berlian jadi cemas dan takut. Jangan-jangan Bintang berniat buruk dengannya.


"Nanti kamu juga tahu" jawab Bintang penuh rahasia. 


"Bawa orang itu masuk" perintah si penerima uang pada bawahannya dan 5 menit kemudian 2 orang datang dengan membawa seseorang menghadap pada Bintang dan Berlian. 


"Kalian semua boleh pergi" suruh bintang pada 5 orang yang di mintanya mencari arya dan mempertemukannya dengan Berlian. Cafe itu pun sepi dan hanya di huni mereka bertiga.


 


"Lian" arya dengan cepat memeluk adiknya penuh kelegaan karna dia sempat berpikir, orang yang menyergapnya tadi adalah orang-orang yang mau menghabisinya. 


Bintang diam-diam mundur memberi kesempatan pada Berlian untuk lebih leluasa melepas kerinduannya pada kakak kandungnya. 


"Bintang..." panggil Berlian. 


Bintang menghentikan langkahnya dan berbalik, saat yang bersamaan Berlian berlari dan menghambur memeluknya. 


"Bin, ini pasti rencana kamu. Terima kasih karna kamu mau mempertemukan aku dengan kak arya" ujar berlian haru dan berbinar-binar. 


"Jangan buang waktu kamu dengan bertingkah manis terhadap aku. Aku tidak punya banyak waktu membebaskan kamu bertemu dengan kakakmu karena kita harus pulang sebelum larut malam" ucap Bintang.


"Bin, terima kasih kamu sudah bersedia mempertemukan aku dengan Berlian" Arya ikut nimbrung dan mengucapkan rasa terima kasihnya pada Bintang dengan sedikit canggung karna konflik masa lalu antara keduanya.


"Aku melakukan ini untuk istriku, bukan kamu" tandas Bintang menahan sisa kemarahannya pada arya. 


"aku tunggu kamu di mobil" Bintang beralih menatap istrinya dan itu bisa mengendalikan emosinya. 


"Bin, kamu temani aku berkumpul dengan kak arya. Aku juga ingin memperkenalkan kakakku sama kamu" pinta Berlian mulai berani manja dengan suaminya. 

__ADS_1


"Nanti saja jika keadaan lebih baik" tolak Bintang dengan alasan yang tidak di mengerti oleh Berlian, hanya arya yang paham maksud adik iparnya itu. 


"Kalian ngobrol saja berdua, tempat ini sudah aku sewa khusus agar kalian bisa bebas ngobrol" 


"Lian, aku keluar dulu. Kalau ada apa-apa, kamu hubungi aku" Bintang menangkup wajah istrinya dan mengecup keningnya, membuat Berlian terperangah menerima perlakuan suaminya yang tak biasa. 


 


"Aku tidak peduli siapa kamu. Jika terjadi hal buruk dengan Berlian, jangan harap ada pertemuan berikutnya " Bintang kembali beralih menatap Arya dengan sinis dan memberi ancaman serius. 


"Bin, kak arya itu kakakku, kamu tidak perlu curiga begitu. Kak arya tidak mungkin menyakiti aku" Berlian memberi pembelaan terhadap kakaknya. 


"Aku hanya berjaga-jaga demi kebaikan kamu" jawab Bintang, kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua.


"Ternyata kamu pintar juga memilih suami" cetus arya begitu Bintang menghilang. 


"Bintang kelihatannya sangat menyayangi kamu. Kakak bisa melihat itu dengan jelas" lanjut arya menilai dari sisi perbandingan apa yang pernah di ceritakan bella dan apa yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Bintang memang seperti overprotektif menjaga adiknya. Tapi Arya bisa mengerti bintang seperti itu karna pikiran buruk dia terhadap dirinya tak bisa sirna begitu saja.


"Kakak sudah lama kenal dengan Bintang?" curiga Berlian. 


"Kita bicara hal lain saja" elak arya.


"Kakak sudah kangen banget sama adik kakak yang bandel ini" arya memeluk dan menarik gemas hidung mancung adiknya. Kebiasaan dia waktu kecil dulu. 


"Kakak, sakittt...." rengek Berlian manja. 


"Sudah punya suami masih saja manja" ledek Arya. 


"Biarin..." balas Berlian yang di tanggapi dengan tawa oleh kakaknya. 


"Bagaimana dengan luka kakak?" cemas Berlian mengingat kakaknya sempat babak belur di hajar Bintang.


"Suami kamu orang baik, dia bertanggung jawab mengobati luka kakak dengan meminta orang suruhannya membawa kakak ke dokter sebelum di pertemukan dengan kamu" 


Berlian tercenung mendengar penjelasan kakaknya. Ada yang lain tumbuh di hatinya untuk Bintang. Bintang yang tempramental memiliki tanggung jawab tinggi terhadap apa pun yang jadi komitmennya. 


"Kamu jangan cuma bengong. Cerita sama kakak bagaimana kamu bisa menikah dengan Bintang tanpa meminta persetujuan kakak?" arya pura-pura marah mengingatkan adiknya. 


"Kak, kita duduk dulu,Lian akan cerita semuanya" 


Arya pun duduk dan berlian mulai menceritakan bagaimana dia bisa berjodoh dengan Bintang dan itu mengundang sesal dan prihatin juga kemarahan dalam diri arya.


 


"Kamu sudah menjatuhkan pilihan yang tepat dengan menerima pinangan Bintang dan melupakan Rangga. Maafin kakak, kakak tidak ada di saat hari pernikahan kamu" 


"Kakak tidak perlu minta maaf. Kakak hanya perlu menjelaskan kenapa kakak tega meninggalkan berlian dan kenapa kakak bisa menjadi copet?" cecar Berlian. 


"Panjang ceritanya..." kata Arya berat. 


"Kakak tidak bisa cerita ke kamu sekarang. Lebih baik kamu pulang, kasihan Bintang menunggu kamu kelamaan" sambung Arya mengelak dari ke ingin tahuan adiknya. 

__ADS_1


__ADS_2