Kilau Berlian

Kilau Berlian
117. Mimpi dikejar monster makanan


__ADS_3

Sepertinya apa yang di katakan oleh Berlian benar adanya. Bintang tiba-tiba saja terbangun dan teringat pada sebuah makanan. Dan makanan itu bukan pizza, sushi atau steak, tapi makanan rumahan yang sangat sederhana bernama rujak!!. 


Bintang jungkir balik tak jelas. Bayang-bayang kelezatan rasa rujak menggoda indra perasa nya. Bagaimana Berlian menyantap rujaknya sampai habis dengan nikmat membuat air liurnya mau meleleh. 


"ughhh..." Bintang kembali duduk dan menggigit bantal guling yang di peluknya dengan gemas. 


"kenapa aku jadi kepengen rujak begini?" dia heran sendiri. Kemudian Bintang melirik jam dinding. 


"Masih jam 2, kapan paginya?. Kemana coba cari rujak jam segini?" oceh nya tak jelas. 


Bintang lalu beralih menatap istrinya yang tertidur dengan damai. Mau di bangunkan, untuk apa?. Memangnya istrinya tukang rujak apa?. Dia juga mana tega membangunkan istrinya tengah malam begini. 


"Apa sih yang enak dari rujak sampai aku di buat susah tidur begini?" rutuk nya.


Tidurnya Berlian mulai terusik oleh bunyi berisik dari sebelahnya. Dia pun membuka mata dan bangun. Dia terkejut melihat bintang seperti anak kecil memeluk dan menggigit guling. 


"Sayang, kamu kenapa?" Berlian duduk sejajar dengan suaminya. Lalu mengambil alih guling tersebut dari tangan suaminya. 


"Kamu mimpi buruk?" 


"Iya, aku mimpi buruk di kejar sama monster makanan yang menakutkan" ujar Bintang asal jawab dengan ekspresi muka yang sulit di jelaskan.  Berlian mau tertawa melihatnya, namun di tahannya. 


"Kamu kayak anak kecil aja mimpinya di kejar monster. Kita tidur lagi ya" 


"Kamu tidur saja duluan, aku ngga bisa tidur" 


"Takut mimpi di kejar monster makanan lagi?" 


Bintang mengangguk cepat membenarkan kata istrinya. 


"Aku punya mantra khusus mengusir monster itu dari mimpi kamu" 


Bintang terkesima, dia tak menduga kalau Berlian akan menarik wajahnya dan memberi sentuhan lembut di bibirnya. 


"Masih takut di kejar monster makanan?" godanya. 


"Mantra nya masih kurang" kata Bintang dengan tatapan juga senyum nakalnya. Dia pun melanjutkan sentuhan bibir istrinya yang sempat terhenti. Untuk sejenak Bintang merasa bisa terbebas dari kejaran monster makanan. Bintang terus bermain indah dan penuh kelembutan sampai Berlian terlelap bahagia di pelukannya. 


...****************...


Dan masuk waktu subuh, monster makanan kembali menghantuinya. 


"Rujak lagi, rujak lagi" rutuk nya.


Kecupan manis di pundaknya, membuat Bintang tersadar dari kegelisahannya. Bintang langsung menoleh kesamping. Di sampingnya kini duduk bidadari cantik yang sudah bangun dari tidurnya. 

__ADS_1


"ternyata kamu sudah bangun Yank" sapa Bintang tersenyum. 


Berlian balas tersenyum dan merapat manja memeluk pinggang suaminya. Bintang menyambutnya dengan terbuka dan mendaratkan kecupan mesra di kening istrinya sebagai pengganti ucapan selamat pagi. 


"Sayang, sebenarnya kamu kenapa?. Dari semalam aku perhatikan kamu gelisah terus. kenapa, cerita dong?" Berlian menengadah meminta jawaban jujur keluar dari mulut suaminya. 


"Tidak ada apa-apa. Aku baik-baik saja" jawabnya tenang. 


"Jangan bohong..." sergah Berlian dengan tatapan menyelidik. 


Bintang diam tak bersuara. 


"Sayang, kamu jangan diam saja. Kamu cerita sama aku, kamu kenapa?" kali ini Berlian bertanya dengan memegang lembut pipi suaminya. 


"Ternyata apa yang kamu omongin kemarin benar adanya, yank" desah Bintang berat mengungkap kegelisahan yang menghantuinya dari semalam. 


"Omongan aku yang mana?" Berlian tak ingat dengan topik pembicaraan mereka kemarin apa. 


"Itu... soal rujak" jawab Bintang singkat. 


"Rujak?. Memangnya kenapa dengan rujak?" Berlian begitu polos sampai tidak mengerti maksud arah pembicaraan suaminya. 


"Sudahlah, masalah rujak itu ngga perlu di bahas, tidak penting" pasrah Bintang menyerah pada keinginannya untuk mencicipi bagaimana enak nya rasa rujak yang terus menggoda indra perasa nya. 


"Jadi monster makanan yang kamu maksud semalam itu adalah rujak" serunya. 


Bintang terkejut dan berbalik menatap istrinya yang terus tersenyum seolah mencibirnya. 


"Enggak!. Siapa bilang?" bantahnya salah tingkah. 


Berlian turun dari tempat tidur dan berdiri berhadapan dengan suaminya. 


"Ngaku saja" goda Berlian sambil mencolek dagu suaminya. 


"Enggak. Kamu saja yang sok tahu" bantah Bintang lagi. 


"Sok tahu apanya?. Kamu pasti lagi ngidam mau makan rujak kan?" balas Berlian dengan tebakan terarahnya mematahkan sanggahan yang akan di layangkan suaminya. 


"Aku ngidam rujak?. Enggak salah?. Nggak mungkinlah, yang hamil kan kamu bukan aku." elak Bintang mempertahankan gengsinya. Mana mungkin dia mau makan rujak. Makanan tradisional yang belum pernah sekalipun dia cicipi. 


"Sudah deh, kamu jangan menyangkal. Habis shalat subuh aku temani kamu ke rumah ibu penjual rujak kemarin" 


"Ngapain kamu mau kesana?. Kamu ngidam rujak lagi?" tanyanya heran. 


"Yang ngidam itu kamu, sayang. Bukan aku" Berlian gemas mau mencubit pipi suaminya karna suaminya masih saja berkilah.  Cuma gara-gara rujak aja, urusannya bisa panjang begini.

__ADS_1


"Tapi yang salah mama nya, bukan papa nya" sambungnya tak mau di salahkan, membuat alis berlian terangkat. 


"Kok aku yang di salahkan?" 


"Iyalah, kamu yang salah. Aku maunya makan rujak bikinan kamu bukan rujak ibu itu" paparnya. 


"Kamu nyebelin banget sih. Apa salahnya dari tadi kamu itu jujur saja mau makan rujak" Berlian mencubit gemas pinggang suaminya. 


"Aahhh, aduh yank... sakit. Kamu tuh..." protes bintang memegang pinggangnya. 


"Aku itu mau rujak bikinan kamu, bukan cubitan kayak gini" lanjutnya. 


"Habisnya kamu nyebelin" Berlian memasang muka cemberut. 


"Terus, kamu nggak mau bikin rujak buat suami kamu?" Bintang kecewa. 


"Untuk suami aku yang nyebelin minta ampun tapi aku cintanya juga minta ampun, apa sih yang enggak" tawa Berlian renyah mencolek hidung suaminya. 


"Tapi, kita shalat subuh dulu. Habis itu kita ke pasar buat beli buah sama bumbu rujaknya" sambung Berlian. Kemudian dia duluan berjalan menuju kamar mandi. 


"Yeay, akhirnya nanti aku akan makan rujak" sorak Bintang melompat kegirangan. 


"Sayang, kamu kenapa?. Sepertinya seneng banget?" Berlian bertanya dari balik pintu kamar mandi yang belum sepenuhnya tertutup. 


"Enggak, biasa saja" Bintang kembali bersikap normal seperti biasanya. 


"O..." Berlian menutup pintu kamar mandi dengan rapat. 


Bintang langsung melonjak dan menari kegirangan.


...****************...


Deru mesin mobil meninggalkan pekarangan rumah mewah berlantai dua. Mama Farida buru-buru keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur menemui pembantu rumah tangganya yang sibuk menyiapkan sarapan. 


"Bi, Bintang sama Berlian pergi kemana pagi-pagi begini?" tanyanya pada bi sumi.


"Katanya mau ke pasar nyari buah, nyonya" jawab bi sumi. 


"Nyari buah, untuk apa?. Bukannya di kulkas banyak persedian buah?" heran mama Farida.


"Saya juga kurang tahu, Nya" 


"Ya sudah, bibi lanjutkan saja pekerjaannya. Saya mau menyiram tanaman dulu" 


"Baik, nyonya"patuh Bi sumi.

__ADS_1


__ADS_2