Kilau Berlian

Kilau Berlian
113. Ngidam mangga muda.


__ADS_3

Setelah lama tertunda akhirnya Berlian bisa melanjutkan menulis novel. Disela-sela itu dia selalu meraba perutnya yang masih rata.


"Mama..." senyum Berlian melebar, hatinya bergetar membayangkan saatnya nanti sebutan itu keluar dari mulut anaknya.  Lamunan Berlian terhenti saat ponselnya berbunyi. Berlian cepat-cepat mengangkatnya. 


"Dari papa kamu" serunya semangat sambil menunduk melihat perutnya.  Salam pun terucap dan langsung di balas oleh Bintang. 


"Yank, kamu sudah makan siang?" tanya Bintang dari ujung telpon. 


"Sudah dong..." jawab Berlian sumringah. 


"susu sama multivitaminnya sudah di minum?" 


"Sudah, suamiku sayang..." jawab Berlian geregetan. 


"Kamu masih ingat pesan aku tadi pagi, kan?" 


"Aku ingat kok semua pesan kamu" 


"Bagus, itu baru calon mama yang baik" Bintang tersenyum senang sambil memainkan pulpen dengan ujung jarinya. 


Tiba-tiba saja Berlian ingin makan mangga muda tanpa alasan yang jelas. 


"Sayang, kalau kamu pulang nanti beliin aku mangga mengkal dong .... ugh kyknya seger banget " 


Dari tempat duduknya,Bintang melonjak kaget mendengar permintaan istrinya. 


"Yank, kamu itu lagi hamil. Nggak boleh makan yang aneh-aneh" 


Berlian manyun dan cemberut. Sayang, Bintang tak dapat melihatnya. 


"Pokoknya aku nggak mau tahu, kamu pulangnya harus beliin mangga muda buat aku" Berlian menutup telpon dengan kesal. 


"Biarin, kamu marah juga. Aku tetap ga akan beliin kamu mangga mengkal. Nanti, kalau kalau terjadi apa-apa sama kandungan kamu bagaimana?" Bintang mengomel sendiri seperti orang gila.  Bintang memang ga peka yah, payah deh. Berlian lagi ngidam makan mangga mengkal.


...****************...


Bintang pulang dengan sekantong buah mangga, Berlian menyambutnya dengan suka cita. Namun ketika melihat sendiri isi dalam kantong itu, raut muka Berlian berubah kecewa, dia pun merajuk. 


"Yank, kamu kenapa?" tanya Bintang lembut. 


"Mangga mengkal nya mana?. Kok yang ada cuma mangga harum manis?" Berlian memasang wajah kecewa.


"kamu nggak beliin aku mangga mengkal ,ya?" 


"Ya, jelaslah ngga beli sayang" jawabnya tanpa beban. 


"Tapi, aku pengen nya makan mangga mengkal" rengeknya. 

__ADS_1


"Yank, mangga muda itu ngga baik untuk kesehatan kamu dan itu bisa saja membahayakan kandungan kamu. Pokoknya aku ngga akan mengizinkan kamu makan mangga mengkal. Aku sudah belikan kamu mangga harum manis yang matang. Mangga harum manis rasanya lebih enak dan bagus untuk kesehatan. Rasanya juga pasti jauh lebih manis ketimbang mangga mengkal" 


Namanya juga orang ngidam,Bin. Kadang lidah nya beda. Yang penting, kalau sudah pengen ya menuntut harus di turuti. 


Berlian merajuk duduk di sofa dengan wajah di tekuk. Elang ikut duduk dan memeluk istrinya. 


"Aku ngga mau perut kamu sakit lagi gara-gara makan mangga. Nanti dede bayinya protes lagi" 


Berlian mencoba menepis kekecewaannya. Senyumnya di paksakan semanis mungkin. 


"Kita makan yuk Yank. Aku sudah lapar" Bintang berdiri lebih dulu dan mengulurkan tangannya. 


Berlian menyambut uluran tangan suaminya. Keduanya lantas berjalan menuju ruang makan. Di sana, mama Farida sudah menanti dengan sabar. 


Bintang menarik kursi untuk istrinya dan seperti biasanya, Berlian selalu melayaninya. 


Bintang makan dengan lahap. Berbeda dengan Berlian. Dia tak bernafsu melihat menu makan malam beraneka ragam. Berlian masih penasaran dengan mangga mengkal dan ingin mencicipinya. Bintang berusaha membujuk dan menyuapi istrinya agar mau makan tetap saja berlian tidak bernafsu untuk makan. 


"Nak, kamu kenapa ga mau makan?. Kasihan lho, anak kamu"tanya Mama Farida.


"Lian lagi ga nafsu makan,ma" jawabnya tanpa semangat. 


"Kenapa?" tanya mama Farida. 


"Itu ma... gara-gara aku ga mau beliin dia mangga mengkal , makanya ngambek gitu. Padahal aku sudah belikan mangga harum manis banyak. Kurang enak apa coba mangga harum manis di banding mangga mengkal. Bagus lagi untuk kesehatan" seloroh Bintang tanpa mengerti perasaan istrinya. 


"Aku ngantuk, mau tidur" Berlian bangkit dan berlalu. Bintang berniat menyusul. 


"Kan udah di ganti sama mangga harum manis " Bintang tetap merasa dia sudah melakukan hal yang benar. 


"Percuma, nak. Mau kamu ganti sama mangga harum manis 3 kilo atau sampai kamu borong satu kebun pun, kalau istri kamu ngidamnya mangga mengkal, ya harus di turuti. Biarpun cuma 1 biji" 


"Mangga mengkal itu ga baik untuk kesehatan, ma. Masa, mama nggak tahu" 


"Kamu jangan ngajarin mama soal itu. Waktu mama hamil kamu saja, mama ngidamnya sama kayak Lian. Ayah kamu nggak melarang mama makan mangga mengkal"


...****************...


Berlian tidak bisa tidur dengan tenang. Bayang-bayang rasa mangga muda yang lezat terasa sudah di ujung lidahnya. 


"Sayang, kamu yang sabar ya. Besok mama akan minta om kamu buat nyariin mangga mengkal buat kamu. Pasti om kamu mau nyariin" ujarnya pada jabang bayi di dalam perut nya. 


Bintang yang sebenarnya belum tidur jadi merasa bersalah mendengar ucapan istrinya. Diapun teringat nasihat mamanya di meja makan. 


Setelah yakin, Bintang bangun dan melihat istrinya sudah tertidur. 


"Sayang, maafin papa. Papa nggak tahu kalau mama kamu lagi ngidam. Kamu tunggu sebentar, papa akan carikan kamu mangga mudanya sampai ketemu" Bintang menunduk mencium perut istrinya.

__ADS_1


...****************...


Tengah malam yang sunyi Berlian tersentak bangun karna dia merasa ada yang kurang dari dirinya. Tidak ada pelukan hangat suaminya.


"Bin, kamu di mana?" Berlian panik mendapati suaminya tidak ada di sampingnya. Berlian turun dan melihat ke kamar mandi. tapi kosong. 


"Apa mungkin Bintang ada di ruang kerjanya" tebaknya ragu. 


...****************...


Cukup lama bagi Bintang mendapatkan 1 biji mangga mengkal. Itu pun, dia harus mutar-mutar dari toko buah yang satu ke toko yang lain nya lagi. Giliran ada, cuma tinggal satu dengan ukuran yang cukup besar. Lumayanlah, dari pada nggak dapat batinnya.


...****************...


"sayang... kamu dari mana saja?" Berlian langsung bertanya saat Bintang muncul dari balik pintu kamarnya. Bintang tersenyum lebar. 


"Aku ada kejutan buat kamu" 


"Kejutan apa?" Berlian penasaran. 


Bintang perlahan menarik tangannya dari balik pinggangnya. 


"Ini..." 


"Mangga mengkal" sorak Berlian senang bukan main melihat sepiring mangga mudah sudah di kupas dan di iris rapi. 


"Ini buat aku?" Berlian jadi ragu mengingat sebelumnya Bintang melarangnya makan mangga mengkal. 


"Kamu buruan makan mangganya. Aku nggak mau anak kita lahirnya ileran dan nggak ganteng kayak papanya gara-gara nggak mau nurutin apa mau mamanya" 


Berlian tersenyum bahagia. Dengan berbinar-binar dia menerima suapan mangga muda dari tangan suaminya. Berlian begitu menikmatinya seperti dia tengah makan mangga matang. Sementara, Bintang merasa giginya ngilu dan keningnya mengernyit. Rasa asam mangga muda terasa di lidahnya. 


"Sayang makasih ya, kamu sudah mau nurutin apa maunya dede bayi" ucap Berlian tulus setelah puas makan beberapa iris mangga muda. 


"kalau kamu mau sesuatu, kamu minta saja. Aku akan berusaha penuhi" janjinya sungguh-sungguh. 


Berlian tersenyum nakal dan satu hadiah tak terduga menyentuh bibir Bintang dengan manis dan cepat. 


"Itu hadiah dari dede bayi untuk papanya" 


Bintang tersenyum bahagia menerima kejutan dari Berlian. Berlian buru-buru tiduran dan menutup tubuhnya dengan selimut. Bintang yang baru sadar lalu menarik selimut menutupi seluruh tubuh keduanya. 


Keadaan sunyi beberapa menit sampai selimut kembali di tarik turun oleh Bintang. Nafas keduanya sama-sama memburu.


"Itu hadiah dari dede bayi buat mamanya" 


"Alasan, emang papanya saja yang modus" sungut Berlian. 

__ADS_1


"Tapi, mama suka, kan?" godanya. 


Muka Berlian merona, apa yang di lakukan Bintang dalam hitungan menit saja mampu membuat dia melayang. Biarpun mereka sudah sering berciuman, namun rasanya kali ini sangat berbeda.  Iya lah beda... ada rasa asam-asam mangga nya kali.


__ADS_2